
Setelah Tania menelepon Faza, Tania langsung melempar handphonenya ke kasur, kemudian ia berjalan keluar kamarnya menuju kamar sang kakak.
"Kak?" panggil Tania langsung masuk dan berjalan mendekati Aldy yang sedang asik baringan di kasur dengan memainkan laptopnya.
"Gue boleh tanya hal penting nggak sama lo?" tanya Tania duduk di samping sang kakak.
"Langsung aja," ucap Aldy tanpa menengok ke arah Tania.
"Kita punya sepupu ya?" tanya Tania.
"Punya," jawab Aldy singkat.
"Anak siapa?" tanya Tania.
"Om Glenn sama Tante Santi lah," jawab Aldy.
"Nama anaknya siapa?" tanya Tania hingga seketika Aldy menghentikan gerakkan tangannya dan mengambil posisi duduk menghadap adiknya.
"Tumben lo mau tahu tentang sepupu kita," ucap Aldy membuat Tania menatap malas kakaknya itu.
"Jawab aja sih," kesal Tania namun Aldy hanya diam saja membuat Tania memutar bola mata jengah.
"Jadi nama sepupu kita itu siapa? Rupanya kayak gimana sekarang? Dulu pernah main nggak sama kita? Anaknya nakal atau nggak? Dia sekolah di mana sekarang? Ikut sama Om Glenn ke Malaysia nggak?" tanya Tania beruntun.
"Banyak bener pertanyaan lo," ucap Aldy.
"Pilih salah satu juga jadi," ucap Tania.
"Dia di sini, sekolahnya juga di sini dan untuk namanya pasti lo kenal sama dia," ucap Aldy.
"Siapa?" tanya Tania.
"Pak ketua osis sekolahan kita, Faza Bramasta," ucap Aldy membuat Tania terdiam lama.
"Hah?! K-kalo kita sepupuan sama Faza, terus kenapa lo bisa musuhan sama dia?" tanya Tania.
"Ada nggak lo denger gue pernah berantem sama tu anak?" tanya Aldy dan Tania menggelengkan kepalanya.
"Gue cuma bermasalah sama mantan lo doang, ck! Bukan mantan tapi masih jadi pacar lo, iya 'kan? Sedangkan sama Faza gue nggak ada masalah apapun," ucap Aldy hingga Tania hanya bisa daim saja.
__ADS_1
"Gue ngantuk," ucap Tania berjalan keluar dari kamar Aldy,
.............
Pagi ini Tania menunggu jemputan Leo dengan berdiri di luar rumah mini Kenara milik Aldy dan Tania yang di buat oleh grandpa Berrold.
"Semoga Leo nggak telat," gumam Tania mengingat semalam Leo mengatakan dirinya tidak janji bisa tepat waktu menjemput Tania hingga dua puluh menit kemudian mobil Leo datang dan menyuruh Tania untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Mana Rio sama Diky?" tanya Tania membuat raut muka Leo berubah datar.
"Harus banget ngajak mereka?" tanya Leo.
"Aku nggak mau berduaan doang di pantai, kamu mau apa para syaitan duduk di tengah-tengah kita berdua?" tanya Tania membuat Leo mendengus lalu ia merogoh handphonenya dari dalam saku celananya dan mengirim pesan pada kedua sahabatnya untuk datang ke rumahnya.
"Kita jemput mereka di rumah aku," ucap Leo menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya hingga ke rumah Leo.
Saat mobil Leo sampai di gerbang depan rumahnya, Diky dan Rio juga sampai dengan menggunakan satu motor milik Diky kemudian Diky memasukkan motornya ke dalam garasi rumah Leo, dan setelah itu Diky dan Rio masuk ke dalam mobil Leo.
"Kita mau ke mana ... eh, ada Tania juga," tunjuk Diky tampak terkejut.
"Mau ke mana, Le?" tanya Rio.
"Hah? Kita berempat nih?" tanya Diky dan Rio bersamaan dan Leo hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Segitunya banget orang lain nggak boleh tahu tempat basecamp kalian," batin Tania.
...........
Di lain tempat Abdi lebih dulu mengajak Dito dan Bobby untuk datang ke rumah Aldy karena pria itu ingin mengajak ketiga sahabatnya ke basecamp mereka.
"Mimpi apa lo ngajak kita ke basecamp SALF BADRAD?" tanya Bobby pada Abdi.
"Tahu nih, biasanya juga nunggu di paksa Aldy dulu baru mau lo," timpal Dito karena selama ini Abdi paling malas pergi ke basecamp mereka karena jaraknya terlalu jauh.
"Berisik lo berdua," sentak Abdi kemudian membuka pintu kamar Aldy dan masuk ke dalam untuk membangunkan Aldy.
"Bangun woy, kebo." pekik Dito karena Aldy memang paling susah di bangunkan, makanya pria itu berteriak keras.
"Abdi mau ngajak kita ke pantai," pekik Dito lagi namun Aldy malah membalikkan badannya memunggungi mereka bertiga.
__ADS_1
"Bangun enggak lo," pekik Bobby menggoyang-goyangkan tubuh Aldy hingga terguncang, dasar si gentong, tenaganya luar biasa patut di acungi empat jempol.
"Apa sih, berisik banget lo pada," kesal Aldy dengan suara khas orang bangun tidur.
"Pantai kita," ajak Bobby.
"Tumben," ucap Aldy.
"Abdi yang ngajak," tunjuk Bobby.
"Kesambet apa lo tiba-tiba ngajak ke sana?" tanya Aldy menatap Abdi.
"Nggak usah banyak tanya, jarang-jarang gue kayak gini. Mau nggak?" ucap Abdi bertanya dengan nada membentak.
"Makanan?" tanya Aldy.
"Tenang, uang Abdi ada banyak," ucap Bobby membuay Abdi menatap tajam ke arah Bobby.
"Gue mandi dulu," ucap Aldy beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi hingga dua puluh menit kemudian Aldy keluar dari kamar mandi dan pergi ke walk-in closet.
"Pake mobil siapa?" tanya Aldy ketika keluar dari walk-in closet dengan memakai kaos putih di lapisi jaket hitam kemudian Jeans hitam pula.
"Mobil gue aja," ucap Abdi kemudian mereka berempat berjalab keluar dari kamar Aldy.
...........
Di sisi yang lain juga Adit memang sudah di suruh Faza untuk menginap di rumahnya jadi Faza tidak perlu repot lagi untuk menjemput Adit ke rumahnya.
"Yakin lo mereka enggak akan kabur kalo saling ketemu?" tanya Adit ketika mereka berdua sudah siap akan berangkat.
"Enggak akan," ucap Faza kemudian mereka berdua langsung pergi dengan menggunakan motor Kawasaki Ninja H2R milik Faza.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...... Bersambung ......