Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part _ 237 (Takdir)


__ADS_3

"Siapa yang lo maksud pacar ...."


"Kamu, Becca Crofcodra." ucap Kevin dengan menatap serius manik mata Becca membuat detak jantung Becca berdegup tak karuan.


"Se-sejak kapan gue jadi pacar lo," ucap Becca menghempaskan kepalanya ke samping agar dagunya terlepas dari jari-jemari Kevin.


"Jangan pura-pura amnesia atau kamu mau aku bungkam lagi bibir kamu," ucap Kevin dan Becca langsung diam, sepertinya Kevin tidak main-main dengan ancamannya.


Becca melirikkan matanya ke atas seperti mengingat kembali kapan dirinya menerima Kevin untuk menjadi pacarnya.


"Bukannya lo tadi cuma becanda doang," ucap Becca nyolot membuat Kevin tersenyum sinis.


"Aku udah bilang, aku serius Becca dan kamu juga tadi bilang iya kamu juga serius 'kan." ucap Kevin menaikkan sebelah alisnya.


"Gue fikir lo cuma becanda doang, makanya gue nanggapinnya enggak serius tadi." sahut Becca.


"Bahkan aku udah ngucapin serius dengan kata-kataku dua kali tapi kamu tetep jawab 'Iya' tanpa rasa ragu sedikitpun, Becca." kini Kevin di buat kesal karena sepertinya Becca akan menyangkal tentang status hubungan mereka yang baru ini.


"Iya, tapi gue enggak serius sama omongan gue tadi, Kak Vin." sahut Becca tanpa sadar telah membuat raut wajah Kevin berubah.


"Jadi sekarang kita putus?" tanya Kevin datar.


"Emang kita pacaran?" tanya Becca pelan.


"Jadi kamu enggak nganggap aku pacar kamu?" tanya Kevin sinis.


"Emang Kak Vin nganggap gue pacar ...."


"Iya, kamu pacar aku." sela Kevin cepat membuat Becca speechless.


Lama Becca tidak bicara membuat Kevin merasa dirinya terlalu bod*h karena ketika mengetahui tentang kehamilan Karamel hingga mereka semua kembali lagi ke Indonesia, perasaan sakit hati saat melihat kemesraan Leo dan Karamel perlahan sudah mulai menghilang.


Hal itu Kevin sadari saat mereka makan malam di kediaman keluarga Mahendra lalu pada saat Karamel mengatakan Becca akan menyelamatkan para anak-anak jalanan dari para preman-preman jalanan, perasaan Kevin tiba-tiba menjadi gelisah hingga Karamel menyebut jumlah para preman-preman itu, Kevin memilih untuk menuruti perasaannya di bandingan ego dan gengsinya.


Ketika Becca sedang di tangani dokter, Kevin tidak memungkiri kekhawatirannya kepada bocah yang selalu mengganggu ketenangannya itu. Pada akhirnya Kevin memutuskan untuk melupakan Karamel dengan cara mencoba untuk menerima Becca.


Namun sayangnya ketika Kevin mulai memantapkan dirinya untuk bisa mencintai Becca, ternyata selama ini Becca tidak pernah punya perasaan apa-apa dengan Kevin.


Malangnya Kevin ....


"Ya udahlah lupain aja ...."


"Bukannya Kak Vin suka sama bosnya Becca?" tanya Becca.


Kevin menggelengkan kepalanya, "Udah enggak," sahut Kevin.


"Di kapal waktu itu Kak Vin bilang, bosnya Becca bakal selalu ada di hati Kak Vin tapi masa depan Kak Vin bisa jadi itu Becca." ucap Becca membuat Kevin tersentak.


"Buat hati aku sepenuhnya milik kamu agar Karamel atau siapapun itu enggak akan bisa buat aku berpaling dari kamu," imbuh Kevin.


"Kenapa harus Becca? Becca 'kan enggak tahu gimana caranya." sahut Becca.


"Pasti bisa, Becca." ucap Kevin yakin namun Becca menggelengkan kepalanya.


"Apa itu cinta? Becca enggak tahu apa-apa so'al cinta," ucap Becca jujur, karena selama ini dirinya hanya tahu so'al pembantaian dan pertarungan saja.


"Izinin aku buat kamu bisa mengenal apa itu cinta, kita jalani sama-sama berdua." ucap Kevin.


"Kalo Becca nolak Kak Vin ...."


"Cinta enggak pernah kenal lalah, aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku." ucap Kevin lagi.


"Jadi apa Kak Vin udah cinta sama Becca?" tanya Becca membuat Kevin speechless.


"Enggak 'kan, di hati Kak Vin cuma ada bosnya Becca 'kan." ucap Becca mencemo'oh.


"Kehadiran kamu udah berhasil buat aku ngilangin perasaan aku ke Kara, kamu juga udah berhasil buat aku khawatir sama kamu, bahkan di depan kamu sekarang aku berhasil ngungkapin perasaan aku tanpa harus aku pendam karena gengsi." ucap Kevin membuat Becca tertegun.


"Kenapa kamu harus buat aku berfikir bod*h so'al kamu yang sebenarnya suka atau enggak sama aku? Dengan cara kamu terus-terusan becandain aku, apa kamu mikir gimana akibatnya kalo aku beneran terbuai sama semua kata-kata kamu." kini wajah Kevin tidak bisa di bilang sedang bercanda.


Ternyata candaan Becca selama ini benar-benar sudah keterlaluan - Fikir Becca merasa bersalah.


"Maaf, Becca udah egois karena Becca cuma mikirin kesenangan Becca doang tanpa perduli sama perasaan Kak Vin." ucap Becca lirih namun Kevin bergeming.


Lama mereka saling diam, Kevin hendak pergi meninggalkan ruangan Becca namun dengan cepat Becca berkata.


"Boleh Becca nanya sesuatu?" tanya Becca menatap Kevin membuat Kevin menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Becca.


Karena di tatap balik oleh Kevin, Becca jadi mengalihkan pandangannya untuk menatap ke atas pelapon, "Sebenarnya Becca punya rahasia, apa Kak Vin sanggup nerima segala rahasia Becca, terlebih lagi rahasia Becca ini bisa buat hidup Kak Vin dalam bahaya!" imbuh Becca membuat Kevin mengerutkan dahinya tetap diam.


Becca menghela napasnya dalam-dalam, "Becca adalah anggota mafia, Kak." ucap Becca membuat Kevin terbelalak tak percaya.


"The Shadow Of The Queen, Becca adalah satu-satunya anak buah bayangan Lady Queen." ucap Becca lagi.


Kevin tertawa, tertawa yang memendam kecewa, "Kenapa enggak langsung bilang aja kalo kamu enggak suka sama aku, kenapa harus buat alasan yang enggak masuk akal kayak gini?" tanya Kevin rasanya belum percaya dengan kata-kata Kevin.


Bagaimana tidak Kevin merasa sedang di bod*hi Becca, anak berusia 16 tahun seperti Becca sudah menjadi anggota mafia, tidakkah itu terdengar konyol. Kemampuan seperti apa yang Becca miliki hingga dirinya bisa terpilih menjadi anggota mafia?


Becca tersenyum tipis, "Walau Becca udah mau masuk tujuh belas tahun, Becca enggak pernah mikir buat punya pacar Kak. Menurut Becca itu enggak penting kalo cuma buat koleksi mantan doang, terus Becca juga enggak mau pasangan Becca takut sama Becca karena tahu identitas Becca yang sebenarnya." ucap Becca jujur.


"Sekarang Becca mau tanya, setelah tahu Becca adalah anggota mafia dan anak buah bayangan Lady Queen, apa Kak Vin masih mau sama Becca?" tanya Becca melirik Kevin.


"Aku emang belum tahu apa-apa tentang kamu tapi kalo yang kamu omongin itu bener, aku bakal coba buat nerima semua itu," ucap Kevin tanpa pikir panjang.


"Becca jadi enggak yakin ...."

__ADS_1


"Mencoba untuk menjadi terbiasa, Becca." ucap Kevin menyela.


"Enggak takut bahaya apa? Walau Becca cuma anak buah bayangan tapi musuh-musuh Lady Queen banyak yang nyari informasi tentang Becca loh, Kak." ucap Becca dan Kevin menggelengkan kepalanya.


"Mati juga di tangan Tuhan 'kan." sahut Kevin menggenggam tangan Becca membuat Becca diam tidak tahu harus menjawab apa.


"Apapun yng terjadi, aku tetap pilih kamu." ucap Kevin.


"Jadi gimana sekarang kita resmi pacaran?" tanya Kevin langsung.


Di benak Kevin sekarang, tidak perduli masa depannya akan seperti apa, yang jelas sekarang Kevin harus bisa mendapatkan Becca dulu baru setelah itu memikirkan hal yang lain.


"Em! Gi-gimana ya? B-Becca belum pernah pacaran so'alnya." ucap Becca telihat gugup.


Kevin mencium tangan Becca yang dingin, "Jangan gugup, hak kamu kalo masih enggak mau nerima aku." ucap Kevin bersikap manis dan itu membuat Becca tidak nyaman.


"Kalo Becca bilang, belum siap ...."


"Enggak ada jaminan aku bakal nembak kamu lagi," ucap Kevin menyela.


"Ih kok gitu," sentak Becaa namun Kevin hanya mengedikkan bahunya tidak menjawab apa-apa.


"Ya ya udah Becca jawab sekarang ... Becca Becca, Becca Emm! Becca mau." sahut Becca bukan ragu namun terlalu gugup dan malu.


Kevin tersenyum senang, "Bayi Pandaku," ucap Kevin tiba-tiba.


"Hem?" Becca di buat tanda tanya karena panggilan Kevin barusan.


"Kamu mau aku manggil Sayang di depan Kara sama Leo?' tanya Kevin dan Becca menggelengkan kepalanya cepat.


"Enggak boleh," ucap Becca cepat.


"Maksudnya, jangan dulu di kasih tahu sama mereka. Kita jalani dulu sampai bener-bener waktunya udah tepat baru kita kasih tahu mereka soal hubungan kita." ralat Becca pelan.


"Maka dari itu aku mau manggil kamu 'Bayi Panda' biar mereka semua enggak curiga, sayang." ucap Kevin memanggil Becca dengan panggilan 'sayang'


Degg ....


Apakah jantung berdegup kencang adalah tanda cinta?


"Terus terus Becca manggil Kak Vin apa?" tanya Becca polos.


"Panggil Kak Vin aja karena emang cuma kamu yang manggil aku Kak Vin," ucap Kevin tersenyum manis.


"O-oke," sahut Becca.


"Ya udah kamu istirahat sekarang, besok pagi sebelum hubungin Kara sama Leo, aku bakal ngomong sama Dokter buat kasih kamu obat tidur." ucap Kevin mengelus puncak kepala Becca.


...Flashback off...


"Woy Vin, lo kenapa sih senyum-senyum enggak jelas gitu. Kesambet jin tomang lo?" Rendi menyenggol bahu Kevin membuat bayangan semalam hilang dalam sekejap.


Wajah Kevin kembali datar karena Rendi berani merusak semua yang sedang ia bayangkan tentang semalam, "Nah loh, sekarang malah natap gue tajem banget." ucap Rendi seperti sedang waspada.


"Jangan bilang lo mau cekik gue," tunjuk Rendi manjauhkan diri dari Kevin.


"Kalo bisa gue mau bunuh lo sekarang juga," kesal Kevin memelototi Rendi.


"Anji*g galak," desis Rendi membuat Karamel tertawa renyah.


Kevin menoleh ke arah Karamel yang tertawa, "Bener, kehadiran Becca udah buat gue enggak terpesona lagi sama Kara." batin Kevin merasa biasa saja ketika melihat Karamel tertawa bahagia.


...Amerika_Los Angeles....


Malam ini di kediaman utama keluarga Sinaja, Tessa dan Ram di ajak untuk makan malam bersama namun semenjak Tessa dan Ram datang, Sanjaya dan Ram tidak saling sapa.


"Dad, kita adalah tamu di sini, bisakah wajah Daddy jangan kaku seperti patung." pinta Tessa berbisik.


"Hei Darling, seharusnya yang menyapa Daddy adalah dia karena dia adalah tuan rumah bukannya Daddy." sahut Ram ikut berbisik.


"Pah, bisa enggak Papa ngalah aja, ngajak Om Ram ngobrol 'kek atau apa 'kek." kesal Kenzi kesal karena dirinya dan Tessa tidak bisa mengobrol berdua saja karena kedua orang tua mereka melarang mereka untuk pergi namun mereka sendiri tidak mau berbicara.


"Enggak bisa," sahut Sanjaya.


"Om, maafin Daddynya Tessa ya, Daddynya Tessa orangnya emang gengsian." ucap Tessa membuat Ram memelotot kaget.


"Tessa ...."


"Udahan ya Dad diemannya, Tessa bosan mau ngobrol sama Kenzi." ucap Tessa mengungkapkan keinginannya yang bosan duduk bersama dua orang tua yang saling diam itu.


"Ya udah Kenzi, kamu bawa Tessa ngobrol bareng di kolam." ucap Sanjaya mengerti akan keinginan calon menantunya itu.


"Ya udah yuk," ajak Kenzi dan mereka langsung pergi duduk di luar kolam berenang.


"Ternyata kita sehati ya," ucap Kenzi saat Tessa baru saja duduk.


"Maksud kamu?" tanya Tessa tidak mengerti.


"Dari tadi aku mau ngobrol sama kamu tapi Papa ngelarang aku buat pergi ngajak kamu ngobrol berdua," ucap Kenzi menghela napas panjang.


"Terus kenapa waktu aku yang ngomong, Om Sanjaya malah ngizinin?" tanya Tessa berusaha menahan tawa geli saat wajah Kenzi terlihat menahan kesal.


Kenzi menatap dalam mata Tessa yang sedang tersenyum manis, "Karena kamu calon menantu Papa aku, Sayang." ucap Kenzi berhasil membuat Tessa bersipu malu.


"A ehem! Sejak kapan kamu manggil aku Sayang?" tanya Tessa merasa canggung.

__ADS_1


"Kita udah resmi tunangan jadi wajar dong aku mau manggil kamu Sayang 'kek, cintaku 'kek atau ...." Kenzi menggantung perkataannya, membuat Tessa jadi penasaran.


"Atau apa?" tanya Tessa.


"Atau istriku," ucap Kenzi tersenyum menggoda.


"Ehem! Ingat, belum halal." ucap Tessa memalingkan wajahnya ke depan.


Kenzi yang duduk di samping Tessa tidak henti-hentinya memandangi wajah cantik Tessa.


"Cantik melebihi rembulan," gumam Kenzi tiba-tiba membuat Tessa menoleh ke arahnya.


"Siapa yang cantik?" tanya Tessa.


"Tunangan aku lah," jawab Kenzi.


"Ken, bisa enggak natapnya biasa aja." bentak Tessa sudah tidak tahan di tatap terus-menerus oleh Kenzi.


"Kalo itu kamu, natapnya harus pake perasaan dong Sayang." sahut Kenzi.


"Ih nyebelin banget sih jadi orang." kesal Tessa dan Kenzi tertawa kecil karena Tessa sudah benar-benar marah dengannya.


"Oke, aku berhenti natap kamu." ucap Kenzi akhirnya.


"Oh iya gimana besok, siap kembali ke kampus lagi?" tanya Kenzi membuat raut wajah Tessa berubah murung.


Tessa masih ingat bagaimana Kenzi menceritakan semua tentang Ryan yang benar-benar sangat terobesi dengan Tessa sampai-sampai Ryan menuduh Tessa sudah tidak perawan lagi di depan Kenzi.


Lalu untuk Tia, Tessa masih sangat marah dengan wanita itu karena berani mengeluarkan dirinya dari kampus.


"Maunya sih pindah kampus aja," sahut Tessa membuat Kenzi membelalakan matanya kaget.


Kenzi mana terima jika tuangannya harus pisah kampus dengan dirinya, bisa-bisa Kenzi akan gila karena memikirkan kegiatan apa saja yang di lakukan tunangannya di luar sana saat tidak ada dirinya.


"Enggak bisa, aku enggak izinin kamu pindah kampus manapun juga tapi kalo kamu tetap kukuh mau pindah, aku juga harus ikut pindah bareng kamu." cerocos Kenzi langsung menolak.


Tessa mengerutkan dahinya aneh, "Di kampus lama aku takut ketemu Ryan lagi, Ken. Terus juga aku males banget kalo harus ketemu sama Tia yang terus-terusan ngejar-ngejar kamu." ucap Tessa.


"Masalah Ryan jangan kamu fikirin, aku bakal selalu ada di samping kamu buat jagain kamu. Untuk Tia juga, kita umumin aja pertunangan kita biar tu anak enggak ganggu kita lagi." ucap Kenzi serius.


Tessa tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan, "Aku percaya kamu pasti bakal jagain aku dan so'al pertunangan kita, aku juga mau semua orang tahu kalo kamu itu udah jadi milik aku." ucap Tessa juga menginginkan pertunangan mereka di sebar luaskan ke semua orang.


"Dan semua orang juga harus tahu kalo kamu cuma milik aku seorang," sahut Kenzi tersenyum senang menggapai tangan sebelah kanan Tessa lalu menciumnya dengan lembut.


"I really really love you, Baby." ucap Kenzi menatao Tessa tanpa mau melepaskan genggaman tangannya.


"Makasih," sahut Tessa membuat raut wajah Kenzi berubah datar.


"I love you, Babe." ucap Kenzi lagi.


"I know you love me," sahut Tessa membuat Kenzi menganga kaget.


"I love you, i love you, i love you, i love you, Baby." ucap Kenzi membuat Tessa memelotot kaget.


"Stop it!" sentaj Tessa.


"Oh shit! I said i love you, Tesaa Gracella." ucap Kenzi menekan perkataannya.


"Astaga, iya Ken aku tahu kamu cinta sama aku 'kan," ucap Tessa berusaha menahan tawa.


"What? Jadi kamu enggak cinta sama aku, gitu?" tanya Kenzi kini melepaskan genggaman tangannya.


Tawa Tessa meledak karena Kenzi terlihat kesal, "Ooow! I love you so much, my fiance." ucap Tessa menggapai tangan Kenzi lalu menempelkannya telapak tangan itu ke pipinya.


Seketika wajah Kenzi berubah cemberut dan Tessa menjadi gemas dengan ekspresi wajah yang tidak pernah ia lihat itu.


"Oh my god! Very cute." ucap Tessa tiba-tiba mencubit kedua pipi Kenzi dengan gemas.


Kenzi meringis kesakitan karena Tessa mencubit tanpa menggunakan perasaan sedikitpun, "Ak! Sakit sakit sakit sakit Tessa, Tessa sayang sakit, lepas sayang." ringis Kenzi lalu Tessa melepas cubitannya dengan langsung berdiri dan berlari meninggalkan Kenzi.


Wlekk ....


Tessa mengejek Kenzi dengan menjulurkan lidahnya ke pada Kenzi membuat Kenzi menganga tak percaya dan langsung berlari untuk mengejar Tessa.


Langit malam yang di penuhi bintang menjadi saksi indahnya pemandangan kejar-kejaran Kenzi dan Tessa yang mengelilingi kolam berenang dengan sesekali saling mencipratkan air kolam.


Gelak tawa Tessa dan teriakkan ancaman Kenzi terdengar jelas di telinga Ram dan Sanjaya yang kini duduk memandangi anak-anak mereka dari atas balkon lantai dua.


"Aku harap Mommynya Tessa melihat kebahagiaan mereka." ucap Ram tersenyum senang menatap wajah ceria sang anak.


"Bukan hanya Mommynya Tessa tapi di atas sana Mamanya Kenzi juga pasti sedang melihat kebahagiaan anak-anak kita, Ram." sahut Sanjaya.


"Maafkan keegoisanku dulu Amber," lirih Ram merasa sedih karena kini istrinya sudah tidak ada lagi di sisinya dan juga anaknya.


.


.


.


::: Bersambung :::


Panjangkan partnya? Semoga kalian semua puas ya ....


Asal kalian kasih vote dan hadiah, thor pasti rajin up kok. Like dan komen jangan lupa juga, karena thor penasaran seberapa banyak orang yang lagi nunggu updatean novel ini. Semakin banyak yang nunggu, thor bakal semakin banyakin partnya.

__ADS_1


Enggak tahu kenapa di part 236 sama 237 ini lama banget reviewnya padahal thor up udah dari tanggal 8, kalian yang sabar aja ya nunggunya....


__ADS_2