Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ,, 89


__ADS_3

"Ehem," seseorang menegur Kara dari belakang membuat si empunya terlonjak kaget dan langsung menoleh ke arah belakang.


"Babas," pekik Karamel memeluk sang sahabat atau sekarang sudah menjadi kakak angkatnya.


Sudah satu minggu Babas dan Kara tidak saling bertemu, rasa rindunya dengan Babas sungguh tidak bisa di bendung lagi, ia rindu berdebat dengan Babas.


"Kau jahat," lirih Kara.


"Aku ada banyak tugas, little girl," sahut Aryan mencium puncak kepala Kara.


"Kau bisa kirim pesan 'Say hai' saja, itu sudah cukup bagiku tapi kau sama sekali tidak melakukan itu," ketus Kara melepas pelukkannya lalu duduk di salah satu bangku meja makan.


"Maafkan aku little girl, aku ...."


"Ehem," seseorang menegur Aryan dan Kara di dapur sehingga dua orang itu menengok ke arah sumber suaranya.


"Leo," gumam keduanya serentak.


"Iya ini aku," ketus Leo membuat Aryan tersenyum melihat wajah Leo yang tampak cemburu dengannya.


"Apa dia sudah tahu penampilan aslimu, little girl?" tanya Aryan sengaja mendekati Karamel dan mengelus puncak kepala adiknya itu.


"Iya, aku udah tahu," sahut Leo cepat. Pria itu cemburu ingin menepis tangan Aryan yang berani mengelus kepala kekasihnya tapi ia tidak bisa melakulannya karena Kara akan mengomeli dirinya jika bersikap tidak sopan dengan Aryan yang notabenenya lebih tua dari mereka.


"Apa dia tidak marah karena kau membohonginya, Little girl?" tanya Aryan kini Aryan menatap mesra wajah Kaaramel.


"Enggak," jawab Leo.


"Jadi dia juga sudah tahu hubungan kita berdua, Little girl?" tanya Aryan terus pada Kara.


"Yeah aku udah tahu," sahut Leo.


"Saya bertanya dengan Kara bukan denganmu, Leo." ucap Aryan tanpa mengalihkan pandngannya dari wajah Karamel.


"Sudah cukup aku yang menjawabnya, Kak. Tani .... em, maksudku Kara tidak perlu menjawabnya juga 'kan," ketus Leo.


"Saya ingin Kara yang menjawab," balas Aryan.


"Jika kalian berdua ingin berdebat maka aku akan pergi dari sini, aku tidak suka berada ditengah-tengah perdebatan kalian berdua," ucap Kara bangkit dari duduknya.


Leo menbulatkan matanya kala melihat penampilan Kara yang memakai baju kaos hitam yang di padukan dengan kimono outer dan celana hotpans, oh my god hotpans itu sangat pendek hingga paha putih dan mulus wanita itu terekspos bebas.


Anak-anak SALF BADRAD yang baru masuk dari halaman kolam renang pun langsung terpaku melihat penampilan Karamel yang W.O.W luar biasa sekali eveybodeh.


"Kara," pekik Leo membuat Karamel terperanjat kaget begitu juga yang lainnya.


Aldy atau yang sekarang sudah di kenal sebagai Kenzi tersenyum lebar kala melihat Leo meneriaki sang adik, ia tahu sahabatnya akan protes dengan penampilan kekasihnya.


"Why are you wearing open clothes like that?" tanya Leo dengan nada tinggi, Karamel melihat ke arah tubuhnya dari bawah sampai atas.

__ADS_1


"Emangnya kenapa?" tanya Karamel polos.


"Oh baby, you wanna ...."


"Road race, tujuan dia memakai pakaian pendek karena dia pengen balapan motor," ucap Kenzi memotong perkataan Leo.


"Hah! Balapan liar?" pekik mereka semua kecuali Aryan, Abdi, Dito dan Bobby.


Karamel menajamkan tatapannya ke arah sang kakak karena berani membongkar kegiatannya.


"Kara, kamu mau balapan?" tanya Leo menatap tajam wajah Karamel. Glukk! Tatapan mata Leo sungguh mengintimidasi dirinya.


"Em itu, ak-aku bosan di rumah jadi aku mau main motor," ucap Karamel cengengesan.


"Faza," panggil Karamel sehingga semuamya mengikuti arahan mata Kara tapi tidak ada Faza di sana, mereka kembali menoleh ke arah Kara. Hilang! Kara sudah tidak ada di tempatnya karena wanita lari meninggalkan mereka semua menuju mobilnya.


Leo yang melihat Kara keluar dari rumah langsung mengejar wanita itu tapi ternyata Leo kalah cepat karena Kara sudah menancapkan gasnya pergi ke tempat yang ia ingin tuju, akhirnya Leo kembali masuk ke dalam rumah.


"Al ... eh salah, Ken tolong bawa gue ke tempat Kara biasa balapan sekarang," pinta Leo terengah-engah.


"Kenapa panik?" tanya Kenzi.


"Adek lo mau balapan, lo nggak marah apa?" sengit Leo dengan nada sedikit tinggi.


"Don't worry, Kara udah biasa balapan," ucap Kenzi tanpa rasa khawatir.


"Lo 'kan udah dua kali balapan sama Adek gue, hasilnya lo kalah mulu 'kan," ucap Kenzi mengingatkan kekalahan Leo.


"Balapan pertama, lo sama Kara seimbang di putaran pertama dan kedua tapi pada putaran terakhir Kara menang beberapa detik sebelum lo sampai finish. Kedua, Kara sengaja melamin motor dia sampai lo teledor dan ngerasa saingan lo nggak ada apa-apanya. But the result Kara menang karena dia nancapin gas motornya di akhir menuju finish." jelas Kenzi membuat Leo teringat kembali akan kekalahannya.


"Gue ingat sekarang," gumam Leo, ternyata kekasihnya itu dangat jago dalam urusan balapan motor dan mobil.


...........


"Kak, temanin gue balapan yuk." ajak Kara ketika dia sudah sampai di tenda Jack.


"Cape gue abis ngelandenin anak-anak yang lain," tolak Jack duduk di depan Karamel.


"Terus lawan Kara siapa dong," dengus Kara.


"Kara?" gumam Jack.


"Panggil gue Kara, karena nama asli gue Karamel Listra bukan Tania, ... jangan tanya kenapa nama gue bisa berubah karena panjang ceritanya, Kak. Intinya aja nama gue bukan Tania tapi Kara." ucap Karamel malas bercerita.


"Hem! Lo mau lawan cewek apa cowok?" tanya Jack membuat Kara senang mendengar tawaran Jack.


"Cowok aja deh," sahut Karamel sehingga Jack menatap satu-persatu orang-orangnya.


"Angga kosong tuh, ajak Angga aja." ucap Jack

__ADS_1


"Bukannya jadwal main Kak Angga cuma hari sabtu sama minggu doang ya?" tanya Kara.


"Lo mau balapan apa enggak, Kara. Sekarang udah jam empat lo mau balapan jam berapa lagi," celoteh Jack tidak menjawab alasan kenapa Angga bisa hadir di hari Kamis ini.


"Iya ya," ketus Kara.


"Nggak ganti pakaian?" tanya Jack melihat Kara berjalan menuju motornya tanpa berganti pakaian dulu, Karamel membalikkan badannya menghadap Jack namun langkah kakinya tertap berjalan mudur.


"Enggak," ucap Kara singkat kemudia ia bberlai ke tempat Angga yang tengah mengobrol dengan anak-anak motor yang lain.


"Kak Angga?!" panggil Kara sehingga mereka semua memusatkan pandangan ke arah Karamel.


"Eh Tania, kenapa?" tanya Angga.


"Kara, Kak. nama gue bukan Tania lagi tapi Kara, tolong di ingat Kara. Oke!" ucap Karamel membuat Angga mengernyit.


"Panjang ceritanya, intinya aja nama gue Karamel." ucap Kara cepat, dia malas jika ada yang bertanya 'Bukannya nama lo Tania ya? Atau kenapa nama lo bisa berubah jadi Kara?' pertanyaan itu sungguh melelahkan untuk di jawab.


"Oke, Kara mau apa?" tanya kak Angga.


"Balapan sama kakak," ucap Karamel.


"Cih! Kenapa lo milih gue?" tanya Angga


"Kak Jack yang nyuruh," ucap Kara cepat hingga Angga hanya bisa mendengus pasrah lalu ia ikut Karamel ke garis stars.


Kara dan kak Angga sudah naik ke atas motor mereka masing-masing, setelah itu mereka menunggu lampu merah yang akan berubah menjadi hijau, setelah lampu hijau menyala Kara dan kak Angga menancapkan gas mereka masing-masing.


Selama balapan berlangsung Kara membiarkan kak Angga berada di depannya hingga pada putaran akhir Kara menancapkan gasnya tepat saat kak Angga akan menginjak garis finish.


"Wowww !!" teriak Kara melepas kedua tangannya dari setang motor kala melihat ke arah layar yang menunjukan hasil kemenangannya. Yap, selisih kemenangan Kara dan kekalahan Angga hanya beda dua detik.


Di lain tempat ada delapan laki-laki yang menyaksikan secara langsung bagaimana Kara memenangkan balapannya hari ini.


"Extraordinary," gumam Diky tak melepas pandangnya dari video yang di putar ulang di layar lebar itu.


"Kara," gumam Leo melihat tingkah sang pacar yang melepas kedua tangannya ke udara.


"Nih kontak motor," ucap Kara setelah turun dari motornya kemudian memberikan kontak motornya pada Angga.


"Lo mau ke mana?" tanya Angga.


"Dangdutan !" lelucon Kara seraya berlari menuju mobilnya. Melihat Kara berlari, dengan cepat Leo menyusul Kara menuju mobil BMW i8 milik Karamel.


Brugg ....


.......


.......

__ADS_1


.......


...::: Bersambung :::...


__ADS_2