Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 50


__ADS_3

Kini Faza dan Tania berada di dalam mobil milik Tania karena tadi saat di cafe Tania mengajak Faza untuk masuk ke dalam mobilnya, Tania ingin berkata jujur pada Faza sebagai orang yang bisa di percaya.


"lo bisa pegang rahasia 'kan?" tanya Tania tanpa basa-basi dan itu membuat Faza sedikit merasa aneh dengan pertanyaan Tania.


"Rahasia apa?" tanya Faza.


"Gue bukan Sasa tapi gue Tania," ucap Tania membuat Faza mengerutkan dahinya.


"Jangan bohong," ucap Faza.


"Gue serius, Za," sahut Tania.


"Kalo lo bukan Sasa, kenapa lo bisa tahu tentang persahabatan kita bersembilan sama Sasya?" tanya Faza.


"Soal itu gue tahu dari Aldy sama Leo," ucap Tania jujur.


"Bentar-bentar, kalo lo bukan adiknya Sasya terus kenapa lo ngaku-ngaku jadi Sasa?" tanya Faza berubah datar.


"Gue terpaksa ngela ...."


"Terpaksa? Sebenarnya lo punya niatan apa sih sama gue dan yang lainnya sampai lo berani bohongin gue demi dapat info tentang Sasya, lo mau ada di hati kita semua kayak Sasya, Iya?" tuduh Faza.


"Bukan itu maksud gue ...."


"Terus apa?" tanya Faza menyela.


"Lo mau di cintai Aldy sama Leo, gitu?" tanya Faza.


"Apaan, lo dengerin gue dulu dong," kesal Tania.


"Oooh gue tahu lo pasti mau bikin patah hati Aldy sama Leo 'kan." tuduh Faza membuat Tania membulatkan matanya.


"Jahat lo!" sengit Faza.


"Bisa enggak lo dengerin gue ngomong dulu," Tania semakin di buat geram oleh Faza.


"Nggak, lo orang licik yang per ...."


"Gue adik kandungnya Kak Aldy," pekik Tania namun Faza malah tertawa hambar


"Apa sih untung lo bohongin gue, dari nyamar jadi Sasa sekarang ganti jadi adiknya Aldy, setelah itu siapa lagi?" tanya Faza.


"Nama gue Tania Losvita Aramoy," ucap Tania seraya melepas kacamata, tompel, gigi palsuku dan juga ikat rambutnya lalu meletakkan semua barang-barang itu ke dashboard mobilnya.


Mata Faza membulat dengan sempurna, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya hingga pada akhirnya Tania menyentil kening pria itu.


"Biasa aja liatnya, iya gue emang cantik kok," ucap Tania sengaja narsis agar suasana mereka tidak canggung.


"Lo ...."


"Bentar dulu deh, gue mau jelasin sesuatu sama lo tapi jangan di sela lagi omongan gue, oke!" titah Tania.


"Dari awal sekolah gue udah punya niatan buat ngerubah semua tampilan gue jadi jelek, cupu, dan sok polos, sebenarnya gue cuma mau senang-senang sama cari pengalaman baru doang, sekalian juga cari temen baik, walau cuma dapet satu tapi yang penting ada lah temen baik dan orang itu adalah Kenan." ucap Tania.

__ADS_1


"Kenapa lo bongkar semua penyamaran lo sama gue?" tanya Faza memicingkan matanya.


"Lo 'kan selalu nuduh gue suka sama Kak Aldy dan itu buat gue muak dengernya, tahu enggak," pekik Tania.


"Masih enggak percaya?" tanya Tania karena Faza hanya diam saja, alhasil wanita itu mengeluarkan handphonenya untuk membuka galeri dan memberikannya ada Faza sehingga Faza memeriksa segalanya di sana.


"Lo beneran adiknya Aldy! No comment, alasan dan tujuan lo udah lo jelasin sama gue tapi apa ini nggak akan berdampak buruk buat lo?" tanya Faza.


"Janji sama gue buat jangan dulu bongkar semua ini, Za! Gue ngelakuin ini buat bantu Kak Aldy sama kalian juga, setelahnya gue udah nggak perduli sama tampilan gue lagi karena gue muak sama cewek-cewek sekolahan kita, mereka nggak ada yang mau temenan sama gue dan buat yang cowok? Udah ketebak di gue kali ini cowok itu suka cewek kalem, lembut dan pastinya lugu makanya mereka deketin gue biar mudah buat di manfaatin gue doang," ucap Tania.


"Lo jadi korbannya Leo ya?" tanya Faza mengejek padahal pria itu tahu keberadaannya adalah iya, Tania adalah korban taruhannya Leo.


"Gue ...."


Ting! Ting! Ting! Tania mengangkat handphonenya kala ada tiga pesan masuk entah dari siapa, wanita itu membuka layar handphonenya lalu ia memeriksa pesan masuk itu kemudian mata Tania langsung bergerak menatap Faza saat selesai membaca pesan itu.


"Za, temen gue ada di dalem, temenin gue masuk ya bentar doang kok, mau ya?!" pinta Tania dan Faza menganggukkan kepalanya kemudian Tania merubah penampilannya menjadi jelek sebelun mereka berdua masui ke dalam cafe lagi.


"Tania," Leo memanggil mengangkat tangannya.


"Di sana," ucap Tania pada Faza.


"Tunggu," Faza mencekal tangan Tania hingga Leo membulatkan matanya.


"Dia yang mau gue temuin, lo mau Kak Aldy sama Leo damai 'kan? ... bukan, lebih tepatnya SALF BADRAD, Iya 'kan?" tanya Tania hingga Faza melepas cekalan tangannya tapi di ganti dengan menggenggam tangan Tania dan menariknya untuk mendekat ke tempat Leo.


"Maaf lama," ucap Tania seraya duduk di bangku depan Leo, tanpa Tania sadari Leo sedang menahan gejolak marah karena tangan keksihnya digenggam oleh Faza.


"Kenapa dia bisa sama kamu?" tanya Leo mengerasakan rahangnya seraya menatap Faza dengan tatapan tidak suka.


"Dia?" tunjuk Leo ke arah Faza.


"Iya," jawab Faza cepat.


"Gue nggak nanya lo," sengit Leo pada Faza.


"Jangan ribut, bisa?" tanya Tania.


"Ada urusan apa kamu sama dia?" tanya Leo.


"Kita ...." ucapan Tania terpotong.


"Bukan urusan lo," sahut Faza.


"Lo bisa diem nggak sih," sengit Leo.


"Tania, emang penting banget ya kamu ngobrol sama dia?" tanya Leo.


"Banget lah," jawab Faza.


"Za, lo bisa diem nggak," ucap Leo sinis.


"Aku ketemu Faza karena masalah sekolahan aja, enggak lebih" ucap Tania bohong.

__ADS_1


"Oke, aku yang buat rencana ini buat ketemu sama kalian berdua karena ...."


"Maksud lo, Akhh !!" ucapan Faza berubah jadi jeritan karena lengannya Tania cubit, wanita itu kesal karena Faza telah menyela kata-katanya.


"Kamu mau bantu aku 'kan?" tanya Tania menatap Leo membuat Leo tersenyum tipis.


"Apapun itu," ucap Leo.


"Aku tahu dulu Faza itu sahabat kamu juga jadi aku mohon kalian berdua ajak aku ke basecamp kalian hari rabu nanti ...."


"Kamu tahu dari mana kalo kita punya basecamp?" sela Leo bertanya.


"Aku bakal jelasin semuanya di hari kita ketemu lagi dan untuk rekaman yang aku sama kamy bahas kemarin, kamu harus bawa itu juga, sekarang aku nggak punya waktu lagi jadi aku duluan ya. Bye." ucap Tania pergi meninggalkan Leo dan Faza.


Tania berjalan menuju parkiran lalu Tania membuka pintu kemudi dan duduk di jok mobilnya tapi saat Tania akan menjalankan mobilnya tiba-tiba saja Faza membuka pintu di sampingnya kemudian masuo ke dalam mobilnya.


"Lo ngapain ke sini?" tanya Tania bingung.


"Anterin gue pulang," ucap Faza


"Enak aja lo, lo fikir gue siapa lo, Hah!" pekik Tania namun Faza malah menatap Tania dengan senyuman tipis.


"Gak usah marah-marah, jalanin aja mobilnya, oke!" ucap Faza lembut.


"Turun lo," titah Tania.


"Gue nggak bawa kendaraan, Tania." ucap Faza.


"Bodo," sahut Tania tidak perduli.


"Amat," ucap Faza.


"Gilak," umpat Tania.


"Waras," sahut Faza.


"Nggak jelas lo," geram Tania.


"Sangat jelas dong," balas Faza santai.


"Keluar nggak," bentak Tania


"Masuk nggak," balas Faza lagi.


"Serah lo," Tania langsung menjalankan mobilnya tanpa mau berdebat lagi.


"Terima kasih," ucap Faza.


...♒...


...♒...


...♒...

__ADS_1


...... Bersambung .....


__ADS_2