
Setelah memakan waktu tiga jam lebih, rombongan Tania sampai di basecamp SALF BADRAD, di mana itu adalah pantai tak berpenghuni. Ralat, pantai penghuni SALF BADRAD.
Mereka berempat keluar dari mobil, Diky dan Rio langsung berlari ke pinggir pantai kemudian mereka berteriak keras seakan-akan mereka sedang meluapkan perasaa lelah dan letih bahkan mungkin rasa rindu mereka pada masa lalu mereka.
Leo menggenggam tangan Tania untuk mengajak wanita itu bermain air hingga bermenit-menit lamanya Tania merasa letih dan beristirahat di bawah pohon kelapa.
Beberapa menit kemudian Leo menghampiri Tania di susul oleh Rio dan Diky juga, Tania menyodorkan air mineral pada ketiga pria itu tapi Leo malah mengambil semua botol aqua itu dari tangan Tania.
"Ambil sendiri di mobil, ini semua punya gue," ucap Leo gak rela lah dia, ceweknya mau ngasih botol aqua ke cowok lain, dasar Leo buceen.
"Jangan pelit lo, bagi satu," ucap Rio merasa sangat haus dan berusaha merebut satu botol aqua dari tangan Leo.
"Tau ni anak, pelit banget mentang-mentang itu dari ceweknya," cibir Diky ikut membantu Rio untuk merebut satu botol aqua dari tangan Leo.
Tania tersenyum tipis melihat ketiga orang itu saling beradu bacot dan saling berebut botol aqua. Drtt! Drtt! Handphone Tania bergetar sehingga ia langsung mengambil handphonenya dari dalam tas kecilnya.
Gorila Liar (08 : 55)
Gue sama Adit udah di pantai, lo jangan keasikan main mulu adik sepupu, inget tujuan awal lo ke sini buat apaan
Gorila Liar (08 : 56)
Satu lagi, Abdi sama yang lainnya bentar lagi sampe
Saat Tania melihat kedua pesan dari Faza, Leo seperti mencari cela untuk melihat layar handphone Tania tapi dengan cepat Tania memasukkan handphone Tania ke dalam tas.
"Siapa?" tanya Leo pada akhirnya membiarkan kedua sahabatnya mengambil botol aqua dari Tania untuk mereka minum
"Bukan siapa-siapa," ucap Tania.
..........
Setelah menyetir mobil selama tiga jam lebih, akhirnya Abdi memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Leo.
"Untung lo bertiga tidur, kalo nggak pasti udah ngamuk aja lo bertiga liat mobil Leo ada di sini juga," gumam Abdi kemudian ia mengirim pesan pada Tania bahwa dirinya sudah berada di pantai.
Di tempat Tania sekarang, ia sudah mendapatkan pesan dari Abdi alhasil ia mengirim pesan pada Faza juga
^^^Tania (09 : 10)^^^
^^^Za, kak Aldy udah sampe buruan keparkiran now^^^
Gorila Liar (09 :10)
Hm
__ADS_1
Tania tersenyum tipis sebelum ia mengajak Leo, Rio dan Diky untuk pindah tempat karena wanita itu ingin menunjukkan sesuatu pada mereka.
"Mobil siapa tuh?" ucap Diky.
"Abdi," gumam Rio dengan tatapan tajam.
"Kebetulan banget tu anak bisa barengan sama kita ke sininya," ucap Diky.
"Bukan kebetulan tapi gue yang rencanain semua ini," ucap Tania membuat ketiga pria itu menatap Tania dengan tanda tanya.
"Kamu bawa rekaman suara Sasya 'kan?" tanya Tania menatap Leo sehingga Leo mengeluarkan handphonenya.
"Di sini," ucap Leo kemudian Tania mengajak mereka bertiga untuk mendekat ke mobil Abdi.
Tok! tok! Tania mengetuk kaca mobil sebelah hingga Abdi membuka kaca mobil itu dan menampilkan Aldy sedang terlelap dalam tidurnya, Tania menggeser tubuhnya agar Leo bisa melihat Aldy.
"Aldy," panggil ketiga pria itu serentak.
"Di, bangunin mereka ya," ucap Tania pada Abdi dan di balas anggukan oleh Abdi.
"Kita duduk di sini aja," ucap Tania duluan duduk di rumput tepat di bawah pohon kelapa dan di samping mobil Abdi.
"Kenapa mereka ada di sini?" tanya Leo ikut duduk, begitu juga Rio dan Diky.
"Engghhh, udah sampe ya?" tanya Dito.
"Dari tadi," sahut Abdi bohong.
Aldy dan Bobby membuka pintu mobil, bersamaan dengan Faza dan Adit yang muncul dari belakang mobil Abdi dan menghampiri rombongan Leo yang tengah duduk di rumput.
"Lo berdua ngapain ke sini?" tanya Leo pada Faza dan Adit.
"Suka-suka kita lah," sahut Adit duduk dan bersandar di samping mobil Abdi.
"Tania?!" panggil Aldy ketika pria itu keluar dari mobil dan langsung melihat ada adiknya di sana.
Tania mendongakkan kepalanya untuk menatap Aldy, "Duduk, Al!" ucap Tania formal.
"Lo kok bisa di sini? Tau dari siapa lo ...." ucapan Aldy berhenti karena tetapannya mengarah ke Leo, Rio dan Diky.
"Ngapain lo di sini?" sentak Aldy menatap Leo.
"Bukan urusan lo," balas Leo.
"Lo ke sini sama dia?" tanya Aldy menatap Tania tajam.
__ADS_1
"Kalo iya, apa urusannya sama lo?" sahut Leo.
"Buat apa lo ke sini hah," bentak Aldy kepada Tania membuat Tania memejamkan matanya kaget bukan takut ya.
"A*jing! Maksud lo apa bentak cewek gue, hah!" Leo berdiri dari tempat duduknya, ia tidak terima jika kekasihnya—Tania dibentak oleh orang lain apalagi orang itu adalah Aldy.
"Bacot ...."
"Udah! Cukup!" pekik Tania ikut berdiri.
"G-gue di sini karena mau kumpul sama kalian semua, gue mau ngom ...."
"Pulang!" sengit Aldy tajam memerintah adiknya untuk segela pulang.
"Ini penting ...."
"Jadi ini udah di rencanain dari awal?" tanya Aldy menatap tajam Tania. Glukk! Sumpah demi apapun tatapan Aldy berhasil membuat Tania takut.
"Kontak mobil lo di mana," ucap Aldy kini menatap Abdi dengan tangan terulur meminta kontak mobil Abdi.
"Lo enggak boleh pulang, urusan lo sama ...."
"Lo nggak ada hak ikut campur urusan gue, Tania," pekik Aldy kepalang emosi.
"Ada! Gue ada hak buat ikut campur urusan kalian," bentak Tania, hati wanita itu sakit saat kakaknya mengatakan dirinya tidak ada hak untuk ikut campur padahal tujuan Tania adalah untuk membantu kakaknya yang tidak pernah mau terbuka pada adiknya itu.
"Assalamualaikum Aldy Putra Sinaja, cowok yang Sasya cintai ...."
Tania sengaja menyalakan rekaman suara Sasya sebentar lalu ia menjeda rekamannya sehingga semua orang terbelalak kaget.
"Lo tau itu suara siapa 'kan?" tanya Tania menatap sedih ke arah kakaknya.
"Sasya," pekik mereka semua kecuali Leo karena Leo juga memiliki rekaman suara milik Sasya yang menyatakan perasaannya untuk Aldy.
"Ya, ini suara Sasya," ucap Tania membenarkan pemilik suara itu adalah Sasya.
.......
.......
.......
.......
.... Bersambung ....
__ADS_1