
"Apa-apaan ini?" pekik Rega Ananda terkejut ketika para anak buahnya itu malah melindungi para anggota keluarga Sinaja dan Ramo.
Sebentar lagi Karamel dan Leo akan menggapai grandma Bertty dan mama Sofia hingga ...
Dorr! Dorr! Tiba-tiba suara tembakan mengejutkan semuanya termasuk Rega Ananda karena suara pistol itu berasal dari samping Rega Ananda.
Langkah Karamel dan Leo pun terhenti ketika dua orang yang ingin mereka selamatkan telah jatuh ke tahan.
"****," pekik Karamel kembali berlari.
Semua keluarga besar Karamel terkejut melihat grandma Bertty dan mama Sofia terkapar di tanah, mereka ingin ikut berlari mendekati grandma Bertty dan mama Sofia namun tidak bisa karena mafioso Leo dan Karamel mencegah mereka untuk saling berjauhan.
Karamel memapah kepala sang mama dan grandma di paha kiri dan kanannya.
"No Grandma, aku mohon bertahanlah ... Mama aku mohon bangun. Mah ... Leo panggil anak buah kamu, selamatin Mama sama Grandma Le ...."
Karamel tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena Sofia sudah memegang tangan Karamel.
"Ka Kara, a anakku Kara ...."
"Iya Mah, hiks ... hiks .... ini Kara, Kara masih hidup, Mah." isak Karamel menggenggam tangan sang mama.
"Aku mohon bertahanlah, Mah ...."
"A-apa benar ini ka-kamu, Nak?" tanya Sofi.
Karamel ingin membuka topengnya namun ia sadar jika mungkin saja Henry menatap ke arahnya, Karamel menunduk lalu Karamel membuka topengnya.
"Ini benar kamu, Nak." ucap mama Sofia dan Karamel memakai topengnya lagi.
"Ma-Mama seneng ka-kamu masih hi-hiidup an-anakku, ta-tapi maafin Ma-Mama ya. Ma–uhuk ... Mama enggak bi-bisa bertahan ....!"
"Jangan ngomong gitu, Mah. Aku yakin Mama sama Grandma masih bisa ...." perkatan Karamel berhenti ketika grandma Bertty bergeming.
"Grandma, grandma ... grandma ini Kara, grandma nggak mungkin ninggalin Kara 'kan. Grandma aku mohon bangun ... grandma ...." Karamel kembali terdiam ketika jari telunjuk yang ia letakkan di bawah hidung sang grandma tidak merasakan ada udara yang keluar.
"Grandma, hiks ... hiks ... grandma jangan tinggalin Kara sendirian grandma." isak Karamel menyentuh pipi sang grandma.
Mama Sofia mencoba bertahan karena ia ingin bicara pada putri satu-satunya itu untuk yang terakhir kalinya.
"Kamu tidak sendian, Sayang. Grandma dan Ma-ma akan selalu bersamamu di sini, Nak," ucap Sofia meletakan tangannya di dada Karamel.
"Ka-kamu harus bertahan un-untuk menyelamatkan yang lain. Ma-ma ...."
"Aku mohon jangan ngomong apa-apa lagi, Mah." isak Karamel menutup mulut sang mama sembari menggelengkan kepalanya.
"Kara, ayo kita bawa Tante Sofi sama ...."
Leo tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena tangan Sofi menghentikannya.
Mama Sofi melepaskan tangan Karamel dari mulutnya, "Leo ....!" panggil Sofi mengangkat tangannya.
Leo berlutut dan menggapai tangan mama Sofi, "Tante, aku mohon bertahanlah demi Karamel." ucap Leo.
Sofi menggelengkan kepalanya, "Enggak bisa, Nak. Tan-te enggak bisa." sahut mama Sofia menahan sesak karena memaksakan diri untuk bertahan demi ingin menyampaikan sesuatu pada Leo.
__ADS_1
"Tapi tante ...."
"Tante minta kamu jaga Karamel untuk tante, ma-maaf! Tante minta maaf karena tante maksa Kara buat nikah sama Henry, sa-sampai kamu sama Kara ...."
"Udah tente, tante gak salah apa-apa, Leo mohon jangan ngomong lagi ya. Kita ke rumah sakit sekarang!" pinta Leo hendak mengangkat tubuh Sofia tapi Sofia menggelengkan kepalanya cepat.
"Tante mohon sama kamu ba-bahagiain Kara, buat senyuman i-indah di wajahnya ... Tante mohon, Nak." pinta Sofia.
"Aku janji tante, aku bakal membahagiain Kara tapi tante juga harus bertahan biar Kara enggak ngerasa sedih." ucap Leo membuat Sofia tersenyum.
"Ma ...." Karamel yang ingin berbicara langsung membungkam karena mama Sofia telah menutup matanya dengan menghembuskan napas terakhirnya di genggaman tangan Leo dan Karamel.
Karamel mengepal tangannya, lalu Karamel memejamkan matanya. "Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un, Mamaaaaa hiks ... hiks ... grandmaaaaa hiks ... hiks ....!!!" isak Karamel membuat Leo mendekati Karamel lalu memeluknya dari belakang.
"Kara ...." Leo tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena Karamel sudah memotongnya.
"Aku mau ngebunuh dia yang udah nembak Grandma sama Mamaku, Leo." isak Karamel.
"Kara, Henry ...." Karamel kembali menyela perkataan Leo.
Karamel menatap ke arah Henry, Andi dan Rega Ananda yang sedang menyerang para mafioso Vic's Bloody Wolf dan The Shadow Of The Queen.
"Aku akan menghukummu, Henry Gauzen Virgopus. Itu janjiku, aku akan membuatmu tersiksa karena sudah berani membunuh dua orang yang aku cintai." pekik Karamel penuh amarah.
Karamel bangun dari tempat duduknya lalu ia membalikan badannya, "Suruh Jeffry sama Trisna untuk mengamankan keluarga aku, Leo. Bawa mereka pergi dari sini, sisanya biar aku sama Daniel ...."
"Enggak," potong Leo.
"Aku bakal menyuruh Trisna yang membawa keluarga kamu pergi dari sini tapi enggak buat Jeffry, Daniel ataupun aku, Kara." sengit Leo dingin membuat Karamel menelan salivanya.
..............................
Dorr ....
Dorr ....
Lady queen a.k.a Karamel menembak ke arah langit—sehingga Henry, Rega Ananda dan Andi menatap ke arahnya bukan hanya mereka. Para mafioso lainnya juga terfokus pada sang Karamel.
"Kara?!" gumam Jessy tersenyum.
"Hidupmu akan berakhir hari ini juga, Rega Ananda dan Henry Gauzen Virgopus." sengit Karamel.
Dorr ....
Karamel menatap Rega Ananda lalu Karamel menghindar dari tembakan Rega Ananda.
"Serang mereka dan jadikan mereka tawanan kita." pekik Karamel lantang.
Perintah sang leader adalah amanah yang harus di lakukan maka dari itu para mafioso Vic's Bloody Wolf dan The Shadow Of The Queen langsung menyerang para musuh itu.
Dan tentunya Para mafioso Dark Cobra juga mulai melindungi Rega Ananda dan Henry namun sayangnya Karamel turun tangan untuk membuat tumbang para mafioso itu.
Dorr ....
Dorr ....
__ADS_1
Dorr ....
Brug ....
Karamel menembak tepat pada sasaran yang di inginkan yaitu di bagian kaki, tangan/bahu dan juga perut.
Perasaan marah dan benci membuat tak terkendali hingga ia tidak perduli jika mafioso yang ia tembak itu sekarat atau mati di tempat.
"Kalian telah berani membangkitkan amarahku dengan mengganggu keluargaku, maka jangan harap kalian bisa lolos dariku." pekik Karamel terus menembak para mafioso Dark Cobra.
Hingga semua mafioso yang menjadi pelindung Rega Ananda telah tumbang, Karamel menyodorkan dua pistol ke arah Rega Ananda.
"Matilah kau, Rega Ananda." pekik Karamel.
Dorr ... dorr ....
Mata Rega Ananda terbelalak karena kedua peluru itu mengarah ke dirinya namun tak lama dari itu mata Karamel yang terbelalak karena kedua pelurunya mengenai mafioso Dark Cobra bukan Rega Ananda.
"Sial ....!" umpat Karamel mencoba untuk menembak Rega Ananda lagi.
"Jangan terburu-buru, Kara." bisik seseorang dari arah belakang Karamel.
Karamel langsung menoleh ke arah belakang, "Leo," sentak Karamel memegangi dadanya karena kaget.
"Aku denger kamu mau jadiin mereka tawanan kamu kan? Trus kenapa kamu mau bunuh Rega Ananda sekarang?" tanya polar prince a.k.a Leo datar.
"Kalo jalan pintas ada di depan mata, buat apa lagi aku nunggu samapi mereka semua jadi tawanan aku." sengit Karamel.
"Dia bakal langsung mati tanpa ngerasain sakit yang mendalam, Kara." ucap Leo ada maksud tersendiri.
Karamel menyipitkan matanya, dan tak lama dari itu mata Karamel berubah menjadi berbinar.
"Aku tau maksud kamu, aku enggak akan bunuh mereka tapi aku bakal jadiin mereka sebagai tawanan aku." ucap Karamel membuat Leo mengangguk pelan.
"Kalian bakal ngeliat gimana cewek yang kalian kira lemah inu bakal nyiksa kalian satu-persatu." sengit Karamel.
"Dan gue bakal buat kalian ngerasain kematian yang sangat menyakitkan dengan cara menyayat bagian-bagian tubuh kalian sampai di setiap tetes darah dari tubuh kalian menjadi penyiksaan yang sepadan untuk kalian dapatin." sengit Karamel lagi.
"Inikah Karamel yang kamu maksud berbeda dari sifat Tania, Kara? Kelembutan Tania yang bertolak belakang dari kekejaman Karamel." batin Leo.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Maaf author telat up wak-wak reader. Ada kendala di paket internet author, jadi author Cici baru bisa up sekarang deh. Mohon di maklumi ya hehe ....
Jangan lupa di like, di comment, di jadikan favorit dan di kasih tips juga boleh ya wak-wak readerku.
...HAPPY READING TO EVERYONE ....!...
__ADS_1