Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part _ 239 (Takdir)


__ADS_3

Ketika Karamel sudah membawa nampan sarapannya dengan Leo ke atas, Becca memilih untuk memakan buah-buahan di ruang keluarga kediaman itu.


Satu-persatu buah apel, jeruk sampai ke buah pisang dan anggur hijau perlahan habis di makan oleh Becca.


Mata Becca bergerak melihati bekas-bekas makanannya, "Siapa yang ngabisin nih," gumam Becca memelotot tak percaya buah-buahan yang begitu banyak ia ambil dari dapur sudah habis semua ia makan.


"Kayaknya ada tuyul ni rumah," gumam Becca menampilkan raut wajah masamnya lalu menggigit apel merah yang tersisa di tangannya.


"Hah! Gini aja terus, diem di rumah kayak diem di sangkar burung Beo." cibir Becca merasa bosan harus diam di kediaman keluarga Mahendra tanpa bisa melakukan apapun yang ia inginkan seperti di apartemennya yang selalu bermain game, game dan game.


"Kakak Ipar udah pulang dari Singapura, gue pamit pulang ke apartemen bentar enggak apa-apa kali ya." gumam Becca menggigit apel merahnya lagi.


"Astaga bosen banget hidup gue tinggal di sini," rengek Becca menyandarkan kepalanya di sofa sembari memajamkan matanya.


"Pagi Bayi Pandaku," sapa seseorang yang sangat Becca kenal, siapa lagi kalau bukan kekasihnya yang bernama Kevin.


Becca membelalakan matanya kaget, "Kak Vin ...." pekik Becca dan Kevin langsung membungkam mulut Becca dengan tangannya.


"Kagetnya nyantai kali, yang." ucap Kevin melepas tangannya dari mulut Becca.


"Ih abisnya kamu tiba-tiba muncul kayak setan, Ngapain kamu ke sini?" tanya Becca setelah Kevin duduk di sampingnya.


"Ngapel kamu dong, Bayi Pandaku yang cubby." ucap Kevin menaik turunkan alisnya mencubit pipi kiri Becca dengan gemas.


Becca menoleh ke belakang sekilas, "Di rumah ada Bos sama Kakak Ipar, kalo mereka lihat kamu di sini bisa-bisa mereka curiga lagi." ucap Becca tampak khawatir.


Kevin mengerutkan dahinya menatap wajah Becca yang terlihat panik, tidak tahukah Becca kalau Kevin sangat merindukan Becca, sepasang kekasih yang long distance relationship seperti mereka membuat Kevin menyadari di setiap waktu dirinya selalu memikirkan, merindukan bahkan menantikan saat-saat dirinya agar bisa bertemu dengan Becca. Namun hubungan yang mereka jalani secara backstreet membuat Kevin tidak bisa leluasa untuk menghabiskan waktu bersama dengan Becca.


"Kita udah pacaran selama enam bulan, kamu masih belum sayang ya sama aku?" tanya Kevin tiba-tiba.


Becca memelotot kaget, "Kenapa Kak Vin nanya kayak gitu?" batin Becca sesungguhnya hati Becca merasa sakit saat mendengar pertanyaan kekasihnya itu.


"Are you okay, Kak Vin?" tanya Becca pelan dan Kevin memejamkan matanya sembari menghela napas panjang lalu Kevin menggelengkan kepalanya merasa tidak baik-baik saja.


"Selama empat bulan kita pacaran aku bebas ketemu kamu di apartemen kamu tapi dua bulan yang lalu kita sama sekali enggak saling ketemu, Yang." ucap Kevin berharap Becca peka bahwa dirinya sangat merindukan sang kekasih.


"Terus?" tanya Becca tidak paham.


"Masa enggak ngerti sih, Bayi Panda." ucap Kevin agak jengkel karena kekasihnya itu sometimes suka bolot.


"Emang enggak," sahut Becca.


Kevin menghela napas kasar. Oke di maklumi saja, kekasihnya itu baru saja masuk usia 17 tahun, masih bisa di bilang baru saja melepas masa ABG-nya lah ya.


"Beneran kamu enggak paham?" tanya Kevin lirih.


"Duh kenapa muka Kak Vin jadi melas gitu ya!?" batin Becca berfikir apakah dirinya terlalu bod*h hingga tidak paham dengan kata-kata kekasihnya itu.


"Apa ada masalah?" tanya Becca pelan dan Kevin benar-benar menyerah dan langsung menganggukkan kepalanya.


"Masalahnya aku kangen sama kamu," sahut Kevin membuat jantung Becca hampir meledak.


"Ehem ehem! Em em Ka-kak Vin haus enggak, Becca mau ambil minum dulu buat Kak Vin." ucap Becca hendak pergi namun Kevin menggenggam tangan Becca agar tetap duduk di sampingnya.


"Enggak apa-apa kalo cuma aku doang yang kangen sama kamu tapi kamu jangan pergi ya," pinta Kevin menyandarkan kepalanya di bahu Becca.


"Kak Vin, aku aku ...."


"Bentar aja kok," ucap Kevin mengerti akan kegelisahan sang kekasih karena kepalanya ia sandarkan ke pundak sang kekasih, Becca takut jika bos-nya melihat.


"Bayi Panda, apa kamu tahu kenapa aku bisa enggak akur sama Leo?" tanya Kevin tiba-tiba.


"Emang kalian enggak akur ya?" tanya Becca tidak tahu karena selama ini dirinya tidak pernah kepo akan urusan orang lain.


Kevin tersenyum tipis, "Dulu aku punya pacar orang Jakarta, walau kita pacaran jarak jauh tapi hubungan aku sama dia terlihat baik-baik aja, kayak yang enggak pernah ada masalah gitu tapi nyatanya di belakang aku dia malah selingkuh. Kamu tahu siapa selingkuhannya?" tanya Kevin.


"Apa itu Kakak Ipar!" terka Becca dan Kevin menganggukkan kepalanya.


"Sebelum aku tahu Leo adalah sepupu aku, kita berdua udah duluan berselisih karena satu cewek yang jelas-jelas f*ckgirl." ucap Kevin, entah kenapa hati Becca merasa tidak nyaman karena Kevin mengungkit masa lalunya.


"Kak Vin cinta banget ya sama itu cewek?" tanya Becca penasaran, dan nada bicaranya juga terdengar ketus.


"Cuma susah move on selama lima-enam bulan aja abis itu aku enggak pernah mikirin dia lagi." sahut Kevin mengartikan bahwa Kevin mencintai wanita itu tapi tidak tahu apakah Kevin sangat mencintai wanita itu atau hanya sekedar cinta biasa saja.


Raut wajah Becca berubah sangat kesal, "Kenapa sih Kak Vin malah bahas masa lalu Kak Vin, enggak enak tahu dengernya." ketus Becca jujur membuat Kevin mengangkat kepalanya dari bahu Becca.


"Kamu cemburu ya, Yang?" tanya Kevin membuat Becca memelotot tersenak.


"Ih, Kak Vin ke ...."


"Ke apa? Kege'eran? Enggak kok," ucap Kevin menyela.


"Kalo kamu cemburu itu artinya kamu cinta sama aku tapi kalo enggak cemburu, ya berarti belum cinta." ucap Kevin seperti menyindir Becca agar berkata jujur akan perasaannya yang sekarang.


"Mungkin sedikit ya, Kak." sahut Becca dan seketika suasana hati Kevin merasa senang.


"Sedikit apa? Sedikit cin ...." kata-kata Kevin di sela oleh seseorang.


"Ehem lagi pedekatean nih," tegur Karamel seketika membuat Kevin dan Becca serentak memelotot kaget.


Keduanya saling melirik satu sama lain, "Ehem! Biasalah Bos, Kak Vin lagi berusaha buat deketin Becca." ucap Becca bersikap normal seperti biasanya.


"Bener Kak?" tanya Karamel dengan Kevin.


"Menurut lo sendiri gimana?" sahut Kevin sama seperti Becca bersikap senormalnya di depan Leo dan Karamel, normalnya Kevin itu bersikap cuek.

__ADS_1


"Ohya Kenapa tadi Kak Kevin menggail Becca pake embel-embel 'yang yang' segala ya? Dan gue denger tadi Becca jawab sedikit cemburu ya? Wah gue jadi penasaran nih, sebenernya kalian ada hubungan apa sih?" tanya Karamel membuat kedua orang itu tersentak dan terbungkam.


Kevin melirik ke arah Becca, sejujurnya Kevin ingin Karamel dan Leo tahu bahwa dirinya dan juga Becca memiliki hubungan spesial sejak 6 bulan yang lalu namun Kevin tahu kekasihnya itu masih belum siap untuk memberitahu Karamel tentang hubungan mereka.


"iya, gue lagi berusaha buat deketin ni bocah." ucap Kevin membuat Becca kaget.


"Kak Vin ...."


"Salah sendiri dia sering gangguin gue, enggak salah 'kan kalo gue seriusin ni anak." ucap Kevin dengan entengnya.


Karamel terpaku sejenak, "Kalo mau di seriusin enggak apa-apa Kak, gue bakal setuju kalian pacaran tapi gue enggak bakal izinin lo buat deketin Becca kalo cuma buat mainin dia doang." sengit Karamel.


"Emang kenapa? Orang dia duluan yang main api sama gue," ucap Kevin seakan-akan menyalahkan Becca.


"Jadi Kak Kevin mau bales dendam mainin Becca doang," sentak Karamel.


"Sekarang gue tanya, yang sering mainin gue duluan siapa coba?" tanya Kevin mendesak Karamel namun Karamel diam.


"Tapi 'kan Becca cuma becanda doang," sahut Becca berpura-pura sewot.


"Lihat, dia ngaku 'kan." ucap Kevin tersenyum miring menatap Becca.


Kevin menaik turunkan sebelah alisnya seperti meremehkan Becca mambuat Becca memelotot jengkel dengan kekasihnya itu.


"Bagus ya pacar! Pake sindiran halus biar gue bales tu perasaan di depan Bos sama Kakak Ipar, dasar pacar licik." Batin Becca dengan kesalnya.


Namun entah kenapa Karamel merasa perkataan Kevin barusan seakan-akan sedang mencemo'ohkan Becca dan itu membuat emosi Karamel tiba-tiba ingin meledak.


"Asal Kak Kevin tahu, Becca itu udah punya pacar dan nama pacarnya itu Daniel jadi gue harap Kak Kevin jangan pernah mikir buat bales dendam lagi sama Becca." sentak Karamel membuat Becca terbelalak kaget begitu juga dengan Kevin.


"Udah punya pacar?" beo Kevin menatap Becca.


"Astaga, kenapa Bos malah memperkeruh keadaan sih." batin Becca merasa frustasi.


Becca menggelengkan kepalanya pelan, rasanya tatapan Kevin saat ini sedang mengintimidasi Becca namun juga raut wajah Kevin seperti sedang menunjukkan kekecewaannya terhadap Becca.


"Apa ini alasan dia enggak mau ngasih tahu relationship gue sama dia di depan Kara sama Leo." batin Kevin tiba-tiba berfikiran negatif.


"Jadi ini alasannya, Becca." ucap Kevin menekan nama 'Becca' dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Alasan? Alasan apa?" batin Becca belum mengerti.


Tiba-tiba saja Kevin berdiri dari tempat duduknya, "Gue ke Jakarta karena ada urusan penting sama temen kampus gue jadi gue mampir bentar ke sini tapi kayaknya gue enggak bisa lama-lama di sini, gue permisi pergi dulu." ucap Kevin datar dan hendak pergi.


Seketika itu juga Becca baru paham sesuatu kemudian Becca mencegah Kevin dengan menggenggam tangan Kevin.


"Bosnya Becca bohong," ucap Becca spontan.


"Bukan itu alasan Becca buat sembunyiin hubungan kita, Kak." ucap Becca membuat mata Kevin sedikit melebar. Bahkan Karamel dan Leo ikut terkejut mendengar pengakuan Becca.


"Becca mau memantaskan perasaan Becca dulu, Kak. Becca enggak mau seandainya kita udah mengumbar-umbar hubungan kita tapi ujung-ujungnya Becca enggak bisa jatuh cinta sama Kak Vin, itu bisa buat aku nyakitin diri aku sendiri sama diri Kak Vin juga." ucap Becca dengan serius.


"Sekarang Kara sama Leo udah tahu, gimana Becca?" tanya Kevin membuat Becca memejamkan matanya resah.


Apakah Becca mulai merasa takut kehilangan Kevin makanya dia ceroboh mencegah Kevin untuk pergi! Apakah Becca begitu merasa takut jika Kevin menanam kesalah pahaman terhadap dirinya makanya Becca juga menjelaskan bahwa yang di katakan bosnya itu tidaklah benar!


Becca menatap wajah datar Karamel dan Leo secara bergantian, "Mungkin Becca takut kehilangan Kak Vin yang selalu ada buat Becca, mungkin Becca takut Kak Vin salah paham sama Becca karena selama ini hubungan Becca sama Kak Vin selalu disembunyiin dari semua orang termasuk Bos sama Kakak Ipar." ucap Becca membuat detak jantung Kevin menjadi tidak stabil.


"Hanya kalian berdua, Becca mohon jangan kasih tahu siapapun tentang hubungan Becca sama Kak Vin yang udah bersetatus pacaran, biar Bos sama Kakak Ipar aja yang tahu tentang kita." pinta Becca memohon penuh harapan.


Napas Karamel tercekat, rasanya seperti mimpi anak buahnya yang dulu selalu mengikuti jejaknya yang tidak pernah mau mengenal cinta, kini sudah menemukan sosok laki-laki yang membuatnya berubah fikiran.


"Lo ternyata udah gede ya," ucap Karamel tersenyum tipis.


"Gue janji, gue sama suami gue enggak akan kasih tahu siapa-siapa tentang hubungan kalian berdua yang udah lama pacaran tapi gue mau lo cerita sama gue tentang gimana kalian berdua bisa pacaran, gimana?" tanya Karamel memberi sebuah tawaran, dan Becca langsung menampilkan tampang masam.


"Kak Vin ...." ucapan Becca terpotong.


"Kalian enggak perlu cerita apa-apa, gue sama Kara bakal jaga rahasia hubungan kalian." ucap Leo membuat Karamel membelalakan matanya tidak terima.


Leo senang jika Kevin sudah memiliki kekasih jadi Leo tidak perlu lagi merasa khawatir dengan Kevin yang memiliki perasaan lebih kepada istrinya.


"Mas ...."


"Urusan pribadi kamu aja enggak di kepoin orang lain, kenapa kamu malah mau kepo sama urusan mereka. Hah?!" sentak Leo menatap tajam istrinya itu hingga Karamel langsung bungkam di buatnya.


"Oke deh aku enggak akan kepo tapi tolong ya Kak Kevin jaga Becca dengan baik, jangan sakitin dia, Okee!!!" pinta Karamel tersenyum manis, Kevin sampai heran dengan tingkah Karamel yang tadinya mengatakan Becca sudah memiliki kekasih yang bernama Daniel, kini Karamel malah meminta Kevin untuk menjaga Becca.


"Kara bohong so'al Becca yang udah pacaran sama Daniel, dia cuma emosi denger omongan lo yang seolah-olah nyalahin anak buahnya tadi, gue harap lo bisa maklumin mood-nya ibu hamil yang suka berubah-ubah." ucap Leo membuat Karamel mengerucutkan bibirnya cemberut.


"Salah sendiri mereka main drama di depan aku," kesal Karamel merasa Leo sedang menyalahkan dirinya.


"Iya, makanya aku minta di maklumin Sayang." sahut Leo pelan.


"Itu artinya kamu nyalahin aku," ucap Karamel semakin kesal.


"Aku enggak nyalahin kamu tapi kamu lagi hamil makanya mood kamu kadang berubah-ubah sayang dan aku minta di maklumin sama mereka." perjelas Leo.


"Jadi kamu nyalahin anak kita," ucap Karamel membuat Leo menghela napas gusar.


"Masya Allah, enggak Kara." sahut Leo di buat pusing akan tingkah kekanak-kanakkan istrinya itu.


"Iya enggak salah lagi 'kan, udah ah! Aku ngambek sama kamu." ketus Karamel melangkah pergi menuju dapur.


"Enggak gitu sayang, sayang ...." Leo mengikuti langkag sang istri ke dapur hingga kini tinggallah Becca dan Kevin di ruang keluarga itu.

__ADS_1


Kevin menatap Becca yang memalingkan pandangannya ke samping, "Maaf karena tadi buat Kak Vin salah paham," ucap Becca namun Kevin hanya diam.


"Becca enggak apa-apa kalo Kak Vin mau pergi sekarang," ucap Becca membuat Kevin mengerutkan dahinya tidak suka.


"Tapi Becca enggak akan terima kalo Kak Vin pergi ninggalin Becca untuk selama-lamanya," ucap Becca kemudian, membuat tatapan Kevin melembut bahkan senyuman tipis terpatri di bibir Kevin.


"Salah sendiri Kak Vin udah buat Becca nyaman," ketus Becca menatap tajam wajah Kevin yang tersenyum manis.


Becca mengerutkan dahinya ketika melihat senyum Kevin, ia mengira Kevin sedang mengejeknya, "Eughh ....!!" Becca memutar bola mata jengah lalu Becca membalikkan badannya untuk pergi.


Grebb ....


Pelukan hangat dari belakang membuat Becca menghentikan langkah kakinya, "Kak Vin ...."


"Selamat hari jadian yang ke enam bulan, Bayi Panda." ucap Kevin meletakkan dagunya di pundak Becca membuat Becca langsung mematung.


"Astaga, gue lupa." batin Becca ternyata tidak mengingat tanggal jadian mereka berdua.


"Se-selamat hari jadian juga, Kak Vin." sahut Becca agak canggung dengan poisi mereka yang sekarang.


"Aku cuma belajar buat mencintai kamu tapi aku lupa buat belajar percaya sama kamu, maaf." lirik Kevin mengaku bahwa tadi dirinya tidak percaya dengan penjelasan Becca namun setelah Karamel dan Leo menjelaskan langsung, Kevin malah percaya dengan mereka.


"Well, kita enggak jadi berantem 'kan?" tanya Becca membuat Kevin tersenyum tipis.


"Enggak, Bayi Panda." sahut Kevin mempererat pelukannya.


Sesungguhnya Becca merasa tidak nyaman di peluk Kevin dari belakang alasannya Becca takut dirinya tiba-tiba terkena serangan jantung karena sejak tadi detak jantungnya tidak stabil juga.


...........


Malaysia


Di dalam kamar Faza yang sedang membaringkan tubuhnya di kasur sembari memejamkan matanya, tiba-tiba saja Faza mengingat masa-masa SMA-nya dulu ketika mengenal wanita yang bernama Tania hingga mengetahui identitas nama Tania adalah Karamel Lista yang tak di sangka-sangka ternyata Karamel Listra itu adalah sepupu kandungnya.


"Sebenarnya gue itu cuma sebatas kagum atau sekedar mengenang Ara aja? Kenapa susah banget buat lupain dia?" ucap Faza frustasi karena selama beberapa bulan dirinya dekat dengan Gina, bayangan Karamel tidak bisa hilang dari benak Faza.


Dan Dafa yang sedang duduk di sofa sembari asik bermain game langsung menoleh ke arah Faza.


"Udah gue bilang dari beberapa minggu yang lalu lo itu udah jatuh ke lubang yang paling dalam, Za. Itu bukan cuma sebatas kagum atau sekedar mengenang doang tapi lo itu udah jatuh cinta sama sepupu kandung lo sendiri." sahut Dafa kembali mengucapkan hal yang sama ketika beberapa minggu yang lalu Faza curhat tentang kedekatannya dengan Gina tidak bisa merubah perasaannya terhadap Karamel.


Faza menghela napas gusar, "Sekitar tiga minggu-an lagi gue balik ke Jakarta," ucap Faza membuat Dafa terbelalak.


"Mau ngapain lo? Ngungkapin perasaan lo ke sepupu kandung lo, gila lo ya." sambar Dafa cepat.


"Lagian di semester empat kemaren lo udah kebanyakan izin ke Amerika, ke Indonesia sama ke New Zealand juga 'kan. Enggak kapok apa lo karena enggak masuk kelas, di kasih tugas banyak dari dosen kampus buat memperbaiki nilai lo." oceh Dafa.


"Dua minggu kedepan sahabat gue, Diky sama Niky mau tunangan di Jakarta dan seminggu dari itu mereka bakal langsung nikah," ucap Faza menjelaskan tujuannya yang ingin datang ke acara pernikahan Diky dan Niky.


"Bukannya lo bilang Diky masih kuliah ya, masa iya mau nikah aja tu anak." ucap Dafa.


"Diky cerita waktu dia ngelamar Niky ke rumahnya yang di California, ayahnya Niky mau ngerestuin mereka asal syaratnya Diky pindah kuliah ke California bareng Niky tapi waktu Diky bilang 'setuju' ayahnya Niky malah pengen mereka langsung nikah." ucap Faza tumben-tumben tidak malas cerita.


"Lah ada ayah kayak gitu, sebelum pendidikan anaknya selesai mau cepet-cepet di nikahin?!" gumam Dafa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ini penjelasan dari Diky seminggu yang lalu, ayahnya Niky mau cepet-cepet nikahin Niky sama Diky itu karena ayahnya Niky takut hubungan mereka nanti di pengaruhi banyak godaan seperti 'perzinaan hingga hamil di luar nikah' jadi buat menghindari itu semua, ayahnya Niky berniat untuk menghalalkan mereka segera." ucap Faza dan Dafa menganggukkan kepalanya paham.


"Tapi walau mereka udah halal nantinya, ayahnya Niky berpesan juga sebelum pendidikan mereka berdua selesai, mereka dilarang buat punya anak dulu." tambah Faza kemudian.


"Oke juga tuh, kalo gitu gue nikahin Liliy besok aja biar kita berdua bisa ...."


Dengan cepat Faza mengambil posisi duduk lalu meleparkan bantal ke kepala Dafa hingga kepalanya tersungkur ke bawah.


Bukk ....


"Ak! Woy Monyet, sembarangan aja lo ngelempar kepala gue pake bantal." bentak Dafa sembari merapikan rambutnya.


"Gue kira otak lo agak konslet jadi gue bantu perbaikin tadi," sahut Faza datar.


"Bener-bener lo ya ...."


"Makasih, gue emang selalu bener." ucap Faza menyela.


"Heh! Tuyul gue ...."


"Mana tuyul lo?" tanya Faza kembali menyela membuat Dafa memelotot sangat-sangat kaget.


"Siapa bilang gue punya tuyul, Pe'a." pekik Dafa.


"Lo tadi ngomong 'tuyul gue' 'kan?!" ucap Faza membuat Dafa semakin geram.


"Maksud gue, elo yang ...."


"Gue yang apa? Yang ganteng? Emang udah bawaan lahir," ucap Faza sepertinya sengaja ingin membuat Dafa kesal.


"Songong lo anak pungut, naj*s gue." umpat Dafa cepat agar tidak di potong lagi oleh Faza.


"Untung aja Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu nakdirin Karamel jadi sepupu lo, kalo enggak! Wah, kasian gue sama Karamel dapet cowok rese kayak lo." umpat Dafa tanpa sadar sudah membuat hati Faza terasa ngilu. Wajah Faza yang tadinya tertawa kembali berubah menjadi murung lagi, kemudian dirinya membaringkan tubuhnya di kasur lagi.


"Sialan lo," sengit Faza.


.


.


.

__ADS_1


#Bersambung#


Enggak ada vote dan hadiah, thor enggak up juga ya. Like dan komen jangan lupa juga.


__ADS_2