Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 61


__ADS_3

Setelah sekian menit, Leo dan Tania kembali bergabung dengan yang lainnya, mereka semua bertukar cerita satu sama lain hingga hari mulai berganti menjadi sore mereka semua memutuskan untuk pulang.


"Dit?!" Tania menarik lengan Adit ketika yang lainnya sedang berjalan menuju kendaraan mereka.


"Iya kenapa, Tan?" tanya Adit.


"Lo pulang bareng Leo ya," pinta Tania berbisik agar tidak di dengar oleh yang lainnya.


"Tapi Faza ...."


"Gue sama Faza," ucap Tania memotong perkataan Adit membuat Adit menatap ke arah Faza sekilas kemudian menatap ke arah Tania lagi.


"Asal Faza mau sih," ucap Adit.


"Gampang itu mah," ucap Tania.


"Ya udah deh, iya," Adit mengalah sehingga Tania langsung menghampiri Faza yang sudah berjalan duluan menuju motornya.


"Za?!" panggil Tania ketika Faza sudah duduk di atas motornya hingga Faza hanya menengok ke arah Tania.


"Gue bareng lo ya so'alnya Adit udah gue suruh bareng Leo tadi," pinta Tania.


"Pacar lo nggak marah?" tanya Faza.


"Iya apa nggak gue nebeng?" tanya Tania tidak mengindahkan pertanyaan Faza.


"Nggak," jawab Faza.


"Harus iya," ucap Tania.


"Nggak usah ngasih pilihan kalo akhirnya lo bakalan maksa," celoteh Faza.


"Bodo amat, buruan kita duluan," ucap Tania langsung naik ke atas motor Faza.


"Yang lain ...."


"Mereka mau langsung pulang tapi kita berdua belum mau pulang, buruan jalanin motor lo," Tania memotong perkataan Faza.


"Kalo nggak pulang, emangnya lo mau ke mana?" tanya Faza membuat Tania geram karena Faza terlaly banyak bertanya.


"Bawel bnget sih, tinggal jalan aja susah banget lo, buruan jalanin motornya sekarang," paksa Tania membuat Faza berdecak namun tak urung ia menyalakan motornya.


"Tania," desis Leo melihat Tania duduk di belakang motor Faza.


"Kenapa Faza sama Tania duluan?" tanya Diky heran melihat Faza pergi duluan dengan Tania.


"Oooh! Itu Tania udah bilang kok sama gue, katanya dia mau bareng Faza terus gue bareng kalian," ucap Adit.

__ADS_1


"Woy?! Lo berempat ngapain masih di situ," pekik Dito dari dalam mobil Abdi melihat Adit, Diky, Rio dan Leo masih berada di luar mobil.


"Tania mana?" tanya Abdi bersamaan dengan Leo dan Rio yang masuk ke dalam mobil.


"Tania udah duluan bareng Faza," Adit yang menjawab pertanyaan Abdi.


"Tania sama Faza?" beo Dito.


"Iya," jawab Adit dan Diky serentak.


"Lo berdua mau naik atau gue tinggal," pekik Leo dari dalam mobil, nada suara pria itu tampak sedang kesal sehingga Adit dan Diky buru-buru masuk ke dalam mobil.


..........


"Za, entar kita berhenti di pom bensin bentar ya," pekik Tania ketika mereka sudah di jalan raya.


"Mau ngapain? Bensin motor gue masih penuh," pekik Faza membuat Tania ingin mencekik leher Faza karena ketika Tania meminta sesuatu, pria itu tidak pernah menjawab 'iya'


"Berhenti bentar aja," pekik Tania hingga jarak beberapa menit Faza menghentikan motornya di pom bensin yang Tania minta.


"Lo tunggu di sini bentar ya," ucap Tania setelah turun dari motor Faza dan hendak pergi namun Faza mencekal tangan Tania.


"Mau ke mana lo?" tanya Faza.


"Gue mau ke toilet, kenapa? Mau ikut?" tanya Tania membuat Faza melepaskan cekalan tangannya.


Sepuluh menit berlalu, Faza menatap ke arah toilet, batang hidung Tania tak kunjung keluar juga membuat Faza berdecak kesal.


Now I'm shaking, drinking all this coffee


These last few weeks have been exhausting ...


I'm lost in my imagination


And there's one thing that I need from you


Can you come through? hemm hem hem ....


Faza bernyanyi dengan nada kecel kala dirinya menghilangkan rasa bosannya menunggu Tania yang tak kunjung keluat sejak tadi.


"Za," Tania memanggil Faza yang sedang asik bernyanyi dan bersenandung.


"Lama banget ...." ucapan Faza berhenti kala melihat Tania yang culun berubah jadi Tania yang asli.


"Terpesona ya," goda Tania membuat Faza menaikkan sebelah alisnya sinis.


"Kenapa di rubah tampilannya?" tanya Faza.

__ADS_1


"Jadi lebih kayak anak bar-bar tahu enggak," ejek Faza menatap tampilan Tania yang memakai celana jeans biru pendek sampai paha, baju kaos putih, sepatu putih fila dan topi hip hop pink, tentunya dengan sedikit make up tipis.


"Terserah," ucap Tania membuat Faza terkekeh kemudian pria itu naik ke motornya dan di susul juga oleh Tania duduk di belakangnya.


"Anterin gue ke apartemen Firgy ya," pinta Tania melepas topinya dan memakai helmnya.


"Apa? Apartemen Firgy?" pekik Faza.


"Iya, minta tolong di anterin, sahut Tania.


"Bentar lagi mau malem, Tania." ucap Faza.


"Enggak apa-apa," ucap Tania membuat Faza mendengus namun ujung-ujungnya ia patuh juga.


Menempuh jarak waktu satu jam, Faza dan Tania hampir sampai di apartemen Firgy tapi karena hari sudah masuk maghrib maka Faza menghentikan motornya di sebuah masjid terdekat.


Di karenakan waktu zuhur sama asar tadi Tania tidak shalat di sebabkan sedang dalam masa haid maka Tania di suruh Faza untuk menunggunya sebentar karena dirinya ingin shalat.


"Sepupu rajin," puji Tania saat Faza sudah pergi dari pandangannya kemudian Tania menjauh dari motor Faza dan duduk di sebuah warung dekat masjid.


Lima belas menit berlalu Faza keluar dari masjid, "Tania ?" Panggil Faza bingung karena tidak melihat adanya Tania di motornya.


"Gue di sini," panggil Tania melambaikan tangannya, Faza menengok ke arah Tania lalu ia menghampiri Tania.


"Lo ngapain ke sini? Kelaperan?" tanya Faza.


"Enggak kok, gue cuma nungguin sepupu gue lagi shalat aja di sini," ucap Tania.


"Gue?" tanya Faza mengerutkan dahinya dan di balas anggukan oleh Tania.


"Yakin gue sepupu lo?" tanya Faza menggoda Tania karena kemarin Tania tidak percaya bahwa mereka adalah sepupu kandung.


"Kalo bukan karena Kak Aldy yang bilang kalo Faza Bramasta itu sepupu gue, mungkin gue nggak akan percaya kalo lo itu sepupu gue," ucap Tania.


"Dih di tanya benaran," ejek Faza tak menyangka Tania bertanya dengan Aldy.


"Haruslah," ucap Tania.


"Udah ah! Kita jalan sekarang," ucap Tania berjalan mendahului Faza.


.......


.......


.......


...♨♨ Bersambung ♨♨...

__ADS_1


__ADS_2