
"Ala la la la ... tangan gue sakit," pekik Tania kesakitan karena genggaman Leo yang sangat kuat hingga Leo tersentak dan merenggangkan genggaman tangannya.
"Maaf maaf sayang, aku nggak sengaja, maaf!" ucap Leo mengelus tangan Tania.
"Sakit tauk," pekik Tania.
"Maaf sayang, maaf!" ucap Leo membuat Tania menatap lekat wajah khawatir Leo, wanita itu menghela napas pelan.
"Aku bukan Tania yang lembut, Leo." ucap Tania lirih membuat Leo mendongakkan kepalanya.
"Bukannya aku pernah jujur sama kamu tentang kekaguman aku sama Kara," ucap Leo pernah mengatakan sejujurnya pada Tania bahwa dirinya dekat dengan seorang wanita bernama Karamel Listra dan dirinya sempat merasa kagum dengan wanita itu.
"Kamu 'kan pernah bilang mana mungkin kamu suka sama cewek kasar dan bar-rar kayak Kara, lah sekarang gimana? Aku Tania terus aku juga Kara," ucap Tania membuat Leo menelan saliva kasar, jika dirinya tahu Tania dan Kara adalah satu orang yang sama, dia pasti tidak akan mengucapkan kata-kata kasar itu.
"Aku kagum sama kamu sebagai Kara, aku juga suka sama Tania yang lembut," ucap Leo cepat.
"Bullshit!" sengit Tania.
"Enggk sayang, aku suka sama kedua tingkah kamu yang kadang lembut dan kadang juga kasar," ucap Leo cepat.
"Aku bilang sekali lagi, aku bukan Tania yang lembut dan polos jadi ...."
"Oke, pacar aku bukan Tania tapi Karamel, Right!" ucap Leo membuat Tania tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Jujur sama aku, kamu suka apa enggak sama gelang yang aku kasih di hari ulang tahun kamu waktu itu?" tanya Leo tiba-tiba dan Tania atau yang sekarang sudah seutuhnya di kenal sebagai Karamel mengernyitkan dahinya aneh.
"Of course, nih aku pakai," ucap Karamel menunjukan gelang putih yang terpakai di tangan kirinya.
"Bukannya kamu mau kado belati," cibir Leo.
"Cih! Tania 'kan orangnya lembut jadi dia nggak mungkin suka sama benda-benda aneh kayak gitu," ucap Tania sembari mengerucutkan bibirnya membuat Leo yang melihat tinggah Karamel langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Pacarku kok lucu banget sih, ...." ucap Leo sembari tertawa.
"Seneng ya," ketus Karamel sehingga Leo langsung menghentikan tawanya.
"Maaf, kelepasan." ucap Leo membuat Tania tersenyum tipis seraya menatap lekat wajah Leo.
"Suka lihat kamu peka kayak gini," ucap Kara.
"Harus dong aku kan ...."
"Tapi kasihan juga karena kamu selalu ngalah dari aku, berasa kamu babunya terus aku ratunya ... hehe!" Kara terkekeh hingga Leo di buat jengkel.
.........
__ADS_1
Di sepanjang pulang sekolah Karamel yang sedang berjalan sendirian menuju gerbang sekolah, selalu mendapatkan sapaan dari para murid-murid sekolahan.
"Perasaan gue udah setahun sekolah di sini tapi kenapa kalian baru nganggap gue sekarang? Hadeh dasar manusia muka dua," ketus Karamel dalam hati.
"Ra, nebeng ya," ucap Faza merangkul bahu Karamel yang baru saja keluar dari gerbang sekolah.
"Kebiasaan," ketus Kara karena Faza pasti akan menunggunya di luar gerbang untuk menebeng dengannya.
"Ya elah sekalian ketemu sama Bunda, skuy lah," ajak Faza sehingga mereka berdua pergi ke rumah Faza.
Sesampainya di rumah Faza, Kara langsung turun dari mobil sedangkab Faza ia tinggalkan, kemudian Kara masuk ke dalam rumah sembari meneriaki sang aunty.
"Kara dateng, Tante," pekik Karamel.
"Di dapur, Sayang." pekik Santi sehingga Kara berlari menuju dapur kemudian memeluk Santi dari belakang.
"Lagi buat cake ya, Tante?" tanya Kara dan di balas anggukan oleh Santi.
"Ehem ehem! Mesra banget sih," goda Glenn sehingga Kara langsung melepas pelukkannya dan berlari kecil mendekati Glenn.
"Dari mana Om?" tanya Kara.
"Dari atas," jawab Glenn.
"Abangmu mana, Sayang?" tanya Glenn.
"Kara mau ngadu Om, Bang Aza pernah hukum Kara bersihin toilet sekolahan loh, om tahu nggak penyebabnya apa? Cuma gara-gara Kara nggak sengaja semprotin air dari botol aqua ke celenanya, Bang Aza sampai hukum Kara sampe tepar," adu Kara dengan wajah sedih yang di buat-buat.
"Cuma karena semprotan air aqua?" pekik uncel Glenn membuat Faza tersentak kala sang ayah berteriak.
"Iya, Yah. Faza waktu itu hukum Ara tapi Ayah mau tahu nggak detail ceritanya kayak gimana?" tanya Faza membuat Kara terbelalak, ia lupa jika yang membuat ulah duluan adalah dirinya.
"Em Tante, cakenya udah mateng belum, Kara lapar banget nih," ucap Kara mengalihkan pembicaraan.
"Jadi gimana ceritanya, Za?" pancing Glenn sehingga Kara di buat panik.
"Aduh Om, jangan di bahas lagi ya, Kara udah maafin Aza kok." ucap Kara berusaha membuat Glenn tidak penasaran.
Kara tahu dia salah karena di hari itu dia telat masuk sekolah dan pasti dia akan di nasihati oleh kedua orang tua itu, oh tidak Kara paling tidak suka jika harus di nasihati panjang kali lebar, maka bagaimanapun caranya ia harus menjaga tingkahnya di depan para orang tua.
"Loh kenapa emangnya sayang? Om sama Tante 'kan pengen tahu cerita awalnya," tanya Santi menghampiri mereka bertiga dengan membawa nampan berisi cake.
"Yey! Cakenya udah jadi," jerit Kara tidak mengindahkan pertanyaan Santi..
"Dasar bocah bar-bar," ejek Faza.
__ADS_1
"Sirik aja lo," balas Kara duduk di sofa dan memakan cake buatan Santi.
...........
Kedelapan laki-laki SALF BADRAD sedang kumpul bersama di rumah Aldy, sebenarnya tidak ada rencana untuk kumpul tapi entah kenapa para sahabat Aldy malah ikut pulang ke rumahnya.
"Jadi salah satu sahabat kita lagi bohong sama kita," sengit Adiy mulai mengintimidasi.
"Kayaknya beberapa dari mereka deh," timpal Diky menatap tajam ke arah Dito dan Bobby.
"Bohong soal apa?" sahut Dito cepat.
"Soal semuanya," ucap Adit.
"Pertama soal Tania, yang kalian lihat di sekolah tadi Tania yang sebenarnya nggak cupu dan jelek, untuk masalah siapa aja yang tahu soal penampilan aslinya, Tania sendiri yang bongkar penampilannya di depan Abdi, Dito sama Bobby. Tanpa gue suruh Tania juga yang bongkar identitas keluarganya sama mereka," jelas Aldy cepat.
"Dan seperti yang kalian denger di sekolah tadi, Tania itu Adik kandung gue," sambung Aldy.
"Yang kedua nama asli kita berdua, nama Aldy sama Tania itu cuma nama samaran doang, nama asli kita berdua itu Kenziro sama Karamel. Nih tiga manusia nggak tahu soal nama asli kita berdua," ucap Aldy menunjuk Abdi, Dito dan Bobby.
"Kenapa pake nama samaran?" tanya dito penasaran sehingga Aldy menceritakan semua tentang dirinya di masa kecil yang pisah dari kedua orang tua, jadi anak nakal di Amerika, membuat ulah yang sangat fatal hingga ke dunia gelapnya pun Aldy ceritakan semua.
"Dan sekarang baru kebongkar," akhir cerita Aldy membuat para sahabatnya mengangguk-anggukkan kepala.
"Kedepannya kalian bisa manggil gue Kenzi, karena itu emang nama asli gue," ucap Aldy.
..........
Karamel mengobrol banyak hal dengan keluarga Faza sampai sore hari Karamel pun pamit pulang dengan kedua orang tua Faza.
"Assalamualaikum," pekik Kara saat masuk ke dalam rumahnya.
"Waalaikumsalam," sahut Aldy.
"Kak Ken ada salam dari Tante Santi sama Om Glenn, katanya main ke rumah," pekik Kara seraya naik ke tangga menuju lantai dua tanpa menyadari ada banyak pasang mata sedang memperhatikan langkah wanita cantik itu.
Kara masuk ke dalam kamarnya lalu berganti pakaian untuk pergi ke suatu tempat kemudian Kara turun dari tangga menuju dapur untuk mengambil cemilannya di kulkas.
"Ehem," seseorang menegur Kara dari belakang membuat si empunya terlonjak kaget.
.......
.......
.......
__ADS_1
...::: Bersambung :::...