
Setelah mengantarkan Leo pulang, Karamel langsung pulang ke rumahnya, beberapa kali Karamel mengklakson gerbang rumahnya tapi kedua secutity rumahnya tidak ada yang merespon.
"Ke rumah Faza aja lah," ucap Karamel memundurkan mobilnya kemudian menekas gas mobilnya menuju rumah Faza.
Sesampainya di rumah Faza, Karamel melihat ada mobil yang terparkir di depan rumah Faza jadi sebelum turun dari mobil, Karamel mengganti tampilannya menjadi Tania yang jelek dan cupu dulu lalu setelah itu Tania masuk ke dalam rumah Faza.
"Assalamualaikum, eveybodoh," pekik Tania langsung masuk ke dalam rumah dengan baik mengucap salam namun dengan kurang sopan di akhir kalimatnya. Dasar Tania!
"Waalaikumsalam," kedua pria yang berada di ruang tamu itu menyahuti salam Tania dan tentunya wanita itu sangat terkejut mendengar sahutan kompak kedua pria itu.
"Aryan," batin Tania terpaku menatap tamu Faza adalah Aryan Sebastian August.
"Oops! Maaf ganggu," ucap Tania merasa malu.
"Enggak ganggu kok," sahut Faza dan Tania menatap Faza dengan raut wajah memelas.
"Ada apa?" tanya Faza.
"Gerbang rumah ke kunci, Pak Idan sama pak Andok nggak ada jadi gue ke sini," jawab Tania.
"Ya udah sini duduk," ajak Faza dan Tania berjalan mendekati Faza lalu wanita itu duduk di sofa panjang bersebelahan dengan Aryan yang duduk di ujung sofa itu juga.
"Maaf ya Kak, ini anak emang suka nyelonong aja kerjaannya," ucap Faza meminta maaf pada Aryan atas ketidak sopanan Tania yang sungguh memalu-malukan.
"Nggak apa-apa kok," ucap Aryan.
"Oh iya! Kak Aryan tadi nanya ke aku kenal apa enggak sama Tania Losvita Aramoy 'kan? Nah ini dia anaknya, Kak," ucap Faza menunjuk Tania.
"Eh! Kenapa nyariin gue?" tanya Tania.
"Kamu Tania Losvita Aramoy?" tanya Aryan pada Tania sehingga Tania menengok ke arah Aryan.
"Iya," jawab Tania.
"Ini Kak Aryan, Tan." ucap Faza.
"Aryan? Aryan Sebastian August? Kakak angkatnya Sasya?" tanya Tania berakting seolah-olah dirinya baru pertama kali berjumpa Aryan.
"Bukannya Aryan itu culun ya?" ucap Tania blak-blakkan membuat Faza memelotot.
"Eh! Lo ngomong apaan sih, enggak sopan banget," sengit Faza pada Tania.
"Dulu tampilan aku emang rada culun karena dulu aku suka pake kaca mata dan juga suka sama gaya rambut belah dua gitu jadi semua orang bilang aku culun deh," ucap Aryan.
__ADS_1
"Duh maaf ya kak, Tania kalo ngomong emang suka nusuk jantung," ucap Faza merasa tidak enak dengan Aryan.
"Emang ada yang salah sama omongan gue?" gumam Tania pelan namun Aryan bisa mendengarnya samar.
"Nggak salah kok," ucap Aryan seraya tersenyum tipis memandangi Tania.
"kenapa kau harus menyamar seperti ini, little girl? Babasmu ini semakin penasaran dengan wajah aslimu," batin Aryan.
"Kalian lanjut aja ngobrolnya, gue mau ke belakang dulu," ucap Tania pergi ke halaman belakang rumah Faza.
............
...Kediaman keluarga Ramora _ Malam....
"Kayaknya Kak Aryan penasaran banget deh sama lo," ucap Faza di tengah-tengah permainan ps mereka.
"Gue yang mana? Karamel atau Tania?" tanya Karamel tanpa menoleh ke arah Faza karena wanita itu fokus pada permainannya.
"Tania," jawab Faza.
"Kita berdua sering teleponan tapi nggak pernah sekalipun video call atau ketemu jadi mungkin wajarlah ya penasaran," ucap Karamel.
"Waktu denger lo itu Tania reaksi dia tadi biasa aja, malah kayak kebingungan gitu," ucap Faza mengingat bagaimana ekspresi wajah Aryan tadi.
"Kalah lo," ejek Faza kala tanda-tanda Karamel akan kalah sudah di dapan mata.
"Kita lihat aja hasil akhirnya gimana," sahut Karamel yakin dirinya bisa mengalahkan Faza.
..........
...Aryan point of view....
Setelah shalat isya selesai aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur.
Mom-Dad, akhirnya hari ini aku bertemu dengan gadis kecilku lagi, Tania Losvita Aramoy, dia di depan mataku tadi sore tapi tampilan dia berbeda.
Wajahnya masih mulus dan putih seperti dulu, matanya masih cerah seperti dulu, wajah sinisnya masih sama seperti dulu tapi sayang dia merias wajahnya lebih ke anak cupu.
Aku ingat dulu aku juga pernah pura-pura jadi culun di sekolahan, mungkin sekarang dia juga sepertiku yang merubah tampilannya menjadi cupu.
Tapi tidak masalah, aku akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Tania, aku tidak mau kehilangannya lagi, Mom. aku akan membuatnya mengingat siapa itu Aryan Sebastian August.
Walau semisalkan perpisahan kita berdua membuat dia lupa denganku, aku akan tetap di dekatnya dan selalu menjaganya. Bukankah itu yang harus aku lakukan, Mom?
__ADS_1
Aku sudah hampir putus asa karena aku berjauhan dari orang-orang yang aku cintai. Nenek, Mommy dan Daddy sudah bahagia di atas sana. sedangkan Kakek? Kakek selalu perhatian dengaku tapi Kakek sangat jauh dariku, beliau lebih memilih untuk tinggal di Singapura daripada ikut denganku di Jakarta.
"Tania, apa kau masih mengingat Babas?" gumamku menatap foto masa kecil gadis kecilku yang selalu aku simpan selama aku berpisah dengannya.
"Apa kau masih mengingatku?" gumamku lagi, aku sungguh berharap dia masih mengingat diriku.
..........
Empat hari kemudian, Karamel dengan wajah cantiknya selalu bersama Leo dan selalu bertengkar dengan Leo di setiap harinya begitu juga dengan Tania dengan wajah cupunya semakin dekat dengan Leo.
Hati Leo mulai tergoyahkan oleh Karamel tapi ia selalu berusaha keras untuk tidak memperdalam perasaannya kepada Karamel, Leo selalu menganggap bahwa dirinya hanya mengagumi Karamel tidak sampai mencintainya seperti Tania.
Hari ini di saat semua murid sedang mengadakan lomba class meeting, Leo lebih memilih berdiam diri atas pohon, dirinya sedang membutuhkan ketenangan tanpa ada orang lain yang mengganggu dirinya.
Tiba-tiba saja pria itu teringat akan dua wanita yang sedang dekat dengannya, pria itu bertanya-tanya kenapa dirinya bisa nyaman dengan dua wanita sekaligus? Ia mencintai Tania tapi kenapa ia juga merasa nyaman wanita yang baru saja ia kenal, dan itu adalah Karamel?
"Gue harus gimana sekarang? Gue baru kenal Karamel beberapa minggu yang lalu tapi dia udah bisa buat gue luluh kayak gini," gumam Leo memejamkan matanya seraya menyandarkan kepalanya di pohon besar itu.
"Ck? Kenapa gue jadi bingung buat milih mereka berdua, jangan jadi cowok pengecut Leo, lo harus yakin sama perasaan lo yang cinta sama Tania bukan Karamel si anak bar-bar itu," kesal Leo pada dirinya sendiri.
.........
Tanpa Leo sadari Karamel duduk di dekat pohon besar itu namun karena Karamel membaringkan tubuhnya, dirinya tertutup oleh semak-semak, di mana Leo tidak bisa melihat apakah di balik semak-semak itu ada orang atau tidak.
"Tania dan Karamel?" gumam Karamel.
"Ternyata dia suka sama kedua karakter yang gue peranin selama ini," gumam Karamel lagi.
"Bukannya Leo salah satu cowok yang susah buat jatuh cinta ya? Terus kenapa sekarang dia bisa suka sama Karamel juga?" gumam Karamel seraya memadang langit biru.
Semua orang tahu tentang beberapa pria di ECHS sulit di dekati bahkan sulit untuk mendapatkan cintanya, mereka adalah Aldy, Leo, Faza, Rio dan Abdi.
Karena karakter mereka yang begitu dingin seperti kutub utara dan kutub selatan, mereka berlima tidak ada yang tahu apakah seumur hidup mereka pernah memiliki kekasih, bahkan Rio yang mengaku sudah betunangan sekalipun tidak ada yang tahu siapa wanita beruntung itu karena berhasil mendapatkan hati Rio.
Lain halnya dengan Adit, Diky dan Dito yang sangat baik dan hangat terhadap wanita, mereka bertiga adalah pria tampan yang mudah menyatakan 'I love you babe' pada semua wanita manapun juga tapi gilanya ketiga pria itu hanya mencari kesenangan semata dengan memberi harapan palsu saja pada wanita-wanita itu.
.......
.......
.......
.... Bersambung ....
__ADS_1