Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part 157 _ Visual Leo.


__ADS_3

"Jika itu keputusanmu, maka kembalilah ke Irlandia bersama istrimu sekarang." ucap Prasetya ambigu.


"Apa Papa mengusirku?" tanya Leo mendongakkan kepalanya.


Prasetya menghela napas panjang, putranya itu salah mengartikan kata-katanya barusan, Prasetya bermaksud menyuruh Leo untuk kembali ke Irlandia lalu dirinya akan membatalkan kerja samanya dengan Damyan.


"Damyan pasti akan sangat marah jika tahu kau sudah menikah Leo, kemungkinan proyek ini akan di batalkan olehnya jadi ...."


"Beri aku izin untuk ...."


"Damyan memberikan syarat itu karena anaknya yang meminta. Clara Olivia namanya, dia mengenal dirimu dan dia juga sangat menginginkan dirimu menjadi kekasihnya tapi kau sudah menikah. Bagimama kau bisa membujuknya," sengit Prasetya membuat Leo dan Karamel terbelalak kaget.


"Damyan sangat menyayangi anaknya, kemungkinan sangat mustahil bagi kita untuk berbicara baik-baik dengan mereka." ucap Prasetya.


"Clara Olivia?" gumam Karamel.


"Aku sangat mencintai Karamel, Pah. Aku tidak akan menjadi kekasih Clara tapi aku ...."


"Siapa nama istrimu?" tanya Prasetya bermaksud ingin memberitahukan pada Damyan bahwa Leo telah menikah.


"Karamel Listra Najasi Aramoy," jawab Leo membuat Yara terbelalak kaget.


"Sofia," sentak Yara tiba-tiba menbuat Leo dan Karamel menatap Yarra secara bersamaan.


"A-apakah dia anaknya Sofia?" tanya Yarra.


"Karamel adalah anak Papa Sanjaya Adi Sinaja dan Mama Sofia Lavana Aramoy, Mah," kata Leo memperjelas identitas keluarga Karamel.


"Sanjaya?" kini Prasetya yang terkejut mendengar nama Sanjaya Adi Sinaja di sebut oleh sang anak.


"Ada apa dengan kalian berdua, kenapa kalian merasa terkejut?" tanya Leo mengernyitkan dahinya.


"Di mana Sofia ...." Yara.


"Di mana Sanjaya ...." Prasetya.


Leo dan Karamel mengerutkan dahinya ketika Yara dan Prasetya bertanya secara bersamaan.


"Apa ada masalah?" tanya Leo sehingga Prasetya menatap Karamel.


"Sofia adalah sahabat dari Mamamu, ketika Sofia akan melahirkan anaknya, Mamamu yang baru satu bulan melahirkan dirimu—langsung bergegas ke rumah sakit untuk membantu Sofia melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuannya." ucap Prasetya.


"Dulu kami ingin menjodohkan dirimu dengan anak pertama kami – Vian." ucap Prasetya pada Karamel.


"Lalu?" Leo di buat penasaran.


"Sanjaya adalah teman Papa juga, ketika Papa dalam kesulitan Sanjaya akan selalu membantu Papa, begitu juga ketika Sanjaya baru akan merintis perusahaan Sinaja Company Grup, Papa selalu mendukung dan membantu dirinya." ucap Prasetya kini menatap Leo.


"Hanya saja kedekatan kami mulai pudar ketika seorang laki-laki menggantikan posisi Papa sebagai sahabat Sanjaya." lirih Prasetya.


"Siapa?" tanya Leo.


"Rega Ananda," ucap Prasetya mengenang masa Sanjaya mulai menjauh darinya dan salah satu temannya yang lain, karena Rega Ananda telah menggantikan posisi mereka.

__ADS_1


Karamel maupun Leo sangat terkejut mendengar pernyataan Prasetya, tidak di sangka Rega Ananda begitu kejam membuat Sanjaya mengabaikan Prasetya.


"Papa merasa tidak di butuhkan lagi jadi Papa tidak mendekati Sanjaya begitu juga Mamamu yang tidak pernah bertemu dengan Sofia lagi."


"Mama merindukan sahabat Mama, Nak." ucap Yara membuat Karamel merasa sedih.


"Apa alasan Papa enggak mau ngajuin kerja sama ke Binondra Group waktu itu karena Papa ngerasa bersalah gara-gara dulu Papa pernah ngabaiin sahabatnya demi orang baru?" batin Karamel.


"Tapi kalo dugaan gue benar, trus kenapa Papa bisa setuju gue nikah sama Leo yang sebenarnya anak kandung sahabat lamanya sendiri," batin Karamel.


"Maafkan Papa, Om-Tente." lirih Karamel menundukan kepalanya.


"Karena Rega Ananda, persahabatan kalian jadi terputus. Kara mohon maafkan Papa." ucap Karamel mengatupkan kedua tangannya.


Kemudian Karamel menatap Prasetya.


"Aku pernah melihat keputus asaan Papa ketika keuangan perusahaannya di bobol oleh orang lain dan satu-satunya cara untuk mengembalikan semuanya seperti semula, Papa pernah berharap pengajuan Papa untuk menjalin kerja sama dengan perusahan berpengaruh di area Asia dulu bisa di terima." ucap Karamel.


"Aku membantu Papa tapi dengan sedikit ancaman," sambung Karamel.


"Kali ini izinkan aku untuk membantu Om mewujudkan keinginan Om." ucap Karamel.


"Aku tidak akan pernah mengizinkan suamiku di miliki oleh wanita lain tapi aku akan membuat permainan seoalah-olah Leo adalah milik orang lain," sambung Karamel terdengar ada makna tersembunyi di dalamnya.


"Om sangat menginginkan lahan CEO Clark Damyan, aku akan berusaha mendapatkannya. Tapi aku mohon ...." ucap Karamel seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"Maafkan semua kesalahan Papa." pinta Karamel.


"Apa maksudmu, Nak. Jangan katakan itu, Sanjaya tidak bersalah, Sayang." ucap Yarra duduk di samping Karamel dengan menyentuh kedua pundaknya.


"Bukankah kamu istri dari anakku? Kenapa kamu melakukan ini! Hem? Mulai hari ini dan seterusnya panggil aku Mama." ucap Yarra membuat Leo tersenyum mendengarnya.


"Damyan bukan orang yang pandai di bodohi, bagaimana kau akan mendapatkan lahan itu?" Prasetya penasaran akan rencana Karamel.


"Dengan cara membelinya," sahut Karamel.


"Sayang, ini gak akan mudah ...."


"Ketika suasana hati seseorang sedang di penuhi api amarah, kita bisa mengambil kesempatan untuk membuatnya lengah," ucap Karamrl tersenyum tipis.


"Aku yakin tanpa berpikir panjang CEO Clark Damyan pasti akan menjual lahan itu agar Om Prasetya tidak bisa mendapatkannya." sambung Karamel namun, baik Prasetya maupun Leo tidak memahami apapun.


"Aku akan menghubungi Fico untuk bisa membantuku juga," kata Karamel.


"Api amarah seperti apa yang ingin kamu buat dalam diri Damyan?" tanya Prasetya mulai sedikit paham dengan arah pembicaraan Karamel.


"Membuat anaknya di sakiti dan khianati," ucap Karamel kini menatap Leo.


Leo merasa ada hal aneh dari tatapan Karamel, apakah rencana Karamel akan melibatkan Leo? Dan mungkinkah Karamel akan menjadikan Leo sebagai umpan?


"Leo akan menjadi pacarnya Clara ...."


"Hah? Enggak Kara, aku enggak akan jadi pacar siapapun, apalagi jadi pacarnya Clara. Aku enggak akan mau ngelakuinnya." sentak Leo menolak mentah-mentah.

__ADS_1


"Cuma beberapa hari doang kok, abis itu aku bakal muncul sebagai istri kamu di depan Clara." ucap Karamel.


"Tapi Kara ...."


"Clara pasti bakal marah banget waktu tau kebenaran soal kita berdua yang udah nikah dan aku yakin dia pasti bakal ngadu sama bokapnya, saat itu juga Clark Damyan pasti bakal balas dendam," potong Karamel.


"Ada tiga kemungkinan bisa terjadi tapi aku bakal nyelesaiin semuanya sama Fico dan Luhan." ucap Karamel lagi


"Aku mohon percaya sama aku," pinta Karamel.


Sejak tadi Prasetya menatap Karamel yang sangat yakin akan rencananya itu, "Kau memang anak dari sahabatku—Sanjaya, Karamel," batin Prasetya mengagumi kecerdasan Karamel yang menyusun rencana dalam waktu beberapa menit saja.


..............................


...Indonesia....


...15 : 00....


Dengan santainya Clara duduk di tepi kolam berenang sembari memandangi foto seorang laki-laki yang sangat ia cintai sejak sekolah menengah pertama hingga kini ia masih sangat-sangat mencintai laki-laki itu.


Dia adalah Cleo Rendra Agata.



"Kamu bakal jadi milik aku Leo," gumamnya sambil tersenyum dan memakan buah anggur dengan khidmat.


"Seutuhnya! Ya, kamu bakal jadi milik Clara Olivia seutuhnya Leo dan Karamel bakal tersingkirkan dari hidup kamu." sengit Clara penuh kebencian.


"Kmau tau Leo sejak aku ketemu kamu, aku udah ada ambisi besar untuk dapetin kamu, aku bener-bener cinta sama kamu dan kamu juga harus jatuh cinta sama aku Leo." gumam Clara.


"Aku bakal buat kamu jatuh cinta sama aku," ucapnya lagi sambil mencium foto Leo.


"Clara, kamu di mana sayang?" panggil seorang laki-laki paruh baya mencari kebenaran Clara.


"Clara di kolam berenang, Pah." sahut Clara sedikit berteriak.


"Apa yang kamu lakukan di sini, Sayang?" tanya Damyan duduk berjongkok di samping sang anak.


"Aku lagi liatin foto Leo, cowok yang bakal jadi pacar aku dan pastinya bakal jadi suami aku juga, 'kan Pah." ucap Clara percaya diri menatap sang papa.


"Papa seneng liat kamu bahagia kayak gini, Sayang." ucap Damyan mengelus lembut kepala Clara.


"Aku bahagia itu karena Papa, makasih udah mau wujudin keinginan aku buat jadi pacar Leo, Pah." ucap Clara memeluk sang papa.


"Apapun yang buat kamu bahagia, Papa pasti bakal berusaha wujudin semuanya, Sayang." sahut Damyan membalas pelukan sang anak.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


Komen cocok atau enggak visualnya?


kalo enggak, thor bakal cari yang pas. 😁


__ADS_2