Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ,, 79


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu, hari ini Tania di jemput oleh Aryan, pria itu akan memeluk Tania possessive hingga beberapa murid-murid yang melihat adegan itu di buat semakin iri karena Tania yang super jelek memiliki pria tampan yang begitu perhatian dengannya.


"Apa kau tahu Bas, selama kau terus-terusan mengantar dan menjemputku, ada banyak sekali siswi-siswi yang iri denganku," ucap Tania di dalam pelukkan Aryan.


"Tentu, Itu karena wajahku yang terlalu tampan," ucap Aryan dengan percaya diri sehingga Tania langsung melepaskan pelukkannya.


"Aku rasa kau ...."


"Tania," panggil Leo dari arah samping Aryan dan Tania sehingga kedua orang itu langsung menoleh ke arah Leo dan Aryan beralih merangkul bahu Tania.


Wajah Leo tidak bisa di katakan dalam keadaan baik-baik saja, hati pria itu sakit saat melihat wanita yang ia cintai berpelukan dengan pria lain, ia juga marah dan ingin memisahkan kedua orang itu tapi siapa dirinya? Dirinya bukan kekasih Tania lagi? Tapi dirinya merasa sangat cemburu!


"Maaf," lirih Leo menatap dalam mata biru Tania membuat Tania sedikit mengerutkan dahinya.


"Maaf udah kecewain kamu," lirih Leo dengan sangat tulus menatap dalam mata Tania, pria itu sudah kehilangan akal untuk meminta balikkan dengan Tania tapi tak kunjung diterima juga.


"Aku bener-bener nyesel," lirih Leo dengan mata menggenang hingga Aryan menguatkan Tania dengan mencengkeram lengan wanita itu membuat wanita itu menghela napas pelan dan masih menatap datar ke arah Leo.


"Aku janji enggak akan ngulangin lagi, aku serius cinta sama kamu Tania." ucap Leo masih dengan tatapan dalamnya.


Kenapa Leo bisa seputus asa ini? Padahal dua bulan yang lalu dirinya masih sangat bersemangat untuk berjuang mendapatkan Tania lagi?


Jawabannya adalah pengabaian Tania yang membuat Leo menjadi putus asa, wanita itu menjadi berubah drastis. Setiap kali Leo memberikan perhatian, Tania hanya menatapnya kemudian pergi meninggalkannya, kadang Leo menahan Tania untuk tetap bersamanya namun Tania malah bersikap kasar padanya seakan-akan Tania sedang menunjukkan betapa muaknya ia terhadap Leo, tak jarang Leo mencari keberadaan Tania tapi wanita itu selalu menghindari dirinya.


Leo frustasi hingga ia melampiaskan semua amarahnya pada para binatang yang tak berdosa.


Ada apa sebenarnya dengan Tania?


"Pergi sana," usir Tania menatap tajam mantan kekasihya itu, namun Leo menggelengkan kepalanya pelan. Tess! Air mata Leo jatuh dari pelupuk matanya membuat tangan Tania terkepal kuat ingin sekali dirinya mendekati Leo namun Aryan mencengkeram kembali lengan Tania sehingga wanita itu kembali mengatur helaan napasnya.


"Kasih aku satu kesempatan buat ...."


"Gue enggak bisa," ucap Tania memotong perkataan Leo membuat air mata Leo jatuh setetes demi setetes.


"Aku mohon, aku janji sama kamu enggak akan kecewain kamu lagi," ucap Leo.


"Apa jaminannya?" tanya Tania.


"Apapun yang kamu mau, aku bakal lakuin semuanya buat kamu," ucap Leo membuat Tania mencengkeram kemeja Aryan dengan sangat kuat.


"Yakin, lo mau nusuk perut lo pake ini," ucap Tania mengeluarkan pisau dari dalam tasnya, Leo tampak kaget karena Tania yang ia kenal lembut tiba-tiba berubah seperti wanita kejam.


"Kalo itu bisa buat kita kayak dulu lagi, lempar pisau itu sekarang," Leo tidak menolak dan mengangkat tangannya untuk meminta pisau itu.

__ADS_1


"Gimana kalo gue yang ngelakuinnya?" tawar Tania dan Leo langsung merentangkan kedua tangannya, memberikan izin pada Tania untuk menusukkan pisau itu ke perutnya.


"Kak Aldy sialan," umpat Tania dalam hati.


"Bukannya gue pernah bilang, koridor hati gue udah ketutup rapat jadi jangan kecewa kalo semua usaha lo bakal gagal," ucap Tania dan Leo tentu mengingat kata-kata itu saat mereka mengobrol di cafe Gourmet.


"Tusuk di bagian manapun, aku mohon! Aku enggak mau putus dari kamu," pinta Leo membuat Aryan tersentak karena dirinya tidak menyangka bisa bertemu pria bod*h seperti Leo, hanya demi cinta, pria itu sampai rela minta di tusuk oleh Tania.


"Dasar bucin," batin Aryan mengejek Leo.


Tania menatap datar wajah Leo yang cengeng kemudian wanita itu memasukkan kembali pisaunya ke dalam tas, sehingga pupil mata Leo melemah di buatnya.


"Jadi aku bener-bener udah gagal?" tanya Leo lirih kemudian suasana menjadi hening. Brukk! Tiba-tiba Leo menjatuhkan dirinya ke tanah membuat tubuh Tania bergerak ingin mendekati Leo namun lagi-lagi Aryan mencengkeram lengan Tania.


Untungnya sekolahan sudah sepi hingga tidak ada seorangpun siswa-siswi yang menyaksikan sang most wanted Eton Company High School bersimpuh di hadapan Tania.


"Maafin aku, Tania," ucap Leo menundukkan kepalanya lemah lalu ia mencengkeram dadanya yang sesak.


Lima tahun yang lalu dirinya kehilangan sang kakek dan nenek akibat kecelakaan pesawat, kemudian tiga tahun yang lalu dirinya kehilangan sang kakak yang sangat ia sayangi, tiga tahun yang lalu pula pria itu kehilangan kasih sayang sang papa, di tambah tiga tahun yang lalu perhatian sang mama semakin berkurang, dan dua tahun yang lalu sahabat perempuan yang pernah menjadi tempat kenyamanannya pergi meninggalkannya juga bahkan dua tahun yang lalu ia sempat kehilangan sebagian sahabat baiknya. Tidak cukupkah semua itu? Apakah kini Leo harus kehilangan wanita yang ia cintai juga agar kepedihan hidupnya menjadi sempurna?


"A–aku hancur ...."


Grebb! Leo tidak dapat menyelesaikan perkataannya kala Tania tiba-tiba memeluk dirinya, pria itu terdiam lama sampai Tania melepaskan pelukkan, Leo tetap diam menatap wajah Tania yang tampak sedih.


"Berhenti, aku mohon," pinta Tania seraya menatap wajah Leo kemudian tangan wanita itu mengusap air mata Leo.


"Sudah cukup, jangan di lanjutkan lagi," lirih Tania membalikkan badannya menatap Aryan.


"Katakan padanya sudah cukup, kita sudah melihat perjuangannya," ucap Tania membuat Leo sedikit tersentak, pria itu paham dengan apa yang di katakan Tania.


Leo mendongakkan kepalanya menatap Aryan sehingga Aryan menatap Leo dan menghela napas pasrah kemudia Aryan menganggukkan kepalanya pelan.


"Aldy?" tanya Leo dan lagi-lagi Aryan menganggukkan kepalanya.


Semua memang rencana Aldy untuk membuat Leo tersiksa atas pengabaian Tania bahkan sampai membuat Leo murka karena Tania selalu dekat dengan Aryan, sebagai pria yang pernah menyakiti hati adiknya, Aldy ingin melihat perjuangan dan keseriusan Leo terhadap Tania karena Aldy tidak mau adik kesayangannya mendapatkan laki-laki yang salah.


Leo menarik dagu Tania agar menghadap dirinya namun Tania memejamkan matanya kuat membuat Leo melepas kaca mata Tania dan mengusap mata wanita itu.


"Buka mata kamu, Tania," pinta Leo pelan sehingga Tania membuka matanya. Degg! Ini kedua kalinya bagi Leo menatap mata biru Tania tanpa penghalang kaca mata, sangat mirip dengan mata wanita bar-bar itu.


"Dua bulan ini cuma sandiwara?" tanya Leo dan Tania menganggukkan kepalanya sekali.


"Berhasil?" tanya Leo dan Tania menganggukkan kepalanya sekali lagi.

__ADS_1


"Karma ya buat aku," ucap Leo membuat Aryan diam-diam terkekeh sedangkan Tania hanya diam dengan wajah datarnya.


"Enggak enak karmanya, sakit!" ucap Leo jujur.


"Enggak jadi nusuknya?" tanya Leo dengan raut wajah memelas karena sejak tadi Tania hanya diam menatap datar dirnya.


"Mau?" tanya Tania.


"Balikkan lagi sama aku?" tawar Leo.


"Bagian mana?" tanya Tania.


"Jantung di ganti kening boleh?" tawar Leo mengartikan Tania boleh menusuk jantungnya tapi ia mendapatkan keuntungan untuk mencium kening Tania.


Aryan sampai memutar bola mata jengah karena melihat dua manusia yang sedang di mabuk cinta itu seakan-akan lupa dunia, nasib jomblo ya seperti Aryan menjadi penonton saja.


"Sepuluh tusukkan!" ucap Tania datar.


"Jadi istri?" tawar Leo mengartikan Tania boleh menusuknya hingga sepuluh kali asal gantinya Tania menjadi istri Leo.


"Jadi mayat!" Aryan ikut nimbrung membuat Tania yang mendengar sahutan Aryan ingin tertawa namun ia menahannya.


Si Aryan menjadi kesal karena menurutnya obrolan Leo dan Karamel sudah keluar jalur waras, mungkin karena dua manusia itu sedang di mabuk cinta makanya mereka jadi agak gila.


"Ngaco," Tania juga sudah malas menjawab.


"Aku enggak mau putus, maaf karena aku egois tapi aku bener-bener enggak mau putus dari kamu," ucap Leo serius.


"Aku ...."


"Aku janji enggak akan ngecewain kamu lagi," potong Leo penuh harapan.


"Aku mohon," lirih Leo mendekatkan keningnya dengan kening Tania membuat keduanya memejamkan mata.


"I love you, Tania." bisik Leo tulus.


"Jangan kecewain aku lagi karena kalo sampe kamu kecewain aku lagi, aku enggak akan kasih kamu kesempatan ketiga ataupun keempat," ucap Tania membuat Leo membuka matanya lebar lalu ia mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Tania.


"Iya, aku janji!" ucap Leo dengan mata berbinar-binar karena Tania memberi Leo satu kesempatan untuk menjadi kekasih wanita itu lagi.


.......


.......

__ADS_1


.......


.... Bersambung ....


__ADS_2