Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 45


__ADS_3

...Author Point of view...


Pagi ini Tania sudah lebih dulu sampai di sekolah yang sepi bahkan mungkin Tania adalah yang pertama datang ke sekolahan karena sekarang masih jam 06 : 05.


"Hai, Tan." sapa Firgy merangkul Tania saat wanita itu baru masuk ke dalam kelasnya.


"Tumben pagi," ucap Tania, pasalnya Firgy tidak pernah datang pagi.


"Kak Aldy bilang lo udah berangkat di jam lima subuh jadi gue buru-buru deh nyusul lo ke sekolah," jawab Firgy.


"Mika sama Niky gimana?" tanya Tania.


"Masih di apartemen," ucap Firgy kemudian Tania meninggalkan Firgy dan duduk di bangku Aldy yang dekat dengan dinding.


"Gimana kemaren, lancar?" tanya Firgy ikut duduk di bangku milik Tania.


"Ribet," jawab Tania singkat.


"Ribet? Kenapa jadi ribet?" tanya Firgy.


"Leo sama Kak Aldy ternyata pernah suka sama satu cewek yang sama," ucap Tania membuat mata Firgy terbelalak.


"Hah! Yang bener lo?" tanya Firgy dan Tania menganggukkan kepalanya santai.


Tania menarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan sangat pelan kemudian wanita itu mulai menceritakan tentang permasalahan Leo dan Aldy yang bermusuhan karena kesalahan pahaman semata, Tania hanya menyingkat ceritanya dengan apa yang ia ingat saja hingga pada akhir pengujung cerita Tania melepas napas lega.

__ADS_1


"Gitu ceritanya," ucap Tanua menyandarkan punggungku ke dinding.


"Lo mau bantu mereka baikkan?" tanya Firgy.


"Mau sih tapi gue bingung gimana caranya," ucap Tania ingin berbaik hati membantu kakaknya tapi wanita itu tidak tahu caranya harus bagaimana.


"Di antara mereka yang punya masalah Kak Aldy sama Leo doang 'kan? Yang lainnya enggak 'kan?" tanya Firgy.


"Mana gue tahu, gue nggak nanya sama mereka satu-satu, anggota cowok mereka itu ada sembilan." ucap Tania datar.


"Coba lo tanya Bobby," saran Firgy.


"Nggak, tu bocah lebih setia sama Kak Aldy dari pada gue." ucap Tania mengenal bagaimana sahabat kakaknya bernama Bobby itu sangat setia pada kakaknnya


"Gue bakal ngomong sama Abdi," ucap Tania.


...............


...Kantin bie'em...


Sudah sejak lama Leo menunggu kedatangan Tania tapi anehnya sudah beberapa menit yang lalu ia duduk di atas motornya, Leo tidak melihat Tania bahkan Leo melihat Mika dan Niky masuk ke gerbang sekolahan tanpa adanya Tania ataupun sahabat satunya lagi yaitu Firgy.


"Sepuluh menit lagi bel masuk tapi kenapa Tania belum dateng juga," gumam Leo masih setia menatap ke arah jalanan.


"Udah masuk kali," sahut Diky.

__ADS_1


"Nggak mungkin, Tania selalu berangkat agak siang jadi enggak mungkin dia udah masuk sekolah," ucap Leo anatar yakin-tak yakin.


"Bentar lagi bel masuk, lo mau tetap di sini nungguin Tania sampai lumutan?" tanya Rio datar hingga Leo pun berjalan meninggalkan kedua sahabatnya ke arah gerbang sekolah.


"Yeah di tinggalin," dengus Diky menyusul Leo begitu juga dengan Rio ikut menyusul Leo.


"Hari ini katanya ada pertemuan penting antar guru, jadi kita nggak belajar." ucap Diky pada Rio saat mereka bertiga memasuki lapangan.


"Sok tau lo," ucap Rio.


"Berani taruhan?" tawar Diky.


"Ck! Lo pasti tahu dari tante Sely yang notabenenya guru Olahraga sekolahan kita 'kan." tebak Rio tepat pada sasaran karena mbak Sely adalah adik dari ayahnya Diky.


"Baru percaya 'kan lo sekarang," ucap Diky.


.


.


.


.


..... Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2