Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 43


__ADS_3

"Karena lo apa! Hah? Dia udah jadiin lo bahan taruhan dia, Tania. Pengkhianat sialan itu pasti mau balas dendam sama gue lewat elo, dia pasti mau hancurin hidup lo, gue enggak akan biarin itu terjadi, sampai kapanpun gue enggak akan biarin dia berhubungan sama lo lagi." ucap Aldy membuatku mengerutkan dahinya.


"Pengkhianat?" tanyaku menatap kak Aldy yang sedang marah besar.


"Iya, dia itu cowok pengkhianat yang cuma bisa nyakitin hati cewek," pekik kak Aldy.


"Cewek mana yang Kakak maksud?" tanyaku mengerutkan kedua alisku.


"Semua yang pernah jadi korban dia termasuk lo, Tania. Dia mau balas dendam sama kakak lo lewat elo," ucap kak Aldy masih berteriak keras.


"Lo lupa ya, Leo enggak tahu gue adek lo, Kak. Sekarang jelasin sama gue apa permasalahan lo sama dia sampai segitunya banget lo benci sama dia bahkan lo nuduh dia mau balas dendam sama lo?" tanyaku ragu karena mungkin kak Aldy tidak akan menjawabnya.


"Dia itu cowok berengs*k yang penuh kemunafikan, penuh kebohongan bahkan dia cowok yang bisanya bermuka dua di depan semua orang, Tania." ucap Kak Aldy membuat aku geram mendengarnya.


"Lo nggak bisa nilai orang tanpa ada bukti, Kak." ucapku, anggap saja aku sedang membala Leo demi mambuat kak Aldy memberitahu fakta permasalahan mereka.


"Buktinya udah jelas kalo dia itu cuma cowok breng**k yang jadiin semua cewek sebagai penghasil uang bahkan lo juga pernah jadi bahan taruhannya," sengit kak Aldy.


"Tania, musuh Kakak adalah musuh lo juga jadi jangan pernah berhubungan lagi sama dia, lo harus janji sama kakak." ucap Kak Aldy menatap tajam matanya.


Jengah! Kak Aldy terus menyudutkan Leo tanpa mau menjawab pertanyaanku yang begitu sangat penasaran akan permasalahan mereka, aku terus mencoba untuk menanyakan apa permasalahan mereka tapi benar dugaanku, kak Aldy tidak akan mudah untuk memberitahukan semuanya.


"Ck! Bukannya Leo itu sahabat lo terus kenapa lo malah musuhin dia?" tanyaku membuat kedua pupil mata kak Aldy terbelalak kaget.


"Sahabat sejak kecil, benar 'kan kak?" tanyaku menaikkan sebalah alisku sinis.

__ADS_1


"Lo ...."


"Lo bilang Leo itu musuh lo, padahal nyatanya dia sahabat lo," ucapku mengeluarkan tiga lembar foto dari kantong celana besarky dan melemparkannya ke hadapan kak Aldy.


Kak Aldy mengambil tiga lembar foto itu lalu ia terbelalak dan menatapku dengan penuh tanda tanya, "Tania, lo bongkar bar ...."


"Enggak! Gue nggak punya niatan kayak gitu, lo masih inget waktu gue siapin piyama tidur buat lo? Malam itu gue nggak sengaja jatuhin barang lo di lemari, awalnya gue masa bodo tapi waktu gue coba buat beresin isi BOX itu tanpa sengaja gue liat foto-foto kenangan kalian, gue kaget, Kak!" ucapku menjelaskan bagaimana foto-foto itu ada di tanganku.


"Malam itu gue mau tanya sama lo tapi gue inget sama omongan lo yang bilang kalian itu musuhan dan anehnya di foto itu kalian kayak sahabatan, Kak. Gue berencana buat korek semua informasi masa lalu kalian, dan benar, semakin hari semakin terbukti kalo kalian emang pernah menjalin persahabatan bukan tapi anehnya sekarang kalian bermusuhan," ucapku lagi.


"Jelasin semuanya sama gue sekarang atau lo tutup mulut rapat-rapat dan gue bakal balik ke Amerika, itu satu-satunya cara biar gue enggak terlibat masalah kalian," sengitku menatap tajam mata kak Aldy.


"Tania ...."


.........


...Kediaman keluarga Mahendra....


Leo dan Rio sedang duduk di sofa kamar Leo, semberi di tangan Leo sedang menggenggam sebuah foto, Leo menceritakan semua yang ia katakan pada Tania tadi sore kepada sahabatnya Rio.


"Gue nggak mau dia salah paham lagi. jadi gue ceritain semuanya, Yo!" ucap Leo.


"Ya bagus dong sekarang udah nggak ada kesalah pahaman lagi, lo udah minta maaf, dia juga udah maafin lo dan kalian balikkan. Iya 'kan!" ucap Rio.


"Iya tapi Yo, waktu gue cerita sama Tania, jujur gue kangen kita yang dulu," ucap Leo membuat Rio speechlees.

__ADS_1


"Gue kangen kita berantem, gue kangen kita ketawa bareng, gue kangen kita jahil-jahilan, gue kangen semua, gue kangen kita yang dulu." ucap Leo menatap foto itu dengan lekat.


"Tania udah tahu semua tentang Sasya tapi dia nggak tahu cowok yang Sasya cintai itu siapa," ucap Leo mengalihkan pembicaraan.


"Kita bisa kayak dulu, lo harus kasih tahu semuanya sama dia, Le!" sahut Rio.


"Ck! Dia benci banget sama gue, gue pernah kasih pesan surat sama dia tapi surat itu berakhir di kotak sampah, gue coba buat telepon dia tapi nggak pernah dia angkat, gue coba kasih pesan lewat email, line, whatsapp, instagram, telegram bahkan twitter tapi apa? Dia nggak pernah bukapesan gue ataupun respon pesan gue." ucap Leo.


"Sekarang dia bahkan nggak bisa di hubungin lagi, Yo, terakhir kali gue ngajak dia ngomong, dia nggak mau dengerin penjelasan gue dan malah mukulin gue." lanjut Leo sehingg Rio mendengus di buatnya, semua yang di katakan oleh Leo benar, laki-laki yang di cintai Sasya sangat membenci Leo.


"Gue nggak tahu harus gimana lagi, susah buat gue ngomong sama dia." ucap Leo sehingga Rio menepuk bahu Leo kala pria itu punya solusinya.


"Faza, kita minta bantuan Faza." saran Rio.


"Faza?! Yakin lo, semenjak kita bubar, dia enggak pernah lagi tuh perduli sama kita yang dulu, malahan tu anak kelihatannya mau ngerebut cewek gue," ucap Leo membuat Rio bungkam


"Iya deh Tania cuma milik lo doang," ucap Rio dengan malas kemudian ia mengambil gitar dan bermain gitar milik Leo.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


__ADS_2