Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 31


__ADS_3

Karena mengikuti masa lalu sang grandpa yang penuh dengan kekejaman maka saat Tania dan Aldy masih Sekolah Dasar The Shadow Of The King and Queen dulunya di jadikan kelompok anggota mafia oleh sang grandpa dan di berikan kepada Aldy atau jika di dunia gelap julukkannya adalah (K-king) dan Tania atau jika di dunia gelap julukkannya adalah (Lady Queen), tapi karena adanya insiden besar yang mengharuskan kelompok The Shadow Of The King and Queen berhenti dan mereka berdua juga tahu jika sang mama membenci kata mafia maka The Shadow Of The King and Queen berubah menjadi perguruan karate.


Dari namanya saja kita tahu The Shadow Of The King and Queen itu terbagi menjadi dua anggota, King khusus laki-laki dan Queen khusus perempuan, pelatih masing-masing perguruan bukan hanya Aldy dan Tania tapi ada banyak sensei dan senpai lainnya yang tingkatannya lebih hebat dari Aldy dan Tania.


Aldy dan Tania jarang melatih tapi mereka sering latihan dengan senpai Micheal Boy atau sering di panggil senpai Boy, pelatih yang paling unggul dan juga pelatih yang di tunjuk Aldy dan Tania untuk memimpin perguruan The Shadow Of The King and Queen.


"Sayangnya sekarang kita udah tobat ya," ucap Aldy membuat Tania menaikkan sebelah alisnya.


"Kita? Yang ada elo tu yang udah tobat karena sedari kecil lo itu sama kayak grandpa Berro yang suka bunuh orang sedangkan gue, lo tahu sendiri 'kan gue sama tangan kanan gue Vian punya komitmen kalo kita enggak akan pernah bunuh menusia," ucap Tania.


"Gue suka ngebunuh kalo lo suka nyiksa, apa bedanya coba? Sama-sama kejam 'kan," ucap Aldy membuat Tania mendengus.


"Nyebelin lo," sentak Tania.


"Hei, udah nggak sedih lagi?" tanya Sofia menghampiri kedua anaknya hingga Aldy dan Tania mendongak lalu mereka tersenyum lebar.


"Kalo sedih sih masih, Mah! Tapi kita harus bisa tetap kuat dan tenang biar Grandpa enggak larut dalam kesedihan terus," jawab Aldy membuat Sofia tersenyum senang.


"Mama mau bicara sebentar, boleh?" tanya mama Sofia pelan pada kedua anaknya.


"Duduk di sini, Mah." ajak Tania menepuk tempat duduk di bagian tengah hingga Sofia duduk di tengah-tengah Aldy dan Tania.


"Papa sama Mama berencana buat tinggal di sini untuk sementara waktu, Papa sama Mama mau nemenin Grandpa sama Grandma." ucap Sofia


"Berapa lama kita tinggal di sini, Mah?" tanya Tania mengira dirinya dan Aldy juga akan tinggal di Los Angeles, Sofia menggelengkan kepalanya pelan.


"Cuma Papa sama Mama yang tinggal di sini, sayang. Kalian harus kembali ke Indonesia, kalian enggak boleh ninggalin sekolahan kalian di sana." ucap Sofia membuat Aldy dan Tania tersenak lalu kedua adik-kakak itu saling beradu pandang.


"Enggak, Tania nggak mau," tolak Tania cepat.


"Kalo Grandma udah sadar, Mama pasti bakal kabarin kalian di sana, sayang." ucap Sofia lembut.


"Kita enggak mau tinggalin Grandma di sini sendirian, Mah." ucap Aldy lirih.


"Papa sama Mama 'kan di sini," sahut Sofia lembut membelai wajah Aldy.


"Tapi ...."


"Jangan keras kepala, Kara." ucap Sofia membuat Tania diam namun Aldy malah ingin angkat bicara.


"Tapi, Mah ...."


"Mama tahu kalian khawatir tapi dengan cara kalian tetap di sini apa Grandma enggak akan sedih dan ngerasa bersalah karena kalian izin sekolah gara-gara nungguin Grandma bangun dari komanya?" tanya Sofia sedikit menyentak hingga Aldy dan Tania menunduk diam. Ya, mereka akan bungkam jika Sofia sudah menggertak mereka berdua.


"Oke, kita pulang ke Indonesia." ucap Aldy dan Tania serentak, Sofia menghela napas tenang karena kedua anaknya menyetujui permintaanya


"Berapa lama kalian di sini?" tanya Tania.


"Mungkin sampai Grandma sadar," ucap Sofia dan kedua anknya hanya bisa diam saja.

__ADS_1


"Kita ke atas sekarang, sekalian pamit sama Grandma dan Grandpa juga." ajak Sofia pada kedua anaknya.


Setelah usai berpamitan dengan sang grandma dan grandpa kini tempat di jam 19 :00 PM, Tania dan Aldy berada di Bandara Internasional Los Angeles bersama dengan kedua orang tuanya.


"Papa sama Mama baik-baik di sini, jaga Grandma sama Grandpa dengan baik juga ya, Mah–Pah." ucap Tania membuat kedua orang tuanya terkekeh.


"Hei, seharusnya Papa yang ngomong kayak gitu ke kamu, Jaga diri kalian baik-baik." ucap Sanjaya membelai rambut Tania.


Aldy dan Tania menganggukkan kepalanya mereka lalu mereka memeluk kedua orang tuanya, setelah itu mereka pergi sembari melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya.


...........


...Indonesia _ Jakarta...


...Eton Company High School...


"Bentar lagi istirahat, jadi nggak ke kelas sebelas Ipa satu? tanya Adit berbisik, Faza mengernyit kala sahabatnya itu berani sekali berbisik di jam pelajaran Kimia yang gurunya sangatlah jahanam alias kejam.


"Enggak jadi." balas Faza berbisik pelan pula.


"Aneh lo, tadi aja pas ...."


..."Tingg ... It's time to have break. Tringg ... It's time bla bla bla ...." bel istirahat....


"Baiklah anak-anak karena pelajaran kita sudah habis maka Ibuk akan memberi kalian pekerjaan rumah di halaman 52 sampai 55, ingat! Ibuk tidak mau ada alasan ketinggalan ataupun lupa mengerjakan jadi semua harus di kumpul minggu depan. Mengerti semua?!" ucap sang guru Kimia.


"Mengerti, Buk." jawab sekelas lalu sang guru Kimia itu permisi keluar dari kelas.


"Tunggu dulu, buru-buru banget sih lo, gue mau ngomong serius ini." ucap Adit namun nada suara pria itu terkesan bercanda.


"Apa?" tanya Faza.


"Lo tahu 'kan gue punya mata?" tanya Adit.


"Hemm." sahut Faza


"Dan lo tahu 'kan mata gue itu normal?" tanya Adit lagi.


"Huft, langsung ke inti aja bisa." ucap Faza.


"Lo kenapa bisa dekat sama si cupu SMA Eton Company ini?" selidik Adit membuat Faza tersentak dan refleks menelan salivanya dengan kasar.


"Oh itu gue nggak, nggak terlalu deket sih sama dia, maksudnya ya itu cuma kenal em itu kita nggak kayak ...."


"Bentar bentar, lo ngomong apaan sih? Itu cuma, itu nggak, itu apaan?" potong Adit mengernyit kebingungan.


"Ya itu, gue enggak deket sama dia, cuman sebatas dia murid nakal dan gue ketua osis yang harus tertibin dia," jawab Faza cepat.


"Kelihatan banget bohongnya." ucap Adit menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Lo enggak percaya?" sentak Faza.


"Faza Faza, lo mau ngibulin gue, makanya cari alasan itu jangan kelamaan mikir." sindir Adit tersenyum miring mengejek Faza.


"Lagian lo enggak bakalan sama si cupu itu di rooftop sekolah kalo bukan karena lo ada apa-apa sama dia, iya 'kan?" tunjuk Adit membuat Faza membulatkan matanya kaget.


"Lo tahu ..."


"Iya lah, gue sering lihat lo deket banget sama dia," potong Adit dengan mata menyipit.


"Enggak ada sering ya," sengit Faza.


"Gini deh gue ceritain, Leo itu pacarnya Tania tapi Tania deket sama Aldy dan lo tahu 'kan apa yang bakal terjadi kalo mereka berdua berurusan tentang cewek," jelas Faza pelan.


"Hah! Leo pacaran sama si Tania itu?" tanya Adit tak percaya karena Leo adalah pria yang pemilih, tidak mungkin Leo pacaran dengan wanita biasa-biasa saja apalagi tampilannya norak seperti Tania.


"Iya," sahut Faza.


"Tunggu tunggu, sejak kapan si troublemaker itu mau pacaran sama si cewek cupu? Dia 'kan cowok pemilih banget." tanya Adit.


"Yang gue denger, tu cewek cuma di jadiin bahan taruhan doang tapi kayaknya Leo udah beneran suka sama dia," ucap Faza.


"Terus Aldy juga deket sama tu cewek, heran gue! Kenapa tuh dua cowok bisa deket sama satu cewek yang sama sih, dan lo jangan-jangan lo juga suka ya sama dia." tuduh Adit.


"Hem! Gue tahu," ucap Adit.


"Gue bakal bantu lo, Za." ucap Adit menepuk bahu Faza.


"Wajib lah, enak aja lo mau nonton aja." sengit Faza membuat Adit memutar bola mata jengah.


"Yee, di kasih kelembutan lo-nya malah balas kekerasan yang menusuk jantung ini! Sakit, Za." lebay Adit muncul sembari menepuk dadanya.


"Lo fikir gue perduli," ucap Faza malas.


"Tega lo." pekik Adit tapi tidak dihiraukan oleh Faza yang langsung berdiri dari bangkunya dan pergi meninggalkan Adit.


..............


Diky dan Leo pergi ke kantin bie'em sedangkan Rio berdiam diri di rooftop sekolah, "Hidup gini banget ya," keluh Rio menatap matahari.


"Ada masalah apaan lo?" tanya seseorang.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...💥💥💥 Bersambung 💥💥💥...


__ADS_2