
...Kediaman Keluarga Sinaja...
"Makan malam sudah siap, mana Kakakmu?" tanya mama Sofi pada Tania yang sibuk memainkan handphonenya di meja makan.
"Di kamar mungkin," sahut Tania tanpa menatap sang mama membuat Sanjaya menggeleng kepala melihat kelakuan putrinya itu.
"Panggil dong sayang," suruh papa Sanjaya membuat Tania mendengus karena dirinya tidak berani membantah permintaan sang papa, alhasil dirinya naik ke atas menuju kamar sang kakak.
"Kak, makan malam udah siap," pekik Tania sembari menggedor pintu kamar sang kakak. Tok! Tok! Tok! Namun tidak ada sahutan apapun dari dalam sana.
"Woy buka," pekik Tania.
"Tidur kali ni kebo," gumam Tania langsung membuka pintu kamar Aldy.
"Aldy?!" panggil Tania tanpa embel-embel kakak, itu karena Tania sudah sangat kesal dengan kakaknya yang lelet sekali turun ke bawah sehingga Tania harus repot-repot memanggil kakaknya itu.
With you, I fall
It's like I'm leaving all my past and silhouettes up on the wall
With you, I'm a beautiful mess
It's like we're standing hand and hand with all our fears up on the edge
So stop time right here in the moonlight
Cause I don't ever bla bla bla....
Tania berkacak pinggang saat kakaknya itu ternyata sedang mendengar musik dengan sangat keras seraya mulut pria itu pun ikut bernyanyi keras di dalam kamar mandi.
"Kak buruan woy, Mama sama Papa udah nungguin di bawah," pekik Tania tapi tidak di sahut oleh Aldy.
"Ah! Kalo gue turun sekarang, bisa-bisa gue di suruh naik lagi buat manggil ni cowok siput yang leletnya luar biasa, ya udahlah gue tunggu aja," dengus Tania menunggu sang kakak selesai mandi sambil wanita itu berjalan-jalan mengelilingi kamar Aldy hingga akhirnya ia masuk ke closet baju Aldy.
"Gue siapin aja lah bajunya biar cepet," ucap Tania mencari piyama tidur sang kakak dengan terus mengelilingi closet baju Aldy hingga akhirnya sampai ke satu lemari pakaian khusus piyama tidur, Tania mencari pakaian yang pas untuk sang kakak.
"Itu bagus," ucap Tania menunjuk piyama berwarna dongker milik sang kakak lalu ia sedikit berjinjit untuk mengambil baju yang tempatnya cukup tinggi itu.
"Gilak tinggi banget sih," gumam Tania namun ia tetap berusaha mengambilnya.
__ADS_1
"Nah," Tania merasa lega karena tangannya bisa menggapai bajunya kemudian ia menarik pakaiannya dari lemari hingga terjatuh di tangan Tania tapi tiba-tiba saja sebuah BOX berwarna gold ikut terjatuh dan berhamburan ke mana-mana.
"Ala mak," gumam Tania menganga menatap BOX besar itu berantakan ke mana-mana, dengan cepat wanita itu membereskan semua isiannya.
Saat sedang merapikan isi dari BOX besar itu tiba-tiba saja Tania melihat foto sang kakak yang sedang menggendong wanita yang cantik, di dalam foto itu Aldy sangat ceria begitu juga dengan wanita itu.
"Cie! Ternyata selain sama gue, dia bisa bahagia juga sama cewek lain," gumam Tania cekikikan kemudian ia merapikan lagi isian BOX besar itu tapi Tania membulatkan matanya saat melihat hal yang tidak ia duga tentang kakaknya.
"Kak Aldy?!" gumam Tania menganga.
Aldy menyudahi aktivitas berendamnya dan keluar dari kamar mandi, mulut pria itu tidak henti-hentinya bersenandung hingga membuat Tania yang berada di dalam walk-in closet sang kakak cepat-cepat membereskan kerusuhan yang ia perbuat.
"Udah selesai mandinya?" tanya Tania keluar dari walk-in closet milik Aldy.
"Astaghfirullahaladzim." Aldy langsung tersentak kala dirinya yang baru akan masuk walk-in closet tiba-tiba di kejutkan oleh kehadiran sang adik.
"Ngapain lo di sini? Dan sejak kapan lo di sini? Kenapa baju gue lo yang siapin? terus kenapa nggak ketuk pintu dulu kalo mau masuk?" tanya Aldy beruntun.
"Gue ke sini manggil lo buat makan malam dan udah empat puluh lima menit gue nungguin lo, baju lo gue siapin biar lo nggak kelamaan nyari baju tidur dan terakhir, gue udah ketuk pintu dua sampai tiga kali tapi nggak ada respon karena lo sibuk dengerin musik di kamar mandi, udah jelas sekarang? Buruan ke bawah Papa sama Mama udah nunggu," oceh Tania langsung melempar piyama tidur ke tubuh Aldy, dengan sigap Aldy menangkap piyama tidurnya.
"Buruan." pekik Tania berlalu meninggalkan kamar sang kakak.
"Berisik lo kayak jangkrik," pekik Aldy malas sehingga kepala Tania muncul dari balik pintu.
Dengan cepat Aldy mengganti pakaiannya dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan, di mana kedua orang tuanya serta adiknya sudah duduk di sana, menunggu kedatangan Aldy.
"Gak lama 'kan?" tanya Aldy ketika sampai di ruang makan dan duduk di samping Tania.
"Udah lumu ...."
"Mari makan." ucap Aldy memotong perkataan Tania dan langsung menyodorkan piring ke arah sang mama, dengan cepat Sofia mengambil piring Aldy begitu juga dengan Tania ikut menyodorkan piringnya kepada sang mama.
"Dih ngikutin," ejek Aldy.
"Apa? Lo nggak suka? Dasar cowok manja" bentak Tania membuat Aldy memelotot.
"Sirik itu tanda tak mampu," ucap Aldy.
"Eh ...."
__ADS_1
"Shut up !!." pekik Aldy membungkam mulut Tania dengan sayur kol lalu pria itu terkekeh karena mulut adiknya itu otomatis langsung mengunyah sayur kol itu.
"Udah nggak usah ribut terus, makan sekarang." lerai Sofia sembari meletakkan kedua piring anaknya ke hadapan mereka masing-masing.
"Udah di ambilin nasinya, nggak usah manja lagi ambil sendiri lauknya," ucap Tania menyindir sang kakak.
"Ngaca dulu gih, kayak lo nggak manja aja, malahan ni ya gue sama lo itu beda jauh banget. Gue mah manjanya cuma dua persen sedangkan lo sembilan puluh sembilan persen," balas Aldy membuat Tania membulatkan matanya.
"Enggak ada ya ...." ucapan Tania terhenti.
"Masih mau berdebat atau mau makan sekarang?" tanya Sanjaya sengaja memasang wajah sinis kepada kedua anaknya agar mereka sedikit takut dan benar saja seketika keduanya tersentak kaget.
"Makan Pah." sahut keduanya pelan lalu mereka melahap makan malam mereka tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
.........
Pagi hari Aldy memaksa Tania untuk berangkat bersama memakai mobil adiknya karena mobil kesayangan pria itu di halangi oleh kedua mobil orang tuanya jadi Aldy malas untuk mengeluarkan mobilnya.
"Turun," titah Aldy ketika pria itu memasukkan mobil Tania ke dalam parkiran sekolah.
"Lo gila ya! Udah maksa berangkat bareng, terus mobil gue di bawa masuk ke parkiran sekolahan lagi," bentak Tania.
"Lo jangan pernah mikir buat bongkar identitas gue ya atau gue bakal rusak reputasi lo," sengit Tania menatap tajam sang kakak.
"Iya nggak! Lo turun aja sekarang, lagian mereka juga tahu kalo kita temenan jadi nggak akan ada gosip tentang kita berdua," ucap Aldy.
"Heh, gue jadi temen lo aja tu cewek-cewek pada bully gue apalagi kalo mereka lihat gue berangkat sekolah bareng lo, bisa-bisa hidup gue enggak bisa tenang gara-gara lo." bentak Tania.
"Itu sih derita lo," ucap Aldy keluar dari mobilnya meninggalkan Tania membuat Tania berdecak sebal.
Wanita itu masih duduk di tempatnya, menatap sekeliling parkiran yang ramai sekali murid-murid sekolahan, ia menggelengkan kepalanya tidak mau turun sekarang.
Hingga saat bel masuk kelas berbunyi dan semua murid berjalan menuju tangga koridor, Tania pun turun dari mobilnya tanpa menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya.
"Enggak mungkin Aldy juga suka sama Tania," gumamnya menyipitkan matanya tajam melihat Tania yang tersenyum tipis seraya berjalan menuju tangga koridor.
.......
.......
__ADS_1
.......
...⚫⚫ Bersambung ⚫⚫...