Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part _ 9


__ADS_3

"Lion." gumam Tania tiba-tiba membuat Leo mengerutkan dahinya aneh.


"Hem?!" pria itu terkejut karena Tania tiba-tiba menyebutkan binatang liar itu, apa maksudnya coba?


"You are my lion." ucap Tania membuat Leo mengerutkan dahinya.


"Hah! Gue ...." ucapan Leo terhenti kala Tania menunjukan jari manisnya ada selingkaran cincin rumput buatan pria itu terpasang di sana, sehingga Leo menatap Tania yang tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


"Itu cincin rumput yang gue anyam waktu itu 'kan, a-apa itu artinya lo udah terima gue?" tanya Leo gagap, pria itu ingin mendengar Tania menjawab iya.


"Gue rasa perjuangan lo cukup sampai di sini karena setelah ini lo harus pertahanin hubungan kita, g-gue terima lo buat jadi pacar gue!" ucap Tania tersenyum hingga deretan gigi palsu wanita itu keluar.


"Yes! Yes, yes, yes!" teriak Leo refleks memeluk Tania, wanita itu sempat terkejut kala Leo memeluk dirinya, tidakkah Leo merasa jijik dengannya? Sepertinya tidak, Leo mencintainya jadi Leo pasti tidak akan merasa jijik dengannya.


Tania merasa senang karena Leo orang pertama yang mau menerima dirinya dengan tampilan palsunya.


"Aaaaa! Tania Losvita udah jadi pacar gue sekarang," pekik Leo membuat Tania memelotot kaget, untung saja mereka sedang berada di belakang sekolah di mana para murid-murid tidak akan mendengar teriakan Leo karena tempat mereka sekarang di batasi oleh dinding sekolah.


"I love you, sweetheart. I love you so much!" seru Leo membuat jantung Tania hampir copot, tidak bisa di pungkiri Tania benar-benar telah tersihir dengan sosok Leo, entah itu dari ucapan dan tindakkannya. Tania suka semua itu!


"Semoga gue enggak salah nerima dia," batin Tania kemudian wanita itu melepas pelukkannya kekasih barunya.


"En! Bisa enggak hubungan kita jangan di publikasiin di sekolah?" pinta Tania membuat senyum merekah Leo hilang.


"Kenapa? Jangan bilang kamu malu punya pacar kayak aku!" tuduh Leo seperti tidak setuju akan permintaan Tania barusan dan itu membuat Tania kaget, tidakkah yang seharusnya malu itu adalah Leo? Mungkin benar Leo mencintai dirinya hingga rasa malu pun tidak ia perdulikan.


"Ih kok mikir gitu," ketus Tania.


"Secara aku 'kan anak nakal, bandel, suka bolos sekolah dan suka di gosipin f*ckboy juga, mungkin kamu malu punya pacar anak brandalan kayak aku." jawab Leo lirih hingga Tania tertawa renyah karena wajah memelas Leo.


"Kamu nyadar enggak sih, kamu itu most wanted di sekolahan ini jadi aku enggak mau nanti kalo semua orang tahu kita berdua pacaran, para pembully aku nambah banyak." ucap Tania menjelaskan alasannya.


"Gitu ya! Oke deh, kita bakal publikasiin hubungan kita waktu kita lulus SMA nanti, gimana?" ucap Leo seakan-akan pria itu sedang berharap hubungan mereka akan langgeng hingga lulus sekolah nanti.


"Te-tentu." sahut Tania dengan senyum kaku.


.........


Cukup lama Tania dan Leo mengobrol bersama di belakang sekolah itu, tiba-tiba Tania teringat dengan rahasia yang ia simpan yang belum siap untuk ia bongkar kepada siapapun termasuk Leo.

__ADS_1


"Em itu, ada hal yang mau aku omongin sama kamu," ucap Tania menatap Leo.


"Apa?" tanya Leo membalas tatapan Tania.


"Tapi janji jangan marah ya." pinta Tania hingga Leo mengernyitkan dahinya beberapa detik.


"Serius banget ya?" tanya Leo dan Tania menganggukkan kepalanya cepat.


"Ngomong aja, aku enggak akan marah kok." ucap Leo mengelus lembut kepala Tania, wanita itu menghela napas pelan sebelum bicara.


"Ak-aku punya rahasia." ucap Tania.


"Hem! Rahasia? Apa?" tanya Leo dengan raut wajah tenang tapi berhasil membuat Tania jadi gugup di buatnya.


"I-iya rahasia t-tapi aku enggak bisa kasih tahu siapapun tentang rahasia aku ini te-termasuk kamu." ucap Tania dengan raut wajah masam.


Leo terdiam sejenak, apakah rahasia itu begitu penting? Kenapa Tania tidak mau memberitahunya? Fikir pria itu.


"Kenapa aku enggak boleh tahu?" tanya Leo.


"Kalo kamu tahu identias aku, aku takut kamu benci juga sama aku, secara kamu 'kan benci banget sama Kak Aldy gitu juga Kak Aldy yang benci banget sama kamu. Aku gak tahu masalah apa yang buat kalian berdua saling benci. Pokoknya aku belum siap ngasih tahu kamu, maaf." batin Tania lirih.


"Hei, kok bengong." ucap Leo.


"Eh! Em iya ... aku ... itu maksud aku, aku belum siap buat kasih tahu kamu, maaf." lirih Tania gelagapan.


"Kamu enggak percaya sama aku?" tanya Leo terdengar kecewa karena baru saja mereka berpacaran tapi kekasihnya itu sudah menyimpan rahasia yang di mana dirinya tidak di perbolehkan mengetahuinya.


"Aku bisa bilang percaya sama kamu tapi hati aku ragu! Maksud aku gini, kita baru aja pacaran, aku bakal jujur sama kamu kalo aku udah kenal kamu lebih dalam. Aku harap kamu enggak akan marah sama aku!" ucap Tania.


"Aku ngerti kok, aku bakal tunggu kejujuran kamu." ucap Leo mengerti akan keraguan kekasihnya itu.


"Makasih," ucap Tania, untung saja kekasihnya sangat pengertian jika tidak, sulit bagi Tania untuk memberinya penjelasan.


...Pulang sekolah -> kediaman keluarga Sinaja....


Wechat Leo : Udah sampai rumah?


Wechat Tania : Udah kok.

__ADS_1


Wechat Leo : Lagi apa sekarang?


Wechat Tania : Mau makan.


Wechat Leo :Ya udah makan dulu gih, yang kenyang yang pacar♥.


Tania tersenyum senang lalu ia pergi ke bawah untuk makan siang bersama Aldy dan mama Sofia, "Kenapa lo senyum-senyum? Gila lo?" tanya Aldy mengejek adiknya.


"Apa sih sewot aja lo." sentak Tania mengganggu kesenangan hatinya karena dirinya disebut gila oleh kakaknya.


"Dih ngegas, pms lo bocah?" tanya Aldy.


"Bodo amat," sahut Tania seraya menjulurkan lidahnya membuat Aldy mengerutkan dahinya aneh.


"Ke rumah sakit jiwa sana lo," ucap Aldy membuat Tania membulatkan matanya, kakaknya itu benar-benar suka sekali membuatnya naik darah.


"Lo ...."


"Apa? lo ...."


"Udah jangan ribut mulu, makan sekarang." lerai mama Sofi membuat kedua adik-kakak itu saling buang muka.


.........


Pertama kalinya memiliki seorang kekasih, Tania cukup merasa senang. Leo yang pengertian penuh, Leo yang sedikit jahil, dan Leo yang bisa menerima Tania apa adanya, membuat Tania berhasil memutuskan bahwa Leo sebenarnya laki-laki yang baik.


Walau Tania sempat ragu menerima Leo tapi Tania mencoba yakin kalau Leo bukan orang yang suka main wanita. Menurut Tania wajar jika banyak gosip buruk tentang Leo yang playboy, secara semua cewek di sekolahan berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Leo makanya gosip buruk bisa di buat-buat agar tidak ada yang mau dekat dengan Leo.


Tania juga semakin yakin jika Leo laki-laki yang bisa menjaga perasaan, buktinya selama di sekolah Leo tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun.Tunggu, di sekolah? Tania hanya tahu tentang Leo di sekolah bagaimana jika di luar sekolah? Entahlah, Tania tidak tahu aktivitas Leo di luar sekolah.


"Gue harap lo beneran sungguh-sungguh sama gue, Le." dersis Tania menerawang jauh ke atas pelapon kamarnya.


"Hah! Maksud lo?"


.


.


« Bersambung »

__ADS_1


__ADS_2