
Bukan hujan di malam hari tapi air mata lah yang menetes dari pelupuk mata Kenziro Syaputra Ramoya Sinaja.
Seperti yang pernah di katakan Karamel, Kenzi adalah orang yang tegar, seberat apapun masalah Kenzi, jika Kenzi sendiri masih bisa menahan diri, terkadang hanya helaan napas panjang yang biasa Kenzi lakukan tapi jika Kenzi sudah merasa tidak sanggup lagi, air mata akan mewakili segala perasaan yang ada dalam dirinya.
Nostalgia ke masa Kenzi menangis saat grandma Bertty masuk ke rumah sakit, perasaan Kenzi sakit kala melihat grandma-nya terbaring lemah di rumah sakit. Kenzi juga pernah menangis saat mengenang wanita yang pernah Kenzi cintai, dia adalah Sasya, air mata yang biasanya sulit keluar saat itu mengalir deras bagaikan sungai. Apalagi saat kehilangan sang Mama dan Grandma, Berhari-hari Kenzi merintihkan air matanya kala merasa hancur di tinggal oleh dua wanita yang sangat Kenzi sayangi.
Kini apa yang terjadi, Kenzi menangis saat Tessa pergi meninggalkan dirinya? Apakah Kenzi menangis karena tidak tega melihat Tessa menangis? Atau Kenzi menangis karena merasakan hal yang sama seperti Tessa? Perih dan sakit yang di rasakan Tessa, apakah Kenzi menangis karena itu?
"Dia ninggalin aku, Sya." gumam Kenzi lirih.
"Dia ninggalin aku, Sya," lirih Kenzi mengadu, ia mengingat kata-kata Tessa yang akan pergi ke tempat ayah kandungnya.
Tessa mengatakan dirinya tidak akan membalas dendam tapi jika Ram menjadikan Tessa sebagai penerus perusahaannya bukankah Tesaa akan menjadi musuhnya?
Kalaupun bukan musuh, Tessa pasti tidak akan berhubungan lagi dengan Kenzi.
"I'm stupid, stupid, stupid, so stupid," umpat Kenzi mengeraskan rahangnya kemudian menundukkan kepalanya.
"Kenzi," panggil Peter menghampiri.
"You cry?" tanya James namun Kenzi hanya bergeming saja.
"Are you okay?" tanya Cesar dan Kenzi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tessa pergi, dia meninggalkan aku," ucap Kenzi membuat James berdiri di depan Kenzi lalu mencengkram kedua bahu Kenzi.
"Jam delapan," ucap James membuat yang lain menatap aneh pemuda itu..
"Bod*h! Tessa mengatakan dirinya akan berangkat jam delapan AM dan sekarang masih jam enam, kita masih ada waktu untuk menyusul Tessa sekarang," ucap James membuat Cesar langsung berlari menuju mobilnya.
"C'mon," pekik Cesar setelah mengambil mobilnya lalu ketiga remaja itu masuk ke dalam mobil Cesar.
"Kau yakin, kita masih bisa menyusul Tessa?" tanya Peter pada James.
"Tessa baru saja pergi jadi kita pasti masih sempat bertemu Tessa," sahut James.
.........
Di sisi lain Tessa sedang menelepon seseorang, "Ada apa?" tanya Tessa dengan suara bergetar.
"Saya sudah berada di bandara sesuai permintaan Nona," sahut bodyguard Tessa yang sejak kecil selalu setia menjaga Tessa.
"Em! Aku segera sampai," ucap Tessa mematikan sambungan teleponnya kemudian Tessa menambah kecepatan mobilnya hingga satu jam kemudian, Tessa sudah sampai di bandara.
Mobil Tessa di ambil alih oleh bawahan bodyguard Tessa kemudian bodyguard Tessa mengambil koper milik Tessa.
"Saya sudah melakukan sesuai perintah Nona dan sekarang Nona bisa langsung check-in di terminal keberangkatan," ucapnya dan Tessa menganggukkan kepalanya.
"Mari Nona," ucapnya lagi mempersilahkan Tessa berjalan duluan.
Tessa membawa tas berukuran sedang di tangannya sedangkan bodyguardnya mambawa satu koper yang isinya pakaian Tessa dan tak berselang lama Tessa masuk, Kenzi, Peter, James dan Cesar sampai di bandara.
Keempat remaja itu keluar dari mobil, "Kita berpencar saja agar mudah menemukan Tessa, aku dan Kenzi ke terminal keberangkatan, kau dan James mencari Tessa di terminal kedatangan," ucap Peter kemudian mereka berpencar mencari Tessa.
__ADS_1
Di terminal kedatangan, James dan Cesar bertanya pada orang-orang dengan menggunakan foto Tessa.
Sedangkan di terminal keberangkatan, mata Kenzi dan Peter langsung bertemu dengan Tessa yang sedang melakukan check-in bersama seorang laki-laki paruh baya di belakangnya.
"Tessa ...." pekik Kenzi dengan lantang.
Degg! Tessa membelalakkan matanya saat mendengar teriakan orang yang sangat Tessa kenal, sontak saja ia memutar tubuhnya ke belakang.
Napas Kenzi terengah-enggah namun Kenzi tetap berlari untuk menghampiri Tessa, sayangnya petugas keamanan melarang Kenzi karena Kenzi tidak memiliki paspor.
"Tessa, gue mohon jangan pergi," pinta Kenzi memohon penuh harapan.
Tessa tidak tega melihat Kenzi memberontak ingin mendekati dirinya tapi Tessa terlanjur kecewa dengan Kenzi. Entahlah! Tessa merasa lelah harus berhadapan dengan orang yang ingin menghancurkan hidupnya padahal dirinya mencintai orang itu.
"Tolong pak, saya ingin bicara dengan dia sebentar saja," pinta Kenzi pada petugas keamanan.
"Mohon maaf, anda tidak memiliki paspor jadi anda tidak boleh masuk," tolak sang petugas keamanan.
"Sebentar saja, pak," pinta Kenzi namun petugas keamanan tetap melarangnya.
"Tessa, cuma sebentar, gue mohon dengerin penjelasan gue sebentar aja." pinta Kenzi dan Tessa menghela napas berat.
"Mari kita pergi Nona," ucap bodyguard Tessa.
Tessa tersenyum tipis kepada Kenzi kemudian perlahan Tessa membalikkan badannya membuat Kenzi semakin memberontak dan berteriak memohon agar Tessa tidak pergi.
"No Tessa, gue mohon jangan pergi," pekik Kenzi sembari memberontak namun Tessa tidak menghiraukan permintaan Kenzi.
Kenzi kembali berteriak memohon namun tidak ada respon apapun dari Tessa hingga Kenzi berteriak.
"I love you, Tessa." seketika langkah kaki Tessa berhenti saat Kenzi mengungkapkan isi hatinya kemudian Tessa membalikkan badannya untuk menatap Kenzi.
Apa yang Kenzi katakan tadi? Kenzi mencintai dirinya? Benarkah itu, tapi Kenzi telah mempermainkan dirinya jadi untuk apa dirinya percaya akan kata-kata Kenzi.
Tanpa membalas perkataan Kenzi, Tessa kembali membalikkan badannya lalu melangkah pergi, Kenzi dan Peter sampai membulatkan mata kala Tessa tidak menghiraukan pernyataan Kenzi barusan.
Perlahan Kenzi melangkah mundur, ada rasa sakit dalam diri Kenzi saat Tessa mengabaikan dirinya, ada juga rasa kecewa saat Tessa menyatakan cintanya, Kenzi langsung mengejar Tessa tapi kenapa pada saat Kenzi yang menyatakan cintanya, Tessa malah tidak memperdulikannya.
"She ignored me!" gumam Kenzi lirih.
(Dia mengabaikan aku!)
"I really love you, Tessa," gumam Kenzi membuat Peter merasa tidak tega mendengar lirihan Kenzi.
"I'm so sorry, Tessa." ucap Kenzi.
Kenzi menyadari ada sesuatu yang berbeda pada dirinya, ia mengejar seorang wanita? Setelah sekian lama, ia melangkah mengejar seorang wanita.
"I I didn't say sorry to Tessa," gumam Kenzi.
(Aku aku tidak mengucapkan kata maaf pada Tessa).
"Ken ...."
__ADS_1
"What I did, I didn't say sorry to Tessa." ucap Kenzi.
"Kenzi, stop it right now!" pekik Peter menggoyangkan tubuh Kenzi.
"Aku tidak tau apa masalah kalian tapi yang aku lihat dari matanya, dia sepertinya merasa kekecewaan denganmu," ucap Peter.
"Sekarang kau tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang sudah kamu lakukan hingga Tessa merasa kecewa denganmua," uvap Peter membuat Kenzi berfikir apa kesalahan dirinya.
....................................
Kenzi kembali ke rumah sakit dan pada saat keempat remaja itu masuk ke ruang perawatan Kenzi, grandpa Berrold ternyata sudah ada di ruangan itu.
"Kau gagal menjalankan dua pilihan yang grandpa berikan," ucap grandpa Berrold membuat rahang Kenzi mengeras.
"Tujuan Tessa ke Polandia bukan untuk bertemu Ram tapi tujuan Tessa ke Polandia ingin datang ke tempat adik dari ibu kandungnya yaitu Amria." ucap grandpa Berrold membuat Kenzi kaget.
"Kenapa Tessa berbohong? Itu karena dia tidak mungkin mengatakan tujuannya ke Polandia untuk menjemput adik dari ibunya atau kalian akan bertanya banyak tentang 'siapa adik dari ibunya' atau kalian akan bertanya tentang 'memangnya di mana ibunya tinggal sekarang' sehingga kebohongan satu akan menjadi kebohongan kedua dan ketiga,"
Kenzi merasa dirinya bod*h karena saat mendengar Tessa ingin pergi ke tempat ayahnya, Kenzi langsung terbawa emosi dan berbicara hal-hal yang seharusnya tidak ia ucapkan pada Tessa.
"Sama seperti dirimu, cucuku. Tessa ingin identitas dirinya sebagai anak dari Ram dan Amber di sembunyikan dari publik tapi kau mengatakan sesuatu yang kau tau akan latar belakang keluarga Tessa, dia curiga dan kau malah menambah rasa kecurigaannya dengan cara mengatakan rencana ayahnya yang ingin menghacurkan perusahaan papamu,"
Dan Kenzi baru menyadari, Tessa langsung tahu Kenzi adalah anak dari Sanjaya karena Kenzi terlalu banyak bicara tentang keluarga Tessa bahkan Kenzi juga baru menyadari, dirinya membeberkan rahasia tentang ayah Tessa yang ingin menghancurkan perusahaan ayahnya dengan cara menghancurkan penerusnya yaitu Kenzi.
"Bod*h," umpat Kenzi dalam hatinya.
"Tessa bukan hanya anak yang baik tapi Tessa juga anak yang pintar, jika Ram berhasil membujuk Tessa untuk menjadi CEO di perusahaannya. Maka sulit bagimu untuk mendekati Tessa jadi mulai hari ini ...." grandpa Berrold menggantung perkataannya lalu grandpa Berrold berjalan mendekati Kenzi.
"Kau harus menghapus memori tentang Tessa dan fokus pada tujuan hidupmu yang akan memimpin perusahaan Sinaja Company Grup," titah grandpa Berrold membuat Kenzi sangat kaget.
"Kenzi baru menemukan pengganti Sasya, bagaimana bisa Kenzi harus menghapus memori ...."
"Karena kau sudah menyia-nyiakan Tessa, tidak ada pilihan lain bagimu untuk menghapus semua memori tentang Tessa," potong grandpa Berrold.
"Kenzi pasti bisa bertemu lagi dengan Tessa," ucap Kenzi yakin di masa depan pemilik hatinya itu akan segera ia temukan.
"Apa kau yakin setelah malam ini Tessa mengabaikan pernyataan cintamu, pertemuan kalian selanjutnya Tessa akan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut dirimu?" tanya grandpa Berrold dengan remeh.
"Kekecewaan seseorang akan sangat sulit untuk di perbaiki kembali, hapus memori tentang Tessa atau kau akan menderita seumur hidupmu." ucap grandpa Berrold kemudian pergi dari ruang perawatan Kenzi.
Tubuh Kenzi hampir tumbang kalau saja ketiga teman Kenzi tidak membantunya untuk berdiri. Peter, Cesar dan James membawa Kenzi duduk di brankarnya lalu Cesar menepuk-nepuk punggung Kenzi.
"Istirahatlah," ucap Cesar.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Maybe Kenzi sama Tessa belum jodoh ya !?
__ADS_1