
Seminggu kemudian Rio dan Diky di buat heran dengan sikap Leo yang terus-terusan murung seperti orang yang sedang patah hati, terkadang juga pria itu berceloteh panjang lebar kepada Rio dan Diky, seperti saat ini di jam pelajaran kosong Leo melontarkan setiap kata yang belum pernah Rio dan Diky dengar sebelumnya.
"Menurut kalian ini cuma kebetulan? Atau malah mereka udah janjian?" tanya Leo membuat Rio dan Diky melempar pandangan.
"Siapa?" tanya keduanya serentak sembari menatap heran ke arah Leo namun mata Leo menatap lurus ke depan.
"Kayaknya ini cuma kebetulan doang," ucap Leo tanpa menjawab pertanyaan Rio dan Diky.
"Maksud lo apaan sih?" tanya Diky berteriak.
"Tapi kenapa bisa sampai sama-sama nggak masuk sekolah selama seminggu, bikin orang curiga aja," ketus Leo lagi dan lagi.
"Woy! Ngomong itu yang jelas, kita berdua nggak ngerti," dengus Diky jengkel karena pertanyaannya diabaikan terus oleh Leo.
"Kalian ngerasa aneh nggak sih?" tanya Leo hingga Diky kembali di buat kesal oleh Leo.
"Akhir-akhir ini lo emang aneh, Cleo Rendra Agata," ketus Diky menyilang telunjuk kanannya di keningnya sendiri tanda ia sedang mengatai Leo sinting sehingga Leo meleparkan pena ke wajah Diky.
"Siapa sih yang lagi lo omongin dari tadi?" tanya Rio membuat Leo menatap tajam ke arah Rio.
"Aldy sama Tania," ucap Leo.
"Oooh Aldy sama Tania," beo Diky mengangguk-anggukkan kepalanya pelan namun sedetik kemudian mata pria itu membulat kemudian ia menolehkan kepalanya cepat ke arah Leo.
"Apa? Aldy sama Tania? Ngapain lo nanyain tentang mereka berdua?" tanya Diky berbisik karena dirinya tidak mau semua orang tahu bahwa most wanted sekolahan berpacaran dengan si cupu Tania, bisa-bisa reputasi Leo menurun di mata cewek-cewek, dasar si Diky padahal Leo selalu tidak perduli dengan pandangan orang lain terhadap dirinya.
"Gue curiga mereka punya hubungan di belakang gue," ucap Leo tidak suka.
"Apa hubungannya sama lo Cleo?" tanya Diky.
"Tania itu masih pacar gue, be*o." sengit Leo berbisik membuat Rio dan Diky membulatkan mata mereka.
"Kayaknya beneran ada yang lagi jatuh cinta nih," ucap Rio terdengar mengejek karena selama ini Leo selalu berkomitmen tidak akan pernah tertarik pada wanita manapun.
__ADS_1
"Oh jadi ini alasannya, lo suka beneran sama si cupu?" tanya Diky membulatkan matanya tak percaya, pantas saja sahabatnya itu menolak menerima uang taruhan mereka ternyata sahabatnya itu sudah jatuh cinta dengan Tania.
"Gue cuma belum putus aja ...."
"Pertama, masa taruhan kita cuma sampai tujuh hari tapi taruhan kali ini lo lewatin sampai sembilan hari bahkan sekarang lo masih nganggap Tania itu pacar lo padahal Tania udah enggak mau lagi di ganggu sama lo. Kedua, sejak kapan seorang Leo bersimpuh sama cewek lain kecuali Sasya! Hem? Tania salah satu cewek yang bisa buat lo bertekuk lutut sampai mohon-mohon. Ketiga, Buat apa repot-repot mau jelasin masa lalu lo kalo bukan karena lo takut orang yang lo sayang itu salah paham, bukti apa lagi yang belum jelas?" potong Rio datar.
Leo yang mendengar pernyataan Rio hanya bisa diam, ingin rasanya ia mengelak tapi semua ucapan pedas Rio memang benar nyatanya, Leo memang sudah banyak berubah kala dekat dengan Tania namun entah kenapa ia belum bisa meyakinkan perasaannya sendiri terhadap Tania.
"Jadi bener tu cewek pacaran sama Leo tapi cuma di jadiin bahan taruhan doang," batin Faza mendengar percakapan ketiga orang di belakangnya itu.
.........
...Los Angeles _ Malam....
"Lo udah kabarin Dito, Bobby sama Abdi belum?" tanya Tania pada Aldy yang sedang fokus menonton televisi, pria itu menolehkan kepalanya menatap sang adik.
"Udah lah, beberapa hari yang ...."
Tringg ! Tiba-tiba handphone Tania berbunyi membuat Tania mau tak mau menghentikan kakaknya bicara dengan cara mengangkat tangannya di hadapan kakaknya itu.
"Mika video call, gue ke belakang dulu ya," ucap Tania dan di balas anggukan oleh Aldy, Tania berjalan ke halaman belakang rumah lalu wanita itu mengangkat video call dari Mika.
"As ...."
"Tania Losvita lo parah banget sih, pergi ke LA enggak kasih kabar kita selama seminggu dong, lupa atau udah enggak perduli lagi sama kita," celetuk Mika mendahului Tania bicara. Tania tersenak kaget lalu ia memutar bola matanya.
"Gue 'kan udah kirim pesan sama lo, Mika," jawab Tania dengan raut wajah tidak menyenangkan membuat ketiga sahabat Tania menjadi sedikit takut.
"Ngapain lo balik lagi ke sana? Libur semester 'kan masih dua bulanan lagi," tanya Niky menutupi rasa takutnya dengan tersenyum lebar dan itu membuat Tania menghela napas kasar.
"Grandma sakit," jawab Tania singkat.
"Bukannya lima bulan yang lalu penyakit Grandma sembuh ya?" tanya Mika dengan raut wajah sedih, ketiga sahabat Tania termasuk orang yang paling dekat dengan grandmanya Tania dan Aldy jadi mengetahui grandma Berty sakit, ketiga sahabat Tania menjadi ikut sedih di buatnya.
__ADS_1
"Grandma sakit karena jatuh dari tangga, kepala Grandma kebentur kuat jadi Grandma koma seminggu lebih dan masih belum bangun sampai sekarang," ucap Tania dengan raut wajah tenang, wanita itu tidak mau menunjukkan bertapa sedihnya dirinya di depan ketiga sahabatnya.
"Jangan nangis, semua pasti akan membaik, Tan." ucap Mika sedih padahal Tania tidak mengeluarkan air matanya namun Tania tersenyum tipis karena perhatian sahabatnya itu.
"Semoga," jawab Tania singkat.
"Yang sabar ya, Tan." ucap Niky.
"Oh ayolah! Gue ngerasa geli jadinya karena lihat muka-muka sedih kalian," bentak Tania tidak suka dengan pandangan sendu para sahabatnya.
"Herrrh, kebiasaan ngerusak suasana melow aja lo," sengit Niky karena baru saja wanita itu ingin menangis tapi air mata itu urung keluar karena Tania yang merusak suasananya.
"Udah gue kasih tahu sama kalian semuanya 'kan? Gue matiin ya bye." ucap Tania langsung mematikan sambungan video call dengan sepihak.
Sejujurnya Tania merasa sangat sedih, air matanya bahkan ingin keluar tapi wanita itu berusaha tegar karena dirinya tidak mau sang grandpa melihat dirinya menangis. Kelemahan grandpa Berrold adalah air mata para cucunya maka Tania tidak mau sang grandpa lemah melihat setetes air matanya keluar.
.........
"Tan, yeah di matiin," sarkas Mika melas padahal wanita itu ingin menanyakan sesuatu tapi ya sudahlah, sikap Tania memang seperti itu, suka seenaknya saja.
"Kasian Grandma! Tania pasti sedih banget, secara 'kan Grandma Bert dan Grandpa Berro itu kesayangan mereka berdua." ucap Niky menghala napas berat.
"Tania bukan cewek cengeng, gue yakin dia kuat kok, lo berdua jangan berlebihan." ucap Firgy datar.
Di saat ketiga wanita itu sedang berbincang-bincang tentang Tania dan Aldy di rooftop sekolah, tiba-tiba saja ada suara yang mengagetkan mereka hingga mereka langsung menengok karena kaget.
"Woy!" pekik seseorang.
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...🍤🍤🍤 Bersambung 🍤🍤🍤...