
"Karena kalian udah baikkan, gue mau putar rekaman ...."
"Tania," panggil Leo membuat semuanya menatap ke arah Leo.
"Sebelum rekaman Sasya buat SALF BADRAD di putar, gue mau terlebih dahulu putar rekaman Sasya buat Aldy," ucap Leo.
"Rekaman apa lagi?" tanya Aldy.
"Sasya udah beberapa kali bilang cinta sama lo ke gue dan gue nggak tahan lihat dia jadi waktu gue dateng ke rumah Sasya, gue rekam semua ungkapan perasaan dia buat lo." ucap Leo memberi handphonenya pada Aldy.
"Gue pernah kirim rekaman ini ke elo tapi lo enggak pernah liat pesan gue, ini bukti terakhir kalo Sasya benar-benar cinta sama lo," ucap Leo membuat Aldy mengambil handphone Leo.
"Apa boleh gue sendirian dengerinnya," pinta Aldy dan di balas anggukan oleh Leo kemudian Aldy mulai beranjak dari duduknya untuk menjauh dari perkumpulan mereka.
.........
Aldy duduk terpisah dari para sahabatnya karena Aldy ingin mendengar rekaman suara Sasya sendirian, pria itu menghela napas panjang sebelum menyalakan rekaman suara Sasya.
"Sya, gue ke sini mau nganterin kue dari Mama buat lo," ucap Leo dalam rekaman itu.
"Kebiasaan buat Sasya ngerasa ngerepotin tapi makasih buat Tante ya, salam juga buat Tante." ucap Sasya.
"Iya sama-sama," sahut Leo
"Sya, gue boleh tanya sesuatu sama lo? Lo masih cinta sama Aldy?" tanya Leo.
"Tumben Leo nanya duluan sama Sasya, biasanya Sasya duluan yang cerita," ucap Sasya.
"Em, gue cuma mau tahu aja gimana perkembangan hati lo, gue harap lo baik-baik aja," ucap Leo.
"Sayangnya enggak! Sasya nggak baik-baik aja," ucap Sasya dalam rekaman itu membuat hati Aldy sakit saat mendengarnya.
"Kenapa lo ngomong kayak gitu, Sya? Bukannya lo sering bilang hati lo selalu tegar," ucap Leo.
"Hati Sasya lemah waktu liat cowok yang Sasya cintai malah dekat dengan cewek lain, Sasya tahu mereka cuma menjalin pertemanan tapi Sasya bohong sama Leo, Sasya pura-pura tegar dan baik-baik aja di hadapan Leo," ucap Sasya semakin perih hati Aldy saat mendengar pengakuan Sasya.
"Sasya bisa ngerasain gimana kalian memperlakukan Sasya sebagai saudara perempuan kalian tapi Sasya selalu mau minta lebih dari satu orang di antara kalian," ucap Sasya.
__ADS_1
"Sasya tahu, Aldy nggak cinta sama Sasya tapi Sasya bakalan selalu cinta sama Aldy sampai Sasya pergi ke alam keabadian." ucap Sasya membuat Aldy menghentikan rekaman suara Sasya
"Sasya aku cinta sama kamu, aku bener-bener cinta sama kamu, melebihi apapun kamu adalah orang pertama yang ada di hati aku, Sya! Maafin aku Sya, aku cowok bodoh yang nggak berani ngungkapin perasaan aky ke kamu," lirih Aldy mencengkeram handphone milik Leo.
.........
"Kok Kak Aldy lama banget ya, apa gue susul aja ya, Za?" bisik Tania pada Faza.
"Buat apaan?" tanya Faza ikut berbisik
"Gue mau tahu keadaan Kak Aldy," ucap Tania.
"Lo bukan dokter, Tania," ucap Faza membuat Tania menatao malas ke arah Faza namun Faza hanya mengedipkan sebelah matanya menggoda sepupunya itu.
"Ehem! Kalian berdua lagi bisikin apaan?" tanya Leo entah pada siapa namun semua orang menatap ke arah Leo termasuk Tania dan Faza.
"Siapa?" tanya Diky namun tatapan Leo mengarah pada Tania dan Faza membuat kedua orang itu saling beradu pandang.
"Kita?" tanya Tania dan Faza serentak.
"Faza tadi nyuruh aku," ucap Tania menuduh Faza sehingga gantian mata Faza yang terbelalak kaget.
"Kapan gue nyuruh lo," sentak Faza.
"Tega lo Za, udah maksa gue buat nyusul Aldy sekarang lo malah nggak mau ngaku," ucap Tania seakan-akan dirinya adalah korban kebohongan Faza.
"Bener-bener lo ya ...."
"Ngapain lo nyuruh Tania nyusul Aldy?" tanya Leo memotong perkataan Faza.
"Lo percaya sama tuduhan dia?" tanya Faza.
"Tania nggak mungkin bohong," ucap Leo membuat Tania tersenyum senang karena dapat pembelaan dari Leo, sedangkan Faza di buat berdecak sebal.
"Ngomong kalo gue nggak nyuruh lo ataupun maksa lo tadi," ucap Faza menatap Tania.
"Kenapa gue ...." ucapan Tania berhenti saat ia melihat Aldy berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
"Em! Faza nggak salah," ucap Tania.
"Kamu bilang ...."
"Aldy dateng, jangan ribut lagi ya," ucap Tania sehingga Leo diam. Ralat, semuanya menjadi diam.
Dengan raut wajah yang tidak bersemangat, Aldy duduk di tempatnya semula lalu ia menyerahkan handphone Leo pada pemiliknya.
"Udah selesai denger rekamannya?" tanya Adit.
"Udah," jawab Aldy.
"Sekarang rekaman Sasya buat SALF BADRAD, putar sekarang Tan!" ucap Adit.
"Oke gue putar," ucap Tania meletakkan handphonenya di tengah-tengah perkumpulan mereka kemudian. Klik!
"Assalamualaikum SALF BADRAD, Apa kabar semuanya? Sasya harap kalian baik-baik aja ya, Sasya pasti bakal rindu banget sama tingkah kalian yang selalu buat Sasya emosi tingkat dewa, hehe! Maaf ya Sasya sering marah, bawel bahkan enggak jarang Sasya juga suka ngehukum kalian, Sasya ngelakuin itu semua karena Sasya sayang sama kalian, Sasya nggak mau kalian berantem karena Sasya takut kalian jadi musuhan gara-gara hal sepele. Udah banyak kenangan indah yang pernah kita lalui sampai Sasya ingat satu hal tentang kita, pada ingat nggak? Di basecamp SALF BADRAD, kita pernah di kejar empat anjin*, enggak tahu udah berapa jam kalian susah karena Sasya ngeluh terus dan beberapa kali juga kalian gantian buat gendong Sasya sampai lolos dari anjin*-anjin* itu tapi waktu kita udah lolos dari kejaran anjin* itu, kita malah ketawa dong, emang rada gesrek ya otak kita di kejar anjin* bukannya ngerasa ketakutan tapi malah ketawa karena menganggap semuanya seru haha, sayang loh kalo semua kenangan indah kita di hancurin gitu aja." ucap Sasya dalam rekaman mrmbuat yang lain tertegun saat mendengar suara Sasya yang begitu bersemangat menceritakan kenangan mereka di masa lalu.
"Sasya minta maaf sama kalian karena selama ini Sasya buat kalian terbebani, Sasya sayang kalian semua. Aldy, Leo, Faza, Rio, Abdi, Diky, Adit, Dito sama Bobby akan selalu ada di hati Sasya. Sasya bahagia karena pernah jadi bagian dalam hidup kalian tapi maaf Sasya akan pergi dari kehidupan kalian untuk selamanya, yeah untuk selamanya." ucap Sasya terdengar ada suara tangisan kecil sehingga kesembilan laki-laki itu serentak menundukkan kepala lemah saat Sasya menjeda perkatannya.
"Sasya menderita penyakit kanker paru-paru stadium akhir, udah bertahun-tahun Sasya sembunyiin penyakit Sasya ini, Sasya dulu yakin bisa sembuh tapi waktu kelas lima, Sasya berobat rutin tiap bulan selama satu tahun di Bandung. Dan ternyata Sasya di nyatakan enggak ada harapan lagi bahkan umur Sasya paling lama sekitar empat tahunan lagi dan Sasya harus terima itu." ucap Sasya.
"Kenapa lo sembunyiin ini semua dari kita, Sya?" Tania mendengar gumaman Faza.
"Kita kenal udah dari kelas tiga sdbdan Sasya dapet penyakitnya dari kelas dua sd, kalian inget nggak waktu kita kelas empat sd untuk pertama kalinya liat Sasya mimisan di depan kalian, waktu itu Sasya bilang sama kalian kalo Sasya lagi demam. Sasya bohong, Sasya nggak demam tapi Sasya sakit parah, penyakit Sasya baru menginjak stadium tiga makanya Sasya sering izin sakit waktu sd." ucap Sasya.
"Nggak heran kok kenapa Sasya dapet penyakit cepet banget ke stadum tiga, Sasya bandel dan nggak pernah mau ikut aturan rumah sakit jadi penyakit Sasya semakin hari semakin ganas sampai hingga Sasya kelas lima sd penyakit Sasya sampai ke stadium akhir dan dari sana umur Sasya di hitung untuk empat tahun ke depan. Apakah Sasya ngerasa Sakit? Tentu Sasya ngerasa sakit tapi bukan atas penyakit Sasya melainkan umur Sasya yang nggak akan lama lagi, Sasya takut jauh dari kalian semua tapi Sasya harus berserah diri sama Tuhan. Semua ini udah jadi rencana Tuhan buat Sasya jauh dari kalian, maaf karena Sasya akan pergi ke alam keabadian. Sasya sayang kalian, jaga SALF BADRAD untuk Sasya. Assalamualaikum semuanya." salam Akhir Sasya kemudian Tania mengambil handphonenya.
"Kalian harus bisa pertahanin SALF BADRAD demi Sasya, jangan buat dia kecewa," ucap Tania mengangkat kepalanya menatap ke arah langit.
.......
.......
.......
..... Bersambung .....
__ADS_1