
...Malaysia...
Kelas Faza dan Dafa baru saja selesai, kini Faza dan Dafa sedang menikmati makanan mereka di kantin.
"Dari tadi gue perhatiin muka lo kok tenang-tenang aja sih, Za." ucap Dafa menyipitkan matanya menatap Faza, dan Faza menaikkan sebelah alisnya heran.
"Mau lo gue kayak gimana? Senyum-senyum terus kayak orang gila gitu," sahut Faza dingin.
Dafa mengeluarkan handphonenya dan menyodorkankan ke arah Faza Bramasta.
"Gosip lo nolongin cewek culun tadi pagi udah menyebar luas di seluruh kampus, nih!" ucap Dafa membuat Faza menatap layar handphone Dafa.
"Oh," sahut Faza tidak perduli sampai membuat Dafa melongo di buatnya.
"Seorang Faza yang di kenal paling dingin melebihi dosen di kampus ini, perduli sama cewek culun kayak Gina? Wow man, selera lo ternyata ...."
"Tadi pagi gue cuma nolongin dia beresin buku-buku dia doang," ucap Faza memotong perkataan teman kelasnya itu tapi Dafa menggelengkan kepalanya.
"Kenapa juga lo harus bantuin dia beresin buku-buku dia Faza Bramasta," sahut Dafa seperti orang frustasi menjambak rambutnya sendiri.
"Emang salah gue nolongin orang lain?" tanya Faza sewot.
"Ya salah lah, kalo itu elo." jawab Dafa cepat.
Dafa mengenal Faza sejak pertama kali mereka masuk kampus itu dan Dafa juga tahu bagaimana temannya itu mendapatkan perhatian banyak dari cewek-cewek di kampus.
Kesalnya Dafa, karena menjadi teman Faza satu-satunya di kampus, semua cewek yang ingin tahu tentang Faza pasti Dafa lah yang akan kewalahan karena banyaknya mendapatkan pertanyaan dari para fans-fans Faza.
Dafa memiliki pacar dan pacarnya itu sangat cemburuan, jadi alangkah kasihannya nasib Dafa jika harus berhadapan dengan situasi Faza dan juga urusan pacarnya.
"Gini ya Za, dari awal lo masuk kampus ini, lo itu udah di tingkat pertama banyaknya penggemar cewek dan gue tau lo enggak pernah perduli sama mereka semua 'kan? Terus kenapa Faza hari ini lo harus perduli sama cewek culun kayak Gina itu," celoteh Dafa geram akan tingkah Faza.
"Gue enggak pernah berharap punya banyak penggemar," sahut Faza santai.
"Gue yakin setelah ini, Gina pasti bakal jadi bahan bullyan anak-anak kampus karena udah berani dekatin lo," ucap Dafa membuat Faza tampak memikirkan sesuatu.
"Dan gue, nasib buruk gue akan di mulai setelah ini," desis Dafa menangis di dalam hati karena harus pasrah berhadapan dengan para fans-fans Faza.
..............................
...Indonesia...
"Ampun Bos! Gue 'kan cuma ngomongin faktanya doang," ucap Becca membuat Karamel memukul dashboard mobil
"Suami gue lagi dalem bahaya Becca," sengit Karamel dan Becca mengangguk-anggukkan kepalanya cepat.
"Se-serius, serius, serius, kita serius sekarang," ucap Becca seperti anak kecil yang ketakutan.
Becca menjalankan mobilnya lalu memarkirkan mobilnya tepat di depan restoran itu dan setelah selesai, Becca mengambil laptop Karamel untuk memeriksa para mata-mata di sekitar mereka.
Sedangkan Karamel mengeluarkan senjata berbentuk pistol namun senjata itu bukanlah pistol yang di isi dengan timah panas/peluru pada umumnya.
Senjata berbentuk pistol yang di miliki Karamel akan di isi dengan jarum beracun yang di mana jika jarum beracun itu menusuk kulit manusia, pandangan manusia itu akan kabur, otot-otot tubuhnya akan menjadi lumpuh, dan juga napasnya akan mengalami sesak hingga dalam waktu lima menit manusia itu akan pingsan.
Lalu setelah sadar dari pingsan, hidupnya akan hancur karena kelumpuhan yang terjadi tidak bisa di sembuhkan lagi atau bersifat permanen.
"Ada enam belas titik merah yang ngincer kakak ipar, Bos," ucap Becca membuat Karamel refleks menatap ke arah Becca yang sedang membuka kaca mobil.
"Lo bilang apa, kakak ipar?" pekik Karamel hingga Becca terkejut menatap ke arah Karamel.
"Astaga kaget gue, Bos. Iya kakak ipar, kenapa emang? Masalah gue manggil kakak ipar?" tanya Becca dan Karamel hanya diam mengalihkan pandangannya saja.
"Serah lo," sarkas Karamel.
__ADS_1
"Kalo bukan manggil kakak ipar, manggil suami juga boleh kok Bos," goda Becca dan Karamel melirik jengah ke arah Becca.
Karamel mengisi satu jarum ke dalam senjatanya lalu Karamel mengarahkan senjatanya tepat di depan wajah Becca hingga Becca tersentak kaget mengangkat kedua tangannya.
"Bo-bo-bos, Becca becanda doang bos. Emakkkk!!! Becca enggak mau lumpuh seumur hidup," rengek Becca memejamkan matanya takut sang nona bos akan menembakkan jarum beracun itu ke tubuhnya.
"Shut the fu*k up!" sentak Karamel membuat tubuh Becca bergetar kuat.
Swingg ... sleupp !!!
Becca melebarkan mata sempurna kala daun telinganya berpapasan dengan jarum beracun itu, napas Becca tercekat, detak jantungnya hampir berhenti bahkan tubuh Becca kaku bak patung.
Karamel yang melihat raut wajah was-was Becca hanya tersenyum miring menjitak kening Becca.
"Liat di belakang lo," titah Karamel dan dengan keadaan yang masih shock Becca melihat ke arah belakangnya.
"Huffttt!" Becca menghala napas lega ketika melihat seorang laki-laki sedang menggoyang-goyangkan kepalanya seperti orang mabuk.
Perlahan Becca kembali menatap Karamel, air mata bercucuran membasahi pipinya.
"Lo jahat Bos, gue gue gue kira lo beneran marah tadi ... hiks ... hiks!!!" ucap Becca membuat Karamel mengelus puncak kepala wanita muda berumur 16 tahun itu.
"Dasar bod*h," ejek Karamel semakin membuat Becca menangis.
"Berenti nangis atau gue tusukin jarum ini ke tubuh lo beneran," ancam Karamel dan Becca langsung mengusap air matanya namun sungguh dirinya masih merasa takut akibat melihat ekspresi wajah serius dan juga tindakan sang nona bos.
"Target kita lima belas orang lagi, waspadai mereka bocah cengeng," ucap Karamel membuat Becca cemberut.
"Gimana gue enggak cengeng coba, muka Bos aja seram banget tadi kayak mak tiri yang mau nerkam anak tirinya." sahut Becca.
"Enggak usah di bahas lagi, Becca," sengit Karamel geram menatap tajam wajah Becca.
Becca langsung menutup mulutnya.
"Iye yeee gue diam, janji." ucap Becca mengacungkan jari kelingkingnya ke atas.
Actually ini adalah alasan kedua Karamel yang tidak mau Becca berkeliaran di sekitarnya, tingkahnya itu loh selalu berhasil membuat Karamel harus berucap sabar dalam hatinya.
Untuk alasan pertama, Karamel tidak mau para musuhnya tahu tentang Becca karena Karamel sangat menyayangi Becca seperti adiknya sendiri jadi Karamel tidak mau hidup Becca dalam bahaya jika selalu berkeliaran di sekitar Karamel.
"Bos," panggil Becca dan Karamel menoleh ke arah Becca, seperdetik kemudian bola mata Karamel beralih ke laki-laki yang terkena jarumnya tadi pingsan di tempat.
Banyak orang yang berkumpul untuk membantu laki-laki itu, "Arahin titik-titik merah itu, Becca." titah Karamel dan Becca mengangguk patuh.
"Dua orang yang duduk di motor itu, target kita Bos." ucap Becca dan Karamel mengarahkan senjatanya ke leher dua orang itu.
Swingg ... sleupp, sleupp !!!
Dua orang itu menepuk leher mereka masing-masing, seakan-akan yang menusuk tubuh mereka adalah seekor nyamuk.
"Bos, target bergerak menuju dua orang yang ada di motor jelek itu." ucap Becca dan Karamel memperhatikan siapa orang yang akan mendekat.
Swingg ... sleupp !!!
Dan seterusnya Becca memberitahu Karamel di mana saja targetnya lalu Karamel akan menebakkan jarum beracun itu di tubuh taget yang di arahkan oleh Becca hingga tersisa dua orang, Becca mengatakan dua orang itu masuk ke dalam restoran.
"Kepar*t, kita harus masuk sekarang," ucap Karamel.
Karamel memakai long wool coat berwarna hitam, memakai masker dan juga kaca mata hitam sedangkan Becca hanya mengenakan kaca mata bening yang di pakai Karamel tadi dan juga memakai topi hip hop berwarna putih.
Ketika Karamel dan Becca keluar dari mobil, suasana di luar restoran menjadi kacau sebab banyaknya orang-orang yang pingsan di sekitar mereka.
Karamel tersenyum miring, lalu mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran. Di lantai satu Karamel tidak melihat adanya sang suami.
__ADS_1
"Ke lantai dua," ucap Karamel pada Becca.
Mereka berdua menaiki tangga menuju lantai dua lalu Karamel melirik sekitarnya untuk mencari tempat duduk sang suami, Karamel menghela napas kasar kala tidak menemukan suaminya di sana.
"Mungkin di ruang VIP," gumam Karamel.
Sejak tadi Becca menatap orang-orang yang sedang menikmati hidangan restoran, beberapa kali Becca menelan salivanya karena ngiler melihat orang-orang makan.
Glukk ....
"Laper," gumam Becca membuat Karamel mengerutkan dahinya menatap Becca.
Karamel memijat pelan pelipisnya melihat tatapan Becca mengarah ke orang-orang yang sedang menikmati hidangan restoran itu.
Karamel menarik dagu Becca untuk menghadap ke arahnya hingga Becca kaget melebarkan matanya.
"Masih lapar Becca?" tanya Karamel datar sehingga Becca semakin membulatkan matanya.
"Seram banget," ucap Becca langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
"Becca kenyang Bos," imbuh Becca dan Karamel melepas cengkeraman tangannya.
Cekrek ....
Karamel mengalihkan pandangannya ke sumber suara pintu itu dan terlihat sang suami keluar dari rungan VIP itu, Karamel tersenyum tipis namun seketika senyuman itu pudar kala dari arah kiri, seseorang pelayan laki-laki menyembunyikan pistol di balik nampan dan mengarahkannya ke Leo.
Sedangkan Becca nampak kaget melihat ke arah kanan ke empat laki-laki yang baru keluar dari ruang VIP, ada pelayan wanita menyembunyikan sebuah pisau di balik nampan dan mengarahkannya ke empat laki-laki itu.
"**** !!!" umpat Karamel mengarahkan senjatanya dari balik pakaian long wool coatnya ke arah pelayan laki-laki itu.
Swingg ... sleupp !!!
Tepat sasaran ....
Becca merampas senjata milik Karamel lelu Becca mengarahkannya juga ke arah pelayan wanita itu, Karamel sempat ingin protes dan marah namun melihat arah yang di tunjukkan Becca Karamel diam membiarkan Becca melakukannya.
Swingg ... sleupp !!!
Tepat sasaran ....
Namun waktu kedua terget akan pingsan itu lima menit jadi Karamel dan Becca harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan pandangan semua orang.
"Becca, lo 'kan enggak punya urat malu jadi bikin heboh restoran ini biar semua orang ngalihin pandangan ke elo." ucap Karamel membuat Becca cemberut.
Bagaimana bisa nona bosnya itu mengatakan Becca tidak punya urat malu, walau sebenarnya Becca memang suka malu-maluin Karamel tapi 'kan Becca juga pasti punya sedikit rasa malu.
"Bos jahat, ikatan di antara kita stop sampai di sini saja, aku akan pergi meninggalkanmu Bos." ucap Becca membuat Karamel memutar bola mata jengah lalu Becca pergi menjauh dari Karamel.
"Perhatian semuanya," pekik Becca membuat semua orang menatap ke arah Becca bahkan Karamel melihat kedua target mereka tersentak kaget dan menyimpan senjata berbahaya mereka.
"Bagus, Becca." desis Karamel memuji Becca.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
...Apakah ada yang suka sama Becca Crofcodra? Mau Becca muncul terus atau stop sampai sini aja?...
Hai semua ....
__ADS_1
Author dapat saran dari salah satu reader yang di mana katanya, kisah Kenzi di pisah aja novelnya?
Menurut reader yang lain gimana? Apakah harus di pisah atau tetap di sini aja?