Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 181 (Takdir)


__ADS_3

"Malem ini kamu gak boleh nolak aku karena aku mau ...."


"Apa Kak Kevin tamu yang kamu maksud tadi?" tanya Karamel memotong perkataan Leo sehingga Leo menganggukkan kepalanya.


"Jadi kamu gak keberatan kalo misalkan entar malem Kak Kevin denger suara aku hah?" tanya Karamel dan Leo berdecak sebal karena dirinya tidak akan rela suara indah istrinya nanti di dengar oleh orang lain selain dirinya.


"Woy Bambang, keluar enggak lo sekarang," pekik Kevin lagi dan lagi sampai Leo menoleh ke arah pintu.


"Bacot! Tunggu gue di ruang tengah," pekik Leo.


Leo kembali menatap mata Karamel dengan intens hingga entah kenapa debaran jantung Karamel semakin kencang oleh tatapan itu.


"Aku bakal keluar nemuin...."


"Lah terus aku?" potong Karamel terbata-bata.


Cup! Leo mencium kening Karamel,


"Ganti pakaian dulu Sayang, aku enggak mau mereka liat bentuk tubuh se*y kamu," ucap Leo beranjak bangun dan menarik tubuh Karamel agar duduk sejajar dengannya.


"Tubuh kamu cuma milik aku, orang lain enggak boleh ngelihatnya," ketus Leo hendak beranjak dari tempat duduknya.


"Tubuh aku ya milik aku bukan milik kamu atau orang lain," balas Karamel hingga Leo kembali duduk.


"Kamu milik aku, Kara." sarkas Leo.


"Aku ya milik aku, Leo." entah kenapa di saat seperti ini Karamel malah terus menggoda Leo.


Leo mendekatkan wajahnya pada wajah Karamel hingga refleks Karamel memejamkan matanya,


"Aku suami kamu, aku berhak atas kamu dan juga tubuh kamu sayang ... huff!" bisik Leo menekan perkataannya sembari meniup daun telinganya hingga Karamel bungkam tidak berani menjawab lagi.


"Kamu ... ka-kamu keluar sana, aku mau ganti baju." ucap Karamel tersipu malu sembari menundukkan kepalanya dan Leo hanya tersenyum penuh kemenangan karena istrinya yang duluan menggoda malah merasa malu karena godaan dirinya, dasar wanita.


Cup! Leo mencium kening Karamel lalu Leo keluar dari kamar, di tangga Leo bisa melihat Kevin dan Rendi sedang duduk di ruang keluarga menunggu dirinya.


"Berapa lama lo berdua di sini?" tanya Leo langsung mengambil tempat duduk di depan mereka berdua.

__ADS_1


Keduanya menoleh ke arah Leo, "Enggak lama paling tiga hari doang," sahut Rendi cepat.


"Di suruh Tante Rista?" tanya Leo.


"Om Gio yang nyuruh." jawab Rendi.


"Ke mana Om sama Tante?" tanya Leo dan Rendi melihat Kevin yang hanya diam saja sejak tadi.


"Singapura," sahut Kevin singkat.


"Ke tempat Tante Yara," perjelas Kevin sampai Leo melebarkan matanya marah.


"Cuma ke Singapura, harus banget lo berdua ke sini," sengit Leo tidak suka.


"Kalo bukan Papa yang nyuruh, ogah gue ke sini," desis Kevin juga merasa malas harus datang ke Jakarta.


Ketika di jalanan tadi Kevin mengatakan 'Terpaksa' pada Leo, dan inilah keterpaksaan Kevin yang harus menginap di kediaman keluarga Mahendra karena suruhan papanya.


Hening ....


Rista Shan Zeferino adalah kakak kandung dari Nayarra Shan Mahendra, Rista menikah dengan Sanigio Zeferino dua tahun sebelum Yara dan Prasetya.


Vian, Leo dan Kevin tumbuh bersama di Irlandia selama enam tahun, sampai Gio membangun perusahaan di Bandung, Kevin terpaksa harus berpisah dengan Leo.


Di umur Leo yang ke tujuh tahun, Prasetya memilih stay di Jakarta karena urusan anak cabang perusahaan membutuhkan dirinya namun tidak dengan Vian yang berpisah dengan orang tua dan adiknya karena harus meneruskan sekolahnya di Los Angeles di mana Vian juga tinggal bersama oma kandungnya dari pihak sang papa.


"Karamel bukan istri lo jadi gue harap lo ubah sikap lo yang suka gandeng cewek orang." tukas Kevin tiba-tiba.


"Nyindir masalah yang lama lo," sarkas Leo tahu arah pembicaraan Kevin.


"Walau gue enggak salah, gue pernah minta maaf sama lo, lagi pula cewek lo itu yang kecentilan ngejar-ngejar gue mulu jadi gue harap lo enggak usah be*o karena nyalahin gue mulu demi cewek itu!" balas Leo membuat Kevin mengeraskan rahangnya.


"Jadi selingkuhan aja bangga," ejek Kevin membuat Leo mengepal tangannya.


Ketika Leo menginjak usia 13 tahun dan Kevin menginjak usia 14 tahun. Usia remaja yang sedang menjalin cinta mony*t, Kevin Manuel Zeferino berpacaran dengan seorang wanita di Jakarta yang sangat ia cintai, walau keduanya menjalin hubungan jarak jauh, awalnya tidak ada masalah apapun yang menimpa hubungan keduanya hingga cinta yang Kevin jaga harus kandas kala ada seorang laki-laki merebut kekasihnya itu.


Kala itu kekasih Kevin meminta putus dan Kevin sempat tidak terima lalu mendatangi kekasihnya di Jakarta bahkan Kevin datang ke sekolahan ECHS hanya untuk meminta penjelasan dari kekasihnya.

__ADS_1


Pagi hari Kevin menemukan kekasihnya sedang menggandeng seorang lelaki yang tidak Kevin kenali. Kevin menghampiri mereka lalu tanpa fikir panjang Kevin memukul rahang lelaki itu.


Kevin mencengkram kerah lelaki itu lalu Kevin menghajar kembali lelaki itu tanpa ampun, begitu juga lelaki itu melawan Kevin hingga terjadilah baku hantam di antara keduanya.


Dua minggu kemudian Rista meminta Yara dan Prasetya untuk datang ke Bandung, kala itu kakek Kevin dari pihak sang papa meninggal dunia.


Di sanalah pertemuan Leo dan Kevin kembali mengundang perselisihan, Kevin tidak menyangka lelaki yang menjadi selingkuhan kekasihnya itu adalah sepupu kandungnya sendiri begitu juga Leo yang sangat terkejut mengetahui Kevin adalah sepupunya.


"Di bod*hin cewek langsung down, dasar cemen!" balas Leo tak mau kalah.


Rendi menghela napas malas melihat kedua sepupu kandung yang tidak pernah akur sejak enam tahun yang lalu. Yap, Rendi berada di tengah-tengah mereka saat perselisihan itu terjadi bahkan kedua orang tua Leo dan Kevin meminta Rendi untuk mengakurkan kembali hubungan antar kedua sepupu itu, Rendi pun harus pasrah dan sabar berhadapan dengan dua lelaki gunung es itu.


"Lo berdua bisa enggak sih damai git ...."


"Enggak," potong Kevin dan Leo serentak menjawab.


"Em! Ini nih, masa iya lo berdua mau musuh ..."


"Cih! Bodo amat," lagi-lagi ucapan Rendi terpotong oleh kedua orang itu.


Kevin dan Leo saling memelotot kala ucapan mereka selalu sama, "Makin di dekatin kok kalian berdua makin musuhan sih bukannya baikkan." tukas Rendi mulai kesal.


Keduanya saling buang muka ke arah berlawanan, "Dih! Mimpi kalik," kambali Leo dan Kevin berucap secara bersamaan.


"Leo please, Kevin itu kakak sepupu lo, lo Juga Vin, Leo itu adik sepupu lo jadi kalian berdua damai 'lah. Jangan karena cewek kalian sampai segininya musuhan kayak gini bro." tukas Rendi menahan kesabaran.


"Gue enggak punya sepupu," entah kenapa ucapan keduanya selalu kompak dan itu membuat Rendi sakit kepala membalas sahutan keduanya.


"Ya Allah beban banget ni dua orang, gak kuat gue lama-lama ngadepinnya ....!!!" lirih Rendi mengacak-acak rambutnya hingga berantakan.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


Hai wak-wak reader .....


Jangan lupa dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Dan buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak.


__ADS_2