
"Eh Bunda, ngagetin Dafa aja si Bunda," ucap Dafa cengengsan.
"Sejak kapan Faza dekat dengan anak koruptor itu?" tanya Santi dengan serius.
"Anak koruptor siapa, Bun? Dafa sama Faza ...." Dafa langsung terdiam saat menoleh ke arah Faza dan Faza menggelengkan kepala, meminta Dafa untuk jangan berbohong.
Dafa merasa jantungnya ingin copot karena paham dengan gelengan kepala Faza.
"Itu artinya bunda udah tau dong," batin Dafa memejamkan matanya lemah.
"Jawab bunda, Dafa." suara keras Santi sontak membuat Dafa menoleh ke arahnya.
"Itu Bun, se-sekitar du-dua bulan mungkin," sahut Dafa ragu sekaligus takut.
"Dua bulan, enggak tau latar belakang keluarganya kayak gimana, kamu asal dekat dengan anak koruptor itu, Faza." sengit Santi membuat Faza menundukkan kepalanya.
"Kamu juga Dafa, temen kamu dekat sama perempuan yang gak tau asal usulnya dari mana, kamu malah biarin gitu aja." bentak Santi membuat Dafa terperanjat kaget.
"Da-Dafa udah bilang sama Faza buat mempertimbangkan kedekatannya sama Gina ta-tapi Faza enggak mau dengerin Dafa, Bun." sahut Dafa jujur.
Saat Faza menceritakan tentang keluarga Gina, Dafa berusaha menasihati Faza untuk mempertimbangkan hubungannya dengan Gina tapi Faza tidak mau ambil pusing dan tetap dekat dengan Gina alhasil Dafa hanya bisa mendukung kedekatan mereka saja.
"Benar apa yang di katakan Dafa?" tanya Santi menatap Faza yang masih menundukkan kepalanya.
"Maafin Faza, Bun." ucap Faza setelah menganggukkan kepalanya.
"Sekarang bunda ingin kamu menjaga Faza, jangan biarkan dia dekat dengan anak koruptor itu lagi atau bukan hanya Faza yang akan mendapatkan hukuman dari bunda tapi kamu juga akan mendapatkan hukuman dari bunda, mengerti Dafa." tegas Santi menatap Dafa serius.
"O-o-oke, Bun! Mulai sekarang Dafa akan jaga Faza biar enggak deket-deket lagi sama Gina." ucap Dafa mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bunda harap kamu enggak akan mengecewakan bunda sama ayah lagi, Faza." ucap Santi kemudian keluar dari kamar Faza.
"Anj*r, mak-mak kalo marah, nyeremin ya!" desis Dafa menyentuh detak jantungnya lalu berbalik menatap Faza.
"Za, bunda sama om Glenn tau dari mana lo dekat sama Gina?" tanya Dafa penasaran.
"Seminggu yang lalu waktu gue jemput Gina, ayah nyelidikin gue," sahut Faza.
"Parah euy," bisik Dafa sambil menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Tapi bentar deh, lo bilang tadi mungkin lo bisa lepasin Gina tapi tanpa Gina lo bakal kesusahan buat ngilangin perasaan lo sama sepupu lo itu maksudnya apa? Lo enggak cinta sama Gina tapi lo cuma mau manfaatin dia doang gitu? Atau lo cuma mau jadiin Gina pelampiasan aja?" tanya Dafa kepo akut.
__ADS_1
"Males cerita," ucap Faza mengambil handphonenya di atas nakas lalu memainkan handphonenya tanpa perduli dengan Dafa yang mengomel-ngomel ingin meminta Faza bercerita.
...Indonesia...
Karamel merasa senang karena hari ini Karamel ingin bertemu dengan Aryan di sebuah restoran yang sudah di tentukan oleh Karamel sendiri.
"Sudah di mana?" tanya Karamel ketika sambungan teleponnya terhubung.
"Sudah di parkiran," sahut Aryan.
"Oke, langsung masuk ruangan aja ya,"
"Hem," sahut Aryan kemudian mereka mengakhiri panggilan mereka.
Tak lama kemudian Aryan datang ke ruang VIP yang sudah ada Karamel di dalamnya, "Lama ya?" tanya Aryan.
Karamel tersenyum menatap Aryan lalu Karamel menghampiri Aryan dengan langsung memeluknya.
"Tidak, aku juga baru beberapa menit di sini," sahut Karamel merasa nyaman saat Aryan mengelus kepalanya.
"I miss you Bas, so much." ucap Karamel membuat Aryan tersenyum senang.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Aryan.
"Maksudnya?" tanya Aryan melepas pelukannya.
"Tidak, bukan apa-apa," ucap Karamel kemudian mengajak Aryan untuk duduk.
"Cerah sekali, sedang bahagia sekarang?" tanya Aryan membuat Karamel semakin tersenyum lebar.
"Saat aku tau kau sudah ada studio pemotretan sendiri, tentu aku sangat bahagia," ucap Karamel namun entah kenapa Aryan merasa kebahagiaan Karamel bukan hanya itu saja.
"Oh oke," sahut Aryan kemudian mereka mengobrol banyak tentang keseharian mereka satu sama lain hingga hari menjelang malam, Karamel mengajak Aryan untuk mampir ke rumahnya dan makan malam bersama di rumahnya.
"Leo tidak ada di rumah, Kara?" tanya Aryan saat sudah masuk rumah.
"Mungkin lembur lagi," sahut Karamel melas.
"Jadi setiap malam dia lembur terus?" tanya Aryan dan Karamel menggelengkan kepalanya.
"Sometimes," sahut Karamel.
__ADS_1
"Kau tunggu di ruang tengah, aku mau mandi dulu," ucap Karamel dan Aryan menganggukkan kepalanya.
"Sayang, aku pulang." ucap Leo membuat Aryan membelalakkan matanya kala Leo tiba-tiba muncul dan meneriaki kata-kata menjijikkan di telinganya, tapi tiba-tiba Aryan tersenyum menyeringai ke arah Leo.
"Kamu tidak lembur lagi sayang?" tanya Aryan sengaja ingin mengerjai Leo.
Kini giliran Leo yang membelalakkan matanya karena kaget mendengar suara seorang laki-laki.
"Kak Aryan?" pekik Leo terkejut.
"Mandangin aku nya biasa aja dong sayang, aku tau kalo aku cantik," ucap Aryan menyilang kakinya lalu memainkan rambutnya.
"What the hell are you doing?" pekik Leo membuat Karamel tertawa terbahak-bahak.
Aryan dan Leo menoleh ke arah tangga, "Sayang, kenapa Kak Aryan bisa ada di rumah?" tanya Leo menunjuk Aryan.
"Memangnya kenapa kalau aku ada di sini, Sayang, kau takut istrimu marah ya karena selingkuhanmu datang ke rumah?" tanya Aryan menatap tidak suka ke arah Leo.
"Selingkuhan? Siapa? Kak Aryan? Oh my God, gue cowok normal, selera gue cewek bukan cowok." ucap Leo merasa jijik dengan panggilan sayang Aryan kepadanya.
"Bukannya tadi kau yang duluan memanggil aku sayang?" tanya Aryan tersenyum genit.
"Aku fikir kak Aryan adalah istriku." ucap Leo.
"Cih! Makanya sebelum ngomong itu di lihat dulu orangnya," ejek Karamel membuat wajah Leo memelas.
"Apa kalian tidak pernah ada tamu?" tanya Aryan.
"Ada, teman-teman kantor mas Leo sering datang ke rumah," sahut Karamel.
"Dan suamimu manggil setiap tamu dengan panggilan sayang, begitu?" tanya Aryan membuat Karamel terkekeh namun berbeda dengan Leo yang memelotot.
"Bisa berhenti gak sih Kak." sentak Leo malu sehingga Aryan dan Karamel tertawa.
"Tenang, aku tidak akan membahasnya lagi my love," sahut Aryan membuat mata Leo hampir copot karena di buat memelotot terus-menerus.
.......
.......
.......
__ADS_1
...::: Bersambung :::...