
...Class meeting ECHS _ Senin....
Tania menatap lapangan yang begitu ramai karena hari ini sekolahan mereka sedang mengadakan class meeting, Tania tersenyum tipis saat mata wanita itu tidak sengaja bertemu dengan mata Faza dan Faza pun mengedipkan sebelah matanya pada Tania.
"Genit!" ucap Tania tanpa mengeluarkan suara kemudian wanita itu berjalan menuju rooftop sekolah.
"Seandainya ...."
"Oooh ternyata anak cupu lagi galau di sini," sengit seseorang sehingga Tania menengok ke samping kanan.
"Zea?" batin Tania menyebut nama wanita itu, wanita yang akhir-akhir ini suka membully Tania padahal mereka tahu Tania memiliki sahabat yang kejam.
"Bawa dia ke sini," pekik Zea sehingga ketiga teman Zea menghampiri Tania lalu menarik paksa Tania untuk berdiri dan mambawanya ke hadapan Zea.
"Ternyata lo nggak cukup sadar diri ya, masih berani lo dekatin Faza," pekik Zea menunjuk wajah Tania.
Malas sekali rasanya harus berurusan dengan Zea yang sangat tergila-gila dengan sepupu Tania yaitu Faza.
"Heh anak miskin gue nggak pernah main-main sama ucapan gue, gue peringatin lo sekali lagi jangan pernah lo dekatin Faza lagi atau lo siap-siap aja gue permaluin depan semua murid, ngerti lo." sentak Zea mendorong Tania hingga jatuh ke lantai dan setelah itu Zea menyiram tubuh Tania dengan es jeruk milik sahabatnya.
"Rasain lo cewek cupu, cabut guys." ucap Zea pergi bersama para sahabat-sahabatnya.
Tania menatap datar punggung Zea dan tiga sahabatnya hingga mereka hilang dari pandangan Tania, kemudian wanita itu tersenyum miring.
"Silang," gumam Tania membentuk tanda silang di udara menggunakan jari telunjuknya.
...Class meeting ECHS _ Selasa...
Hari ini Tania sekolah tapi sama seperti kemarin, wanita itu tidak di ikut sertakan dalam lomba. menyebalkan sekali!
Lomba yang mereka mainkan terlihat begitu menyenangkan tapi kenapa Tania tidak di beri kesempatan untuk ikut serta, Aldy tahu Tania suka bermain voli tapi kenapa kakaknya malah tidak mengikut sertakan dirinya dalam lomba.
"Semangat sayangnya Dira," pekik seorang wanita serya mengangkat poster seorang pria yang menjadi kekasih Tania.
"Pangeranku Aldy semangat," wanita lainnya sibuk berteriak dan merekam para idola mereka yang tengah sibuk bermain basket.
"Sebelas ipa dua semangat lawan sebelas ipa satu," pekik ciwi-ciwi kelas Xl ipa 2.
"Semangat, semangat, semangat," sorakan keras dari para ciwi-ciwi di lapangan itu.
"My boyfriend Leo, semangat sayang," ada banyak teriakkan namun yang masuk ke telinga Tania malah nama kekasihnya yang di sebut mereka.
Mendengar teriakkan-teriakkan para wanita di lapangan basket, hati Tania menjadi bergemuruh ingin marah namun wanita itu menyalurkan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya kuat.
"Mode tebar pesona," gumam Tania jengkel.
Kenapa kekasihnya harus memancarkan pesonanya di depan para wanita Alay itu, menjengkelkan sekali. Aghh! Tania menjerit di dalam hatinya kala baju Leo terangkat saat pria itu melakukan Jump Shot.
"Fu*k!" umpat Tania benar-benar kesal dan pergi dari lapangan karena pria itu seperti sengaja memamerkan perutnya yang berbentuk sedikit kotak-kotak hingga semua ciwi-ciwi berteriak histeris bahkan ada beberapa yang memvideo dan mengambil gambarnya.
...Class meeting ECHS _ Rabu....
Tania duduk di kantin sendirian tanpa ada yang menemani, yeah ketiga sahabatnya bahkan ikut lomba sedangkan dirinya malah tidak.
__ADS_1
"Ra," suara Faza begitu keras hingga Tania yang sedang memakan bakso yang cukup besar pun tersedak. Uhukk! Uhukk!
"Eh Ra hati-hati dong kalo makan, ini nih minum dulu," Faza menepuk-nepuk pundak Tania kemudian menyodorkan air gelas pada Tania sehingga Tania buru-buru mengambil gelas itu dan meminumnya sampai tandas.
"Set*n, ngapain lo ke sini, pake acara ngagetin gue lagi," pekik Tania kuat karena kantin sepi.
"Gue nyariin lo, soalnya dari hari pertama kita ngadain class meeting sampai sekarang gue nggak pernah lihat lo ikut lomba ...."
"Salahin sahabat lo si Aldy sama Bobby yang notabenenya ketua kelas sama wakil kelas sebelas ipa satu nggak masukin gue ke lomba apapun," ketus Tania memotong perkataan Faza.
"Lo ajuin sesuatu 'kek sama Aldy biar ikut lomba juga karena yang gak ikut lomba bakal di hukum loh." sahut Faza malah menakut-nakuti sehingga Tania diam sebentar untuk berfikir sedangkan Faza malah memakan bakso milik Tania.
"Besok beneram ada lomba memanah ya, Za?" tanya Tania membuat Faza yang sedang mengunyah bakso menatap Tania.
"Iya, lomba itu besok kita langsung final sekaligus sama lomba tarik tambang," ucap Faza kamudian lanjut makan.
"Loh kok langsung final?" tanya Tania membuat Faza jengkel karena dirinya tidak bisa makan dengan tenang.
"Kegiatan kita cuma sampai hari ju'mat doang, Ara. Hari sabtu dewan guru ada rapat penting dan kita semua di liburin," jelas Faza kemudian dirinya hendak makan lagi namun ia urungkan saat Tania mengajukan pertanyaan lagi.
"Jum'at ada berapa lombanya? Enggak-enggak, kalian buat berapa perlombaan?" tanya Tania.
"Banyak lah! Futsal, basket, joget balon, voli, english speech contest, vokal solo, catur, em ... kira-kira dua belasanlah." ucap Faza malas menyebut segala jenis perlombaan yang ada.
"Banyak bener! Waktu cuma lima hari doang, emang cukup?" tanya Tania.
"Cukup lah, dua hari yang lalu 'kan udah ada enam lomba yang sampai final terus hari ini bakal ada tiga lagi basket, catur sama lomba puisi dan besok ada dua lomba langsung final sedangkan hari jum'at cuma satu perlombaan aja langsung final juga. Selesai 'kan." jelas Faza panjang lebar namun aku tidak paham.
"Oooh jadi ...."
"Kalian berdua lagi ngapain?" tanya Leo datar menatap Faza yang duduk di depan mereka berdua.
"Lagi bah ...."
"Makan," ucap Tania memotong perkataan Faza,
"Hei kamu kenapa? Sakit?" tanya Leo menyentuh kedua pipi Tania.
"Ehem! Nyamuk kok banyak banget ya," ucap Faza menepuk-nepuk tanganya di udara.
Si Faza malah jadi pengganggu!
"Apan sih ni anak?" sengit Leo pada Faza.
"Cih! Kayaknya gue di panggil tuh, selamat menikmati masa kasmaran sobat," ucap Faza pada Tania dan Leo lalu Faza pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
"Tania," Leo memanggil kekasihnya hingga Tania yang masih terpaku menatap kepergian Faza langsung menoleh ke arah Leo.
"Kenapa?" tanya Tania tanpa ekspresi.
"Kamu lagi marah sama aku?" tanya Leo menyadari sikap cuek kekasihnya.
"Mungkin iya," jawab Tania jujur.
__ADS_1
"Kenapa? Apa aku ngelakuin kesalahan? Kayaknya enggak deh," ucap Leo cepat.
"Iya enggak kok," sahut Tania.
"Kenapa sayang?" tanya Leo lirih.
"Bukannya sebentar lagi final basket?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan.
"Aku enggak perduli so'al itu, kamu jauh lebih penting buat aku," ucap Leo dengan serius.
"Pergi sana! Aku lagi males lihat muka kamu, sana tebar pesona di depan cewek-cewek centil sekolahan ini," ketus Tania tanpa sadar wanita itu mengungkapkan kekesalannya kepada Leo.
"Oh ternyata pacar cemburu ya!" goda Leo sembari tersenyum membuat mata Tania membola.
"Nope!" elak Tania.
"Beneran?" tanya Leo.
"Em," sahut Tania.
"Oh iya tadi ada adik kelas yang baik dan perhatian banget, dia ngasih aku sebotol air mineral terus dia bilang mau kasih aku support biar aku menang dari pertandingan da ...."
"Hadeh! Murahan sekali anda di beri satu botol air mineral saja di simpan ke dalam hati, bagaimana jika dia membari ciuman mungkin wajah dia akan terus terbayang di ingatan anda dan dengan perlahan anda akan jatuh hati kepadanya, pergilah jika wanita itu sangat baik untuk anda sang idola sekolah," ucap Tania sengaja berbicara formal. Itu tandanya ia sedang dalam mode sangat-sangat bad mood.
Deg ....
"Sa-sayang, bukan gitu maksud aku. Beneran deh, tadi emang ada adik kelas yang ngasih air mineral tapi aku langsung nolak dia. Sumpah, aku gak bohong, malahan aku langsung pergi ninggalin dia karena aku mau ketemu sama kamu yang kata Mika, kamu lagi ada di kantin tadi." ucap Leo cepat menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Tania diam cukup lama!
"Sayang, aku minta maaf ...."
"Huft! Jangan suka tebar pesona atau aku bakal marah sama kamu," ucap Tania menundukkan kepala, ia cemburu namun hanya sedikit. Tidak, tidak, sepertinya kecemburuan Tania sangat banyak.
"Kayaknya aku harus pakai topeng deh biar cewek-cewek lain enggak bisa lihat ketampanan muka aku," ucap Leo.
"Ide bagus," sahut Tania mendongakkan kepalanya menatap Leo membuat Leo sedikit membulatkan matanya.
"Seriously?" pekik Leo.
"Cih! Jangan suka tawar-menawar kalo kamu aja enggak siap buat ngelakuinnya." ketus Tania.
"Oke aku salah, aku minta maaf! Please don't be angry anymore, honey. Aku bakalan ngundurin diri dari team kalo itu bisa buat kamu enggak marah lagi sama aku," ucap Leo melas.
"Eh enggak gak gak, di sini aku yang terlalu berlebihan yang cemburu sama kamu, jadiiiiii .... maaf karena aku terlalu kekanak-kanakan," cicit Tania dan Leo mengelus puncak kepala Tania lembut.
Baginilah punya pacar idola sekolah, menahan sesak saat semua wanita menginginkannya bahkan kadang terang-terangan menembaknya.
Sabar, itu harus Tania lakukan sekarang.
.......
.......
__ADS_1
.......
...::: Bersambung :::...