
Kenzi beserta ketiga temannya pergi dari kampus, mobil pertama ada Cesar sendirian, mobil ke dua ada James dan Peter kemudian mobil ketiga ada Kenzi yang sama seperti Cesar, sendirian.
Dan tanpa mereka sadari dari jarak yang lumayan jauh, ada beberapa mobil mengikuti mereka juga.
Di jalanan yang sepi, mobil Cesar, James, Peter dan Kenzi berhenti. Mereka keluar dari mobil mereka masing-masing dan menganalisis tempat di sana memang benar sudah tepat untuk meluncurkan rencana mereka atau tidak.
"Di mana mobil bekas yang aku suruh untuk kalian siapkan?" tanya Kenzi melihat sekeliling tidak terdapat barang yang dia inginkan.
"Tunggu sebentar lagi, adikku akan membawanya," ucap Peter sembari mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi sang adik.
Bermenit-menit lamanya mereka menunggu, ada kisaran 6 mobil mewah datang mengelilingi mereka berempat.
James, Cesar dan Kenzi tampak biasa saja karena mereka mengira itu adalah rombongan adiknya Peter dan teman-temannya sedangkan Peter sendiri tampak kaget karena tidak mengenali pemilik mobil-mobil itu.
"Peter, suruh adikmu untuk berhenti sekarang," pekik James namun Peter menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak mengenal pemilik mobil-mobil ini," sahut Peter seketika membuat tegang wajah James, Cesar dan Kenzi.
Mereka berempat saling menatap satu sama lain, jika ke-6 mobil itu tidak ada adiknya Peter lalu siapa mereka? Dan kenapa mereka mengepung Cesar, James, Peter dan Kenzi?
"Perasaanku jadi tidak enak," bisik James pada Cesar.
"Aku juga sama," sahut Cesar.
Tiba-tiba ke-6 mobil asing itu berhenti dengan mengelilingi Cesar, James, Peter dan Kenzi.
"Yo! Kenzi," sapa seorang laki-laki berkaca mata hitam saat keluar dari mobilnya.
Cesar, James dan Peter menatap ke arah Kenzi, "Kau mengenal dia, Ken?" tanya Cesar.
"Dia adalah laki-laki yang selama ini menjadi penguntit kekasihku," ucap Kenzi mengeraskan rahangnya.
"Hay you, put a sock in it or i'll tear your...." salah satu sahabat Ryan tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena Kenzi lebih dulu memotongnya.
(Hai kau, tutup mulutmu atau aku akan merobek ....)
"Aku mengatakan sahabatmu yang bernama Ryan adalah seorang penguntit, jadi kau ingin merobek mulutku?" tanya Kenzi dengan aura menyeramkan.
"Kenziro, Apakah kau merasa yakin dengan Tessa yang benar-benar mencintaimu? Sayang sekali, Tessa hanya ingin menjauh dariku jadi dia memanfaatkanmu, she never loved you, man." ejek Ryan penuh percaya diri.
Kenzi tidak berniat untuk membalas ejekan Ryan, sejuta kali Ryan ingin memprovokasi Kenzi. Rasanya hanya sia-sia saja, Kenzi tidak terpengaruh dan tidak akan terpengaruh dengan kata-kata sampah Ryan.
"Tesaa ingin menjauh darimu? Itu artinya kau adalah laki-laki kotor yang memang tidak pantas untuk Tessa, beruntungnya Kenzi bisa menjadi kekasih Tessa bukan," Cesar merasa kesal dan menjawab ejekan Ryan.
"Yeah, Aku juga berfikir hal yang sama, Tessa pasti merasa jijik dengan orang yang kotor sepertimu," timpal James.
"Oooh no! just so you guys know, bahkan Tessa juga pernah merasakan nikmatnya di sentuh olehku jadi Kenzi, siapa menurutmu yang lebih beruntung. Kau atau aku?" ucap Ryan berhasil memprovokasi Kenzi.
Tangan Kenzi kini mengepal sempurna, entah yang di katakan Ryan adalah sebuah kebenaran atau kebohongan, Kenzi merasa tidak suka jika Ryan berucap demikian hanya untuk memancing emosinya.
"Siapa yang akan percaya dengan kata-katamu, bo*h!" pekik Cesar ikut terpancing emosi.
"Tessa bukanlah wanita murahan," sengit Peter percaya Tessa adalah perempuan baik-baik karena dirinya sudah pernah menyelidiki sendiri tentang Tessa atas perintah Kenzi.
"Ck! Do you know, Tessa menjadi lebih se*y dan agresif saat di atas ranjang," ucap Ryan tersenyum miring menatap Kenzi.
"Kau tidak pernah merasakannya bukan?" ejek Ryan membuat Kenzi mengeraskan rahangnya.
"Kita pergi dari sini, Ken." ajak Peter.
"Peter benar, lebih baik kita pergi dari sini," timpal James tidak mau Kenzi berhasil di provokasi oleh Ryan bajing*n itu.
Kenzi beserta ketiga temannya membalikkan badan untuk pergi ke mobil mereka masing-masing namun belum sempat mereka membalikkan badan, Ryan sudah lebih dulu berkata.
__ADS_1
"Kekasihmu sudah tidak perawan lagi, Kenzi. Lidahku buktinya pernah menji***i setiap jangkal tubuhnya lalu kejan**nanku menjadi yang pertama merasakan darah yang keluar dari selaput dara kekasihmu," pekik Ryan dengan vulgarnya.
Kenzi tidak bisa menutup telinga dan menahan kesabaran lagi, dengan emosional Kenzi berlari ke arah Ryan lalu memukul wajah Ryan hingga Ryan terpental jatuh ke aspal jalanan.
"****," umpat Ryan, dirinya tidak sempat menghindar karena gerakkan Kenzi tidak terduga sekali.
"Habisi mereka semua," pekik Ryan pada 14 orang teman-temannya.
Cesar, James, Peter dan Kenzi berlari ke jalanan yang lebih luas di ikuti oleh para teman-teman Ryan yang berlari mengejar mereka berempat.
Kenzi mengangkat tangan kanannya dengan mengacungkan tiga jari jempol, jari telunjuk dan juga jari tengah ke udara kemudian tiba-tiba saja ada 4 orang teman-teman Ryan mengelilingi dirinya.
Brugg ....
Brugg ....
Dua di antara empat orang itu maju lebih dulu memukul dan menendang ke arah Kenzi namun dengan sigap Kenzi menghidar dari pukulan dengan cara memiringkan tubuhnya lalu menangkap kaki yang ingin menendang dirinya.
Kenzi menarik pemilik kaki itu ke arah temannya sendiri hingga keduanya jatuh ke aspal.
Brugg! Dua yang tersisa maju untuk menghajar Kenzi dan terjadilah baku hantam yang menyeramkan.
James dan Cesar saling memunggungi karena ada 6 taman-teman Ryan yang mengelilingi mereka berdua tanpa ada cela sedikit pun.
"Aku akan mulai menghitung dari satu sampai tiga, kita serang mereka bersamaan," bisik James.
"Satu ...." ucapan James langsung terpotong.
"Tiga," pekik Cesar langsung menyerang duluan, auto melongo si James walau cuma sebentar.
Bugg! Bugg! Bugg! Cesar melawan tiga orang begitu juga James yang menyerang tiga orang namun James terlihat kebingungan karena Cesar tidak bisa mengikuti aba-aba darinya dan langsung menyerang begitu saja.
Karena belum merasa siap, James jadi agak linglung mau melawan siapa dan siapa dia antara tiga orang itu.
James memutar tubuhnya dan langsung menendang masa depan laki-laki itu hingga laki-laki itu kesakitan dan jatuh ke aspal, kemudian dari arah belakang ada yang ingin memukul punggung James tapi James langsung menendang perut orang itu hingga tubuh orang itu sedikit melangkah mundur. Ada satu lagi lawan James, dengan kepalan-kepalan tangan yang memukul James hingga James terus menghindar, menangkis, lalu melawan balik.
Cesar langsung melawan 3 orang sekaligus, dari arah belakang ada yang ingin memukul ke arah kepala Cesar namun Cesar menghidar dan manarik tangan itu lalu memukul punggungnya hingga bersimpuh di aspal dan setelah itu Cesar menendang wajah orang itu menggunakan lututnya, otomatis orang itu langsung terpental ke aspal.
Dari arah samping dan depan juga ada yang ingin memukul dan menendang Cesar hingga Cesar menangkis beberapa kali pukulan dari arah depan kemudian menghindar beberapa kali tendangan dari samping. Tidak mungkin selalu berhasil, ada saja yang sulit bagi Cesar untuk menghidar hingga pukulan mereka beberapa kali mengenai wajah dan perutnya.
Bugg ....
Bugg ....
Bugg ....
Cesar memukul wajah keduanya satu-persatu hingga salah satu di antara mereka ada yang tumbang namun baru 1 yang tumbang dan sisanya ada 2 lagi yang harus di lawan oleh Cesar.
Sama seperti Kenzi, Peter juga berhadapan dengan 4 orang sekaligus namun yang melawan Peter satu-persatu hingga mudah bagi Peter untuk melumpuhkan mereka berempat.
Brugg ....
Brugg ....
Akh ....
Kembali ke Kenzi yang sudah bermenit-menit lamanya bertarung tapi hanya ada 1 di antara teman-teman Ryan yang tumbang oleh Kenzi. Aneh, Kenzi merasa 4 orang yang melawan Kenzi seperti bukan orang biasa.
Kenzi bisa melihat pergerakan lincah mereka dan Kenzi juga bisa merasakan dari pukulan-pukulan mereka yang hampir sama dengan para pelatih di perguruan tinggi karate The Shadow Of The King and Queen. Mungkinkah mereka bukan seorang mahasiswa tapi melainkan seorang pelatih karate yang sengaja di sewa oleh Ryan?
Ya, Kenzi sempat berfikir bahwa keempat orang yang ia lawan bukanlah seorang mahasiswa.
"Sial, gue jadi target utama mereka," gumam Kenzi menghapus darah di sudut bibir sebelah kirinya.
__ADS_1
Ryan duduk di kap mobil miliknya, seringaian licik terpatrikan dari wajah Ryan, tidak butuh dirinya untuk melawan Kenzi, cukup empat anak buahnya saja sudah mampu membuat Kenzi di penuhi banyak luka dan darah segar.
Dari 14 orang yang Ryan bawa, ada 4 orang yang bukan mahasiswa dan mereka adalah orang - orang yang sedang bertarung dengan Kenzi.
Brugg .....
Kenzi di penuhi api amarah hingga tanpa sadar jiwa membunuh Kenzi bangkit dan membuat pingsan satu orang lagi, wajah Kenzi sudah banyak memar tapi dua orang yang tersisa lebih parah di bandingkan Kenzi karena Kenzi bermain licik dengan menggoreskan kuku-kuku panjangnya ke wajah, tangan hingga ke punggung teman-teman Ryan.
"Aku tidak bisa menjamin nyawa kalian akan terselamatkan jadi pilihlah salah satu, kalian mundur sekarang atau kalian maju dan mati." ucap Kenzi dengan tatapan kebencian.
"Bukan kami yang akan mati tapi kau yang akan mati anak muda," sahut salah satu dari mereka.
"Mari kita bersenang-senang hari ini," desis Kenzi bersiap untuk bertarung.
"Bersiaplah untuk menjadi makanan Anj*ng," tambah Kenzi lalu mereka kembali bertarung.
Cesar sudah berhasil melumpuhkan para lawannya, kini Cesar berlari membantu Peter untuk melawan salah satu di antara 2 orang yang tersisa karena Peter sudah membuat babak belur 2 orang sebelumnya.
James sudah membuat tumbang 2 lawannya tapi James merasa lelah dan tidak sanggup melawan 1 lawannya yang lumayan hebat baginya, pukulan sudah banyak berhasil membuat memar wajahnya dan kini James hanya bisa bertahan tanpa sanggup melawan lagi.
"Cesar, bantu James," pekik Peter menyadari James sudah tidak sanggup bertarung lagi.
Keadaan Cesar yang masih bertarung tidak memungkinkan baginya untuk berlari mendekati James namum jika James tidak di bantu, bisa-bisa James pingsan karena kelelahan.
Brugg ....
Cesar menendang kaki lawannya sampai berlutut di aspal lalu Cesar memukul wajah lawannya hingga babak belur dan terakhir Cesar memukul dengan kekuatan penuh wajah lawannya hingga lawannya pingsan.
Plak ....
Plak ....
Bugg ....
Bugg ....
Brugg ....
Tepat waktu! Saat lawan ingin menendang perut James, Cesar sudah lebih dulu menendang pundak lawan mereka hingga tanpa di duga kepala lawan mereka terbentur batu yang membuatnya langsung pingsan di tempat.
Kenzi masih berusaha melawan 2 teman Ryan yang tak kunjung tumbang juga.
Bugg! Peter dan Cesar datang membantu Kenzi hingga Kenzi mundur beberapa langkah karena Cesar dan Peter mengambil alih pertarungannya dengan 2 orang itu.
"Ssstt!" Kenzi sedikit meringis kala tidak sengaja tangannya menyentuh memar di pipinya.
"You have to die Kenzi," pekik Ryan dari arah belakang Kenzi membuat Kenzi langsung terkesiap dan membalikkan badannya.
Srett ....
Dorr ....
Dorr ....
Dorr ....
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
__ADS_1