
Saat pulang sekolah, Tania menyuruh Aldy untuk pulang duluan karena wanita itu ingin pergi ke cafe Gourmet sendirian namun sebelum itu Tania merubah penampilannya terlebih dahulu agar tidak ada seorangpun yang mengnali dirinya.
Setelah sampai di cafe Gourmet, Tania duduk sendirian di temani segelas jus jambu kesukaannya juga, mata jelita wanita itu menatap para remaja yang ramai berpasang-pasangan di cafe itu.
"Kira-kira kapan ya gue bisa bongkar identitas gue," gumam Tania mengingat dirinya sudah merasa lelah juga menyamar menjadi jelek di muka umum.
"Atau gue cari pengalaman baru di sekolahan lain aja? Kayaknya sekolahan Mama cocok deh," gumam Tania terkekeh membayangkan dirinya pindah sekolah.
"Oke, mulai dari besok gue harus pindah sekolah ... enggak enggak, lepasin dulu semester minggu depan habis itu gue pindah," gumam Tania tersenyum senang karena sebentar lagi dirinya akan merasakan pengalaman baru di sekolahan baru namun itu baru rencana.
"Pindah apaan lo?" pekik seseorang dari belakang Tania membuat Tania tersentak dan memegangi dadanya lalu memutar tubuhnya ke belakang.
"Aza, setan lo ya," umpat Tania menyentak.
"Kaget lo ya," ejek Faza duduk di samping Tania.
"Ngapain lo di sini? Lo ngikutin gue ya," tanya Tania sekaligus menuduh Faza.
__ADS_1
"Sembarangan kalo ngomong, gue di sini karena anak-anak SALF BADRAD tadi punya rencana mau kumpul di sini tapi berhubung salah satu temen kita lagi sakit jadi kita sepakat kumpul entar malem di rumah Leo, sekalian jengukin dia," ucap Faza membuat jantung Tania berdegup kencang.
"Lo lo bilang apa tadi? Jengungin Leo? Dia sakit?" tanya Tania dan Faza menganggukkan kepalanya.
"Sakit apa?" tanya Tania
"Katanya sakit malaria," ucap Faza.
"Malaria? Sejak kapan? Kondisinya gimana sekarang? Udah ke rumah sakit belum?" tanya Tania beruntun.
"Masya Allah, Ra. Khawatir sih boleh tapi jangan kayak orang stres juga kalik," ejek Faza membuat Tania memalingkan pandanganya dari Faza.
"Kalo lo mau lihat keadaan Leo entar malem ikut kita aja, sekalian buat Leo lega karena bisa ketemu sama Tania," ucap Faza ambigu.
"Maksud lo?" tanya Tania.
"Tadi waktu istirahat Aldy nelepon Bik Mira, asisten rumah tangganya keluarga Leo, Aldy nanya kenapa Leo nggak masuk sekolah selama lima hari, Bik Mira bilang Leo terkena malaria dan Bik Mira juga bilang, si Den Leo sering manggil nama Tania. Entah itu pagi, siang dan malam selalu nama Tania yang dia panggil." jelas Faza.
__ADS_1
"Kalo gitu gue nggak bisa ikut kalian, gue mau khusus ketemu sama Leo berdua aja, sekalian gue mau buat dia tenang," ucap Tania menik turunkan alisnya.
"Lo kata dia Singa apa? Perlu di tenangin segala," sahut Faza membuat tubuh Tania kaku.
"Lah bukannya dari awal dia emang singa gue ya," batin Tania tanpa sadar mengakui bahwa Leo adalah miliknya.
"Bodo amat lah lo mau ngomong apa, pokoknya setelah Leo sembuh gue bakal ketemuan sama dia," ucap Tania membuat Faza spontan menoleh ke arah Tania.
"Hah! Setelah sembuh? Lo mau jengungin dia apa ngapelin dia, aneh lo," pekik Faza membuat Tania ingin sekali menampol mulut sepupu gilanya itu.
"Emang gue bilang, mau jengung Leo ya? 'Kan gue bilang mau ketemu doang," ucap Tania jengkel.
.......
.......
.......
__ADS_1
...Bersambung...