
...Apa yang akan terjadi jika sang suami ingin membuat sang istri cemburu tapi malah sang suami mendapatkan balasan sebuah ancaman dari sang istri?...
.......
...Sang suami frustrasi karena memikirkan ancaman sang istri apalagi saat sang istri membuktikan ancamannya, mungkinkan sang suami akan semakin di buat frustasi?...
.......
.......
.......
Keesokan harinya Karamel bangun dari tidurnya, di lihatnya sang suami yang sangat terburu-buru ingin pergi ke kantor. Semalam Leo mengatakan ada masalah di kantor, masalah apakah itu? Apakah masalahnya besar sampai Leo terlihat buru-buru.
"Morning sayang," sapa Leo sampai membuat lamunan Karamel buyar.
"Morning," sahut Karamel tersenyum kilas.
"Hari ini kamu gak boleh ke mana-mana karena nanti malem aku mau ngajak kamu pergi ke pesta ulang tahun anaknya Tuan Kwadero ya, Sayang." ucap Leo sembari memakai dasinya.
"Biar aku bantu," ucap Karamel beranjak dari tempat tidur lalu membantu memasangkan dasi sang suami.
"Upang tahun ? siapa?" tanya Karamel dan Leo tersenyum mengecup kening sang istri.
"Anaknya Tuan Kwadero, rekan bisnis papa yang ada di Irlandia, beliau mau ngewarisin perusahaan anak cabangnya yang ada di Indonesia ke anak semata wayangnya—Laura Kwadero, jadi ...."
"Anaknya cewek?" tanya Karamel menyela.
"Kenapa? Kamu takut dia bakal tertarik sama suami kau yang ganteng ini hem?" tanya Leo menaik turunkan alisnya bermaksud menggoda Kara.
"Enggak," elak Karamel hendak menjauh dari Leo, dengan cepat Leo memeluk tubuh Karamel dari belakang.
"Waktu di Irlandia aku pernah ketemu sama Laura beberapa kali gitu dan kamu tau setiap kali kita berdua ketemu, pakaian dia selalu terbuka di depan aku, dia juga pernah goda aku kayak modus gitu biar dapet perhatian aku. Masa aku lagi duduk di sofa, dia tiba-tiba lewat trus jatuh di atas aku, mana belahan dada dia pas banget depan muka aku lagi dan gak sengaja tangan aku megang paha dia yang mulus," bisik Leo membuat membulatkan matanya, wajah Karamel tiba-tiba berubah menjadi merah karena menahan amarah dan cemburu.
Apa-apaan Leo menceritakan postur tubuh wanita lain di depan istrinya sendiri, tidakkah Leo melihat tubuh istrinya sangat se*y?
"Besar banget tau punya dia ...."
Karamel sudah tidak tahan lagi, Leo tidak dapat menyelesaikan perkataannya karena Karamel langsung melepaskan diri dari pelukan Leo lalu berpindah tempat berdiri di belakang Leo dan mendorong tubuh Leo hingga jatuh ke kasur tak lupa pula Karamel mengunci kedua tangan Leo di belakang.
"Berani-beraninya kamu tertarik sama postur tubuh cewek lain, apakah aku harus nunjukin milik aku sekarang juga biar kamu liat milik siapa yang lebih menggoda! Hah?" pekik Karamel tanpa sadar mengucapkan kata-kata vulgar.
"Wow wow wow! Punya emang emang besar tapi gak baik n aku tergoda sama dia, sayang," ucap Leo cekikikan karena berhasil membuat sang istri cemburu.
"Apa maksud kamu ngomong semua itu ke aku, hah?" tanya Karamel dengan kesal.
"Ayolah! Gak ada maksud apa-apa sayang, aku cuma mau cerita aja, apa itu salah?" sahut Leo merasa sedikit sesak di dadanya karena Karamel menindih punggungnya.
"Oh jadi maksud kamu, kamu suka di tindih sama dia karena kamu tertarik sama dada dia yang besar atau jangan-jangan kamu ketemu sama dia karena kamu emang suka sama dia," sengit Karamel dengan tatapan menyala tajam.
__ADS_1
"Enggak sayang," sahut Leo.
"Atau dia pernah jadi objek fantasi kamu di ranjang," ucap Karamel membuat Leo terkejut.
"Akk! Jelas enggak pernah sayang," ringis Leo kala Karamel menarik kuat tangan Leo.
"Ah atau kamu pernah berharap dia bisa naik ke atas ranjang kamu," ucap Karamel lagi.
"Enggak sayang, enggak pernah," sahut Leo cepat.
"Kara, tangan aku tangan aku sakit, sayang," ringis Leo tidak sedang berakting karena Karamel benar-benar menarik tangan Leo kuat.
Leo benar-benar menyesal dan ingin mengutuk dirinya sendiri karena sudah berani membuat istrinya cemburu dan juga marah sehingga sekarang pemikiran istrinya itu semakin berlebihan.
"Cih kita lihat gimana kamu bakal frustasi karena aku dan kamu enggak akan bisa cegah aku nantinya, Tuan muda Cleo Rendra Agata." ancam Karamel, entah kenapa membuat Leo was-was dengan ancamannya itu.
Karamel melepaskan kedua tangan Leo lalu Karamel hendak pergi ke kamar mandi.
"Apa yang mau kamu lakuin Kara?" tanya Leo mengibas-ibaskan kedua tangannya yang sakit akibat di tahan oleh Karamel dari belakang.
Leo merasa Karamel serius dengan kata-katanya barusan, entah apa yang akan Karamel lakukan nanti hingga sekarang Leo merasa sedikit takut sekaligus khawatir.
Karamel tersenyum menyeringai lalu Karamel melepas tali piyama tidurnya.
"Aku bilang, aku bakal buat kamu frustasi suamiku," ucap Karamel membuka piyama tidurnya lalu kepala Karamel menengok ke belakang hingga two mountains milik Karamel sedikit terekspos mata Leo.
"****!!" umpat Leo kala melihat tubuh polos tanpa pakaian sang istri membuat jakun Leo naik turun.
"Ini baru permulaan loh sayang," pekik Karamel dari dalam kamar mandi.
Karamel bilang ini baru permulaan? Jangan bilang maksud Karamel adalah permulaan dari ancaman Karamel yang ingin membuat Leo frustasi? Jika benar, sekarang Leo sudah mulai frustasi karena Karamel membangkitkan gairahnya lalu selanjutnya apa yang akan Karamel perbuat?
Brakk ....
Karamel mendengar suara pintu yang di banting oleh Leo dan itu membuat Karamel tertawa puas karena berhasil membalas sang suami yang sudah berani membuatnya cemburu dan juga marah.
"Laura Kwadero, gue mau liat gimana muka cewek penggoda satu ini," desis Karamel menatap tajam ke arah kaca.
Di dalam mobil Jeffry merasa mood sang bos sedang dalam keadaan buruk, sungguh menyeramkan bagi Jeffry harus menghadapi kekesalan sang bos nantinya.
"Aku perintahkan kau sebagai Avido, Jeff. Awasi semua gerak-gerik musuh yang mengelilingi istriku lalu perintahkan mafioso Vic's Bloody Wolf untuk menjaga keselamatannya." titah Leo membuat Jeffry terkejut karena nada suara Leo sangat tinggi.
"Baik Tuan, aku akan menyuruh mafioso kita untuk menjaga Nyonya." patuh Jeffry dengan tangan yang bergetar.
Setelah sampai basement, Leo dan Jeffry langsung masuk ke lift pribadi Leo.
"Suruh Dita ke ruanganku dengan membawa proposal yang aku minta semalam," titah Leo dingin.
"Ba-baik Tuan," patuh Jeffry terbata-bata.
__ADS_1
Tingg! Leo langsung keluar menuju meja kerjanya begitu juga Jeffry yang langsung keluar dari ruangan sang bos menuju meja kerja Dita.
Ehem ....
"Dita," panggil Jeffry.
"Iya, eh pagi Pak," sapa Dita langsung berdiri dan menunduk hormat pada Jeffry.
"Apakah proposal yang di minta Pak Rendra sudah kau selesaikan? tanya Jeffry.
"Oh! Sudah Pak," sahut Dita.
"Bagus! Pak Rendra menyuruhmu ke ruangannya sekarang," ucap Jeffry dan Dita mengangguk patuh.
Lalu Jeffry langsung pergi meninggalkan Dita ke ruangan kerjanya.
"Lebih baik aku menyuruh mafioso Vic's Bloody Wolf untuk mengawasi sekitaran rumah Lord terlebih dahulu." gumam Jeffry sibuk dengan laptopnya.
Sekitar 30 menit berkutat pada layar laptop dan juga beberapa laporan yang ada, Jeffry hendak keluar menuju ruangan CEO Rendra namun tiba-tiba langkah Jeffry terhenti tidak jauh dari pintu rungan CEO Rendra.
Mata Jeffry membulat sempurna kala melihat pemandangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
"Pak Jeffry !!" pekik beberapa karyawan kantor membuat Jeffry terkejut.
"Pak! Tolong selamatkan kami Pak, hua ...." para karyawan laki-laki maupun perempuan berlari mendekati Jeffry.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian terlihat ketakutan seperti ini?" tanya Jeffry.
"Kami tidak tahu Pak, Pak Rendra meminta semua supervisor untuk masuk ke ruangannya, pertama kali masuk adalah Dita dan Fajar tapi saat mereka keluar, mereka sudah langsung di pecat Pak." salah satu karyawan laki-laki menjelaskan apa yang terjadi.
"Hah! Di pecat?" beo Jeffry terkejut sekaligus menelan salivanya karena ternyata dugaannya benar mood sang bos sedang dalam keadaan buruk.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Jeffry kebingungan.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Ini jam 3 pagi dong !!!
Please, jangan lupa di like, komen dan vote ya kakak-kakak. Cape juga nulis sama mikir wkwk author butuh asupan dong dari kalian.
Ciah asupan, kayak bayi aja gue tapi benar loh tanpa dukungan kalian para reader, author hilang semangat. Dih jadi curhat 'kan hahaha.
Intinya dukung author terus ya.
__ADS_1
Selamat membaca semua .....