Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 199 (Takdir)


__ADS_3

Di dalam ruangan yang gelap terdapat dua orang ayah dan anak tergeletak di lantai dengan tangan yang di borgol dan kaki yang di pasung besi.


Keduanya baru saja tersadar dari pengaruh bius yang di tembakkan oleh salah satu anak buah lady queen yaitu Becca.


Brugg! Leo yang sudah di geluti rasa amarah besar langsung memukul wajah Damyan.


"Brengs*k," pekik Leo kepalang emosi.


"Papa," pekik Clara ketika untuk pertama kalinya melihat sang papa di pukul oleh seseorang dan dia adalah Leo.


Leo menatap tajam ke arah Clara lalu Leo berjalan mendekati Clara hingga Clara merasa ketakutan setengah mati kala melihat tatapan membunuh Leo.


Leo mencengkram kedua pipi Clara.


"Lo jal*ng sialan udah berani ganggu ketenangan hidup gue, lo sama bokap lo udah enggak pantes hidup lagi di dunia ini," sengit Leo langsung menghempas kasar wajah Clara.


"Le-Leo, a-aku cinta sama Leo, aku ngelakuin semua ini karena aku cinta sama kamu." lirih Clara sembari menangis.


"Kamu gak liat gimana perjuangan Clara untuk menyingkirkan penghalang cinta kalian, Leo." pekik Damyan.


"Siapa yang anda sebut penghalang, Karamel adalah istri sah saya dan anak anda adalah perusak rumah tangga kami." pekik Leo membantah ucapan Damyan.


"Sebelum kamu nikah sama ...." ucapan Damyan terpotong.


"Leo, aku mohon jangan lakuin Ini, aku mohon maafin aku, aku cuma berfikir buat dapetin kamu makanya aku nekat mau nyingkirin Karamel dari hidup kamu." isak Clara.


"Aku mohon lepasin aku sama Papa aku, Leo, aku mohon." pinta Clara.


"Setelah lo buat kekacauan, lo mau gue lepasin lo berdua gitu aja, mampi ... ciuh !" sengit Leo meludahi wajah Clara membuat si empunya terkejut sekaligus ketakutan.


"Kurang ajar, berani-beraninya kamu meludahi anak saya, saya akan bunuh kamu dan istri si...."


"Bunuh? Di situasi yang tidak memungkinkan bagi anda untuk melawan saya, anda masih sok hebat di depan saya." ejek Leo membuat Damyan bungkam.


"Apa anda tau, anak anda tidak pernah menjadi kekasih saya, sejak SMP anak anda selalu mengincar saya tapi saya tidak pernah menanggapinya karena apa? Itu karena dia wanita murahan yang mencintai tiga laki-laki sekaligus bahkan mungkin di luaran sana dia juga mencintai laki-laki lain." ucap Leo.


"Leo ...."


"Diem!" bentak Leo memelototi Clara membuat Clara menundukkan kepalanya takut.


"Aldy, Faza dan saya. Anak anda berniat untuk mendapatkan tiga orang sekaligus tapi kalo tidak bisa, dia ingin mendapatkan salah satu dari kami namun anak anda sangat membenci istri saya hingga saat dia tahu Aldy dan Faza punya ikatan darah dengan istri saya, anak anda berhenti mengejar Aldy maupun Faza dan malah ingin mendapatkan saya sebagai kekasihnya." ucap Leo membuat Damyan menatap penuh tanya ke arah Clara.


"Saya tahu anda sangat menyayangi anak anda, Tuan. Tapi rasa sayang anda membuat dia menjadi anak manja dan egois yang selalu punya ambisi untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan." tambah Leo lagi.


"Clara ...."

__ADS_1


"Aku cinta sama Leo, Pah," lirih Clara.


"Aku enggak tau tapi aku enggak rela ngelihat Kara jadi istri Leo, aku cinta sama Leo melebihi apapun Leo adalah satu-satunya orang yang aku cinta," racau Clara.


"Jadiin aku istri kamu ya Leo, aku mohon sama kamu," ucap Clara tiba-tiba menatap Leo.


Plakk! Leo menampar pipi kiri Clara, wanita yang ada di depannya benar-benar sudah gila, Clara tahu Leo hanya mencintai Karamel namun Clara tetap saja ingin menjadi istri Leo.


"Buang semua mimpi kamu itu Clara, aku gak akan mungkin ngekhianatin pernikahan aku sama Kara." sentak Lep kembali menampar wajah Clara.


"Hentikan, Tuan Rendra." pinta Damyan memohon.


"Clara, apa yang kamu lakuin, kamu bohong sama papa kamu sendiri? Demi laki-laki yang gak mencintai kamu, kamu sampai rela menghasut papa untuk bunuh istrinya." ucap Damyan kecewa dengan anak tunggalnya itu.


"Maafin Clara, Pah. Clara terlalu cinta sama Leo sampai Clara khilaf ...."


"Cukup, papa gak mau denger penjelasan kamu lagi," sentak Damyan merasa kecewa.


"Papa gak nyangka sifat licik mama kamu ternyata menurun di kamu, Clara." ucap Damyan membuat Leo mengerutkan dahinya.


"Atas nama anak saya, saya mohon maafkan dirinya Tuan Rendra. Anda berhak menghukum kami bahkan anda juga berhak mengambil nyawa kami." ucap Damyan pasrah.


Damyan memang sangat menyayangi Clara, apapun yang Clara mau Damyan pasti akan menurutinya namun jika Clara melakukan kesalahan apalagi hingga menyangkut nyawa orang lain yang tidak bersalah, Damyan pasti tidak akan mengabulkannya.


Dulu saat mamanya Clara berselingkuh dengan seorang berondong kaya raya, Damyan merasa kacau namun ketika melihat Clara kecil, Damyan menjadi bangkit dari keterpurukannya demi menghidupi semua kebutuhan Clara.


Clara adalah tujuan hidup Damyan, tidak ingin anaknya kekurangan apapun Damyan sampai rela banting-tulang hanya demi Clara tapi jika anaknya saja merasa masih ada kekurangan dalam hidupnya, sia-sia sudah semua perjuangan Damyan.


Tujuan Damyan sudah musnah.


"Enggak Leo, apa yang Papa bilang tadi jangan kamu turutin, aku engga mau mati." isak Clara merasa ketakutan.


"Saya tahu anda orang baik Tuan tapi sayangnya salah satu anak buah anda melukai istri saya hingga saya terpaksa harus melaporkan anda kepada polisi," ucap Leo membuat Damyan terkejut karena Leo tidak membunuh dirinya.


"Aku mohon jangan lakuin itu Leo," isak Clara.


"Setelah anda keluar dari penjara, anggap anda tidak punya anak, saya akan mengirim anda ke tempat adik perempuan anda yang selama ini anda tidak ketahui keberadaannya." ucap Leo menyampaikan setiap kata yang Karamel perintahan untuk Damyan.


"Laras," gumam Damyan mendongakkan kepalanya.


"Benar," sahut Leo.


Leo beralih menatap Clara, Leo ingin membunuh Clara namun istrinya tidak mau Clara mati.


"Penjara Afrika siap menyambut kedatangan anak anda, Tuan Damya." ucap Leo membuat Clara memelotot kaget.

__ADS_1


"Enggak enggak, Leo kamu enggak mungkin ngirim aku ke sana 'kan, aku enggak mau di penjara. Papa tolong Clara, Clara enggak mau di penjara." isak Clara menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.


"Silahkan Tuan, saya tidak akan ikut campur." ucap Damyan membuat Clara terkejut.


"Lepaskan semua borgol, Tuan Damyan." titah Leo dan salah satu anak buah Leo melepas semua borgol yang ada di tangan dan pasung besi yang ada di kaki Damyan.


"Bawa ke mobil," titah Leo.


"Enggak, papa jangan pergi. Papa jangan tinggalin Clara, papa hiks ... hiks!" isak Clara.


"Lo harusnya bersyukur karena setelah lo nyelakain istri gue, istri gue berbaik hati cuma mau nyeblosin lo ke penjara dong." sengit Leo.


"Karena kebaikan hati Kara, gue ngalah dan enggak jadi bunuh cewek murahan kayak lo." tambah Leo sengaja memberitahu bahwa dirinya punya niatan untuk membunuh Clara.


"Kenapa kamu lakuin ini ke aku Leo di bandingkan Karamel, aku lebih mencintai kamu." isak Clara.


"Mata cowok normal kalo liat lo pasti jijik tapi kalo mata cowok bernafsu pasti mereka tertarik karena lo emang sebangsa bit*h." ucap Leo pedas.


"Kamu fikir Karamel itu apa, dia juga cewek murahan yang di kelilingi banyak cowok." sentak Clara.


Leo mengepal kuat tangannya, ingin rasanya Leo menghajar wajah Clara namun dia sudah berjanji kepada sang istri untuk tidak mencelaki Clara.


Leo pergi meninggalkan markasnya lalu Leo masuk ke dalam mobilnya.


"Hais! Kenapa istriku itu terlalu baik hati ingin membantu Damyan lalu Clara, terbuat dari apa hati istriku itu hungga dia mau memaafkan wanita busuk itu." gerutu Leo memukul kepala jok yang ada di depannya.


"Sabar, Tuan." sahut Jeffry tegang karena Leo tiba-tiba mengagetkan dirinya yang sedang asik bermain handphone.


"Aku tidak bisa bersabar karena dua orang itu sudah membuat istriku terluka." pekik Leo.


"Kara," tiba-tiba Leo ingat akan keadaan Karamel.


"Ke rumah sakit sekarang," titah Leo tampak wajahnya memancarkan kekhawatiran.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...


Dukung author dengan vote kalian ya, kalo enggak. Author enggak semangat dong.


Komen juga, author pengen baca👌

__ADS_1


__ADS_2