
...Kantor Binondra Group...
Karamel ingin ikut Leo ke kantor dan tentu Leo tidak menolak karena di dirinya bisa melihat sang istri tercinta seharian penuh.
Namun ketika mobil Leo memasuki perkarangan kantor, Karamel melihat ada Clara yang sedang berdiri di dekat taman kantor Binondra Group.
Karamel menundukan kepalanya membuat Leo kaget karena tiba-tiba Karamel menempelkan kepalanya di paha Leo.
"Kenapa, hm?" tanya Leo mengelus kepala Karamel.
"Clara," ucap Karamel.
"Kenapa kamu nyebut ...."
"Dia ada di sini," potong Karamel.
Sesampainya di basement, Leo mengajak Karamel turun namun Karamel ragu karena jika Clara melihat dirinya bersama Leo, rencananya bisa hancur dalam sekejap dan dirinya pasti akan mengecewakan sang papa mertua.
"Gak ada yang bakal liat kamu, Sayang." ucap Leo mengerti akan Karamel yang sangat khawatir bila bertemu dengan Clara.
Leo, Karamel dan Jeffry turun dari mobil lalu mereka berjalan menuju lift pribadi yang langsung menuju ruangan Leo, selain Leo dan asisten pribadi-Jefrry tidak ada orang lain yang boleh melewati lift itu atau jika ada karyawan yang lancang menggunakannya, Leo tidak akan segan-segan memecat karyawan itu.
Setelah sampai di ruang kerja kantor Leo, Jeffry langsung pamit keluar menuju meja kerjanya sedangkan Karamel terlihat takjub akan interior ruangan Leo yang tidak menunjukkan kemewahan namun sangat nyaman untuk di tempati.
"Coklat - Caramel," gumam Karamel melihat setiap sudut dinding, sofa, meja, rak buku bahkan lukisan dan guci di penuhi warna cokelat dan Caramel.
"Perpaduan yang bagus," gumam Karamel.
Leo tersenyum mendengar gumaman Karamel yang terlihat takjub akan interior ruangannya.
"Waktu aku di nobatin jadi CEO baru Binondra Group, aku langsung ngerubah semua ruangan kantor aku jadi sebagus nama kamu," ucap Leo.
"Nama aku?" beo Karamel sehingga Leo memeluk Karamel dari belakang.
"Yes, Ka-ra-mel," ucap Leo pelan membuat Karamel mengerti maksud ucapan sang suami. Karamel tersenyum menyentuh pipi sang suami.
"Di Irlandia juga sama kayak gini interiornya atau warnanya juga sama?" tanya Karamel penasaran
Leo tidak menjawab Karamel tapi Leo tersenyum mengangguk menanggapi ucapannya.
Tak lama dari itu Jeffry datang dengan memberitahu Leo dan Karamel bahwa Clara membuat keributan ingin memaksa masuk ke ruangan sang bos.
__ADS_1
Karamel terlihat kaget dan panik namun Leo menenangkannya lalu Leo membawa Karamel ke tempat rak buku.
Leo memutar sebuah patung kucing emas dan secara otomatis rak buku itu terbuka lebar seperti pintu hingga Karamel tersentak kaget dan refleks memeluk Leo.
"Apa ini?" sontak Karamel memekik.
"Ini adalah ruanganan rahasia aku, Sayang, kamu masuk ya, aku bakal nangain Clara bentar." ucap Leo sembari mengelus puncak kepala sang istri, tanpa di perintah dua kali Karamel langsung masuk dan Leo kembali menutup ruangan itu.
"Jangan halangi aku masuk," Leo mendengar suara Clara di luar ruangannya.
"Minggir," Clara menerobos masuk ruang kantor Leo.
Leo belum berpindah posisi yang masih menghadap rak buku ruangannya, hingga Clara menghampiri dan merangkul tangannya refleks Leo berpura-pura terkejut.
"Apa yang kamu lakuin di sini, Clara?" tanya Leo.
"Maaf Tuan, saya sudah mengatakan pada nona ini kalau anda ...."
"Diem lo, gue udah bilang berapa kali sama lo kalo gue itu pacarnya Bos lo." bentak Clara pada resepsionis itu.
"Sayang liat dia, tadi di bawah aku di permaluin sama resepsionis rendahan ini?" Clara bersikap manja kepada Leo.
Leo mengeraskan rahangnya, amarahnya memuncak ketika tingkah Clara yang menye-menye ia keluarkan di depannya.
"Mereka udah keluar." ucap Leo melepas rangkulan Clara lalu berjalan menuju mejanya.
"Apa gue lagi mimpi? Leo nggak marah sama gue, apa itu artinya dia udah mulai cinta jadi dia nggak mau buat gue sedih," batin Clara.
Clara tahu Leo tidak suka perempuan manja dan menye-menye tapi lihatlah sekarang Leo tidak marah atau membentak tingkah gegabahnya barusan.
Clara berjalan menuju sofa, "Kamu lagi sibuk banget ya?" tanya Clara.
"Hem," sahut Leo memfokuskan diri pada layar laptopnya.
"Padahal aku mau pergi ke mall sama kamu tapi kamu sibuk, jadi aku ...."
Leo muak akan tingkah Clara namun Leo tidak mau mengecewakan Karamel, dengan sangat terpaksa Leo berdiri dari tempat duduknya lalu mendekati Clara yang menundukan kepalanya.
"Clara, dengarin aku." pinta Leo duduk di samping Leo membuat jantung Clara disko.
"Hari ini aku lagi gak bisa nemenin kamu ke mall karena pekerjaan aku masih banyak yang harus aku selesaiin, kamu ngertikan maksud aku," ucap Leo dengan raut wajah pura-pura melas.
__ADS_1
Clara mengerjapkan matanya, untuk pertama kalinya Clara melihat wajah kehangatan Leo, di dalam hatinya Clara merasa sangat bahagia ternyata kini Leo benar-benar ingin mencoba untuk menjalin kasih dengan dirinya.
Jika tidak sungguh-sungguh, bagaimana bisa Leo berakting sedangkan dirinya sangat benci wajah-wajah kepalsuan alias bermuka dua.
Clara tersenyum, "Iya aku ngerti kok, karena hari ini aku gak punya kegiatan apa-apa jadi aku bakal temenin kamu kerja aja deh," ucap Clara membuat Leo tersentak kaget.
"Pagi ini aku ada meeting, Clara." ucap Leo bohong, alasan Leo bohong tentu karena dia tidak suka Clara ada di kantornya dan ingin Clara secepatnya pergi dari hadapannya.
"Gak masalah Sayang, aku bakal nunggu kamu di sini sampai kamu selesai meeting," sahut Clara menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Leo.
"Ada klien yang datang ke sini dan kamu tau ini urusan privat kantor, Clara." Leo berusaha mencari alasan agar Clara mau enyah dari hadapannya dan juga kantornya.
"Kalo klien kmu sdah dateng, aku bisa nunggu di luar Sayang." lagi-lagi Clara tetap bertahan.
Leo berfikir, kenapa situasi dirinya bisa seperti saat ini yang harus menghadapi perempuan manja seperti Clara.
"Gak ada pilihan lain," batin Leo terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan.
Mungkin ini hal kecil yang akan membahagiakan bagi Clara namun hal kecil ini sangatlah berat untuk Leo lakukan.
"Clara sayang dengerin kau ya, pacar kamu lagi sibuk kerja dan kamu tau, aku gak akan bisa fokus karena pasti aku bakal pandangin kamu terus. Objek seindah kamu bakal susah buat aku abaiin," ucap Leo terpakasa.
Degg! Sungguh luar biasa! Kata-kata godaan Leo berhasil membuat datak jantung Clara berdegup kencang.
"Jantung gue mau copot," batin Clara.
Wajah Clara bersemu merah karena ini pertama kalinya Leo memanggil dirinya dengan panggilan 'sayang' bahkan Leo juga menyebut dirinya sebagai objek terindah yang sulit untuk di abaikan.
Clara menatap ke bawah, "Jadi maksud kamu karena aku cantik jadi kamu takut gak fokus sama kerjaan kamu, gitu?" tanya Clara membuat Leo mengeraskan rahangnya.
"Hem," sahut Leo terpaksa.
"Oke, karena aku gak mau ganggu fokus kamu, aku bakal pulang sekarang," ucap Clara membuat Leo menatap tajam dirinya dengan menaikan sebelah alisnya.
"Ya udah aku pergi, semangat kerjanya ya sayang." ucap Clara pamit keluar dari ruanganan Leo.
"What the **** are you doing, Leo," omel Leo pada dirinya sendiri kala mengingat dirinya memanggil Clara dengan panggilan 'Sayang' tadi.
.......
.......
__ADS_1
.......
...::: Bersambung :::...