Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 33


__ADS_3

"Enggghhh ... hoaaa hap." Tania menguap lalu membungkam mulutnya sendiri, mata wanita itu masih menyipit tapi ia berusaha bangun dari sofa.


"Jam berapa sih sekarang?" tanya Tania mencari keberadaan handphonenya ada di mana, setelah menemukannya ada di dekat kepala Aldy, Tania langsung membuka layar handphonenya.


"Hah? Jam lima sore?" pekik Tania pasalnya wanita itu tidak pernah tidur selama itu.


"Kak bangun Kak, Kak Aldy bangun, ayolah bangun, Kak!" panggil Tania menepuk-nepuk pipi Aldy namun Aldy tak kunjung bangun juga.


"Dasar kebo, udah jam lima woy bangun!" pekik Tania membuat Aldy membuka matanya sedikit.


"Serius lo?" tanya Aldy menutup matanya lagi, pria itu terlihat santai-santai saja.


"Iya, gilak enggak? Kita tidur selama satu dua tiga ... dua belas jam." ucap Tania menghitung menggunakan jari-jemarinya.


"Biasa aja tuh." jawab Aldy santai membuat Tania memutar bola matanya lalu ia pergi ke kamarnya. Ya! Aldy memang biasa tidur hingga berbelas-belas jam namun tidak dengan Tania, wanita itu bahkan lebih sering kekurangan tidur dari pada kelebihan tidur.


"Biasa aja dari Hongkong, ya kalik gue aja tidur paling lama cuma delapan jam, lah sekarang tidur selama dua belas jam! Ini pertama kalinya bagi gue." umpat Tania pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Tania langsung menyelesaikan ibadahnya lalu menelepon orang tuanya dan memberi kabar kalo mereka sudah sampai rumah di jam lima pagi tadi dan Tania juga menceritakan bagaimana lelahnya mereka berdua sampai tertidur selama dua belas jam.


.........


Pagi-pagi sekali saat akan berangkat ke sekolah, di dalam garasi Aldy dan Tania berdebat panjang karena mempermasalahkan so'al berangkat sekolah bersama.


"Lo bareng gue." titah Aldy.


"Enggak! Gue enggak mau, sekali lo nebeng mobil gue waktu itu, lo malah masukin mobil gue ke parkiran sekolah." tolak Tania, bisa-bisa Tania menjadi bahan perbincangan sekolah jika wanita itu berangkat satu mobil dengan kakaknya lagi.


"Sekarang pake mobil gue," ucap Aldy


"Idih! Pergi sendiri-sendiri aja kenapa sih lo, lagian gue juga enggak mau ya nanti jadi bahan gosipan semua murid." sentak Tania memelotot tidak suka.


"Siapa yang berani gosipin kita berdua sih, Tania? Sok populer lo, pengen banget di gosipin satu sekolahan!" ucap Aldy mengejek Tania membuat Tania naik pitam dengan mulut lemes kakaknya itu plus menyebalkan juga.

__ADS_1


"Eh begek! Lo itu cowok berpengaruh di sekolahan, gue enggak mau nanti jadi bahan bullyan gara-gara gue dekat sama idola mereka, ngerti 'kan lo sekarang." sentak Tania dengan malas.


"Lo lupa ya kita 'kan temenan di sekolah." ucap Aldy membuat Tania mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Ya ya gue, pokoknya gue mau berangkat sekolah sendirian aja." ucap Tania kukuh ingin pergi sendirian namun Aldy menggelengkan kepalanya tidak setuju.


"Mau enggak mau, berangkat sekolah bangeng gue, sekarang buruan masuk mobil." titah Aldy menikkan sebelah alisnya sinis.


"Gue bilang ...."


"Lo masih mau jaga perasaan Leo ya?" tanya Aldy membuat Tania terbelalak dan itu berhasil membuat Aldy tersenyum sinis.


"A-apaan coba, enggak lah! Ngaco lo," sentaj Tania memalingkan pandangannya ke sembarang tempat.


"Masuk," bentak Aldy membuat Tania mendengus dan dengan terpaksa ia masuk ke dalam mobil sang kakak, ingin rasanya itu menolak tapi jika ia menolak lagi pastinya sang kakak akan menyudutkannya berkali-kali lipat.


Sekitar beberapa belas menit, mereka berdua akhirnya sampai di parkiran sekolah, Aldy lebih dulu turun kemudian di susul oleh Tania yang cepat-cepat turun agar tidak di lihat oleh murid-murid lain. Aldy sampai tersenyum sinis melihat tingkah Tanua kemudian pria itu berjalan dulua meninggalkan adiknya.


"Tania." panggil seseorang hingga Tania menoleh ke arah gerbang sekolah, di mana para sahabat Tania sedang berdiri di sana.


"Aduh Mik lepas! Nanti ada yang lihat." ucap Tania melirik sekeliling yang di mana para murid belum ramai yang datang namun wanita itu takut ada yang melihat mereka.


"Biarin aja!" ucap Mika tidak perduli.


"Kita 'kan udah sepakat buat pura-pura nggak saling kenal, kecuali mereka tahu dari awal kita sahabat, Mika!" ucap Tania membuat ketiga sahabatnya terdiam dan Mika pun langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf ya, Tan!" ucap Mika tersenyum kikuk.


"Iya enggak apa-apa," ucap Tania namun ketiga sahabat Tania malah saling beradu padangang.


"Nanti kita ke rooftop gimana? Em ada hal yang mau kita omongin so'alnya." ucap Niky pada Tania.


"Apa?" tanya Tania.

__ADS_1


"Nanti aja, sekarang kita masuk kelas dulu." ajak Niky cepat merangkul Firgy dan Mika.


"Ayo, Tan!" Mika ikut merangkul Tania namun Tania melepas rangkulan tangan Mika.


"Duluan aja." ucap Tania dan di balas anggukan oleh mereka bertiga.


..........


"Makasih, Sayang!" ucap Diky pada Dhea membuat jantung Dhea ingin loncat keluar dari tempatnya. Dag! Dig! Dug! Serr!


"Iya sama-sama, Kamu jangan nakal loh sama cewek-cewek di sekolahan, ingat aku cemburu." ucap Dhea dengan suara manja.


"Iya aku gak nakal kok, ya udah aku turun dulu ya," ucap Diky pada Dhea dan di balas anggukan oleh Dhea. Diky menampilkan senyuman genit kepada Dhea hingga Dhea tersipu malu di buatnya.


"Ya udah aku berangkat sekarang." ucap Dhea.


"Iya hati-hati ya, Sayang." ucap Diky lembut dan ketika mobil Dhea sudah pergi, Diky kembali mendatarkan wajahnya.


"Herh! kalo bukan karena motor gue di bengkel, amit-amit gue berangkat bareng tuh nenek lampir," gumam Diky berjalan ke arah gerbang.


Di saat sudah masuk ke parkiran Diky melihat sesuatu yang tak asing baginya, "Itu bukannya rombongan Niky ya? Dan Itu, Tania." gumam Diky terbelalak.


"Jangan-jangan benar mereka sahabatan sama Tania," gumam Diky.


"Gue dekatin ah." ucap Diky ingin mendekati mereka tapi tiba-tiba ketiga sahabat Tania berlalu meninggalkan Tania hingga Diky menghentikan langkahnya.


"Yeah pergi! Masa iya gue samperin Tania sendirian? Mending gue tunggu dua curut dateng, terus abis itu gue ceritain semua yang gue lihat pagi ini." ucap Diky berlari menuju kantin bie'em.


.......


.......


.......

__ADS_1


..... Bersambung .....


__ADS_2