Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 200 (Takdir)


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit, Leo langsung menuju ruang perawatan sang istri, di sana Karamel sedang terbaring di brankar sedangkan kedua anak buah Karamel yaitu Daniel dan Becca sedang duduk santai dan berbaring di sofa ruang VIP itu.


Ketika Leo masuk, Daniel maupun Becca langsung berdiri dari tempat mereka.


"Keluar," satu kata yang di ucapkan Leo membuat kedua anak buah Karamel keluar dengan sangat tergesa-gesa.


Leo melangkahkan kakinya untuk mendekati brankar Karamel, wajah sayu dengan seluruh bagian tubuh yang lemas Leo berusaha keras untuk tenang dan tidak terlihat lemah saat bertatap muka dengan wajah pucat sang istri nantinya.


"Sayang," panggil Leo lembut sembari mengelus puncak kepala Karamel dan juga tangan satunya menggenggam tangan Karamel.


Perlahan Karamel membuka matanya, Karamel tersenyum tipis saat menatap manik mata sang suami, Karamel ingin bangun dari tempatnya berbaring namun Leo melarangnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"It's okay! I'm fine, i'm okay." ucap Karamel dengan nada suara yang lamah.


"Peluru itu cuma kena di pingang aku gak sampe masuk ke dalem atau bahkan nembus badan aku," tambah Karamel lagi.


"Aku udah bunuh orang itu," ucap Leo dan Karamel hanya bisa tersenyum tipis.


"Gimana sama Tuan Damyan dan Clara?" Karamel sengaja mengalihkan pembicaraan agar Leo tidak merasa sedih.


Benar, Leo tidak terlalu bersedih lagi namun pertanyaan Karamel menggantikan rasa sedih Leo dengan suasana hati kesal dan marah. Leo malas membahas orang yang telah mencelakai istrinya tapi Leo juga tidak mungkin mengabaikan pertanyaan istrinya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit, bisa-bisa Leo akan mengecewakan Karamel nanti.


"Sesuai permintaan kamu, Jeffry udah aku perintahin buat ngirim Damyan ke penjara." ucap Leo mengecup kening Karamel.


"Kalau Clara?" tanya Karamel membuat belaian tangan Leo di kepala Karamel berhenti.


Leo menatap lekat mata Karamel, Leo berharap Karamel tidak membahas wanita licik itu namun bibir Karamel kembali menanyakan wanita yang Leo benci.


"Kamu siksa dia 'kan?" tanya Karamel.


"Kenapa aku gak boleh siksa dia?" tanya Leo tidak melepas tatapannya dari manik mata Karamel bahkan kini tatapan Leo berubah menjadi tajam.


"Karena dia bakal tersiksa di penjara Afrika, Leo." jawab Karamel


"Cih, apa kamu tau cewek gila itu minta suami kamu ini buat nikah sama dia," ucap Leo malas.


"Kamu gak akan mungkin mau karena kamu cuma cinta sama aku, iya 'kan." sahut Karamel dengan percaya diri.


Cup! Leo mencium kening Karamel lalu Leo menempelkan keningnya dengan kening sang istri.


"Because you are my soulmate, Kara," ucap Leo dan mereka berdua memejamkan mata bersama.


...............................


...Los Angeles...

__ADS_1


Sudah beberapa hari ini Kenzi bertemu dengan Tessa, walau tujuan mereka untuk mengerjakan tugas Tessa tapi setelah selesai mengerjakan tugas, Tessa berinisiatif duluan mengajak Kenzi untuk jalan-jalan dan juga jajan-jajan. Kenzi malas meladeni tapi karena paksaan akhirnya Kenzi mau.


Seperti saat ini Kenzi dan Tessa sedang berjalan kaki menyusuri setiap toko pakaian dan juga makanan.


"Ikut gue," ajak Tessa langsung menarik tangan Kenzi menuju toko pakaian.


Kenzi menatap tangannya yang di genggam oleh Tessa, lancang sekali perempuan satu ini tapi lebih bodoh dirinya yang mau mau saja mengikuti langkah kaki perempuan ini.


"Ngapain kita ke sini?" tanya Kenzi bingung.


"Cari jodoh ... ya nyari pakaian dong, Ken-tang!" ketus Tessa lalu tersenyum melihat pakaian indah di toko itu.


"Gue tau Tessa—tu dua tiga, tapi maksud gue toko ini khusus pakaian couple sama job lot, lo mau beli pakaian buat siapa?" jelas Kenzi panjang lebar. Kini Kenzi ketularan cerewet dari Tessa.


"Buat gue sama lo," sahut Tessa polos.


"WHAT?" pekik Kenzi melebarkan matanya.


"Ih! Ini lucu banget, ada tulisan angka matematikanya pula." ucap Tessa menempelkan baju Couple berwarna putih dengan tulisan 1< 534 di depannya ke tubuh Kenzi dan dirinya sendiri.


"Pas," ucap Tessa.


"Tapi kenapa tulisannya harus di balik-balik jadi lima, tiga, empat ya? Kenapa enggak tiga, empat, lima. 'Kan lebih rapi." tanya Tessa bermonolog.


"Bodo amat lah, gue beliin satu buat lo juga. Oke? Oke lah ya," ucap Tessa bertanya tapi malah menjawab sendiri.


"Wah, gila ni cewek," desis Kenzi mengusap-ucap tengkunya sendiri.


"Tessa tunggu," pekik Kenzi namun keadaan toko yang ramai membuat Tessa tidak bisa mendengar penggilan Kenzi.


Kenzi mencari keberadaan Tessa namun wanita itu tidak terlihat di manapun.


"Agh! Sial, ke mana sih tu cewek," kesal Kenzi frustasi mencari Tessa di toko yang besar dan ramai itu.


Beberapa menit menolehkan kepala ke kanan ke kiri dan ke depan, Kenzi melihat ke arah kasir yang terlihat ada seorang wanita yang pakaiannya mirip dengan Tessa sedang berbincang dengan salah satu pegawai toko, Kenzi berlari kecil untuk mendekati wanita itu.


"Tessa," panggil Kenzi meletakkan tangannya di pundak wanita itu.


"Who ... oh my god, my love Kenzi." pekiknya.


Oops, ternyata wanita itu bukan Tessa tapi itu adalah Tia, wanita gila yang selalu Kenzi hindari, salah satu pengagum Kenzi yang mengklaim dirinya adalah kekasih Kenzi.


Hampir semua orang di kampus mengenal Tia si wanita manja yang terobsesi berat dengan Kenzi bahkan Tia sering menunjukkan perhatian yang berlebihan dengan Kenzi, Tia sudah seperti polisi yang mengawasi Kenzi di sepanjang hari, pandangan matanya akan langsung penajam jika ada wanita lain yang mendekati Kenzi.


Kenzi sendiri awalnya tidak perduli tapi lama-kelamaan Kenzi risih dan muak akan perilaku Tia yang terus-terusan menempel dengan mulut bebek alias cerewet nan cempreng. Alhasil Kenzi membentak Tia hingga Tia menangis di buatnya, Kenzi jengah dan tidak perduli. Kaki Kenzi ingin melangkah pergi namun racauan mulut Tia yang ingin mengadu pada dosen membuat Kenzi urung pergi.

__ADS_1


Bisa menjadi masalah besar jika dosan sampai tahu masalah pembentakkan Kenzi, Kenzi mengancam Tia agar tutup mulut namun bukannya takut, Tia malah semakin keras tangisannya hingga di detik itu juga dua dosen yang di kenal paling cerewet dan ganas masuk ke kelas mereka dan pada akhirnya Kenzi di beri hukuman kerena kedua dosen itu melihat kejadian Kenzi mengancam Tia hingga menangis.


Setiap berhadapan dengan Tia, Kenzi merasa gila karena Tia sangat manja dan cengeng di depan Kenzi.


"Mamp*s, kenapa cewek gila ini bisa ada di sini?" batin Kenzi dengan tubuh menegang di tempatnya berdiri.


"My love, what happ ...." ucapan Tia terhenti.


"Kenzi," suara Tessa memanggil Kenzi.


Kenzi menoleh ke belakang begitu juga Tia memiringkan kepalanya untuk melihat siapa wanita yang berani memanggil pangeran cintanya.


"Hay, babe! Apa kau sudah selesai membayar pakaian couple kita berdua?" tanya Kenzi dalam bahasa inggris. Tesaa maupun Tia memelotot kaget ketika Kenzi memanggil Tessa dengan panggilan 'sayang'


"What? Babe?" beo Tia.


Kenzi memberi kode pada Tessa yang masih melebarkan matanya, Kenzi melirikkan matanya sekilas ke Tia lalu kembali lagi menatap Tessa hingga beberapa detik kemudian Tessa mengerti maksud dari panggilan Kenzi tadi.


"Oh yeah! Aku sudah selesai." sahut Tessa dalam bahasa inggris pula.


"Okay babe, kita pulang sekarang." ucap Kenzi berjalan mendekati Tessa.


"Okay!" sahut Tessa dan Kenzi langsung merangkul bahu Tessa lalu membawa Tessa pergi jauh dari toko itu.


Kenzi belum melepas rangkulannya hingga mereka sudah berhenti berjalan dan berdiri di depan cafe bisa tempat mereka bertemu, Kenzi tatap merangkul bahu Tessa sedangkan yang di rangkul menatap jengah ke arah Kenzi yang terus-terusan menoleh ke belakang.


Plak ... plak ... plak!!!


"Kayaknya tangan lo nyaman ya di pundak gue," dengus Tessa dengan nada jengah.


Kenzi menatap manik mata jengah Tessa, "Takut banget lo ya sama Tia?!" entah itu pertanyaan atau ejekan, Kenzi merasa kesal dengan ucapan Tessa barusan.


"Lepasin tangan lo, berat tauk." ucap Tessa dan Kenzi melepas tangannya dari bahu Tessa membuat Tessa merenggangkan bahunya yang pegal karena cengkraman tangan Kenzi namun seperdetik kemudian mata Tessa terbelalak kaget kala tangan Kenzi berpindah tempat merangkul pinggangnya.


"Lo ...."


"Mulai hari ini lo jadi pacar gue," ucap Kenzi .


"What? ....


.......


.......


.......

__ADS_1


...::: Bersambung :::...


__ADS_2