Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 23


__ADS_3

Aditya Dalson — Si tukang php


.......


.......


...Kelas XI IPA 1....


Semua murid sibuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh buk Siska, dan mereka juga dengan senang hati mengerjakan tugas penuh rumus tersebut.


Sembari mengerjakan tugas, di kelas ini ada murid yang bersenandung, ada juga yang menggeleng kepala karena mendengar musik bahkan ada yang makan sembari menulis. Kenapa bisa begitu? Itu karena buk Siska tidak masuk hari ini, beliau hanya menitipkan tugas kepada Aldy untuk di kerjakan dan di kumpul hari ini juga, beliau tidak bisa hadir karena ada urusan di luar sekolah maka dari itu mereka sangat bahagia mengerjakan tugas yang lumayan membuat mereka mendengus lelah.


Setelah satu jam mengerjakan tugas yang belum kelar-kelar, tiba-tiba Bobby membalikkan tubuhnya ke arah belakang di mana ia melihat Aldy yang sedang mengerjakan tugasnya tanpa harus banyak coretan di bukunya,


"Kok lo bisa sesantai ini sih ngerjain tugas Buk Siska yang penuh banget rumus?" ucap Bobby heran menatap Aldy.


"Ini nih punya sahabat tapi o'on." ejek Dito dari arah belakang Aldy.


"Ngaca sini lo di bokong gue, sok pinter lo." pekik Bobby tidak terima di katai bod*h.


"Matematika itu harus kita cintai dulu baru kita pelajarin." ucap Aldy melerai pertengkaran keduanya.


"Lah gimana caranya?" tanya Bobby penasaran.


"Intinya harus belajar." ucap Abdi membuat Bobby dan Dito memutar bola mata jengah, mereka berdua paling malas jika di suruh belajar.


"Sangat membosankan." ucap Bobby dan Dito serempak.


Tok! Tok! Tok! Semua murid sontak menatap ke arah pintu yang di gedor, jantung mereka berdebar kala mengira itu adalah guru matematika mereka, tak lama dari itu Aldy berjalan mendekati pintu lalu ia membuka pintunya.


"Tania." gumam Aldy membuat semua murid bernapas lega karena yang datang bukan guru matematika mereka.


"Nggak ada guru?" tanya Tania.


"Buk Siska ada urusan jadi ...." sebelum Aldy menyelesaikan perkataannya, Tania sudah lebih duly menerobos masuk karena malas mendengar penjelasan sang kakak.


Beberapa murid menatap Tania dengan tatapan jijik namun karena mereka tahu Tania berteman dengan sang idola sekolah yaitu Aldy, mereka tidak mau terlihat jahat di depan Aldy dengan cara menghina salah satu temannya.


"Ciah telat! Makanya nggak usah kebanyakan dandan, jadi telat 'kan lo," ejek Dito berbisik dari belakang Tania.


"Kenapa muka lo, kusut banget?" tanya Bobby menatap wajah Tania.


"Enggak tahu," sahut Tania melas lalu menenggelamkan wajahnya di atas meja.


...........


...Kelas XI IPA 2...


Setelah mengganti dan memberikan celananya pada Tania, Faza langsung masuk ke dalam kelasnya meninggalkan Tania yang menjemur celananya entah di mana.


"Kenapa kamu memakai pakaian olahraga?" tanya sang guru TIK saat Faza masuk kelasannya.


"Celana saya basah, Pak." jawab Faza.


"Kamu ngompol?" tanya sang guru TIK membuat semua murid di kelas tertawa.


"Basah karena semprotan aqua gelas, Pak." balas Faza masih dengan wajah datar tapi dengan mode sopan, sang guru hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruh Faza untuk kembali duduk di tempatnya.


"Kesemprot aqua siapa lo?" tanya sahabat Faza yang paling setia nanun cerewet seperti wanita yaitu Adit.

__ADS_1


Aditya Dalson — Adit adalah sahabat Faza yang sifatnya ceria, cerewet dan ceplas-ceplos, Adit di kenal sebagai si php cap jempol karena pria itu mempunyai banyak sekali wanita kenalan namun saat para wanita itu mengajak Adit untuk berpacaran, pria itu malah menganggap mereka sebagai teman saja atau tak jarang juga Adit sengaja hilang kabar.


"Kepo." sahut Faza datar.


Tak berselang lama bel jam kedua pun berbunyi, sambil menunggu guru Bahasa Inggris mereka masuk, Faza mengeluarkan HP milik Tania.


"Ceroboh." desis Faza pelan mengingat saat dirinya tak sengaja melihat Tania memanjat gerbang sekolah, handphone Tania terjatuh dari saku roknya.


Faza memutar-mutar handphone Tania dengan penuh rasa penasaran, tidak berfikir panjang ia langsung membuka layar handphone tersebut namun saat layar handphone sudah menyala alangkah terkejutnya Faza saat melihat wallpaper handphone Tania.


.........


Saat bel jam istirahat berbunyi Tania melirikkan matanya ke samping, di mana kakaknya sedang sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam laci mejanya.


"Kantin kuy." ajak Dito kemudian mereka semua berdiri bagitu juga dengan Aldy yang sudah berdiri di samping Tania.


"Yuk!" sahut Tania ikut berdiri tapi. Buk! wanita itu menginjak kaki sang kakak membuat Aldy berteriak dan meringis kesakitan, diam-diam Tania tersenyum sinis karena apa yang ia rencanakan sejak awal berhasil ia lakukan.


"Akhhh! Kaki gue ... Kucing, sakit Anji*g!" pekik Aldy kembali duduk di bangkunya. Brukk! Seraya tangan pria itu melampiaskan rasa sakit di kakinya dengan memukul meja.


Semua yang ada di kelas menoleh ke arah Aldy, mereka terkejut namun mendengar pekikan Aldy serta melihat raut wajah menyakitkan Aldy, ada banyak sekali wanita-wanita yang merasa khawatir dengan keadaan Aldy yang di mana sekarang pria itu sedang membuka sepatunya dengan tergesa-gesa.


"Maaf gue nggak sengaja Al, Maaf ya, maaf!" ucap Tania dengan raut wajah pura-pura menyesal. Aldy menatap tajam adiknya itu, ia seperti tidak percaya adiknya itu tidak sengaja menginjak kakinya.


"Eh lo apain kaki Aldy."


"Gimana sih lo cupu, sakit tauk kakinya suami gue,"


"Punya mata gak sih lo."


"Tanggung jawab woy cupu."


Umpatan demi umpatan yang terus keluar dari bibir para murid di kelas membuat Tania berteriak di dalam hatinya ingin melakban mulut-mulut lemes mereka.


Aldy pun di bawa ke ruang UKS oleh para sahabatnya termasuk Tania juga di desak oleh Dito dan Bobby untuk ikut, di sinilah mereka sekarang, menemani Aldy yang sedang terbaring di kasur.


"Lo sengaja nginjak kaki gue ya." tunjuk Aldy ke arag Tania ketika kakinya sudah di obati.


"Enggak kok, gue nggak sengaja." ucap Tania berusaha mengelak.


"Lo nggak bisa bohong, Tan." sengit Aldy.


"Gue bilang, gue nggak sengaja." Tania tetap kukuh tidak mau mengaku.


"Mustahil nggak sengaja karena ini kerasa banget sakitnya, lo nginjak gue pake kekuatan penuh, gue tahu itu." sentak Aldy membuat raut wajah Tania tiba-tiba berubah menjadi datar,


"Cih! Kaki lo nggak seberapa sakitnya dari penderitaan yang gue dapet pagi ini maupun pulang sekolah nanti." sengit Tania membalas tatapan tajan kakaknya, hingga ketiga sahabat Aldy di buat merinding karena melihat tatapan mematikan dari kedua saudara tersebut.


"Hukuman?" tanya Aldy santai.


"Gue cape, lo nggak tahu aja hukuman gue pulang sekolah nanti kayak gimana." rengek Tania seperti anak kecil dan itu membuat ketiga sahabat Aldy terbelalak lalu saling melempar padangan karena kaget dengan perubahan sikap Tania.


"Lo buat masalah apa lagi?" tanya Aldy.


"Mana ada gue buat masalah, gue cuma telat sekolah doang tapi hukumannya malah berat banget kayak beban hidup lo." celoteh Tania tak lupa dengan memberi bumbu umpatan untuk kakaknya.


"Nggak mungkin cuma itu doang." ucap Aldy.


"Lah apa lagi coba," sentak Tania.

__ADS_1


"Aish! Masalah ketos hukum gue, itu gara-gara gue enggak sengaja basahin celana dia tadi." jawab Tania baru ingat akan hukuman yang di berikan ketua osis sekolah mereka.


"Kok bisa?" tanya Abdi.


"Itu gara-gara gue tadi kesel sama Kak Aldy yang main tinggalin gue sampe gue telat dan gue lebih kesel lagi waktu gue manjat gerbang sekolah, gue malah ketahuan sama bu Lilak sampe gue di hukum ngambilin semua sampah di sekeliling lapangan," ucap Tania menjeda sebentar dan menghela napas panjang.


"Terus di lapangan tadi gue ngedumelin Kak Aldy sampe gue nggak bisa kontrol emosi jadi gue injak aqua gelas yang di mana airnya malah meluncur ke celana si pak ketos." ucap Tania dengan raut wajah memelas.


"Dasar ceroboh." desis Aldy.


"Apa hukuman lo?" tanya Aldy.


"Bersihin toilet cewek sama toilet guru." jawab Tania seraya memanyunkan bibirnya.


"Pfttt! Hahaha !!" Dito dan Bobby tertawa jahat kala mendengar hukuman Tania, lain halnya dengan Abdi yang hanya cekikikan. Ayolah! Tania yang menjadi putri tunggal dari tiga marga besar, di suruh membersihkan toilet siswi sekolahan dan toilet guru.


"Ngapain lo berdua ketawa, lo lagi cengar–cengir kayak orang gilak." sengit Tania pada ketiga sahabat Aldy.


"Gue benar-benar marah hari ini dan gue nggak akan minta maaf sama lo karena udah nginjak kaki cewek lo itu," ucap Tania mengatai kaki kakaknya itu seperti kaki wanita yang lemah.


"Gini deh, Semalam gue cuma tawarin lo buat bergadang dan lo-nya mau 'kan? Paginya kita berdua telat bangun sampai waktu udah mepet banget buat di kejar, dan lo coba fikirin kenapa gue bisa sampai sekolah duluan dari pada lo?" tanya Aldy memancing Tania untuk menjawab.


"Ya karena lo ninggalin gue lah, lo 'kan kakak jahat yang enggak mau susah senang bareng adeknya." sentak Tania.


"Lebih tepatnya karena lo kelamaan pasang ikat rambut, pasang tompel, cari kaca mata dan sebagainya lah jadi gue nggak salah dong." fakta yang diucapkan Aldy membuat Tania memutar bola matanya ke atas.


"Ya ya iya juga sih, enggak sepenuhnya salah lo tapi 'kan ...."


"Udah deh, minta maaf sekarang!" titah Aldy membuat Tania diam lama, namun hingga bermenit-menit lamanya Tania pun membuka suaranya.


"Ini karena gue terpaksa, maaf!' ucap Tania memalingkan pendangannya ke atas langit-langit.


"Gue enggak ada di atas situ, Tania," ucap Aldy memprotes karena adiknya itu meminta maaf tapi tidak menatapnya.


"M-A-A-F!" ucap Tania menatap kakaknya dengan kilatan mata tajam namun Aldy tersenyum puas karena telah membuat adiknya mengucap kata 'maaf' pada dirinya.


.........


Faza yang sejak tadi mencari keberadaan Tania tidak melihat batang hidung wanita itu di manapun, Faza bisa saja menanyakan keberadaan Tania tapi Faza tidak mau membuat heboh sekolahan hanya karena ia mencari wanita bandel itu.


Saat Faza akan berlari melewati ruang UKS tiba-tiba ia melihat Aldy yang sedang terbaring dan ditemani oleh ketiga sahabatnya lalu satu wanita yang membelakangi pintu.


"Itu pasti Tania." tunjuk Faza melihat penampilan Tania yang sangat tampak dari belakang punggungnya.


Faza duduk dibangku luar dan menunggu Tania keluar dari ruang UKS tapi saat beberapa menit menunggu Faza tidak menemukan tanda-tanda bahwa wanita itu akan keluar sehingga mau tak mau ia harus masuk dan mengajak wanita itu keluar, Faza melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam namum saat dua langkah berjalan tiba-tiba saja ...


...Tringgg ... it's time to go to class, break time has ended. Tringgg ... It's time to go to class, break bla bla bla .......


...Bel masuk kelas....


Mendengar bel jam istirahat telah berakhir, Faza jadi mengurungkan niatnya lalu ia pergi dari ruang UKS menuju kelasnya.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2