Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 54


__ADS_3

Orang itu mengarahkan pandangannya untuk menatap Tania membuat Tania tersenyum miring dan mengangkat jari jempolnya kemudian ia balikkan ke bawah, itu adalah tanda Tania sedang meremehkan lawannya.


Namun saat orang itu membuka kaca helmnya mata Tania langsung membulat karena ternyata lawan wanita itu adalah kakaknya sendiri


"Pasti bisa, pasti bisa," gumam Tania masuk ke dalam mobil balapnya kemudiam mereka memulai balapan dengan tiga lap atau tiga putaran, tapi sungguh sial Tania kalah dari kakaknya.


"Tumben gue kalah," gumam Tania keluar dari mobilnya, selama ini dirinya terlalu sering mengalahkan kakaknya tapi apa yang terjadi hari ini? Dirinya kalah dari kakaknya?


"Bocah, sini lo," pekik Aldy hingga Tania menghampiri Aldy dengan perasaan dongkol karena kalah.


"Selamat atas kekalahannya, adikku tercinta," ucap Aldy memeluk Tania seraya menepuk-nepuk pundak wanita itu dengan sangat kuat.


"Selamat atas kemenangannya wahai kakakku yang terbod*h," balas Tania melepas paksa pelukan Aldy kemudia ia pergi meninggalkan kakaknya.


.........


Pagi selasa, Tania mengklakson mobilnya di gerbang depan rumah Faza tapi sejak beberapa menit yang lalu tidak ada respon apapun dari si pemilik rumah bahkan saat Tania menghubungi Faza beberapa kali, si pak ketos tidak mengangkat teleponnya.


Hingga mau tak mau Tania keluar dari mobilnya dan memencet bel gerbang rumahnya sampai berpuluh-puluh kali, tak lupa pupa Tania berteriak memanggip nama Faza


"Mana si tu anak bebek, lama banget enggak keluar-keluar," gerutu Tania seraya bersandar di gerbang rumah Faza.


"Cari siapa, Mbak?" tanya seseorang dari dalam membuat Tania tersenyum dan memutar tubuhnya untuk bertanya pada security rumah itu.


"Cari Faza, Pak ... Faza?!" ucap Tania pelan di awal kemudian meninggi di akhir.


"Pak Faza, lo kira gue udah tua apa," bentak Faza seraya membuka gerbang rumahnya.


"Ngapain aja lo di dalem, lama banget keluarnya?" tanya Tania kesal namun Faza malah tersenyum sinis dan berjalan melewati Tania.


"Mau ke mana lo?" pekik Tania sehingga Faza memutar tubuhnya menghadap Tania tanpa menghentikan langkah kakinya menuju mobil Tania.


"Bukannya semalem lo nangis gara-gara mau barangkat bareng," ucap Faza membuat Tania memelotot, jelas-jelas semalam Tania hanya menawarkan jasa tebengan karena motor Faza sedang berada di bengkel.


"Nih lo yang bawa mobil tapi sampai di pembuangan sampah nanti berhenti," ucap Tania menyodorkan kontak mobilnya kepada Faza.

__ADS_1


"Buat apa?" tanya Faza mengerutkan dahinya seraya menerima kontak mobil Tania.


"Buat buang lo Pak ketos," ucap Tania seraya tersenyum lebar, Faza terdiam menatap wajah Tania yang asli, sungguh cantik ciptaan Tuhan.


"Boleh tapi gantinya lo jadi ...." ucapan Faza terhenti kala dirinya menatap dalam mata Tania membuat senyum Tania pudar, kemudian Faza mendekatkan bibirnya ke telinga sebelah kanan Tania sehingga napas wanita itu tercekat di buatnya.


"Babu gue," pekik Faza membuat Tania tersentak kaget hingga menutup kedua matanya kuat kemudian Faza cepat-cepat masuk ke dalam mobil.


"Faza set*n !!" pekik Tania mengusap-usap telinganya yang berdengung membuat Faza tertawa di dalam mobil.


.........


Setelah mereka sampai di sekolahan, Faza berpura-pura tuli saat Tania menyuruhnya untuk memarkirkan mobil di luar sekolah, pria itu langsung memasukkan mobil Tania di parkiran sekolah tanpa bisa Tania cegah.


"Ni anak di kasih hati malah minta jantung lo ya," kesal Tania kala dirinya telah terbaik hati mengajak Faza untuk berangkat sekolah bersama tapi pria itu malah seenak jidatnya saja memasukkan mobip Tania ke dalam sekolahan.


"Gue males jalan dari luar," ucap Faza.


"Nyesel gue ngajak lo bareng," ucap Tania jujur dari dalam lubuk hatinya, karena Faza sama menyebalkannya seperti Aldy.


"Turun lo," usir Tania membuat Faza berdecih tapi tak urung pria itu keluar dari mobil.


"Dasar anak set*n," umpat Tania mengeluarkan semua barang-barang yang ingin ia pasang di wajahnya.


.........


Saat bel istirahat, ketiga sahabat Tania memaksa Tania untuk pergi ke kantin bersama tapi menolak ajakan mereka karena memang selama ini mereka tidak pernah pergi ke kantin bersama.


Tania meninggalkan ketiga sahabatnya ke perpustakaan tapi tujuan wanita itu bukan untuk membaca buku, melainkan untuk bermain game mobile legend hingga sudah cukup lama Tania bermain dan suasana permainan wanita itu sedang dalam mode ketegangan menuju kemenangan tiba-tiba saja ada pesan masuk dari nomor yang tidak Tania kenal.


Tania mengabaikan pesan tidak penting itu, tapi sungguh menyebalkan, sepertinya pemilik nomor itu tidak menyerah dan malah menelepon Tanua, dengan cepat Tania menolak panggilan itu tapi dia kembali menelepon Tania hingga.


...DEFEAT...


"Kam*ret kalah gue," umpat Tania kesal sekesal-kesalnya.

__ADS_1


"Siapa sih nih orang, ganggu gue lagi main aja," umpat Tania membuka pesan dari nomor tidak di kenal itu dengan perasaan yang dongkol.


082******* (11 : 36)


Apa kabar little girl Karamoy?


"Apa kabar, little girl Karamoy? ... kepo banget idup lo ...." Tania membaca pesannya dengan kesal namun sedetik kemudian ia tidak menyelesaikan kata-katanya karena terkejut, mata wanita itu mengerjap dua kali sebelum dirinya kembalu membaca pesan itu.


"Ini benaran dia?" gumam Tania dengan rasa percaya tak percaya.


"Babas," gumam Tania memanggil namanya.


Babas? Dia adalah sahabat masa kecil Tania saat di Amerika dulu, Tania memanggil sahabatnya dengan panggilan Babas karena memang itu panggilan istimewanya tapi sialnya Tania lupa akan nama asli sahabatnya itu.


^^^Tania _ Jakarta (11 :40)^^^


^^^Kau 'kah itu? ...^^^


^^^Di mana?^^^


Tania membalas pesan itu, dirinya merasa yakin itu adalah sahabatnya tapi ada sedikit keraguan juga karena sahabatnya itu sudah menghilang selama bertahun-tahun.


"Kok nggak di balas sih," gerutu Tania kesal karena tidak mendapatkan balasan lagi dari pemilik nomor asing itu.


"Aku sudah mendapatkan dua pesan yang sama dengan panggilan yang sama juga yaitu little girl Karamoy, aku yakin itu adalah kau karena selama ini tidak ada orang lain selain dirimu yang memanggilku dengan panggilan little girl Karamoy, aku mohon balas pesanku Bas, beritahu aku bahwa kau memang Babas sahabat masa kecilku." batin Tania menatap layar handphonenya berharap si pemilik nomor akan membalas pesannya.


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...✨✨✨Bersambung ✨✨✨...


__ADS_2