
Masih di ruangan yang sama, kini seorang Polar Prince berbicara sebagai Leo yang akan menjelaskan semua rasa penasaran Karamel.
"Apa yang pengen kamu denger dari aku, Kara? Aku bakal jawab semuanya." ucap Leo pelan.
"Vian, kamu nyebut nama Vian tadi," sahut Karamel tanpa menatap Leo.
"Kak Vian adalah kakak kandung aku, tangan kanan kamu dulu adalah kakak kandung aku," jawab Leo.
"Satu kebohongan Vian yang selalu dia sembunyiin dari aku, apa itu tentang kamu? Dia bilang dia enggak tahu so'al Polar Prince tapi kamu bilang Vian adalah kakak kandung kamu." ucap Karamel sekarang menatap Leo dan Leo menganggukkan kepalanya.
"Aku nggak mau identitas aku di ketahui oleh siapapun termasuk pimpinan The Shadow Of The Queen," ucap Leo.
"Kak Vian pernah bilang kalo Lady Queen mereka itu kagum banget Polar Prince tapi aku enggak perduli so'al itu, prinsipku tetap enggak akan beberin identitas asli seorang leader mafia nomor satu ke siapapun," ucap Leo.
"Para mafioso Vic's Bloody Wolf pasti bakal ngikutin jejak leadernya , jadi kalo leadernya melanggar peraturan otomatis mafiosonya juga bakal ngikutin jejak leadernya, Kara." sambung Leo.
"Jadi kamu tau aku Lady ...."
"Enggak, Kak Vian emang sering cerita tentang Lady Queen tapi aku nggak pernah tau muka Lady Queen itu kayak gimana? Dulu aku ada Sasya jadi aku nggak perduli akan kehidupan cewek lain." jujur Leo membuat Karamel sedikit jengkel.
"Kok gue jadi kesel ya," batin Karamel.
"Apa kamu penasaran sesuatu tentang aku?" tanya Leo menatap wajah Karamel yang tampak sedang berfikir. Banyak! Ingin sekali Karamel berkata seperti itu tapi dirinya gengsi.
"Sejak kapan kamu jadi pimpinan mafia yang identitasnya enggak di ketahui seluruh dunia?" tanya Karamel seakan lupa akan tujuan utamanya untuk datang ke markas polar prince
"Sejak umur tiga belas tahun ... itu maksud aku di umur yang ke tiga belas tahun, aku udah jadi pimpinan gangster kecil-kecilan terus pas umur aku memasuk lima belas tahun, aku buat Vic's Bloody Wolf yang anggotanya kebanyakan anak jalanan. Setiap libur sekolah aku bakal ngabisin waktu aku buat banyak bantai musuh, sekalian cari anggota baru tapi tetap pake tahap pengoreksian juga." jelas Leo seperti tidak percaya bahwa mantan pacar Karamel itu adalah sosok orang yang sangat di kagumi oleh Karamel.
"Terus waktu Vian meninggal karena nyelamatin nyawa aku ...."
"Waktu itu juga aku jadiin Dark Cobra sebagai musuh aku," potong Leo membuat Karamel menggigit bibir bawahnya.
"Alex bukan pimpinan Dark Cobra yang asli, Kara," ucap Leo membuat Karamel mengerutkan dahinya, menatap tajam ke arah Leo.
"Di setiap gangster yang aku kenal, semuanya pasti ada anggota aku termasuk The Shadow Of The Queen milik kamu, di antara banyaknya anggota milik kamu tanpa kamu sadarin ada dua orang yang jadi mata-mata aku," ucap Leo jujur.
"Pantesan Polar Prince jadi pimpinan yang di kenal paling hebat, cara dia yang ngejalanin kehidupan dunia gelap aja bisa dia ngaturnya, mungkin tak-tik permainan dia juga jauh lebih hebat di bandingin gue." batin Karamel terkejut sekaligus memuji.
"Mata-mata aku yang ada di gangster Dark Cobra bilang Alex bukan pimpinan Dark Cobra yang asli tapi Rega Ananda lah yang jadi pimpinan Dark Cobra yang asli," ucap Leo.
"Rega Ananda? Regan Del Nixon?" ucap Karamel dan di balas anggukan oleh Leo.
__ADS_1
"Jadi Alex adalah pion ...."
"Hem, untuk ngelindungin pimpinan yang asli, Alex di jadiin pion mereka," ucap Leo cepat.
"Rega Ananda nggak pernah muncul di markas mereka ataupun di sekitar para anggotanya, itu yang buat aku susah ngelacak keberadaan dia," ucap Leo lirih namun Karamel bergeming, bingung bagaimana menanggapi perkataan Leo.
"Dengerin aku Kara, kamu mau tau semuanya bukan? Aku bakal jelasin dari mana aku tau so'al dendam dan rencana Rega Ananda terhadap keluarga kamu sekarang, aku mohon sama kamu tetap tenang dan jangan emosi, Ya!" pinta Leo menatap dalam mata Karamel.
Degg! Di situasi seperti ini detak jantung wanita berusia 19 tahun itu malah jedag-jedug karena di tatap intens oleh mantan kekasihnya itu. Dengan cepat Karamel menganggukkan kepalanya kemudian ia membuang muka ke depan. Bod*h! Umpat wanita itu dalam hati.
"Aku punya dendam sama pimpinan Dark Cobra dan aku mau bunuh pimpinannya sebagai balasan karena udah bunuh Kak Vian, tapi tiga tahun yang lalu waktu aku belum tau kamu adiknya Kenzi, salah satu mata-mata aku ngirimin rekaman suara Rega Ananda sama anaknya yang lagi bahas soal dendam Rega Ananda ke kakek Berrold," ucap Leo.
"Grandpa Berro?" beo Karamel.
"Rega Ananda punya orang tua yang bernama Gibran sama Zelia, dulu Gibran termasuk anggota dari kelompok mafia kakek Berro tapi Gibran berkhianat dengan cara ngebantuin kelompok mafia lain untuk nyerang kakek Berro, alasan Gibran berkhianat itu karena Gibran iri sama ayahnya Alex yang jadi tangan kanan kakek Berro," ucap Leo.
"Aksi penyerangan itu terjadi tapi untungnya musuh kakek Berro kalah dan musuh kakek Berro bilang kalo Gibran adalah pengkhianat yang ngebantu mereka buat bunuh kakek Berro beserta tangan kanannya, semua bukti ada di depan mata dan Gibran nggak bisa ngelak lagi, alhasil kakek Berro ngehukum Gibran dengan kepala di penggal." ucap Leo menjeda sebentar.
"Zelia yang dapet kabar tentang suaminya yang di penggal oleh kakek Berro jadi depresi berat sampai bunuh diri di depan mata Rega Ananda," sambung Leo menjelaskan detail kejadian masa lalu yang pernah terjadi.
"Jadi Rega Ananda mau membalas kematikan kedua orang tuanya ke semua anggota keluarga Grandpa Berro?" tanya Karamel lirih dan Leo menggangguk pelan.
"Rega Ananda sengaja jadi sahabat Om Sanjaya buat nyari tau siapa aja anggota keluarga besar Sinaja sama Ramo, setelah tujuan awalnya tercapai Rega Ananda ngerubah namanya jadi Regan Del Nixon biar Om Sanjaya nggak bisa ngelacak keberadaan dia." ucap Leo.
"Apa kamu tau so'al aku yang nyelamatin nyawa ibunya Henry? Itu ...."
"Itu bener, kamu emang nyelamatin nyawa ibunya Henry tapi rencana mereka gagal karena kamu, Kara." ucap Leo.
"Hah?" Karamel tidak paham.
"Kamu tau 'kan hubungan Fico sama Henry berubah jadi nggak baik sejak kematian mommy kandungnya Fico?" tanya Leo dan Karamel menganggukkan kepalanya.
"Rega Ananda sama Henry main siasat, mereka mau Fico kembali hormat dan percaya sama Henry dengan cara main siasat," ucap Leo.
"Henry sengaja nuduh Fico yang bunuh ibu kandungnya Henry buat mancing Fico numpahin semua kesalahan ke Rega Ananda, dan semua yang di ucapin Fico di depan mata kamu waktu kamu di sekap di gudang, Henry pura-pura percaya padahal semua itu cuma siasat yang dia sama ayahnya buat," jelas Leo.
"Jadi Henry ikut serta dalam penyerangan itu?" tanya Karamel dan di balas anggukan oleh Leo.
"Kenapa mereka ngelakuin itu? Kenapa Henry tega ngebunuh ibu kandungnya sendiri?" tanya Karamel tidak habis fikir.
"Perintah dari Rega Ananda nggak pernah di bantah oleh Henry, dan bakal dia turuti termasuk ngebunuh ibu kandung sama ibu tirinya sendiri," sahut Leo.
__ADS_1
"Tapi Henry sayang banget sama Fico, saudara tirinya ...."
"Itu karena Fico lebih menyayangi Henry dan lebih ngertiin Henry dari siapapun, lain dari kedua ibu mereka yang selalu ngerebutin Rega Ananda karena hartanya," potong Leo.
"Kamu tau semuanya Leo tapi kenapa kamu sembunyiin semuanya dari aku?" tanya Karamel mengintimidasi Leo.
"Itu karena aku denger rencana Rega Ananda, Kara." ucap Leo lirih.
"Apa? Rencana apa?" sentak Karamel.
"Dua minggu sebelum kamu pergi ke Bandung, Rega Ananda nyuruh Henry buat ngincar anak perempuan Om Sanjaya, aku nggak tau siapa adiknya Kenzi tapi di hari kamu ngungkapin identitas kamu sebagai Karamel Listra Najasi Aramoy anak dari Om Sanjaya. Aku tau kalo kamu yang bakal jadi incarannya Henry." ucap Leo.
"Plan B! Kalo rencana ngedeketin kamu gagal, maka Rega Ananda bakal ngebunuh semua anggota keluarga kamu satu-persatu." ucap Leo.
"Aku masih inget sama kata-kata Rega Ananda yang buat aku takut, Kara. 'Di hari yang sama namun di tempat yang berbeda, di waktu yang sama namun di jam yang berbeda' kamu tau itu artinya apa?" ucap Leo menggantung perkataannya.
"Di manapun anggota keluarga Sinaja dan Ramo berada, di waktu yang di tentuin semuanya bakal mati secara bersamaan," ucap Leo.
"Kamu bisa cegah mereka ...."
"Enggak bisa Kara, kalo Rega Ananda nyuruh mafioso Dark Cobra mungkin aku bisa cegah mereka tapi itu enggak Kara, semua anggota Rega Ananda nggak ada yang tau rencana pimpinan mereka, semuanya di rahasiain Rega Ananda bahkan Henry juga nggak tau apa yang udah di rencanain Rega Ananda," ucap Leo membuat Karamel memejamkan matanya.
"Biar plan B enggak terlaksana, kamu ... kamu sengaja ngilangin diri dan biarin rencana mereka berhasil," ucap Karamel membuka matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Aku minta maaf karena aku ngilang secara tiba-tiba, aku minta maaf karena biarin kamu menderita karena aku, aku minta maaf karena biarin Henry deketin kamu, aku minta maaf karena biarin kamu nikah sama orang yang salah, aku juga mau minta maaf karena ...." Leo berhenti bicara kala Karamel menangis di depan matanya.
"Ka-kamu jahat Leo, kamu tau Henry bukan orang baik tapi kamu biarin dia nikahin aku, kamu malah biarin dia ngambil perhatian yang aku kasih buat kamu." isak Karamel.
"Satu tahun aku sendirian dan Henry nggak deketin aku, seharuanya kamu kembali, Leo, harusnya kamu kembali sama aku." pekik Karamel.
"Aku di jebak sama rencana Henry, Kara. Aku enggak bisa kembali karena pacar Henry dateng dan jebak aku." ucap Leo lirih.
Degg! Jantung Karamel berdegup kencang katika Leo mengatakan Pacar Henry datang padanya? Pacar ? Henry punya Pacar?
"Pa-pacar?" ucap Karamel gelagapan.
.......
.......
.......
__ADS_1
...::: Bersambung :::...