Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 111


__ADS_3

"Tuan Azril?!" panggil tuan Rendra sehingga kedua orang itu menoleh ke sumber suara tersebut, alangkah terkejutnya perempuan itu melihat laki-laki yang ada di hadapannya sekarang.


"Lo ...."


"Jadi benar itu lo," ucap tuan Rendra sinis.


"Leo," pekik Mika tak percaya bisa bertemu dengan orang yang pernah di cintai salah satu sahabatnya itu.


"Kenapa, kaget karena kalian berdua kepergok selingkuh," ejek tuan Rendra alias Cleo.


"Selingkuh? Siapa yang lo maksud selingkuh?" tanya Mika mengerutkan dahinya tidak paham.


"Cih! Jangan pura-pura bodoh deh lo," ejek Leo.


"Tuan Rendra ...." ucapan Tuan Azril alias Biyan terpotong.


"Apa? Tuan Rendra?" pekik Mika.


"Jadi dia Tuan Rendra yang lo maksud?" tanya Mika pada sang kakak dan Biyan menganggukkan kepalanya.


"Tunggu, jadi pengusaha muda dari perusahaan Binondra Group itu adalah ...." gumam Mika baru sadar jika Leo adalah CEO Binondra Group.


"Cih! Selingkuh teriak selingkuh, jadi lo ninggalin sahabat gue demi model Inggris itu," sengit Mika memelototi Leo.


"Asal lo mau tahu, sahabat lo itu yang duluan selingkuh ...."


"Woy !! Karamel nggak pernah selingkuhin elo, Be*o." pekik Mika tidak terima jika sahabatnya di tuduh selingkuh.


"Karamel," ucap Biyan terkejut sehingga Leo menatap sinis Biyan lalu ia menunjuk wajah Biyan.


"Anda ...."


"Kenapa lo tunjuk-tunjuk Kakak gue, enggak sopan banget tahu enggak lo," pekik Mika membuat Leo terkejut.


"Kakak," beo Leo menatap Mika.


.........

__ADS_1


Mika yang super kepo akut dengan alasan Leo meninggalkan Karamel, angsung mengajak Leo dan Biyan masuk ke dalam restoran.


"Gue mau tanya baik-baik sama lo dan lo harus jawab dengan sejujur-jujurnya," pinta Mika.


"Kenapa lo ninggalin Karamel?" tanya Mika.


"Karena dia selingkuh," jawab Leo singkat.


"Kenapa lo bisa mikir tentang Kara yang selingkuhin lo?" tanya Mika.


"Karamel pergi ke Bandung tanpa pamit sama gue, terus waktu gue dateng buat ketemu dia di Bandung, tahu-tahunya dia lagi mesra-mesraan sama cowok di samping lo itu di alun-alun Bandung," jelas Leo datar.


"Saya dan Kara?" beo Biyan.


"Apa lo nggak salah lihat, Le?" tanya Mika.


"Enggak mungkin, gue lihat pake mata kepala gue sendiri kalo Kara sama ni cowok saling tatap-tatapan, mungkin itu bisa di bilang hal sepele tapi ni cowok malah ngelus manja kening Kara dan lo tahu apa, Mika? Kara nggak nolak, dia malah senyum dan nikmatin suasana romantis itu padahal dia tahu, dia jelas tahu kalo gue bakal dateng ke Bandung buat ketemu sama dia tapi dia malah ...." Leo tidak sanggup mengingat betapa sesaknya Leo saat melihat Karamel tersenyum karena di elus manja oleh pria lain.


"Hah! Kak ...."


"Asal anda mau tahu, Tuan Rendra. Saya dan Kara itu bukan pasangan kekasih tapi saya dan Karamel itu Adik dan Kakak. Saya itu Kakak kandungnya Mika jadi otomatis Karamel itu adik saya juga," ucap Biyan serius.


"Dan satu lagi untuk yang di alun-alun Bandung, anda salah mengartikan semuanya, Karamel bertatap muka dengan saya itu karena bagian kepala belakang dia terlempar bola kaki hingga kepala dia terhentak mengenai kepala saya. Kami tidak mengubah posisi bukan berarti kami menikmati suasana romantis, Tuan. Saya khawatir dengan Adik saya jadi tanpa mengubah posisi saya langsung bertanya apa kepalanya sakit dan dia menjawab 'Sakit' setelah mendengar itu saya mengangkat kepala saya dan mengelus kepala Adik saya, karena kami tidak mempunyai perasaan apa-apa dan karena jantung kami tidak berdetak kencang saat bertatap muka, maka Karamel tidak harus nolak perlakuan saya." jelas Biyan panjang lebar.


Leo terdiam sejenak lalu ia tersenyum dengan menaikan sebelah alisnya, "Karangan yang sangat menarik, Tuan Azril." ejek Leo.


"Ini karena salah paham." batin Mika.


"Seribu seratus tujuh," gumam Mika membuat kedua laki-laki itu menatap Mika.


"Listen to me, Leo. Seribu seratus tujuh adalah angka setiap Karamel ingat dan nangisin Cleo Rendra Agata, Seratus lima puluh enam adalah angka lembaran buku yang Karamel tulis tentang dirinya buat Cleo Rendra Agata dan tiga ratus delapan puluh tujuh adalah angka hari di mana Karamel nungguin kedatangan seorang Cleo Rendra Agata." lirih Mika merintihkan air matanya.


"Gue punya satu foto tentang lembaran diary Kara dan mungkin itu bisa buat loh percaya," ucap Mika mengeluarkan ponselnya dari tas.


Mika membuka galeri foto yang ia curi saat mereka semua berkumpul di cafe Bandung lalu ia tunjukan pada Leo sehingga Leo mengambil ponsel Mika dengan raut wajah datar.


__ADS_1


"Dulu aku pernah bilang aku enggak suka liat kamu berantem tapi hari ini waktu aku pulang sekolah tadi, aku berantem sama salah satu murid cewek sekolahan shsi, demi apapun aku enggak tau masalahnya apa tapi cewek itu bilang kenapa muka aku harus cantik sampai-sampai kepten basket sekolahan mereka suka sama aku." Leo tersentak kaget saat membaca diary Karamel bahwa musuh bebuyutannya dulu suka dengan Karamel.


"Danu suka sama Kara?" batin Leo mengeraskan rahangnya ingin marah.


"Aku diem waktu dia marah-marah sama aku tapi aku enggak bisa ngendaliin diri aku sendiri waktu dia mulai jambak rambut aku, aku mukul muka dia sampai berdarah terus aku teriakin ke dia kalo aku itu udah punya pacar dan nama pacar aku itu Cleo Rendra Agata, sang kapten basket echs, pada akhirnya mereka pergi dari hadapan aku. Seneng, bangga, sesak, sedih, semuanya aku rasain sekarang. Aku kangen kamu Leo, kamu kapan pulang?" Setelah membaca di dalam hati, raut wajah Leo menjadi berubah drastis kemudia Leo meletakan ponsel Mika di atas meja.


"Lo itu pacar pertama Karamel jadi mustahil Karamel selingkuh dari lo, apalagi selingkuh sama kak Biyan yang jelas-jelas dia anggap kakak dia juga," ucap Mika masih dengan air mata yang mengalir.


"Gue nggak habis fikir kenapa lo bisa ngejudge Karamel soal pengkhianatan, lo nggak tahu gimana menderitanya Karamel nungguin lo selama setahun lebih, setelah lo pergi Karamel nggak pernah ketawa lagi kayak dulu, dia lebih banyak nangisin cowok pengecut kayak lo." sentak Mika terisak sehingga Biyan memeluk sang adik.


"Tuan Rendra, anda mungkin sedikit ragu sekarang tapi yang kami katakan semuanya adalah kebenarannya, anda salah paham dengan Karamel. Saya yang anda fikir selingkuhannya adalah kakak sahabatnya yaitu Mika, jika anda masih tidak percaya juga anda bisa bertanya dengan salah satu sahabat anda SALF BADRAD." ucap Biyan menuntun Mika untuk berdiri dan pergi meninggalkan Leo yang masih speechlees di tempatnya.


.............


...Indonesia _ 07 : 10 AM....


...Kediaman keluarga Sinaja....


Karamel baru saja selesai sarapan dan sekarang ia akan menonton televisi, namun televisi yang menyala tidak ia tontonan melainkan mata jelita wanita itu melamunkan sesuatu.


"Besok gue mau nikah gue masih nggak percaya bakal secepat ini," gumam Karamel.


"Huftt untung pernikahan gue tersembunyi jadi gue bisa kuliah tanpa ada yang tahu gue udah nikah apa belum," gumam Karamel lagi.


"Walaupun begitu, kamu harus bisa menjaga jarak dengan laki-laki lain sayang. Suami kamu bisa marah kalo ngeliat kamu deket-deket sama laki-laki lain." sahut sang mama dari belakang Karamel.


"Iya, Mah." ucap Karamel.


"Semua udah berakhir, kamu udah jadi milik orang lain dan aku juga bakal jadi milik orang lain, kita enggak jodoh Leo." gumam Karamel tersenyum pahit mengingat ternyata dirinya tidak bisa bersatu dengan cinta pertamanya.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


__ADS_2