Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 192 (Takdir)


__ADS_3

Becca menjadi bungkam saat tahu Kevin masih di dekatnya, mata Becca menatap Kevin dengan mata melebar lalu setelah itu ia membuang muka ke samping.


"Be*o banget sih lo Becca fokus lo sama HP udah keterlaluan, Kakak Vin yang super pemarah ini jadi makin marah 'kan sama lo," batin Becca menggerutu.


"Gu-gue bukan ngomongin elo," ucap Becca.


"Di sini cuma ada kita berdua," sengit Kevin.


"Cie, yang pengen berduaan sama Becca," goda Becca membuat Kevin memelototinya.


"Jangan mulai lagi ya lo, gue bisa kasar sama cewek kalo gue udah enggak bisa kontrol emosi lagi," tunjuk Kevin namun Becca tersenyum lebar menatap wajah Kevin yang memerah karena marah.


"Modus pasti, situ pengen penggang pipi Becca 'kan?" Becca tidak takut dan malah semakin jadi menggoda Kevin.


"Cukup Becca ...."


"Ow so sweet, untuk pertama kalinya Kak Vin manggil nama Becca dengan penuh cinta," ucap Becca menyela.


Kevin mengerutkan dahinya, dasar mulut tidak bisa di ajak kompromi, Kenapa juga Kevin harus memanggil nama bocah menyebalkan di depannya itu. See, Becca semakin jadi menggoda dirinya sekarang.


"Siapa yang mau berbuat jahat?" tanya Kevin menanyakan apa yang di katakan Becca tadi.


Degg! Becca bingung harus menjawab apa? Nona bosnya saja tidak mau memberitahu suaminya jadi mana mungkin bagi Becca memberitahu tentang bahaya nona bosnya kepada Kevin.


"Berbuat jahat? Wah situ pengen berbuat jahat ya sama Becca," ucap Becca, yang Becca harus lakukan sekarang membuat Kevin kesal.


"Percakapan siapa yang lo denger tadi?" Kevin menyipitkan matanya.


"K-pop," Becca menjawab asal.


"Gue bakal bilang sama Kara kalo lo enggak mau ngomong sama gue," ancam Kevin namun Becca tidak perduli.


"Ngomong apaan, gue enggak tau," sahut Becca.


"Ya udah biar gue cari tau sama Leo," ucap Kevin kini membuat Becca was-was di buatnya.


"Ih, kok mau gangguin malamnya pasangan suami-istri sih," cibir Becca.


"Kasih gue denger percakapan nenek lampir yang lo maksud tadi," pinta Kevin.

__ADS_1


"Enak aja lo, siapa lo pengen tau urusan orang lain, lagian ini urusan gue enggak ada sangkut pautnya sama nona bos," sahut Becca berpura-pura serius.


"Gue kasih tau ya, lo enggak berhak tau semua urusan gue jadi gue minta jangan pernah kepo," sengit Becca memalingkan wajahnya.


"Lagian kenapa sih lo modus banget pengen tau apa yang gue denger barusan, jangan-jangan bener lagi lo suka sama gue. Keliatan kali dari cara lo," cibir Becca dengan wajah angkuh.


Kevin mengepal tangannya lalu Kevin pergi begitu saja meninggalkan Becca, Kevin ingin mengutuk dirinya yang penasaran akan apa yang di dengar Becca tadi dan Kevin juga merasa kesal karena rasa ingin tahunya Becca jadi mengklaim dirinya suka dengan Becca.


"Ugh akting gue terlalu sempurna, pembawaannya itu loh asli keren banget gue tadi." puji Becca pada dirinya sendiri. Yap, Becca sengaja memancing emosi Kevin agar Kevin pergi tanpa mendapatkan informasi yang ingin ia ketahui tadinya.


..............................


...Kediaman Clark Damyan...


Clara membaringkan tubuhnya di kasur, setelah dirinya mengobrol panjang dengan sang papa, Clara menjadi yakin bahwa papanya percaya Karamel adalah penyebab keretakan hubungannya dengan Leo di masa lalu.


Clara menjadi sangat bangga pada dirinya sendiri karena pintar berakting di depan sang papa.


"Maafin Clara karena udah bohong sama Papa tapi Clara bisa apa? Dengan caranghasut Papa, Clara pasti bisa dapetin Leo." gumam Clara menatap plafon kamarnya.


Clara tahu papanya adalah orang yang baik tapi papanya itu sangat menyayangi Clara jadi jika Clara terluka, Damyan pasti akan membalas dendam namun jika Clara yang bersalah, Damyan pasti akan marah dan merasa malu memiliki anak yang licik seperti Clara.


"Kita liat gimana lo bakal bertahan di sisi Leo, Kara." gumam Clara menajamkan tatapan matanya seolah-olah di depannya kini ada wujud Karamel.


"Tunggu bentar lagi ya sayang, aku pasti bakal nendang jauh istri kamu dari hidup kamu biar kamu cuma bisa jadi milik aku, milik Clara Olivia seutuhnya," racau Clara membayangkan dirinya dan Leo menjadi pasangan suami-istri yang bahagia.


Entah itu Obsesi atau Cinta, sejak sekolah menengah pertama Clara mengejar Leo tapi tidak mendapatkan respon apapun dari Leo, membuat Clara menjadi wanita yang punya ambisi kuat untuk mendapatkannya.


Selama Clara menjadi primadona sekolahan dan banyak semua lelaki mengicar dirinya. Aldy, Leo dan Faza tidak pernah sekalipun menatap Clara.


Awal mula saat masih sekolah menengah pertama, semua laki-laki ingin menjadi Clara sebagai pacar mereka tapi Clara punya ketertarikan dengan laki-laki yang sangat tampan di matanya. Dia adalah Leo, Clara sering memandangi Leo namun Leo tidak pernah sekalipun menatap dirinya.


Clara merasa kesal karena Leo tidak pernah mau menatap dirinya maka dari itu Clara ingin pindah ke lain hati dan Clara menatap Faza sebagai incarannya, Clara mendekati Faza secara terang-terangan namun Faza merasa risih hingga Faza terang-terangan juga mempermalukan Clara dengan cara mengatainya wanita murahan karena selalu mencari perhatian dirinya.


Di samping itu Clara menganggumi Aldy tapi karena adanya Sasya, Aldy menjadi tidak perduli dengan Clara yang mencoba untuk mendapatkan perhatiannya, Clara tidak menyerah dan terus mengejar Aldy hingga Aldy sendiri muak dengan Clara, alhasil Aldy main tangan dengan Clara, di tamparnya wajah Clara lalu di cengkramnya kedua pipi Clara hingga Clara merasa ketakutan dengan Aldy.


Saat masuk semester 2, Clara melihat Sasya mendapatkan perhatian lebih dari ketiga laki-laki yang pernah ia incar bahkan bukan hanya tiga tapi malah ada sembilan laki-laki yang sangat dekat dengan Sasya, melihat itu semua perasaan iri dan ingin memiliki semakin tumbuh besar pada diri Clara.


Clara bertekad ingin mengambil posisi Sasya namun segala cara yang ia lakukan selalu gagal hingga saat mereka sudah menjadi siswa/i putih abu-abu dan beberapa bulan kemudian Sasya meninggal, Clara menjadi punya peluang untuk menggantikan Sasya namun entah kenapa belum lama Sasya meninggal. SALF BADRAD yang Clara kenal sudah tidak menunjukkan kebersamaan mereka lagi seperti saat masih sekolah menengah pertama.

__ADS_1


Ketiga laki-laki yang pernah Clara incar sudah tidak pernah bersama-sama lagi, Clara sempat bingung tapi Clara masih tatap pada ambisinya untuk mendapatkan salah satu dari ketiga laki-laki itu.


Clara kembali mendekati Faza tapi hasilnya tetap sama, mulut Faza terlalu pedas hingga Clara terpaksa berhenti mengejarnya karena hatinya terlalu sakit mendengar hinaan-hinaan Faza yang di tujuan pada dirinya.


Clara sempat ragu mendekati Aldy tapi sebisa mungkin Clara memberanikan diri untuk mendekati Aldy lagi,m tapi karena Aldy malas meladeni Clara alhasil Aldy membiarkan Clara melakukan apapun yang dia inginkan asal jangan sampai mengganggu kehidupan pribadinya dan Clara menjadi sangat bahagia kala dirinya ada kemajuan untuk mendapatkan cintanya Aldy.


Di sisi lain Leo sudah mulai di kenal sebagi laki-laki playboy dan Clara tidak akan menyia-nyiakan semua itu untuk mendekati Leo tapi lagi-lagi Leo tidak melirik Clara hingga Clara terpaksa bermuka tebal dengan mengaku-ngaku pada semua orang bahwa Leo adalah kekasihnya.


Berita pengakuan Clara menyebar luas sampai ke sekolahan lain namun respon Leo tidak perduli akan semua itu dan Clara semakin bahagia karena Leo tidak marah dengan dirinya.


Tapi kenapa?


Kedatangan murid baru bernama Tania Losvita membuat semua ambisi Clara hancur, setiap kali Clara menindas Tania, Leo pasti ada untuk membantu dirinya.


Lama-kelamaan murid baru bernama Tania semakin dekat dengan Aldy dan Faza juga, Clara semakin di buat marah oleh Tania hingga Clara mempunyai rencana licik untuk menyuruh teman-temannya yang lain untuk menindas Tania. seperti Zea yang sangat menyukai Faza dan Clara menghasut Zea tentang Tania yang juga menyukai Faza hingga Zea memberi peringatan pada Tania (Part 82).


Namun dalam sekejam semua berubah kala Tania membongkar identitasnya sebagai Karamel Listra adik kandung dari Aldy yang ternyata namanya juga berubah menjadi Kerziro Syaputra.


Clara tidak suka dengan Karamel maka dari itu Clara tidak mau mendekati Aldy dan Faza yang pastinya punya ikatan darah dengan Karamel.


"Kenapa lo harus jadi adeknya Kenzi? Kenapa lo harus jadi sepupunya Faza? kenapa lo harus jadi pacarnya Leo dan sekarang lo jadi istrinya? Kenapa Kara, kenapa harus elo cewek jal*ng." pekik Clara merintihkan air matanya kala mengingat masa lalunya yang ingin mendapatkan salah satu dari ketiga laki-laki itu. Gagal ia lakukan!


"Kenapa bukan gue yang ada di posisi Sasya sama Kara, hiks ... hiks ....!!!" isak Clara.


Namun tiba-tiba Clara tertawa licik.


"Hahaha ... gue enggak boleh nyerah, walau Sasya sama Karamel beruntung bisa ada di posisi yang banyak di perhatiin sama SALF BADRAD tapi gue, Clara Olivia enggak butuh semua itu. Gue cuma punya satu tujuan dan itu adalah Leo." ucap Clara dengan nada tinggi.


"Leo, aku butuh kamu. aku cuma butuh perhatian kamu sayang ... hiks – hiks, aku ingin kamu sayang." kembali Clara menangis.


"Akhhhh ... gue bakal bunuh lo Karamel sialan," pekik Clara mencengram kuat rambutnya.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


__ADS_2