
Sepasang suami-istri baru saja sampai di rumah sang kakak dari sang suamu tapi saat mereka berdua melihat rumah itu tampak sepi seperti tidak berpenghuni.
"Apa Kakak sedang tidak ada di rumah?" gumam Vitori Glenn Ramora.
Glenn adalah suami dari Santi dan ayah kandung dari Faza yang memiliki sifat baik, ramah, dan kadang juga dingin. Glenn mempunyai perusahaan sendiri yaitu Ramora Croph namun karena sang ayah menyerahkan perusahaan tersebarnya di Malaysia yaitu Ramo Crishtopus maka Glenn sekarang menjalankan perusahaan yang di Malaysia dan menyerahkan semua urusan perusahaan lamanya pada tangan kanannya.
"Biar aku hubungi keponakan kita dulu, Mas." sahut Asanti Ramora menelepon sang keponakan.
Santi adalah istri dari Glenn dan Bunda dari Faza yang memiliki sifat penyayang dan lebut pada semua orang. Santi berasal dari keluarga sederhana yang tidak memiliki kekuasaan apa-apa sehingga di setiap harinya Santi hanya menjadi ibu rumah tangga saja.
"Halo, sayang." Santi tersenyum lebar menyapa keponakan laki-lakinya itu.
"Halo Tante." sahut Kenzi ramah.
"Kamu sama adik kamu di mana sekarang? Kenapa rumah sepi banget?" tanya Santi membuay Aldy menganga di seberang sana.
"Tante a-ada di rumah sekarang? Em aku sama Tania lagi di sekolah, Tan." tanya Aldy terbata.
"Iya, sayang Tan ...." ucapan Santi berhenti kala dirinya mendengar jeritan seorang wanita yang sangat ia kenal.
"Jaga ucapan lo, bangs*t"
"Tania?!" gumam Santi.
"Ada masalah apa di sekolahan, kenapa Tante mendengar teriakkan adik kamu?" tanya Santi dengan nada tinggi.
"Itu Tante, Tania di tuduh jual diri terus dia di permaluin di lapangan sekolah, Aldy nggak bisa ngelakuin apa-apa karena Aldy tahu Tania enggak akan ngizinin Aldy buat ikut campur masalahnya." ucapnya tanpa ragu.
"Apa? Keponakanku di permalukan?" pekik Santi langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
"Ada apa dengan keponakan kita sayang?" tanya Glenn bingung bercampur khawatir.
"Kita harus ke sekolahan kakak ipar, Mas. aku enggak tahan denger keponakan aku di permaluin di sana." ucap Santi seraya mengeraskan rahangnya kesal.
"Apa maksudmu? Aku enggak ngerti sayang?" ucap Glenn, Tania di permalukan di sekolahan yang jelas-jelas itu adalah milik Sanjaya, mana mungkin itu bisa terjadi. Fikir Glenn!
"Nanti aku jelasin di mobil." ucap Santi dan tanpa menunggu lama lagi kedua pasangan suami istri itu pergi ke sekolah ECHS.
Sesampainya di sekolahan mereka mendengar teriakkan Tania yang sangat lantang, setelah itu mereka berdua juga mendengar umpatan para murid yang mengucapkan kata jala*g pada Tania.
"Siapa yang kalian maksud jala*g?" pekik Glenn membuat semua orang terdiam dan melihat ke arah koridor sekolah.
"Ayah?!" gumam Faza.
"Om Glenn?" gumam kedelapan laki-laki SALF BADRAD serentak, mereka jelas mengenal siapa pria paruh baya itu.
"Suami saya bertanya siapa yang kalian maksud jala*g?" pekik seorang wanita yang baru saja datang dan berdiri di samping sang suami.
"Bunda?!" gumam Faza lagi.
"Kenapa Om Glenn sama Tante Santi bisa ada di sekolah? Bukannya mereka ada di Malaysia?" batin Tania terkejut. Sial! Kedua orang tua Faza tidak tahu apa-apa so'al Tania yang sedang menyamar sebagai murid jelek di sekolahan itu.
__ADS_1
Glenn dan Santi berjalan mendekat ke lapangan, "Kenapa tidak ada yang menjawab?" tanya Glenn mengernyit.
"Ada masalah apa ini, Pak Agus? Kenapa murid-murid meneriaki kata-kata yang tidak pantas mereka ucapkan di sekolahan ini?" tanya Santi pelan.
"Maaf Tuan–Nyonya, saya sebagai kepala sekolah akan menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi hari ...."
"Ini bukan kesalah pahaman tapi ini adalah fakta yang sesungguhnya, Pak." sela Adi.
"Siapa namamu, Nak?" tanya Glenn lembut pada Adi, mungkin dirinya dan sang istri bisa mengetahui masalah yang terjadi pada siswa itu.
"Nama saya Adi Lasmana Yaksita, anak dari Johan Jordian dan Melani Indriana pemilik toko emas Sun Glow," ucap Adi sembari membawa-bawa nama kedua orang tuanya padahal tidak ada yang bertanya siapa orang tua siswa itu.
"Jadi anda anak dari pemilik toko emas yang bernama Johan," gumam Glenn mengenali ayahnya Adi karena Johan Jordian adalah bawahan Sofia yang di percaya untuk menjadi manager toko emas Sun Glow, tapi kenapa Adi mengatakan Johan Jordian adalah pemilik toko emas itu?
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Glenn.
"Maaf jika saya lancang, Pak. Saya sebagai murid di sini merasa tidak nyaman karena ada salah satu murid dari sekolahan ini meneror saya dengan meminta saya untuk menerima tawarannya untuk mejual dirinya kepada saya, dia bilang keluarganya sedang membutuhkan uang jadi dia mau menjual dirinya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya." ucap Adi menampakkan wajah jijik pada Tania.
"Siapa nama murid yang meneror kamu?" tanya Santi seraya menyipitkan matanya penasaran.
"Namanya Tania Losvi ...."
Plakk! Adi tidak dapat menyelesaikan ucapannya karena dirinya sudah di tampar duluan oleh Santi, Santi yang sangat menyayangi Tania, sangat tidak terima jika keponakannya itu di tuduh sembarangan. Semua orang tampak terkejut dengan tidakkan Santi yang entah kenapa sangat marah dengan Adi.
"Jaga ucapan kamu, Tania tidak mungkin melakukan itu," pekik Santi membuat Glenn langsung memeluk Santi dan mencoba untuk menenangkannya.
"Tahan dirimu Santi, ini di sekolahan sayang." bisik Glenn pelan mengusap bahu istrinya.
"Dia sudah kurang ajar ...."
"Tente," panggil Tania pelan hingga Glenn dan Santi menoleh ke arah Tania yang wajahnya masih di tutupi oleh kain hitam, Tania menundukkan kepalanya, ia benar-benar tidak berani untuk bertatap muka dengan kedua Uncel dan Auntynya itu.
"Siapa kamu?" tanya Glenn lembut, alih-alih menjawab pertanyaan Glenn, Tania malah berjalan mendekati Faza.
"Pinjam mic," pinta Tania pada Faza, dan Faza pun memberika mic-nya pada Tania, wanita itu menghela napas pelan sebelum dirinya mengangkat mic hitam itu tepat di bawah bibirnya.
"Sebelum lo nuduh orang lain, lo harus ada bukti nyata Adi, sekarang mana? Tunjukkin ke gue bukti dari tunduhan lo barusan," pinta Tania pada Adi.
"Cih! Lo bilang minta bukti? Gimana cara gue kasih bukti kalo lo aja setiap hari bersimpuh di kaki gue buat minta terima tawaran menjijikkan lo itu, Hah?!" pekik Adi membuat Glenn dan Santi bersamaan kaget, ternyata wanita yang berbicara di depan mic itu adalah keponakan mereka.
Brugg! Tania menendang vas bunga yang ada di depannya membuat semua orang terperanjat kaget karena sikap kasar Tania, wanita itu mengeluarkan handphonenya lalu ia menghubungi Papanya.
"Halo Pah," sapa Tania santai.
"Halo sayang," sahut Sanjaya dari seberang.
"Tania lagi ada masalah, Pah," ucap Tania datar tanpa harus menunjukkan suara memelas seperti anak kecil.
"Masalah apa, Sayang?" tanya Sanjaya dengan serius karena nada suara putrinya itu terdengar sedang kesal bahkan mungkin sedang marah.
"Salah satu murid dari ECHS menunduh Tania jual diri untuk menghasilkan uang," ucap Tania.
__ADS_1
"Apa? Kamu di tuduh jual diri? Siapa orang yang berani menuduh anak Papa." pekik Sanjaya emosi.
"Aku enggak kenal siapa dia tapi nama dia, Adi Lasmana Yaksita anak dari Johan Jordian pemilik toko emas Sun Glow." ucap Tania.
"Johan Jordian pemilik toko emas Sun Glow? Hey! Toko emas itu milik Mama kamu sayang." ucap Sanjaya membuat Tania tetsenyum miring karena ternyata Adi adalah seorang pembohong.
"Right! semua orang ada di lapangan sekarang termasuk Om Glenn sama Tante Santi tapi dia tetep kukuh permaluin Tania." ucap Tania lirih.
"Urusan Dark Cobra udah selesai jadi bongkar semua identitas kamu sebagai anak kandung Papa, termasuk Kakak kamu juga, Nak. Katakan siapa kalian yang sebenarnya jangan lagi ada samaran, kalo mereka enggak percaya telepon Papa lagi, biar Papa yang bicara." ucap Sanjaya.
Karena sang papa sudah memerintahkannya untuk membongkar identitasnya maka hari ini juga akan terbongkar siapa dirinya yang sebenarnya, Tania memejamkan matanya sejenak lalu ia menghela napas panjang,
"Oke! Kesempatan lo udah habis Adi Lasmana Yaksita." ucap Tania pelan tapi masih bisa di dengar oleh Faza. Pria itu penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh adik sepupunya itu.
"Duh tapi kok gue jadi malu ya di tatap Om Glenn sama Tante Santi, berasa kayak artis aja gue jadi pusat perhatian." gumam Tania membuat Faza yang berdiri di belakang Tania terkekeh dan hampir saja ingin tertawa keras.
"Ehem! Saya em saya ...."
Faza berjalan mendekati Tania dan berdiri di samping Tania lalu pria itu menjitak kening Tania. Ctakk! Semua orang terkejut di buatnya.
"Awww! Lo ...." pekik Tania bersamanya drngan Faza yang mematikan mic yang di pegang oleh Tania.
"Jangan malu karena bokap sama nyokap gue lagi lihatin lo," ucap Faza membuat Tania mendengus lalu wanita itu mengakifkan kembali micnya.
"Tuduhan yang di lakukan Adi itu salah, saya tidak pernah mau menjual diri demi uang." ucap Tania ketus karena wanita itu kesal dengan kata-kata Faza barusan dan pada saat Tania ingin bicara lagi, teriak siswa-siswa malah menghentikannya.
"Huuhhh cuma mau ngomong itu doang."
"Nggak guna banget."
"Buang-buang waktu gue aja."
"Adi udah bersumpah woy jadi nggak mungkin dia bohong."
"Dasar cewek murahan."
"Keluar aja deh lo jal ...."
"Belum juga selesai gue ngomong," batin Tania di buat jengkel setengah mati.
"Bisa diam? Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah...."
"Tania adalah anak dari pemilik sekolahan Eton Company High School," pekik seseorang membuat semua orang terkejut dan mencari sumber suara itu.
.
.
.
...:::: Bersambung :::...
__ADS_1