Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part 178 (Takdir)


__ADS_3

"Alika?!" keenam laki-laki itu ternyata mengenal wanita yang menegur mereka.


Alika Puspita Dwi Ajengkia anak dari Aji Prambadio dan Sari Kusumaningrum, Alika terlahir sebagai anak dari bangsawan solo yang paling di segani oleh masyarakat setempat.


Namun Alika benci dirinya di lahirkan dari keluarga bangsawan yang adat istiadat dan tata caranya sangat bertolak belakang dengan dirinya.


"Apa kabar?" Alika bertanya sembari tersenyum.


"Baik," serentak keenam laki-laki itu menjawab.


Alika adalah teman dekat Sasya. Ketika Sasya sedang marahan dengan SALF BADRAD, Sasya pasti akan datang pada Alika. SALF BADRAD mengenal Alika karena Sasya selalu bercerita tentang Alika yang tomboy dan juga bar-bar.


Bahkan Leo pernah menjadikan Alika sebagai pacarnya namun hubungan mereka hanya bertahan sampai dua hari, Alika memang tomboy tapi Alika sangat berbeda saat menjadi pacar Leo, perhatiannya kadang berlebihan, perhatiannya juga sama kadang di lebih-lebihkan, Alika suka mengikuti ke manapun Leo pergi dan Leo merasa risih dengan Alika yang terus menempel padanya. Menurut prediksi SALF BADRAD, Alika sama seperti wanita lain yang hanya teropsesi dengan pesona Leo saja.


"Eh! Makin cantik aja nih anak bangsawan solo," goda Diky tersenyum nakal pada Alika.


"Enggak kok, aku masih sama kayak dulu!" Alika mengernyit aneh, namun wajahnya tersenyum merekah.


"Oh iya! Aku boleh gabung sama kalian di sini?" Alika kembali bertanya.


"Oh tentu boleh dong!" Adit menyambar duluan.


Alika duduk di samping Leo, "Kalian makin kompak aja ya sekarang, walau udah tamatan sekolah tapi kalian masih ada waktu luang buat ketemuan." ucap Alika.


"Itulah yang namanya sahabat sejati," imbuh Dito mengedipkan sebelah matanya.


"Mulai dah nih tiga cowok, genitnya keluar kalo udah lihat cewek cantik," dersis Bobby malas melihat Diky, Adit dan Dito tersenyum genit pada Alika.


"Apaan sih lo Bob, sewot aja!" sentak Dito pada Bobby.


"Adit Diky sama Dito, masih jadi playboy?" tanya Alika blak-blakkan.


"Ya enggak ...."


"Enggak salah lagi, mereka bertiga mah enggak bakalan tobat kalik, Ka!" celetuk Bobby memotong perkataan Adit.


"Sembarangan aja kalo ngomong," sentak Dito menjitak kening Bobby.


"Sakit, kam*ret!" bentak Bobby membuat yang lainnya tersenyum.


"Kalo Leo sama Faza gimana? Ada pacar?" tanya Alika menatap dua laki-laki yang diam saja sejak tadi.


"Faza enggak usah di tanya, dia mah orangnya kagak normal!" ejek Dito.


"Alias jomblo ngenes!" timpal Diky.

__ADS_1


Hahahaha ....


Semua tertawa kecuali Faza yang menatap tajam ke arah Diky dan Dito lalu Leo juga hanya tersenyum simpul.


"Kenapa enggak pacaran, Za? Takut di sakitin atau takut di selingkuhin?" tanya Alika dan Faza menggelengkan kepalanya pelan.


"Hampir ngincar cewek tapi enggak jadi," sahut Faza meminum jus mangga miliknya.


Hening ....


Entah Faza sadar atau tidak, ucapannya barusan sudah berhasil mengundang keterkejutan mereka semua.


Seorang Faza pernah ada incaran wanita, sungguh kabar yang sangat mengejutkan. Pasalnya Faza tidak pernah tertarik akan urusan wanita bahkan di saat Aldy dan Leo menyimpan perasaan cinta pada Sasya, Faza malah sebaliknya tidak tertarik dengan Sasya.


"Siapa?" spontan kelima laki-laki itu bertanya.


Uhuk uhukk ....


Faza terbatuk kala suara pekikan kelima laki-laki itu mengejutkan dirinya, "Manusia lah," sahut Faza dengan nada tinggi.


"Masa iya lo naksir sama ayam betina, 'kan enggak mungkin Faza!" sengit Bobby cepat.


"Siapa cewek yang pernah lo incar?" tanya Adit menaik turunkan kepalanya.


Faza melirik Leo sekilas lalu Faza menatap minumannya sendiri, "Udah jadi masa lalu, kenapa masih minta di bahas sih. Enggak penting juga!" ucap Faza datar.


"Jangan-jangan ceweknya udah keduluan cowok lain, dasar lo Za enggak bisa lebih gesit lagi buat dapatin cewek," ejek Diky mengundang tawa yang lainnya.


"Makanya kalo mau deketin cewek itu harus belajar dulu dari yang profesional kayak Diky sama Adit." ucap Bobby membuat bangga si empu yang di sebut namanya.


"Pro kayak mesin di poles oli, licin banget deh tu mulut bilang i love you ke semua cewek!" Faza berucap dengan nada mengejek.


Hahaha ....


Semuanya tertawa mengejek Diky dan Adit, sedangkan wajah kedua orang itu nampak memelas kala Faza selalu saja membicarakan sesuatu dengan blak-blakkan.


"Kalo Leo sendiri ...."


Tringgg ....


Tiba-tiba Alika tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena suara handphone Faza yang berdering menghentikannya.


"Sorry, Pak Idan telepon." ucap Faza mengangkat teleponnya.


"Halo pak, ada apa?" tanya Faza.

__ADS_1


"(...............)"


"Hah?! Ara main sama dua cowok yang enggak di kenal?" tanya Faza tersentak.


Semua ikut tersentak kaget, kecuali Alika tidak tahu siapa itu Ara.


"(...............)"


"Ikutin aja terus Pak, Faza nanti nyusul ke sana." ucap Faza langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Ara di ajak main sama dua cowok yang enggak pernah Pak Idan kenal, gue takut Ara kenapa-kenapa, Le!" ucap Faza khawatir.


"Wah bahaya, gimana kalo cowoknya cabul!" sentak Adit.


"Kita susul sekarang," ucap Diky dan Leo langsung bangun dari tempat duduknya, begitu juga Faza, Adit, Diky, Dito dan Bobby. Mereka semua hendak keluar namun Alika langsung berdiri.


"Eh tunggu-tunggu!" Alika menghentikan keenam laki-laki itu.


"Kalian mau ke mana? Terus siapa Kara?" tanya Alika penasaran karena tidak pernah Alika melihat SALF BADRAD perduli dengan wanita lain kecuali Sasya.


"Bini Leo lagi di pepet dua cowok asing." sahut Bobby.


"Sorry, Ka. Kita harus pergi sekarang." ucap Adit dan Diky bersamaan.


Ketika keenam laki-laki itu pergi, Alika terdiam di tempatnya. "Bininya Leo?" guman Alika tercengang.


"Leo udah punya pacar baru?" gumam Alika lagi.


Alika menghala napas panjang, "Pasti cewek koleksiannya lagi, dasar Leo. Enggak pernah berubah! Walau pacar cuma satu tapi ujung-ujungnya di tinggal juga," dersis Alika tersenyum tipis mengingat betapa dingin dan acuhnya Leo dulu.


"Bilang putus enggak, tapi langsung bilang bosan terus tiba-tiba besoknya pacaran sama cewek lain!" entahlah Alika selalu suka mengingat Leo yang menurutnya sangat berbeda dengan laki-laki lain.


Laki-laki lain akan menunjukkan kelembutan dan perhatianya pada perempuan, Leo juga sama namun caranya unik. Alika suka itu.


Laki-laki lain jika bosan langsung minta putus atau langsung di tinggalin, sedangkan Leo sangat sopan ketika sudah bosan dengan pasngannya.


'Maaf, aku bosan pacaran sama kamu, enggak tahu apa alasannya! Sekali lagi maaf, aku pergi' itulah yang di katakan Leo dulu pada Alika.


.


.


.


::: Bersambung :::

__ADS_1


Hai wak-wak reader .....


Jangan lupa dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Dan buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak.


__ADS_2