Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part 183 (Takdir)


__ADS_3

Karamel meminta Rendi untuk menjelaskan mengapa Leo dan Kevin menjadi tidak akur seperti sekarang ini, sejak tadi Karamel melihat tetapan keduanya memancarkan kebencian satu sama lain padahal mereka berdua itu sepupu kan?


Tanpa izin dari Leo dan Kevin, Rendi menceritakan semua kronologi kejadian antar kedua sepupu itu.


Ketika Karamel fokus pada Rendi, Kevin terus saja menatap wajah Karamel dan itu menarik pandangan tidak suka Leo pada Kevin.


Leo bisa melihat tatapan kagum Kevin pada istrinya itu, di dalam hati Leo mengumpat ingin mencabut mata Kevin karena terus saja memandang wajah sang istri.


"Ehem!" Leo berdeham agar Kevin menatap dirinya dan tidak menatap istrinya lagi namun bukannya melepas tatapannya pada sang istri, Kevin malah semakin menyunggingkan senyumannya ketika Karamel merubah-rubah ekspresi wajahnya.


"Karena cewek lagi, pertama kamu berselisih sama Kak Kenzi karena Sasya trus sekarang kamu juga berselisih sama sepupu kamu sendiri karena pacar Kak Kevin, gak ada kerjaan lain apa selain berurusan sama cewek terus?" tiba-tiba Karamel mengomeli Leo.


"Apa? Aku? Kenapa kamu malah nyalahin aku," sahut Leo menunjuk dirinya sendiri.


"Jelas kamu salah, kamu selingkuh sama pacarnya kak Kevin sampe ...."


"Aku udah minta maaf, Sayang," potong Leo membuat Karamel menatap Kevin.


"Dari enam tahun yang lalu aku udah sering meminta maaf sama dia tapi dia gak mau maafin aku, dia tetep benci sama aku," tambah Leo memalingkan wajahnya kala sang istri menyalahkan dirinya.


Hati Leo sakit di salahkan oleh Karamel, dirinya juga korban karena dirinya tidak tahu bahwa wanita yang dulu ia pacari ternyata sudah memiliki kekasih yaitu Kevin.


"Mungkin rasa sakit itu masih membekas di hati kak Kevin tapi gue mohon sama Kak Kevin tolong maafin suami gue ya, Kak," pinta Karamel tulus.


"Apa Kak Kevin tau gue dulu juga pernah kecewa sama Leo tapi gue gak pernah benci sama dia, gue maafin kesalahan dia jadi maksud gue, kalaupun kak Kevin masih marah sama Leo, seenggaknya kak Kevin bisa maafin sepupu kakak sendiri," ucap Karamel memotong perkataan Kevin tapi Kevin malah menggelengkan kepalanya.


"Lo salah, Kar," ucap Kevin membuat Rendi dan Karamel bingung.


"Gue enggak pernah marah, benci ataupun nolak permintaan maaf lo, gue malah mau bilang makasih sama lo karena dari kejadian perselingkuhan itu gue sadar cewek itu enggak baik buat gue," ucap Kevin tulus sehingga Leo menatap ke arah Kevin.


"Gue terlalu gengsi buat bilang makasih sama lo makanya gue sok bersikap dingin sama lo," ucap Kevin lagi.


Seketika suasana ruangan itu menjadi hening.


.....................


...Los Angeles....


Kenzi bangun di jam delapan namun salah satu teman Kenzi yang bernama Peter menelepon dirinya untuk minta di jemput karena mereka ada mata pelajaran Mr. Micelle di jam sembilan.

__ADS_1


Kenzi sangat terkejut kala dirinya baru ingat, Kenzi sangat terburu-buru mengejar waktu.


Dosen yang mengajar pagi ini adalah Mr. Micelle yang paling terkenal paling tegas dan sangar di kampus karena memiliki peraturan pertama, jika ada siswa/i yang telat maka selama mata pelajarannya berlangsung siswa/i yang telat itu harus keluar. Kedua, tugas harus tepat waktu di kumpulkan jika telat satu detik saja maka akan ada tugas tambahan.


Masih banyak lagi peraturan Mr. Micelle yang harus di patuhi namun kedua peraturan yang di atas itu wajib di ingat oleh semua siswa/i jurusan Ekonomi Bisnis.


Kenzi menuju rumah Peter, "Where are you, Peter?" tanya Kenzi lewat telepon.


"..............."


"What? Are you kidding me?" pekik Kenzi.


"..............."


"****!!!" umpat Kenzi mematikan sambungan teleponnya.


Kenzi memilih untuk putar arah kala Peter sudah berada di kampus, "Sialan Peter, bisa telat nih gue." umpat Kenzi menancapkan gasnya menuju kampus.


Sesampainya di kampus waktu Kenzi hanya tinggal delapan menit lagi, dengan kecepatan penuh Kenzi berlari menuju lift.


Kenzi masuk ke dalam lift bersama salah seorang siswi kampus itu, Kenzi hendak menekan angka dua namun tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangan Kenzi.


(Aku minta maaf, bisakah kamu mengalah dan membiarkan aku ke lantai lima sekarang).


Kenzi memelototi wanita itu namun wanita itu malah semakin erat menggenggam tangan Kenzi, "Please?" wanita itu memohon.


"Dih! Bodo amat gue yang duluan juga." dersis Kenzi menepis tangan wanita itu lalu langsung menekan angka dua.


Wanita itu tampak terkejut mendengar Kenzi berbicara bahasa Indonesia, "Kamu bisa bicara bahasa Indonesia?" wanita itu bertanya.


Kenzi melirik kilas wanita itu, "Dingin banget kayak es," ucapnya membuat Kenzi mengerutkan dahinya.


"Ih! Udah enggak mau ngalah sama cewek, sekarang malah di diamin. Dasar cowok enggak punya perasaan!" kesal wanita itu namun Kenzi masih tidak memperdulikannya.


Tinggg ....


Kenzi langsung keluar dari lift, "Dasar cowok somsek," ucap wanita itu membuat Kenzi membalikan badannya namun sayang pintu lift sudah tertutup duluan.


"Sial, tu cewek udah aneh, mulutnya pedas banget lagi kayak cabe set*n!" umpat Kenzi.

__ADS_1


Kenzi berlari menuju kelas dan untungnya Mr. Micelle masih berjalan tepat di depan Kenzi, jadi ketika Mr. Micelle masuk kelas, Kenzi menyelinap masuk juga dari belakangnya.


Beberapa jam berlalu kelas Mr. Micelle selesai dengan tugas yang deadlinenya hanya dua hari.


Semua siswa/i keluar kelas namun Kenzi masih setia duduk di tempatnya.


"Dasar cowok somsek"


Entah kenapa Kenzi mengingat kata-kata dari wanita yang ia temui di lift tadi, seumur hidup Kenzi tidak pernah di katai 'sombong' namun wanita yang tidak di kenal tadi berani mengatai dirinya sombong.


"Sialan tu cewek," umpat Kenzi menyambar tasnya lalu keluar dari kelas.


Kenzi pergi menuju tempat favoritnya yaitu di taman belakang kampus, taman itu sepi dan terasa damai saat di tempati. Saat pertama kali Kenzi mengelilingi kampusnya, Kenzi langsung tertarik dengan taman belakang kampus itu.


Namun terkadang saat Kenzi ingin menyendiri di taman belakang kampus itu, Kenzi melihat ada seorang mahasiswi yang duduk di taman itu juga. bukan hanya satu atau dua kali tapi sudah berpuluh-puluh kali Kenzi melihat punggung mahasiswi yang sama duduk di taman belakang kampus itu.


Ketika melihat mahasiswi itu Kenzi selalu bergumam 'horse girl' alasannya karena mahasiswi itu selalu menguncir rambutnya hingga panggilan horse girl terlihat sangat cocok untuknya. Dan ketika horse girl itu ada di sana, Kenzi selalu mengalah dan memilih pergi meninggalkan horse girl itu sendirian.


Kenzi duduk dengan membaca buku mata pelajaran berikutnya, suasana tenang dan damai membuat Kenzi lebih bisa fokus dan meresapi apa yang sedang ia baca.


Namun tak berselang lama, Kenzi mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat ke taman belakang.


Kenzi mengira horse girl yang biasanya duduk di tempat itu akan datang sekarang, Kenzi berdiri dan hendak pergi namun ketika Kenzi membalikkan tubuhnya.


"You ...


"You ...


.


.


.


::: Bersambung :::


Hai wak-wak reader .....


Jangan lupa dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Dan buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak.

__ADS_1


Selamat membaca semua....


__ADS_2