Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 34


__ADS_3

Semua murid fokus dengan pelajaran mereka hingga bel istirahat semua murid keluar kelas untuk pergi mengisi energi mereka di kantin, namun tidak dengan keempat siswi kelas XI IPA 1 yang malah pergi ke rooftop sekolah.


Saat sudah di rooftop, ketiga sahabat Tania malah membungkam mulutnya sembari menundukkan kepala dengan saling berbisik 'bagaimana cara menjelaskan semuanya dengan Tania.' membuat Tania menatap aneh ketiga sahabatnya itu.


"Lo bertiga kenapa?" tanya Tania mengerutkan dahinya seraya wanita itu melipat kedua tangannya di perut.


"Aa anu ... anu itu, Tan sebenarnya anu ...."


"Gak usah kebanyakkan drama anu itu anu itu, ngomong yang jelas atau gue pergi sekarang." sengit Tania dingin, wanita itu sangat tidak suka dengan basa-basi.


"Kita enggak bisa tepatin janji kita, Tan!" ucap Firgy agak ragu membuat Tania mengerutkan dahinya sambil menaikan sebelah alisnya.


"Janji yang mana?" tanya Tania.


"Leo, Rio sama Diky udah tahu kita sahabatan," ucap Mika kemudian ia menggigit bibir bawahnya gelisah dengan reaksi Tania yang hanya menampilkan kedatarannya saja, entah apa yang sedang di fikirkan Tania, yang jelas raut wajah Tania sangat lah menyeramkan.


"Kenapa mereka bisa tahu?" tanya Tania di sertai dengan gertakkan giginya yang tajam.


"Tan, jangan marah ya." ucap Mika mulai menceritakan kejadian saat rombongan Leo memergoki mereka bertiga yang sedang video call dengan Tania tiga hari yang lalu.


"Dia dengar semuanya, jadi menurut gue nggak perlu lagi ada yang di tutup-tutupin." timpal Firgy setelah Mika selesai bercerita.


"Dan hari itu gue kebawa suasana sampai nggak sadar kalo gue ngoceh mulu, agak sok hebat emang tapi kalo nggak di gituin mereka bakal mikir lo nggak punya sahabat yang selalu ada buat lo," ucap Mika hingga Tania memejamkan matanya lalu ia melepas kaca matanya.


"Selanjutnya apa setelah mereka tahu kalo kita sahabatan? Mereka bakal enggak perduli sama gue atau mereka bakal takut sama gue, itu yang lo bertiga fikirin? Yang ada mereka makin penasaran sama gue karena selama ini gue pura-pura enggak kenal sama kalian." sengit Tania membuat ketiga sahabatnya bungkam sesaat.


"Kita minta maaf, Tan!" lirih Firgy.


"Nggak usah janji kalo nggak mau di tepatin, Fir." ucap Tania datar, wanita itu kecewa dengan ketiga sahabatnya.


"Kita tahu lo bakal kecewa tapi ...." ucapan Firgy terpotong.


"Kalo tahu gue bakal kecewa kenapa kalian masih bongkar semuanya, hah? Kalian 'kan bisa bilang kalo dia salah denger atau Tania yang kalian maksud itu bukan gue atau yang lainnya 'kan bisa," pekik Tania membuat ketiga sahabatnya membungkam tidak berani menjawab.

__ADS_1


.........


Leo, Rio dan Diky sejak tadi sudah berencana untuk nongkrong di atas rooftop tapi saat mereka akan naik ke atas tangga, Diky menunjuk empat perempuan yang pergi ke rooftop sekolah.


"Nah itu mereka kayaknya mau ke rooftop juga tuh." tunjuk Diky ke arah rombongan Tania.


"Siapa?" tanya Leo.


"Yang gue ceritain di kantin bie'em tadi, a'elah masa iya udah lupa aja sih lo," ucap Diky.


"Tania sama sahabat-sahabatnya?" tanya Rio dan Diky langsung berteriak 'Nah tuh dia inget' sembari menunjuk ke arah Rio.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Leo langsung berlari menuju rooftop sekolah dan di susul oleh kedua sahabatnya hingga ketika mereka sudah di atas, ketiga laki-laki itu menguping di balik pintu rooftop.


"Jadi mereka beneran sahabatan?" tanya Rio sedikit berbisik saat mendengar percakapan mereka.


"Kayaknya iya, lo denger aja dari pembicaraan mereka yang lagi bahas pembongkaran persahabatan mereka," ucap Diky ikut berbisik.


"Kok kayaknya mereka takut ya sama Tania," ucap Rio merasa aneh saja, karena hal apa yang harus di takuti dari wanita cupu seperti Tania? Fikir Rio.


"Mana gue tahu," ucap Rio.


"Ah elo ...."


"Berisik, diem woy!" ucap Leo kesal dengan kedua sahabatnya yang terus bicara sehingga sulit bagi Leo untuk mendengar pembicaraan Tania dengan ketiga sahabatnya itu.


Rio dan Diky berhenti bicara dan lanjut menguping perbincangan keempat perempuan itu, sampai saat Tania menikkan nada bicaranya ketiga laki-laki itu langsung tersentak kaget dengan mata yang melebar.


"Itu suara Tania?" tanya Diky meyakinkan pendengarannya barusan tidak salah.


"Dia ngebentak tiga cewek itu?" tanya Diky pun merasa percaya tak percaya.


"Waw, emejing!" ucap Diky.

__ADS_1


"Suttt ...." Leo menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri dan menempelkan telinganya lagi di pintu rooftop sekolah.


...................


"Kita bener-bener minta maaf, Tan." lirih Mika merasa bersalah karena tidak bisa menepati janjinya pada Tania yang jelas-jelas sangat percaya penuh dengan mereka bertiga.


"Mikir aja lah Mik, ada gitu cewek jelek kayak gue punya sahabat secantik kalian bertiga? Apa lagi kalian murid baru dari luar negeri semua," tanya Tania dingin.


"Tan, persahabatan kita nggak akan kacau karena ini 'kan?" tanya Firgy merasa khawatir akan persahabatan mereka yang mungkin akan hancur karena rasa kecewa Tania. Ya, mereka semua tahu Tania paling tidak suka di kecewakan.


"Menurut lo gimana? Selama ini gue percaya banget sama kalian tapi untuk pertama kalinya kalian buat gue kecewa, kalian sahabat gue udah buat gue kecewa padahal kalian tahu gue paling benci di kecewain." sengit Tania berusaha tidak marah.


"Kita bakal kasih lo waktu buat tenangin ...."


"Waktu lo bilang? Enggak akan ada waktu buat itu, gue nggak mau masalah ini di perpanjang," potong Tania cepat hingga detak jantung ketiga sahabatnya itu berdegup sangat cepat. Apakah Tania akan memutus tali persahabatan mereka sekarang? Fikir mereka.


"Terus sekarang apa?" tanya Niky lirih.


"Oke! Biarin mereka tahu kalo kita memang sahabatan tapi setelah ini yakini gue kalo kalian bakal tetap tutup mulut dan enggak akan kasih info lebih sama mereka, dan gue harap lo bertiga enggak akan ngecewain gue lagi," ucap Tania datar membuat ketiga sahabat Tania tersenyum lalu mereka saling berpelukkan,


"Thanks, Kara!" ucap ketiga sahabat Tania membuat Tania memelotot kala mendengar nama yang di sebut oleh ketiga sahabatnya.


"Jangan panggil gue, Kara." bisik Tania.


"Emang kenapa? Dosa ya, Tan?" tanya Mika.


"Mulai beg*nya muncul." ucap Firgy datar dan membuat yang lain tertawa kecuali Tania yang hanya tersenyum sinis.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2