Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 201 (Takdir)


__ADS_3

"Mulai hari ini lo harus jadi pacar gue," ucap Kenzi.


Mata Tessa semakin melebar, bagaimana bisa laki-laki yang ada di sampingnya ini mengatakan dirinya bahwa harus menjadi pacarnya? Tessa bukanlah anak buah yang akan patuh dengan tuannya makan dari itu Tessa membantah ucapan Kenzi.


"What? Gila lo? Ogah lah gue mau jadi pacar lo, mustahil tau gak." pekik Tessa.


"Cih! Ya iyalah mustahil," sahut Kenzi membuat Tessa mengerutkan dahinya.


Apakah Tessa tidak salah dengar, tadi Kenzi meminta dirinya untuk menjadi pacarnya namun seperdetik kemudian Kenzi mengucapkan kata 'mustahil' apakah Kenzi sedang mempermainkan dirinya? Sungguh menyebalkan bagi Tessa jika Kenzi benar-benar sedang mempermainkanya.


"Maksud gue, kita pura-pura pacaran," ucap Kenzi dan lagi-lagi Tessa melebarkan matanya.


"Mata lo kenapa sih, terpesona sama gue," ucap Kenzi malas dan Tessa langsung menginjak kaki Kenzi dengan perasaan yang dongkol.


Brugg ....


"Aghh!" ringis Kenzi refleks terduduk di salah satu bangku jalanan.


"Gila lo ya," pekik Kenzi.


"Bodo amat, gue enggak mau ya jadi pacar pura-pura lo, nambahin beban hidup gue aja lo." sengit Tessa tak perduli.


"Terus gimana sama lo tadi, hah! Ngajak gue ke toko pakaian tapi lo malah ninggalin gue gitu aja sampe gue ketemu sama cewek gila tadi, enggak mau tanggung jawab lo." gertak Kenzi marah membuat Tessa speechless.


"Lo jadi pacar pura-pura gue atau lo bakal ngerasain akibatnya nanti, lo pastinya masih ingat 'kan sama foto masa kecil lo yang enggak berbusana jatuh ke lumpur, dekil dan pastinya maluin buat di ...." ucapan Kenzi terpotong.


"Stop !" kesal Tessa merasa malu karena saat pertemuan ke-3 mereka di cafe, Tessa mengomeli Kenzi habis-habisan alasannya Tessa marah karena Kenzi lancang membuka handphonenya saat ia pergi ke toilet.


Bukan hanya itu Kenzi juga membuka galeri handphone Tessa yang isinya banyak foto-foto masa kecilnya dan tanpa sepengetahuan Tessa, Kenzi mengirim foto-foto masa kecilnya ke handphone Kenzi.


Malu ....


Tessa sangat malu kala itu Kenzi mengirim salah satu foto masa kecilnya yang tidak berbusana di penuhi banyaknya lumpur, Kenzi tidak tahu foto itu adalah sebuah penderitaan bagi Tessa karena bagi Kenzi foto itu adalah kenakalan Tessa saat kecil yang suka bermain-main dengan lumpur atau tanah.


"Gue enggak punya perasaan apa-apa sama lo jadi ...." ucapan Tessa terpotong.


"Lo fikir gue suka sama cewek aneh kayak lo," dengus Kenzi malas.


"Kalo lo enggak punya perasaan apa-apa sama gue, ngapain lo nyuruh gue buat jadi pacar pura-pura lo?" tanya Tessa sedikit jengkel.


"Kalo gue punya perasaan sama lo, kita enggak perlu pura-pura pacaran Tessa, karena kita sama-sama enggak punya perasaan apa-apa jadi gue minta kita pura-pura pacaran." ucap Kenzi malas berdebat dengan Tessa.


"Kenapa harus gue?" tanya Tessa.


"Kerena Tia udah terlanjur liat gue jalan sama lo, lo 'kan tau sendiri gue paling males kalo berurusan sama dia." sahut Kenzi.


"Terus kenapa lo mau jalan sama gue?" tanya Tessa lagi.


"Siapa juga yang mau jalan sama lo, Tessatu dua tiga! Orang elo yang maksa gue buat jalan sama lo." kesal Kenzi membuat Tessa diam.

__ADS_1


Memang benar Tessa yang berinisiatif duluan mengajak Kenzi jalan tapi Tessa tidak pernah punya niatan untuk lebih dekat dengan Kenzi apalagi sampai menjadi kekasihnya, sungguh Tessa tidak pernah berfikir sejauh itu.


"Sekarang gini ya, di kampus kita cewek normal cuma ada empat persen dari kisaran seratus persen dan lo Alhamdulillah salah satunya jadi gue mau lo bantu gue buat jauhin cewek gila si Tia itu dari hidup gue dengan cara lo pura-pura jadi pacar gue." ucap Kenzi tapi Tessa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Terus lo mau gue berhadapan sama cewek manja itu?" tanya Tessa dengan wajah memelas, Tessa tidak sanggup jika harus di hadapkan dengan Tia yang notabene anak manja dari pengusaha ternama yang menjadi salah satu donatur tetap di kampus mereka.


"Bukan lo tapi kita berdua," sahut Kenzi.


"Gue yakin Tia masih punya namanya harga diri, kalau se-isi kampus tau kita pacaran jelas Tia enggak akan bisa deketin gue lagi tapi kalo Tia masih deketin gue, itu artinya dia tebal muka buat hadapin para penggosip kampus. Lo ngerti 'kan maksud gue?" jelas Kenzi sebenarnya hanya ingin lepas dari Tia yang selalu menjadi penggangu hidupnya.


"Kalo dia ngadu sama bokapnya gimana? Trus bokapnya ngeluarin gue dari kampus gimana?" tanya Tessa.


"Dia enggak punya hak buat ngadu masalah pribadi ke bokapnya," sahut Kenzi.


"Dua bulan, gimana?" tawar Kenzi menaik turunkan alisnya. Anggap ini adalah tawaran baik-baik dari Kenzi tapi jika Tessa tetap menolak, Kenzi tidak akan memaksanya lagi.


Tessa ingin menolak tapi foto masa kecilnya bisa tersebar luas jika Tessa mengatakan 'Tidak' pada Kenzi.


"Lo enggak mau?" tanya Kenzi menajamkan tatapannya namun Tessa masih saja bergeming.


"Ah! Lama lo, ya udah kalo lo ...."


"Oke, cuma sampe dua bulan doang abis itu kita enggak perlu ketemu lagi, kalau perlu kita jangan saling kenal lagi." sela Tessa terpaksa.


Kenzi sempat tersentak kaget namun segera rasa kagetnya berubah menjadi rasa tenang karena setelah ini dirinya akan bisa bebas dari Tia.


"Lo ...."


"Harus dibiasain panggil kayak gitu biar gak keliatan bo'ongan." ucap Kenzi datar.


"Gue tau karena gue jago akting jadi lo enggak perlu ingetin gue sama panggilan itu." kesal Tessa langsung meninggalkan Kenzi masuk ke dalam cafe.


..............................


...Indonesia (08 : 40 AM)....


Niky yang tidak sengaja bertemu dengan Dito di cafe Gourmet langsung mengajaknya mengobrol sedikit tentang SALF BADRAD dan juga Karamel.


Awal mula Dito menceritakan tentang Karamel yang sudah menikah dengan pria asing yang tidak mereka kenal lalu berlanjut ke Leo yang sudah dua tahun lamanya menghilang tiba-tiba kembali lagi ke Jakarta.


Niky yang selama ini tinggal di California bersama orang tuanya jarang menghubungi Karamel, beberapa bulan yang lalu Niky pernah menelepon Karamel hingga puluhan kali namun nomor Karamel tidak aktif bahkan semua sosial media Karamel tidak ada yang aktif. Jadilah Niky tidak tahu apapun cerita tentang kehidupan Karamel.


Satu jam lebih Dito menceritakan kejadian-kejadian yang ada hingga pada akhirnya Dito memberikan nomor handphone Karamel yang baru kepada Niky.


"Karamel masih di Jakarta 'kan?" tanya Niky.


"Iya," sahut Dito.


"Oke, gue coba hubungin sekarang," ucap Niky mencoba untuk menelepon Karamel.

__ADS_1


Nada sambung berbunyi namun tidak ada tanda-tanda akan di angkat oleh Karamel hingga sampai ke empat kali, barulah Karamel mengangkat teleponnya.


"Halo," setelah teleponnya terhubung, Niky kaget karena suara laki-laki mengangkat telepon sahabatnya.


"H-halo," sahut Niky gelagapan.


"Kenapa?" tanyanya.


"Ini siapa? Dan mana Kara?" tanya Niky.


"Gue Leo, tunggu bentar," ucap Leo.


"Oke...." belum sempat Niky menjawab, suara lengkingan perempuan yang sangat Niky kenal membuat Niky harus menjauhkan handphonenya dari telinga.


"Gilak lo ya, udah lupa lo sama sahabat sendiri ngilang aja kerjaan lo kayak tuyul," pekik Karamel membuat Dito tertawa terbahak-bahak.


"Gendang telinga gue bisa rusak karena suara jelek lo, Karamel gila," kesal Niky ikut berteriak.


"Di mana lo sekarang! Hah?" tanya Karamel dengan nada tinggi.


"Di cafe Gourmet, lo ke sini sekarang gue mau ngutarain banyak pertanyaan sama lo. Buruan!" ucap Niky namun tidak ada jawaban apa-apa dari Karamel.


"Woy! Kara, lo dengar enggak sih, ke sini sekarang gue tunggu sama Dito." pekik Niky.


"Gue gue enggak bisa, gue lagi sibuk." sahut Karamel bohong.


"Sibuk apaan sih lo, sibuk buat anak sama Leo, ayolah masalah itu bisa entar malem aja lo buat sama Leo." cerocos Niky membuat Dito geleng-geleng kepala.


"Bukan itu, Begek." ucap Karamel.


"Lah terus apa? Sibuk lahiran gitu?" tanya Niky.


"Bebek banget ya mulut lo," kesal Karamel.


"Gue enggak mau tau ya, lo harus ke cafe Gourmet sekarang atau persahabatan kita ...."


"Karamel lagi di rawat di rumah sakit jadi dia enggak bisa ke sana, lo aja yang ke sini." Kata-kata Leo membuat Niky terkejut.


"Hah! Karamel di rawat di rumah sakit?" pekik Niky mengejutkan Dito.


Dari kejauhan seseorang yang sejak tadi memperhatikan Niky dan Dito ikut terkejut mendengar lengkingan suara Niky yang mengatakan Karamel di rawat di rumah sakit.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


__ADS_2