Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 194 (Takdir)


__ADS_3

Di kediaman keluarga Mahendra, Becca menunjukkan hasil dari penyelidikannya semalam, menurut setiap titik mereka yang terlihat sudah di pastinya sekarang Damyan maupun Clara hanya menargetkan satu orang dan dia adalah Karamel.


Namun ada dua titik merah di sekitar Leo, apakah Leo masih di incar juga? Atau kedua ayah dan anak itu ingin mengawasi Leo agar tidak mengagalkan rencana mereka.


"Dengaer ini Bos," ucap Becca memberikan headset ke Karamel.


Karamel mendengar dengan jelas percakapan antar Damyan dan Clara yang di dengar Becca semalam.


Karamel merasa sangat marah karena Clara menyebut almarhum anaknya sebagai karma buruk atas perbuatan buruknya.


"Gue enggak kenal sama Damyan tapi yang gue denger dari percakapan mereka, kayaknya Damyan orang yang bijaksana, dia tau bedanya letak kebenaran dan kesalahan seseorang termasuk anaknya." ucap Karamel membuat Becca mengerutkan dahi tidak mengerti.


"Kalo bener ayahnya Clara cuma di hasut sama anaknya, gue enggak mau Damyan dapet ganjaran dari perbuatan anaknya." ucap Karamel mengingat masa lalu grandpa Berrold di dunua gelap hingga di masa depan grandma Berrty harus mendapatkan ganjaran dari perbuatan sang grandpa.


"Kenapa lo jadi perduli sama bapaknya tu nenek lampir?" tanya Becca.


"Kejadian masa lalu yang buat gue kayak gini," jawab Karamel sekenanya saja.


"Tapi keselamatan nyawa lo juga harus lo fikirin Bos," ucap Becca.


"Em! Gu paham, Becca. Malem ini ada pesta ulang tahun anaknya rekan bisnis papa Prasetya, gue sama Leo bakal hadir tapi ...."


"Gue bakal suruh Daniel perketat pengawal lo," potong Becca sudah paham dengan apa yang akan di perintah oleh sang nona bosnya itu.


..............................


Jeffry dan para karyawan sedikit mengintip dari pintu, seketika keringat panas dingin bercucuran kala melihat sang bos sedang memarahi dua supervisor laki-laki.


Plak ....


"Apakah ini hasil kinerja dari tim kalian? Waktu dua minggu dengan hasil yang jelek seperti ini, lebih baik kalian buang saja di kotak sampah." pekik Leo melempar beberapa lembar proposal ke lantai.


"Tidak berguna, apa kalian tidak bisa fokus dalam bekerja." bentak Leo lagi.


"Ma-maaf Pak ...."


"Jika kinerja kalian menjadi rendah seperti ini, tidak ada gunanya kalian bertahan di perusahaan ini," sentak Leo membuat sekujur tubuh kedua supervisor itu bergetar kuat


Di luar ruangan CEO Rendra, Jeffry tampak merasa gelisah pasalnya jika sang bos sedang tidak berfikir jernih seperti sekarang dan langsung alas pecat karyawan, perusahaan yang sudah di bangun selama berpuluh-puluh tahun dengan perkembangan dan reputasi yang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kehancuran mungkin kini bisa saja langsung kacau balau karena berkurangnya karyawan-karyawan hebat dalam perusahaan.


"Anda lihat sendiri 'kan Pak, sebentar lagi akan ada yang di pecat oleh CEO kita, Pak." ucap salah satu karyawan perempuan.


"Bantu kami Pak, setelah ini giliran kami hua ...." rengek salah satu supervisor laki-laki.


"Baiklah aku akan mencari cara," ucap Jeffry.


"Bagimana bagaimana bagaimana, oh ayolah bagaimana aku harus mengatasi semua ini?" batin Jeffry kebingungan.


"Nyonya Kara," terlintas di fikiran Jeffry tentang besar cintanya Leo kepada Karamel.


"Aku harus menelepon Nyonya sekarang," sarkas Jeffry langsung menghubungi Karamel.


"Halo,"


"Nyonya, tolong bantu kami Nyonya." rengek Jeffry dengan nada suara yang cukup keras hingga karamel terkejut menjauhkan handphonenya dari telinga.

__ADS_1


''Ada apa denganmu, kenapa kau berteriak meminta bantuan hah?" tanya Karamel mengusap-usap telinganya.


"Nyonya hanya anda satu-satunya harapan agar perusahaan ini tetap utuh, aku mohon bantu kami Nyonya." rengek Jeffry seperti anak kecil.


"Apa maksudmu aku tidak mengerti?" sahut Karamel.


"Tuan memecat para karyawan di perusahaan ini Nyonya," ucap Jeffry setengah-setengah.


"Apa maksudmu? Kenapa suamiku melakukan itu?" tanya Karamel pula.


"Aku tidak tau Nyonya, sejak pagi suasana hati Tuan terlihat tidak baik dan sekarang para karyawan menjadi sasaran amarah Tuan." ucap Jeffry.


"Marah?" beo Karamel.


"Benar Nyonya, satu-satunya cara anda harus bicara dengan Tuan, aku yakin Tuan akan mendengarkan semua ucapan Nyonya," ucap Jeffry.


"Dasar laki-laki bod*h," umpat Karamel.


"Baiklah baiklah aku akan menghubunginya," ucap Karamel langsung mematikan sambungan teleponnya.


.........


"Siapa yang laki-laki bod*h, Bos?" tanya Becca.


"Suami gue," sahut Karamel tanpa menatap Becca.


"Kakak ipar 'kan polar prince jadi mana mungkin kakak ipar bod*h," ucap Becca membuat Karamel membulatkan matanya.


"Lo ...."


"Gue pengawal tersembunyi lo jadi gue tau kakak ipar itu pimpinan mafia nomor satu," sela Becca cepat.


"Di mana lo nikah? Rumah besar yang gerbangnya warna emas itu?" tanya Becca ketus.


"Ah! Lo enggak bisa masuk ya waktu itu." ucap Karamel baru ingat rumah tertua Del Nixon tidak sembarangan orang bisa masuk.


..............................


"Jika kalian tidak berniat bekerja di perusahaan ini lagi, dengan senang hati perusahan ini akan menendang kalian keluar dari sini sekarang ...." Leo berhenti bicara saat melihat handphonenya yang bergetar di meja menampilkan tulisan 'Istri tercinta'


Leo langsung menggapai handphonenya lalu Leo menyuruh kedua supervisor itu untuk keluar.


"Kenapa? Aku lagi sibuk!" ucap Leo setelah mengangkat teleponnya.


"Sesibuk itu?" tanya Karamel.


"Em!" sahut Leo


"Aku mau minta maaf," ucap Karamel membuat Leo terdiam lama. Maksudnya maaf untuk apa?


"Aku akui tadi pagi aku ngerasa cemburu karena kamu terang-terangan nyeritain cewek lain di depan aku," ucap Karamel membuat Leo tersenyum tipis.


"Aku tau kamu pasti sengaja pengen buat aku cemburu makanya aku mau bales kamu pake ancaman tadi pagi tapi jujur di rumah aku ngerasa gelisah karna mikirin kamu, aku takut kamu gak fokus kerja gara-gara inget ancaman aku tadi pagi." tambah Karamel dengan suara parau.


Entah kenapa sekarang Leo merasa senang, walau awalnya memang benar dirinya mulai frustasi memarkirkan ancaman sang istri tapi sekarang Leo merasa tenang akan penjelasan sang istri yang ternyata terbawa api cemburu semata.

__ADS_1


"Tadi pagi kamu udah buat aku frustasi karena ngeliat milik kamu yang se*y tanpa pakaian, gimana kamu mau tanggung jawab hem?" Leo malah ingin Karamel bertanggung jawab.


"Dih ogah banget ... A em ma-maksud aku apa aku harus tanggung jawab?" tanya Karamel.


"Kalo gitu aku gak akan maafin kamu," ucap Leo membuat Karamel mengumpat di dalam hati ingin mencekik leher Leo.


"Oke, gimana kalo aku masakin makanan kesukaan ...."


"Aku mau kamu, sayang," potong Leo dengan suara sensual.


"Leo," pekik Karamel merasa kesal.


"Kamu mau aku maafin gak?' tanya Leo membuat Karamel geregetan.


"Oke suami gantengnya aku," ucap Karamel terdengar sangat terpaksa.


"Ya udah, aku tutup teleponnya ya," ketus Karamel.


"Semangat kerja suamiku, i love you." ucap Karamel langsung mematikan sambungan teleponnya.


"I love you too my wife." gumam Leo tersenyum lebar menatap layar handphonenya.


..............................


Becca tertawa terbahak-bahak kala melihat raut wajah merah sang nona bos, sedangkan Karamel merasa sangat-sangat menyesal karena sudah menglospeker percakapannya dengan sang suami hingga sekarang Becca tertawa mengejek dirinya.


"Udah Becca, enggak lucu." kesal Karamel.


"Ternyata kakak ipar cerdik ya ngambil keuntungan dari permintaan maaf lo Bos ... hahaha!" ejek Becca terus tertawa.


"Apa lo fikir gue beneran mau minta maaf sama dia! Hem?" tanya Karamel membuat tawa Becca berhenti.


"Maksud lo?" tanya Becca.


"Ck! kalo bukan karena Leo buat para karyawan kehilangan perkerjaannya, gue juga enggak bakalan telepon dia." sarkas Karamel.


"Jadi kakak ipar pecat para karyawannya ...."


"Em! Gue yakin Leo bad mood pasti gara-gara ancaman gue tadi pagi, so gue harus pura-pura minta maaf biar suasana hati dia enggak kacau lagi." potong Karamel.


"Dan lo mau tau apa? Leo paling enggak suka lihat gue berpakaian terbuka jadi malem ini gue bakal buat dia frustasi karena ngelihat istrinya berpakaian se*y." ucap Karamel membuat Becca melongo.


"Lah bukannya kita baru bahas so'al pakaian yang bakal lo pakai entar malam terus kenapa sekarang ...."


"Becca, gue ini bos lo jadi lo tinggal lakuin yang harus lo lakuin dan gue bakal ngelakuin apa yang bakal gue lakuin. Paham lo!" ucap Karamel.


"Tapi 'kan pakaian yang mau lo pakai itu bakal ...." ucapan Becca terpotong.


"Shht! Gue tau," ucap Karamel.


.......


.......


.......

__ADS_1


...::: Bersambung :::...


Hayo pada penasaran enggak sama omongan Becca yang kepotong?


__ADS_2