
Di ruang tamu rombongan SALF BADRAD serta Karamel tengah berkumpul sedangkan para orang tua berkumpul dan berbincang di ruang keluarga.
"Udah jam sembilan malem, nggak mungkin Leo ada urusan selama ini 'kan," ucap Karamel datar.
"Mungkin Leo balik ke Jakarta," ucap Kenzi.
"Kenapa gitu?" tanya Bobby.
"Seminggu yang lalu Leo pernah cerita tentang masalah keluarganya, dia bilang bokapnya ngasih dia dua pilihan, pilihan pertama nerusin bisnis bokapnya dan ikut orang tuanya pergi ke luar negeri atau pilihan kedua netap di Indonesia tapi kedua orang tua dua pergi jauh dari dia." jelas Kenzi.
Karamel mengerutkan dahinya seraya mengeraskan rahangnya, detak jantung wanita itu berdegup dua kali lebih cepat bahkan telapak tangan sebelah kanannya mulai berkeringat.
"Leo milih tinggal di Indonesia, dia bilang dia nggak bisa jauh dari orang yang dia sayang dan orang yang dia sayang itu Karamel, dia tinggal di Indonesia demi Karamel." ucap Kenzi membuat tangan Karamel semakin berkeringat.
"Dia biarin orang tuanya pergi demi gue?" tanya Karamel menatap Kenzi dan Kenzi menganggukkan kepalanya.
"Kalo Leo udah ngambil keputusan, ngapain dia balik lagi ke Jakarta," ucap Adit.
"Mungkin dia ada urusan sama nyokapnya," sahut Abdi.
"Gue mau ke Jakarta sekarang," ucap Karamel membuat kedelapan laki-laki yang ada di sana tersentak.
"Jangan gila lo, Ra." ucap Faza.
"Apanya yang gila? Gue mau balik ke Jakarta karena gue mau ketemu sama cowok gue, salah emang?" tanya Karamel menatap Faza.
"Lo mau ketemu Leo di jam tengah malem?" tanya Kenzi membuat Karamel diam. Benar juga, jika mereka pulang sekarang, sampai di Jakarta pasti di jam tengah malam nanti.
"Besok pagi aja kita pulang," ucap Faza dan Karamel mengangguk patuh.
.........
Pagi ini Karamel serta rombongan SALF BADRAD berpamitan dengan sang kakek dan nenek untuk pulang ke Jakarta, setelah itu mereka berangkat dengan mobil Karamel yang berada di depan sedangkan rombongan SALF BADRAD berada di belakang mobil Karamel.
Rombongan SALF BADRAD di buat geleng-geleng kepala karena Karamel membawa mobil dengan kecepatan lumayan tinggi, wanita itu seakan-akan menjadikan jalanan raya yang ramai kendaraan seperti area balapan mobil.
Setelah perjalanan panjang, baik Karamel maupun rombongan SALF BADRAD tidak pulang ke rumah mereka masing-masing, mereka langsung menuju kediaman Leo untuk meminta penjelasan kenapa pria itu tidak mengabari mereka saat kembalu ke Jakarta.
"Sepi banget ni rumah," gumam Karamel pasalnya saat Karamel pernah sekali datang ke rumag Leo, ada beberapa bodyguard yang berjaga namun sekarang malah tidak ada satupun yang berjaga.
"Biasa, nyokap sama bokapnya 'kan udah pergi," sahut Kenzi namun tetap saja aneh bagi Karamel.
Kenzi dan yang lainnya memencet bel sembari berteriak memanggil nama Leo hingga bermenit-menit lamanya security rumah Leo akhirnya keluar membuka gerbang rumah Leo kemudian secutity rumah Leo bertanya kenapa para sahabat Leo berkumpul di depan gerbang.
"Mau cari Leo, Pak, Leonya ada?" tanya Adit.
"Den Leo kemarin udah pergi toh, Den Adit." ucap secutity rumah Leo yaitu dunia pak Tejo.
"Iya, kemaren dia pergi sama kita ke Bandung tapi dia pulang lagi ke Jakarta sendirian, Pak Tejo." ucap Diky.
"Iyo, Den Leo emang pulang ke rumah lagi kemaren tapi abis itu Den Leo pergi lagi sama Tuan dan Nyonya," jelas pak Tejo membuat mereka semua tersentak kaget, begitu juga dengan Karamel.
"Den Leo pergi lagi sama Tuan dan Nyonya?!"
"Pergi lagi sama Tuan dan Nyonya?!"
"Dia bilang bokapnya ngasih dia dua pilihan,"
__ADS_1
"Pilihan pertama nerusin bisnis bokapnya dan ikut orang tuanya pergi ke luar negeri atau pilihan kedua netap di Indonesia tapi kedua orang tua dua pergi jauh dari,"
"Leo milih tinggal di Indonesia demi Karamel,"
Ucapan pak Tejo dan Kenzi tiba-tiba terngiang-ngiang di fikiran Karamel, Leo pergi dengan kedua orang tuanya, dia pergi tanpa memberitahu Karamel dan tanpa menemui Karamel terlebih dahulu.
"Kapan mereka pergi, Pak?" tanya Diky.
"Kemaren," jawab pak Tejo.
"Pak Tejo tahu mereka pergi ke mana?" tanya Kenzi.
"Kalo so'al itu, Tuan dan Nyonya enggak kasih tahu, Den." ucap pak Tejo membuat mata Karamel terpenjam kuat, kalaupun Leo lebih memilih pergi dengan orang tuanya, dia pasti akan memberi kabar pada Karamel namun kenapa kini tidak?
"Erggg!" Karamel menjadi kesal sendiri, wanita itu berlari tanpa di ketahui semua orang.
"I am giving you a chance to get my love again. but, why did you go, Leo!" gumam Karamel berhenti berlari dan duduk di trotoar.
"Aku ngehargain keputusan kamu tapi seenggaknya kamu ngasih kabar Leo, kamu dateng ke Bandung buat ketemu sama aku tapi kenapa kamu malah pergi ninggalin aku, apa yang buat kamu berubah fikiran, Leo? Apa?" gumam Karamel mengepal tangannya kuat, wanita itu masih tidak percaya Leo pergi tanpa berpamitan dengannya.
My Lion (13 : 22)
Kara, Maafin aku sayang
Karamel tiba-tiba teringat akan pesan terakhir Leo, kata maaf yang di kirimkan kekasihnya itu membuat Karamel mengerti sekarang, ia mengerti kenapa kekasihnya itu mengucapkan kata maaf untuk dirinya.
Tes! Untuk kedua kalinya Karamel menangisi Leo, menangisi kepergian Leo.
"Kara," pekik beberapa rombongan SALF BADRAD.
"Gue nggak apa-apa," ucap Karamel menghapus air matanya namun masih ada yang menetes dari pelupuk matanya.
"Dia udah pergi," ucap Karamel menatap mata Kenzi membuat Kenzi mengeraskan rahangnya dan memeluk tubuh Karamel. Sial! Tindakkan Kenzi malah membuat Karamep menangis hingga terisak.
"Kenapa dia cuma ngomong maaf ke gue? Kenapa dia enggak bilang kalo dia ikut orang tua dia pergi? Dia jauh dari gue Kak, dia udah pergi jauh." tangis pilu Karamel karena ia tahu kepergian Leo tidak akan mungkin hanya sebentar, entah kapan kekasihnya itu akan kembali ke sisinya lagi.
"Sial! Kenapa kepala gue sakit banget," batin Karamel kemudian ia mengangkat kepalanya dari dada bidang Kenzi lalu ia menghapus air matanya dan berhenti menangis.
"Gue cengeng ya?" tanya Karamel merasa sedikit malu karena ini kali pertamanya ia menangis di depan mereka semua membuat kedelapan pemuda itu tersenyum gemas.
"Leo cuma pergi, gue yakin dia pasti bakal balik ke sisi lo lagi," ucap Kenzi dan Karamel menganggukkan kepalanya.
"Mau pulang," pinta Karamel.
"Tunggu sini, gue ambil mobil lo dulu," ucap Kenzi kemudian berlari mengambil mobil Karamel begitu juga yang lainnya kecuali Faza dan Adit.
"Aza, Ara ngantuk," lirih Karamel entah kenapa matanya terasa berat sekali ingin tidur.
"Jangan tidur di sini, bentar lagi mobilnya sampai ya, Kar." ucap Adit dan Karamel menganggukkan kepalanya pelan, hingga tak lama kemudian kenzi datang membawa mobil Karamel.
"Ayo naik," suruh Kenzi hingga Karamel dan Adit masuk ke dalam mobil bagian jok belakang sedangkan yang lainnya naik motor.
"Motor lo berdua gimana?" tanya Karamel pada Kenzi dan Adit membuat Adit menatap Kenzi.
"Nanti di ambil," ucap Kenzi.
"Tidur sini," ucap Adit yang duduk di samping Karamel menawarkan pundaknya hingga Karamel meletakan kepalanya di pudak Adit, Karamel memejamkan matanya, suara di sekeliling wanita itu mulai memudar, matanya juga sudah semakin berat, berat dan berat lalu hilang.
__ADS_1
...........
Karamel terbangun dari tidurnya, namun tubuh wanita itu malah terasa lemas, apa yang terjadi sebenernya? Karamel memegangi kepalanya yang terasa sangat berat tapi tunggu, apa ini? Kenapa tangan kiri wanita itu terpasang jarum infus?
Ckrek ....
Karamel menoleh ke arah pintu, seseorang laki-laki berpakaian jas putih masuk menghampiri Karamel di ikuti oleh Faza, Kenzi, om Glenn dan tante Santi.
"Kamu udah bangun sayang?" ucap Santi senang karena Karamel sudah sadarkan diri, kemudian sang dokter memeriksa keadaan Karamel.
"Bagaimana keadaan keponakan saya, Dok?" tanya tante Santi tampak khawatir.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Nyonya. demamnya sudah mulai menurun, nona Kara hanya butuh banyak-banyak istirahat agar bisa kembali beraktifitas," ucap sang dokter.
"Lalu infusnya bagaimana, Dok?" tanya Kenzi.
"Setelah cairan infusnya habis kami akan kembali untuk melepasnya," ucap sang dokter.
"Baiklah, kami akan mengabari anda jika cairannya sudah habis, Dok." ucap Glenn kemudian dokter itu pamit pulang dan di antar oleh Glenn.
"Lo enggak lupa ingetan 'kan?" tanya Faza karena Karamel hanya diam menatap wajah-wajah di sekitarnya.
"Gue kenapa?" tanya Karamel
"Waktu itu lo pingsan di pangkuan Adit," ucap Kenzi mengingat di mana Karamel merasa tidak nyaman tiduran di pundak Adit, alhasil Karamel tidur di pangkuan Adit namun saat sudah sampai rumah, Karamel malah pingsan dan sudah empat hari Karamel tidak sadarkan diri karena demam.
.........
Tiga hari kemudian Karamel sudah sembuh total, wanita itu sudah bisa tersenyum kembali walau di dalam hati wanita itu masih terasa sakit karena kekasihnya tidak ada di sisinya.
Yeah, Leo benar-benar pergi meninggalkan Karamel, Kenzi sudah mencari tahu keberadaan Leo melalui IT terbaiknya tapi hasilnya tetap tidak bisa di temukan.
Penerbangan atas nama Cleo Rendra Agata di temukan mendarat di Singapura tapi saat pencarian di negara itu nama Cleo Rendra Agata tidak di temukan juga keberadaannya.
Semua kontak dan sosial media atas nama Cleo telah terblokir, Leo seakan-akan sudah merencanakan ini semuanya dengan sangat matang, mungkin saja di Singapura Leo telah mengubah nama paspornya atau mungkin Leo melakukan cara lain agar namanya tidak terdeteksi oleh siapa pun.
"Kenapa Leo?" gumam Karamel bertanya-tanya kenapa Leo seakan-akan sengaja pergi jauh darinya.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Wak-wak reader patah hati? Jangan serbu author Cici ya wak-wak readerku, hehehe.
Perjalanan Karamel masih panjang kok, dan konflik terbaru juga akan di mulai di part selanjutnya.
Pasti pada penasaran kan?? .... 😌
Makanya dukung terus author Cici biar tambah semangat buat mengolok-olok perasaan kalian para wak-wak readeku 😆
Canda doang kok, 😁 maksudnya tambah semangat buat berkarya gitu 😙
Happy Reading .....
__ADS_1