
"Siapa Anda?" tanya Karamel sehingga senyuman pria itu berubah jadi datar, dan sedetik kemudian ia berjalan melwati Karamel seakan tidak menganggap ada manusia di depannya.
Karamel merasa aneh dengan orang itu namun ia tidak mau perduli, wanita itu berjalan ke arah mobilmya kemudian ia membuka pintu mobilnya tapi tiba-tiba ada seseorang yang mendorong pintu mobil Karamel hingga tertutup kembali.
"Siapa anda? Kenapa anda menutup pintu mobil saya?" sentak Karamel pada pria yang sama dengan yang berdiri di depan Karamel tadi.
"Hei, apa anda bisu? Katakan sesuatu kenapa anda menutup pintu mobil saya?" tanya jengkel namun pria otu mengerutkan dahinya seperti orang kebingungan, apakah pria itu bisa bahasa Indonesia?
"Sir, why did you close my car door? Why did you prevent me from getting into my own car?" tanya Karamel pelan.
(Tuan, kenapa anda menutup pintu mobil saya? Kenapa anda menghalangi saya masuk ke dalam mobil saya sendiri?)
"Sorry," ucapnya kemudian ia pergi meninggalkan Karamel begitu saja.
"What the ...." Karamel ingin mengamuk namun itu tidak ada gunanya alhasil wanita itu lebih memilih melupakan kejadian menyebalkan hari ini dan masuk ke dalam mobilnya.
.........
Enam hari kemudian, kedua orang tua Karamel pergi ke Bandung untuk menjenguk nenek Hanna yang sedang sakit, kra-kira sekitar seminggu atau dua mingguan orang tua Karamel baru akan pulang lagi ke Jakarta.
Hari ini juga Karamel ada janji dengan Adit dan Diky untuk bertemu di cafe Gourmet, sesampainya di cafe Karamel langsung turun dari mobilmya tapi saat Karamel sudah turun, ia melihat ada pria berkaca mata hitam tengah duduk di bangku luar cafe lagi.
"Dia lagi," kesal Karamel karena dalam seminggu ini Karamel mampir ke cafe Gourmet saat pulang dari kampus, pria berkaca mata hitam itu selalu muncul di hadapan Karamel.
"Sejak tadi Tuan sudah menunggu kedatangan anda, Nona." ucap seorang pria dari arah belakang Karamel membuat Karamep tersentak dan membalikkan tubuhnya ke belakang.
"Siapa? Adit atau Diky?" tanya Karamel bertanya siapa tuan dari pria di hadapannya saat ini.
"Tuan Nixon," ucapnya namun Karamel tidak merasa ada janji dengan seseorang yang bernama Nixon.
Ehem! Dari arah belakang Karamel ada teguran dari entah siapa sehingga Karamep membalikkan tubuhnya menghadap orang itu.
"Anda lagi?" kesal Karamel namun pria berkaca mata hitam itu diam memandangi wajah Karamel.
"Sorry sir, it looks like i have no problem ...." Karamel tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena pria berkaca mata hitam itu langsung menarik tangan Karamel.
"Hei ... let go of my hand," pekik Karamel namun pria asing itu seakan-akan tuli dan terus menarik tangan Karamel hingga ke arah mobil pria itu
"What are you doing? Let me go, Sir." pekik Karamel karena pria itu hendak mendorongnya masuk ke dalam mobil namun dengan cekatan Karamel menendang perut pria itu.
"What do you want?" pekik Karamel penuh amarah.
"Aku ingin dirimu," bentaknya membuat Karamel terbelalak kaget karena pria itu ternyata bisa bahasa Indonesia.
'Hei Tuan, anda jangan tebar pesona di hadapan saya, saya tidak akan terpesona dengan wajah jelek anda.'
'Tuan, kenapa anda selalu saja ada di cafe ini, apa tidak ada wanita lain yang bisa anda dekati? Kenapa harus muncul di hadapan saya? Menyebalkan sekali.'
'Anda sudah seperti laki-laki penguntit yang selalu membuntuti saya, Tuan.'
'Menjauhlah dari saya, laki-laki penguntit.'
'Anda mendekati saya karena ada maunya 'kan? Wah jangan-jangan anda laki-laki cabul."
Karamel teringat dengan semua yang ia katakan pada pria berkaca mata hitam itu, wanita itu merasa pria itu ingin membalas rasa sakit hatinya atas perlakuan mulut pedasnya yang selalu mengatainya tanpa henti.
"Anda dendam dengan saya? Wahai Tuan yang sangat baik hati tolong maafkan saya," ucap Karamel mengatupkan kedua tangannya terpaksa.
__ADS_1
"Saya salah karena sudah menuduh anda sebagai laki-laki penguntit dan laki-laki cabul, lagian anda juga salah 'kan karena selalu mengganggu saya jadi kita impas sekarang," ucap Karamel.
"Apa kau menyesal?" tanyanya.
"Oh tentu saja tidak ...."
Cup! Karamel tidak dapat menyelesaikan kata-katanya karena pria itu mencium bibir Karamel walau hanya sekilas, Karamel membulatkan matanya kaget, sangat kaget!
"Manis," ucapnya.
"Berengs*k, anda berani mencium bibir saya. Dasar laki-laki mesum," pekik Karamel menampar pipi kiri pria itu. Plakk! Pria itu menatap kaget ke arah Karamel kemudian Bukk! Karamel kembali membogem pipi pria itu dengan kepalan tangannya.
Sekali lagi Karamel ingin memukul pria itu namun kali ini pria itu berhasil menangkap tangan kanan Karamel namun itu tidak membuat Karamel berhenti. Brugg! Karamel menendang perut pria itu hingga pria itu melepaskan cekalan tangannya dan Brugg! Karamel menendang wajah pria itu sampai tubuh pria itu terjatuh ke tanah.
"Kau berani memukulku," bentak pria itu marah seraya mengelap darah di sudut bibirnya.
"Bahkan saya bisa menyiksa anda sampai di ambang kematian, jadi saya peringatkan pada anda jangan coba-coba menyentuh saya lagi atau saya tidak akan segan membuat anda menyesal." ucap Karamel hendak pergi.
"Jadilah istriku maka aku akan setuju bekerja sama dengan perusahaan Sinaja Company Grup, jika kau menolak aku tidak akan segan-segan menghancurkan perusahaan Sinaja Company Grup beserta cabang-cabangnya, Kara." ucap pria itu membuat Karamel mengerutkan dahinya kala pria itu tahu namanya.
Namun Karamel tidak perduli dari di mana pria itu tahu namanya, ia tetap berjalan pergi meninggalkan pria itu.
"Brengs*k," pekik Karamel memukul setir mobilnya sangat marah namun saat bayangan wajah Leo muncul di benaknya, Karamel bisa meredakan amarahnya dan beralih menjadi sedih karena dirinya bagaikan pacar jahat yang berciuman dengan pria lain, di saat dirinya sendiri sudah memiliki status sebagai pacar Leo.
^^^Karamel (11 :25)^^^
^^^Gue lagi enggak enak badan, kita ketemunya kapan-kapan aja ya atau kalo enggak lo sama Diky dateng ke rumah aja^^^
Setelah mengirim pesan Karamel pun menancapkan gasnya pulang, hingga sesampainya di rumah, Karamel langsung berlari cepat menuju kamarnya. Bukk! Karamel menutup pintu kamarnya kemudian mata wanita itu terpejam kuat, perlahan tubuh wanita itu merosot ke bawah hingga terduduk di lantai, ia membuka matanya hingga air mata jatuh mengalir mengenai pipinya.
Namun di mana kekasihnya itu?
Leo-nya tidak ada di sisinya!
Karamel menutup buku hariannya lalu ia berjalan menuju ranjangnya dan berbaring di sana.
'Jika kau menolak, aku tidak akan segan-segan menghancurkan perusahaan Sinaja Company Grup beserta cabang-cabangnya.'
Karamel mengingat lagi kata-kata pria itu, pria itu ingin menghancurkan perusahaan papanya? Itu artinya pria itu bukanlah orang biasa.
"Gue harus tanya sama Papa," gumam Karamel seraya menghapus air matanya lalu ia meraih ponselnya dan menghubungi papanya.
"Halo, Pah, Assalamualaikum." sapa Karamel
"Iya sayang, Wa'alaikumsalam, ada apa?" tanya Sanjaya membuat Karamel menghela napas panjang sebelum bertanya.
"Kara mau tanya so'al perusahaan Papa ...."
"Woah! Apa kamu ingin meneruskan bisnis Papa, Sayang." ucap Sanjaya memotong perkataan Karamel, itu adalah keinginan Sanjaya sejak lama agar salah satu anaknya turun ke dunia bisnis.
"Bukan-bukan! Bukan itu maksud Kara, Kara cuma mau tanya soal kerja sama perusahaan Papa aja." ucap Karamel cepat, dirinya sungguh belum siap untuk terjun ke dunia bisnis.
"Baiklah ada apa dengan kerja sama perusahaan Papa?" tanya Sanjaya.
"Perusahaan Papa lagi ngejalanin kerja sama di perusahaan siapa aja ya, Pah?" tanya Karamel.
__ADS_1
"Kerja sama perusahaan di negara mana, Sayang?" tanya Sanjaya membuat Karamel bingung.
"Eeeem, semuanya," ucap Karamel.
"Jangan bercanda, Kara. Semua kerja sama yang Papa jalani dengan perusahaan lain enggak cuma satu atau dua perusahaan doang tapi ada banyak." ucap Sanjaya
"Perusahan Papa ada yang lagi ngajuin kerja sama ke perusahan lain?" tanya Karamel.
"Iya ada, Papa emang lahi minta kerja sama ke perusahaan paling berpengaruh di Amerika khususnya di Kanada," ucap Sanjaya membuat Karamel mengerutkan dahinya tidak bisa menebak nama perusahan apa itu.
"Apa nama perusahannya, Pah?" tanya Karamel.
"Perusahaan GV Del Nixon Internasional, Sayang." ucap Sanjaya membuat Karamep menelan salivanya kasar, jangan katakan pria mesum itu adalah pemilik perushaannya.
"Kerja sama-nya penting banget ya, Pah?" tanya Karamel ragu, namun jawaban yang di berikan sang papa membuat Karamel memejamkan matanya lemah.
..........
Seminggu sudah berlalu, hari libur ini Karamel berencana pergi ke cafe Gourmet karena ia ingin bertemu dengan pria mesum yang berani menciumnya minggu lalu.
"Gue harus bisa ngomong baik-baik sama dia," gumam Karamel saat di perjalanan menuju cafe.
Sesampainya di cafe, Karamel melihat pria berkaca mata hitam itu sudah duduk di luar cafe itu. Ck! Karamel berdecak kala sebenarnya ia malas bertemu dengan pria mesum itu.
Ehem! Karamel menegur pria itu membuat pria itu mendongakkan kepalanya menatap Karamel.
"Kara ...."
"Who are you, sir?" tanya Karamel tanpa basa-basi.
"Perkenalkan namaku adalah Henry Del Nixon," ucapnya membuat Karamel mengeraskan rahangnya, ternyata benar pria itu adalah CEO perusahaan ternama itu.
"Jadi anda pemilik perushaan GV Del Nixon Internasional?" tanya Karamel memastikan.
"Apa kau bertanya dengan Daddymu, Sayang?" tanyanya berhasil membuat Karamel mengepal kuat tangannya ingin memukul wajah pria itu.
"Saya sudah punya pacar ...."
"Cleo Rendra Agata, dia adalah laki-laki berengs*k yang suka memainkan perasaan semua wanita," ucapnya membuat Karamel tersentak.
"Anda tahu nama pacar ...."
"Kau masih menganggapnya sebagai pacar tapi sepertinya dia sudah melupakanmu, Sayang." ucapnya.
"Saya ke sini ingin membahas so'al kerja sama perusahaan anda dengan perusahaan papa saya jadi berhenti berbicarakan pacar saya ...."
"Sampah Kara, pria itu lebih pantas di sebut sebagai sampah," sengit pria berkaca mata hitam itu membuat Karamel marah.
"Lancang anda ...." Karamel tidak menyelesaikan kata-katanya kala mata cantik wanita itu melihat gambar seorang pria yang sangat ia rindukan ada di ponsel pria berkaca mata hitam itu. Tess! Seketika air mata wanita itu jatuh mengalir membasahi pipinya.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
__ADS_1