
Pulang sekolah Leo tidak ikut bergabung dengan sahabatnya yang lain dan malah pergi sendirian, Leo pergi ke taman belakang kantin bie'em lalu ia berbaring di gazebo.
"Gue belum bisa lupain lo, Tan," gumam Leo memejamkan matanya, membayangkan raut wajah wanita itu.
"Andai dulu gue enggak sok-sokan ngelak dan langsung sadar sama perasaan gue, pasti gue enggak akan nyesel kayak gini sekarang," gumam Leo lagi.
Pria itu mengaku dirinya sudah mencintai Tania sejak Tania menerima cintanya, ia merasa nyaman berada di dekat Tania bahkan saat Tania bersedih, pria itu juga ikut merasa sedih tapi karena taruhan sialan itu, Leo tidak memperdulikan perasaannya dan terus saja mengelak saat Rio dan Diky mengatakan bahwa dirinya mencintai Tania.
"Maaf gue belum bisa ikhlas dan bakal terus berharap sama lo, Tan." ucap Leo membuka matanya.
.........
You and I, we're like fireworks and symphonies exploding in the sky
With you, I'm alive
Like all the missing pieces of my heart, they finally collide
So stop time right here in the moonlight
Cause I don't ever wanna close my eyes
Without you, I feel broke
Like I'm half of a whole
Without you, I've got no hand to hold
__ADS_1
Without you, I feel torn
Like a sail in a storm
Without you, I'm just a sad song
I'm just a sad song
Malam yang sunyi, Leo bernyanyi dengan di iringi petikkan gitar yang lembut dan juga santai.
So stop time right here in the moonlight, Cause I don't ever wanna close my eyes
(Jadi hentikan waktu di sini di bawah sinar bulan, Karena aku tidak pernah ingin memejamkan mata)
"Akh! Dari pada gue nyanyi lagu galau mulu mending gue keluar." ucap Leo meletakan gitarnya lalu keluar dari kamarnya nakun baru juga turun dari tangga Leo sudah di hadapkan dengan sang papa.
Sebagai seorang ayah, Prasetya memiliki sikap tegas dan dingin dengan sang anak maupun orang lain, Prasetya adalah pemilik perusahaan Binondra Group yang paling berpengaruh di area eropa dan Indonesia.
Kelak Prasetya akan mewariskan perusahaannya kepada anak tunggalnya yang sekarang yaitu Leo, walau Leo selalu menolak akan keputusan papanya tapi Prasetya selalu menekannya agar tidak membantah dan itu membuat hubungan mereka selalu bertolak belakang, Prasetya sangat perduli dengan keluarga kecilnya tapi sayang caranya selalu salah di mata sang anak hingga Prasetya di anggap papa yang kejam tanpa kasih sayang oleh sang anak.
"Keluar," jawab Leo datar.
"Sebagai anak dari keluarga Mahendra kau tidak seharusnya keluyuran di luar saat malam, Leo." ucap Prasetya sebenarnya merasa khawatir terhadap Leo yang ingin keluar di malam hari namun cara bicara Prasetya yang menyangkut pautkan Leo adalah anak dari keluarga Mahendra malah membuat Leo jengah, Leo sangat tidak suka jika harus mengingat setatusnya sebagai anak dari keluarga Mahendra.
"Lihatlah, Kak. Papa mulai lagi sekarang," batin Leo seakan sedang berbicara dengan sang kakak, almarhum Vian Pramana Mahendra.
"Aku ingin mencari kesenangan di luar, apa itu tidak boleh?" tanya Leo mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Jangan berbuat yang macam-macam, Leo. Papa akan menghukummu jika kau mempermalukan nama baik keluarga," ancam Prasetya yang tidak suka melihat anaknya bicara tidak sopan dengan dirinya.
"Papa tidak perlu khawatir, aku tahu caranya menjaga nama baik keluarga, bukanlah selama ini aku tidak pernah membuat nama baik keluarga Mahendra tercemar?" ucap Leo melangkahkan kakinya untuk pergi.
"Jangan pulang larut malam," ucap Prasetya berjalan ke arah ruang keluarga dan duduk di sofa membuat Leo menghentikan langkahnya.
"Hah! Gue nggak salah denger tadi? Papa perduli sama gue" gumam Leo dalam hati.
"Papa memperingatimu sebagai orang tua karena kau adalah anak dari keluarga Mahendra, tidak baik jika orang lain melihatmu pulang tengah malam, reputasi keluarga bisa hancur karena dirimu," lanjut Prasetya.
"Cih! Mustahil Papa bakal perduli sama gue," batin Leo mengepal tangannya kuat.
"Benar, Papa hanya perduli dengan reputasi keluarga Mahendra tapi tidak dengan anak Papa sendiri," sengit Leo kemudian melangkah keluar dari rumah, dan setelah di depan rumah Leo memukul tiang depan rumahnya. Bukk! Pria itu melampiaskan kesedihan dan kemalangan dirinya sendiri karena memiliki keluarga yang kurang akan kasih sayang dan perhatian.
"Kau pasti sedang menertawakanku sekarang, aku menjadi seperti ini karena dirimu, Kak." lirih Leo kembali memukul tiang rumahnya sekali.
"Kepergianmu membuatku harus mengalami semua ini sendirian, kau jahat Kak." lirih Leo terlihat sangat menyedihkan.
Beberapa pelayan rumah itu ikut merasa sedih karena melihat tuan muda mereka yang terlihat rapuh akan keadaannya yang kurang kasih sayang dan kurang perhatian dari orang tuanya.
"But, i miss you brother," lirih Leo menatap ke arah langit malam yang hanya di terangi oleh bulan dan beberapa bintang saja. Di balik kemarahannya pada kakaknya yang pergi meninggalkannya, Leo sebenarnya sangat merindukan sosok kakak yang selalu menyayangi dirinya sejak kecil.
.......
.......
.......
__ADS_1
...>0< Bersambung >0<...