
"Aghhh, cape." keluh Tania duduk di lantai depan rumahnya kemudian ia membaringkan tubuhnya di sana, hari ini Faza benar-benar sudah keterlaluan mengerjai Tania dengan memberikan arah jalan yang salah padahal kenyataannya rumah Faza sangat dekat dengan rumah Tania dan Aldy.
"Non Tania, kenapa baringan di lantai? Kotor atuh Non," ucap bik Asih sembari memegangi sapu.
"Lagi mager makanya baringan di sini bentar," sahut Tania memejamkan matanya.
"Oh iya Kak Aldy ada di dalem ya, Bik?" tanya Tania kini membuka matanya tapi tidak menoleh ke arah bik Asih.
"Ada Non, sama temen-temen Den Aldy juga ada di dalem Non." ucap bik Asih.
"Ada Abdi juga?" tanya Tania.
"Ada Non tapi Den Abdi lagi nyelesaiin hukumannya, di suruh keluar cari cemilan tadi," ucap bik Asih tekekeh kecil, Tania juga teraenyum miring kala paham dengan kata-kata bik Asih.
"Makasih Bik infonya," ucap Tania kemudian bik Asih pamit masuk ke dalam rumah.
Sepuluh menit kemudian Tania melihat mobil Abdi datang berparkir di depan rumahnya sehingga Tania turun dari tangga menghampiri Abdi.
"Cie dapet hukuman karena kalah? Jangan bilang karena lawan Kak Aldy lagi," ejek Tania membuat raut wajah Abdi menjadi datar, pria itu malas di ejek karena kalah taruhan saat bermain PS. Hehe! Tania cengengesan melihat ekspresi wajah Abdi.
"Tumben mau bantu," ucap Abdi sambil mengeluarkan barang belanjaannya yang begitu banyak, itu pasti banyak pesanan si gentong Bobby.
"Dih, apaan gue nggak ada niatan buat bantu lo ya," sewot Tania. Sorry Sorry aja, Tania tidak sebaik itu mau membantu sahabat-sahabat kakaknya dengan suka rela.
"Terus ke sini cuma mau ngejek doang?" ucap Abdi menutup pintu mobilnya.
"Gue mau ngomong sesuatu yang penting sama lo sekalian mau minta tolong juga," ucap Tania mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan?" tanya Abdi sehingga Tania langsung merogoh handphonenya dari dalam tas lalu menelepon Bobby untuk menyuruh pria itu keluar rumahnya.
"Kenapa?" tanya Bobby menghampiri Tania dan Abdi sehingga Tania langsung mengambil semua kantong bawaan Abdi lalu ia serahkan pada Bobby.
"Nih bawa ke dalem," titah Tania.
"Gue doang yang bawa?" tanya Bobby dengan nada agak tinggi pasalnya belanjaan Abdi tergolong sangat banyak, tangan gemuk Bobby rada kesulitan menggenggam semua kantong itu.
"Iya buruan bawa sana, gue sama Abdi mau ambil buku di luar jadi kita nggak bisa bantu," ucap Tania tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Buku apaan?" tanya Bobby.
"Enggak bakalan gue jawab, sono masuk lo," pekik Tania membuat Bobby mendengus lalu ia pergi masuk ke dalam rumah.
Setelah Bobby masuk rumah, Tania mengajak Abdi untuk masuk ke dalam mobil Abdi dan menyuruh Abdi untuk menyetir.
"Bawa gue ke basecamp SALF BADRAD," titah Tania membuat Abdi langsung menatap Tania dengan tatapan terkejut.
"Lo tau tentang SALF BADRAD dari mana?" tanya Abdi menyentak.
"Nanti gue jelasin sama lo, buruan," ucap Tania.
"Basecamp SALF BADRAD agak jauh kita bisa pulang malam kalo ...."
"Nggak apa-apa, pulang pagi juga gue jabanin," ucap Tania membuat Abdi mendengus lalu ia menjalankan mobilnya menuju basecamp SALF BADRAD.
"Udah sampe," ucap Abdi setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam.
"Enggak asing ni tempat?" gumam Tania karena Abdi membawa Tania ke pantai yang hampir sama dengan Leo tunjukkan padanya saat itu.
"Cuma SALF BADRAD yang tau tempat ini," sahut Abdi berjalan entah ke mana hingga Tania mengikuti langkah Abdi menuju pasiran pantai.
"Tau apa sih lo tentang SALF BADRAD?" tanya Abdi menatap wajah Tania dengan tajam.
"Gue tau semuanya," ucap Tania.
"Nggak mungkin Aldy sama Leo," ucap Abdi duduk di pasir sehingga Tania ikut duduk juga di samping pria itu.
"Maksud lo?" tanya Tania.
"Aldy sama Leo udah nggak pernah anggap SALF BADRAD itu ada lagi jadi nggak mungkin Aldy sama Leo yang kasih tau lo tentang SALF BADRAD," ucap Abdi.
"Tapi ada salah satu sahabat kalian yang setia mempertahankan SALF BADRAD, dia nggak bodoh kayak kalian," ucap Tania blak-blakkan.
"Lo nggak tau semua permasalahannya, Tan. Kalo bukan karena pengkhianatan, SALF BADRAD pasti akan tetap ada sampai sekarang," ucap Abdi.
"Gue tau yang bermasalah cuma Kak Aldy sama Leo doang 'kan tapi kenapa yang lainnya malah ikut bubar?" tanya Tania membuat Abdi diam sebentar.
__ADS_1
"Karena kepercayaan masing-masing," ucap Abdi dengan santainya.
"Jadi lo lebih percaya Kak Aldy di bandingkan Leo?" tanya Tania namun Abdi hanya diam saja.
"Kalian pisah, satu ikut Leo dan satunya lagi ikut Kak Aldy tapi Faza sama Aditya enggak milih dua kelompok pecundang itu," ucap Tania membuat Abdi menyipitkan matanya.
"Jangan suka sama Faza, Tan." ucap Abdi.
"Siapa bilang gue suka sama Faza?" bentak Tania membuat Abdi terkekeh karena gemas dengan wajah Tania yang memerah karena marah bukan karena tersipu.
"Lo mau ngomong apa sama gue kayaknya serius banget," ucap Abdi mengalihkan pembicaraan.
"Masalah SALF BADRAD," ucap Tania kemudian ia menceritakan semua informasi yang ia dapat dari Leo, Aldy bahkan Faza sekalipun, Abdi tampak terkejut dan hampir tidak percaya dengan semua cerita yang di sampaikan Tania.
"Sebenernya bener kata Faza, kalian nggak tau gimana sakitnya Sasya selama ini, gue udah coba buat ngorek semua informasi tentang Sasya dan gue dapet semua itu dari cowok culun yang kalo enggak salah namanya Aryan Sebastian August. Dia sahabat masa kecil Sasya, ketimbang kalian para sahabatnya yang sering nyusahin Sasya, Aryan lebih di percaya dan tau semua penderitaan Sasya." ucap Tania.
Malam saat orang suruhan Tania mengirimkan semua informasi tentang Sasya, paginya Tania mendapatkan sebuah nomor dari orang suruhannya, itu adalah nomor seseorang yang sangat dekat dengan Sasya dan Tania menjadi penasaran di buatnya.
Tanpa ba-bi-bu Tania langsung menghubungi nomor tersebut sampai mereka saling mengenal satu sama lain, Tania pun mencoba bertanya banyak hal tentang Sasya, awalnya Aryan menolak untuk memberi tahu Tania tapi Tania terus mencoba untuk meyakinkan Aryan bahwa Tania sangat membutuhkan informasi Sasya untuk menyelesaikan masalah SALF BADRAD.
Namun Aryan kukuh tidak mau memberikan informasi apapun tentang Sasya hingga desakkan demi desakkan yang di lakukan Tania, akhirnya semalam Aryan menceritakan semua tentang Sasya, mulai dari masalah keluarga sampai masalah persahabatan SALF BADRAD pun Aryan ceritakan pada Tania.
"Mungkin lo enggak percaya tapi Aryan ngirimin gue rekaman suara Sasya, itu bukti nyata jadi enggak bisa di bilang bohongan," ucap Tania bersandar di bahu Abdi.
"Di, apa yang nggak gue ketahuin tentang SALF BADRAD? Cerita sama gue biar gue bisa bantu kalian," pinta Tania pada Abdi.
"Gue enggak mau Kak Aldy terus-terusan mikir kalo cinta dia ke Sasya itu bertepuk sebelah tangan, Sasya sayang dan cinta sama Kak Aldy, dia harus tahu itu." ucap Tania menerawang jauh ke depan.
"Gue juga bingung Tan, semenjak Sasya pergi, SALF BADRAD udah kita anggap nggak ada lagi," ucap Abdi menyandarkan kepalanya di puncak kepalaku.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
..... Bersambung .....