Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 191 (Takdir)


__ADS_3

Malam ini di kamar Leo tidak mau lepas dari Karamel pasalnya tadi pagi Karamel memaksa Leo untuk pergi ke kantor dan hasilnya Leo pulang sampai jam delapan malam.


Karamel duduk di atas kasur sembari membaca majalah dan Leo membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di paha Karamel.


"Kamu pasti cape, aku buatin teh mau ya," tawar Karamel mengelus kening Leo dan Leo menggelengkan kepalanya pelan.


Karamel menyadari ada yang berbeda dari suaminya itu, sikap Leo yang biasanya banyak bicara, kini saat pulang dari kantor malah diam seribu bahasa. Mungkinkah Leo sedang ada masalah?


"Apa ada masalah di kantor?" tanya Karamel dan Leo mengangguk kecil.


"Mau cerita sama aku?" tanya Karamel tapi Leo malah tidak merespon.


"Aku nyanyi ya biar fikiran kamu tenang," ucap Karamel mendapatkan anggukan dari sang suami.


Karamel terdiam sejenak menatap wajah sang suami lalu Karamel mulai menarik napasnya untuk bernyanyi.


...Aku bersyukur kau di sini, kasih...


...Di kalbuku mengiringi...


...Dan padamu ingin ku sampaikan...


...Kau cahaya hati...


...Dulu ku palingkan diri dari cinta...


...Hingga kau hadir ubah segalanya...


...Oh, Inilah janjiku kepadamu...


...Sepanjang hidup bersamamu...


...Kesetiaanku tulus untukmu...


...Hingga akhir waktu kaulah cintaku...


...Sepanjang hidup seiring waktu...


...Aku bersyukur atas hadirmu...


...Kini dan selamanya aku milikmu...


...Yakini hatiku ...


Leo tersenyum tipis mendengar lirik yang di nyanyikan oleh Karamel, begitu juga Karamel yang ikut tersenyum melihat reaksi sang suami yang di mana mungkin suasana hati sang suami sudah lebih tenang sekarang.


...Hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim...


...Semoga Allah berkahi kita...


...Kekasih penguat jiwaku...


...Berdoa kau dan aku di Jannah...


...Ku temukan kekuatanku di sisimu...


...Kau hadir sempurnakan seluruh hidupku...

__ADS_1


...Oh, Inilah janjiku kepadamu...


"Sayang," sebelum Karamel menyelesaikan lagunya, Leo sudah lebih dulu memanggil Karamel dengan mata yang masih terpejam.


"Iya," sahut Karamel menghentikan nyanyiannya dan masih dengan mengelus kening sang suami.


"Aku liat anak buah kamu ada di ...."


"Panggil dia Becca, Leo," potong Karamel.


"Iya, untuk beberapa hari ke depan Becca bakal nginep di sini," ucap Karamel membuat Leo mengerutkan dahinya.


"Kok gitu? Besok Kevin sama Rendi ...."


Sebelum Leo menyelesaikan perkataannya, Karamel sudah lebih dulu menutup mulut sang suami dengan telapak tangannya.


"Tadi Kak Kevin bilang, mereka bakal tinggal selama beberapa hari lagi di sini jadi Becca juga aku ajak buat nginep di sini." ucap Karamel sontak membuat Leo membulatkan matanya.


"Jangan kaget gitu ah, Kak Kevin 'kan sepupu kamu, sayang." ucap Karamel.


"Semakin lama kita tinggal di sini, aku makin khawatir sama kamu Kara," batin Leo lirih mengingat Clara punya niatan jahat untuk menculik istrinya.


"Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Karamel menyipitkan matanya namun Leo menggelengkan kepalanya lalu memejamkan matanya lagi.


"Are you okay, Honey?" tanya Karamel menyentuh dan mengelus pipi Leo, Leo tersenyum menggenggam tangan Karamel.


"I love you," ucap Leo tiba-tiba dan entah kenapa detak jantung Karamel berpacu sangat cepat.


"I love you too," sahut Karamel tersenyum kikuk membuat Leo membuka matanya menatap dalam netra sang istri.


Di ruang tengah, Becca berbaring di sofa dengan memasang headset di telinga sebelah kirinya.


"Kenapa dari kamaren genderuwo ini enggak keluar-keluar dari sarangnya sih," kesal Becca menatap dua tanda unggu yang selalu bersama di satu tempat namun tidak pernah berpisah.


Ehem ....


Becca tersentak kaget dan refleks melepas headset dari telinganya lalu menyembunyikan handphonenya juga, Becca memiringkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang menegurnya barusan.


"Lo ...."


"HP gue ada di sofa yang lo tidurin sekarang," Kevin langsung memotong perkataan Becca.


Becca menaikkan sebelah alisnya lalu Becca mengambil posisi duduk, "Ini," ucap Becca mengangkat handphone Kevin.


Kevin tidak menjawab dan langsung merebut handphonenya dari tangan Becca, reaksi Becca hanya tersenyum sinis lalu mengacuhkan Kevin dengan kembali membaringkan tubuhnya di sofa.


Kevin sedikit bingung dengan Becca yang biasanya menggoda dirinya kini malah diam seribu bahasa, ada apa dengan bocah tengil itu?


Kevin hendak pergi meninggalkan Becca.


"Sorry buat dua kali pertemuan, gue buat lo kesal mulu." ucap Becca menghentikan langkah Kevin.


Becca mendongakkan kepalanya ke arah Kevin yang juga sedang menatap dirinya.


"Lo lucu kalo lagi marah dan gue suka itu," tambah Becca mengedipkan sebelah matanya lalu kembali fokus dengan handphonenya.


"Lucu?" batin Kevin tanpa sadar tersenyum tipis.

__ADS_1


"Lo cewek nyebelin yang paling berani mancing amarah gue mulu," sahut Kevin dengan nada rendah.


"Gue enggak salah dengar? Barusan nih cowok ngomong lembut sama gue?" batin Becca mengerutkan dahinya aneh.


"Bawaan lahir emang nyebelin," sahut Becca tidak berniat untuk menggoda Kevin seperti biasanya.


Becca memfokuskan diri pada layar handphonenya hingga Kevin duduk di sofa bulat kecil, Becca pun tidak menyadarinya.


Becca melihat tanda merah di layar handphonenya semakin bertambah banyak bahkan di sekitar kediaman Leo sekarang sudah ada puluhan orang mata-mata.


"Gilak sih ini, niat banget tu orang berbuat jahat," gumam Becca tanpa sadar membuat Kevin yang mendengarnya merasa bingung sekaligus penasaran.


Kevin menyipitkan matanya untuk melihat layar handphone Becca namun tiba-tiba Becca mematikan layar handphonenya lalu Becca mengambil laptop yang ada di sampingnya, Becca sibuk memeriksa sesuatu dan setelah itu Becca memasang headset di telinga sebelah kirinya saja.


"Oke mari kita denger percakapan nenek lampir ini sama ayahnya kayak gimana," gumam Becca semakin menambah rasa penasaran Kevin.


Klikk ....


"Papa gak boleh nyerang Leo, Leo itu orang yang Clara cinta, please Pah jangan lukain Leo." suara Clara di iringi suara isakkan juga.


"Leo udah ngekhianatin kamu bahkan dua hari yang lalu Papa dapet kabar kalo ternyata Tuan Fico punya hubungan baik sama Leo, apa kamu tahu kalo Leo punya hubungan dekat sama Tuan Fico, lahan yang udah Papa jual sama Tuan Fico bisa aja Leo dapetin dari Tuan Fico, Clara." suara teriakkan Clark yang menggebu-gebu.


"Singkirin istrinya aja, aku bakal cari cara lain untuk ngejebak Leo, Pah." pinta Clara dengan nada tinggi dan sungguh semua yang di ucapkan Clara membuat Becca emosi dengan mengepal tangannya kuat.


"Apa maksud kamu ngejebak dia? Jangan berbuat hal yang bakal ngerugiin diri kamu sendiri Clara," ucap Damyan.


"Aku cinta sama Leo, Pah, aku bakal ngelakuin apapun demi bisa milikin Leo." pekik Clara.


"Apa Leo gak pernah cinta sama kamu?" tiba-tiba suara Damyan terdengar mengintimidasi Clara.


"Leo juga cinta sama aku tap-tapi Kara, jal*ng itu ngambil Leo dari aku," isak Clara terdengar ketakutan.


"Kalo Leo cinta sama kamu, mana mungkin dengan mudahnya Leo mau berpaling dari kamu, Bilang sama Papa sekarang, Leo gak pernah cinta sama kamu bukan? Semasa SMA Leo gak pernah jadi pacar kamu bukan? Atau jangan-jangan kamu yang teropsesi sama dia," ucap Damyan.


"Apa Papa gak percaya sama anak Papa sendiri, Leo berpaling dari aku karena Kara ngejebak Leo pake badannya dan apa Papa tau karma buruk dari perbuatan Kara karena ngambil Leo dari aku, anak dari hasil jebakannya itu jadi keguguran, hiks ... hiks ...." isak Clara.


Mendengar itu Becca mengeraskan rahangnya dengan bersumpah di dalam hati ingin membuat Clara menderita karena sudah berani menuduh nona bosnya sebagai perusak hubungan orang bahkan menjadikan almarhum keponakannya yang belum lahir sebagai karma buruk.


"Leo di jebak?" pekik Damyan.


Becca melepaskan paksa headsetnya, Becca yakin Damyan pasti percaya dengan kata-kata anaknya yang licik itu dan setelahnya sudah di pastinya nyawa nona bosnya akan dalam bahaya besar.


"Dasar orang licik, genderuwo gila," pekik Becca membuat Kevin terbelalak kaget.


"Lo ngatain gue?" suara tinggi Kevin membuat Becca tersentak kaget.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...


Maaf belum bisa up setiap hari, author punya sedikit problem di dunia nyata. Kagak tahu kapan selesai dah masalahnya.


Kalian tetap sabar menunggu ya and jangan lupa untuk dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak reader.

__ADS_1


Selamat membaca semua 😉😉


__ADS_2