Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 190 (Takdir)


__ADS_3

Karamel telah selesai membereskan apartemen Becca kurang lebih tiga jam, "Gue ini bos lo, Becca. Tapi kenapa tiap kali gue dateng ke apartemen lo, gue jadi kayak pembantu lo yang beresin barang-barang lo mulu." celoteh Karamel duduk di sofa.


"Gue 'kan enggak minta, Bos." sahut Becca santai.


Memang Becca tidak meminta tapi siapa yang betah melihat apartemen berantakan seperti tidak berpenghuni? Dasar Becca lupa berterima kasih atau memang tidak berfikir untuk berterima kasih?


Karamel merasa kesal dengan Becca karena setiap mengomeli Becca pasti ada saja pembelaan dirinya yang selalu merasa benar.


"Coba lo belajar buat berubah dari sekarang, Becca. Biar lo ...." ucapan Karamel terpotong oleh Becca.


"Gue enggak bisa, mau berubah jadi apa coba Bos? Cat woman atau wonder woman?" Becca malah bercanda.


"Enggak usah bercanda Becca," kesal Karamel.


"Dari pada serius mulu, entar cepet tua loh." sahut Becca, entah kenapa mulut Becca tidak bisa diam dan selalu saja menjawab.


"Buatin gue teh sekarang," titah Karamel tidak tahan menghadapi Becca yang selalu bisa membuatnya marah.


"Siap Buk Bos," Becca langsung beranjak menuju dapur.


Sebelumnya Becca pernah di ajarkan Karamel untuk membuat teh dan Becca juga ingat takaran gula Karamel hanya setengah sendok makan saja.


"Wah! Bos pasti bahagia banget nih karena teh buatan Becca itu udah di pastikan sempurna enaknya," gumam Becca penuh percaya diri yang amat tinggi.


Tak lama kemudian Becca datang menghampiri Karamel dengan secangkir teh hangat, "Silahkan di minum Buk Bosku!" ucap Becca meletakkan cangkirnya di meja depan Karamel.


Karamel membenarkan duduknya lalu Karamel mengambil cangkir berisi teh hangat itu, "Enak enggak nih?" tanya Karamel tampak ragu.


"Bukannya dulu lo pernah cicipin teh buatan tangan gue ya Bos?" Becca malah bertanya balik.


"Iya! Buatan tangan lo tapi instruksinya dari gue," cibir Karamel mendapatkan cengiran dari Becca.


"Gue inget kok, takaran gula lo cuma setengah sendok makan doang 'kan Bos." ucap Becca dan Karamel percaya buatan Becca tidak akan mengecewakan dirinya.


"Em!" Karamel langsung mencicipi teh buatan Becca namun tiba-tiba Karamel melebarkan matanya dan langsung menyembur air teh yang ada di mulutnya.


Pftttt ....!!!


"Ak! Astagfirullah Al Adzim, Bos. Hati-hati, airnya masih panas," ucap Becca mengira Karamel menyemburkan tehnya karena kepanasan.


"Becca!!!" pekik Karamel mengelap-elap bibirnya.


"Iya Bos, Becca di sin ...." ucaoan Becca terpotong.


"Begek banget sih lo, buat teh aja pake garam," pekik Karamel membuat tubuh Becca membeku.


"Ih kok pake garam sih Bos, Becca buat pake gula ini." sahut Becca membuat Karamel ingin sakali mencakar wajah Becca.


"Minum sekarang," titah Karamel dan dengan penuh percaya diri Becca meminun teh buatannya sendiri.


Pfttt ....


Sama halnya dengan Karamel, Becca juga menyemburkan teh buatannya sendiri dan sudah di pastikan teh buatan Becca gagal menyenangkan hati sang nona bos.

__ADS_1


"Enak Becca?" tanya Karamel tersenyum sinis.


"Asin, Bos." ucap Becca cengengsan.


"Habisin sekarang," titah Karamel dengan aura dingin yang membunuh.


Wajah Becca memelas, "Bos ...." Becca ingin memohon untuk meminta ampun namun melihat kilatan mata Karamel yang begitu menakutkan, Becca terpaksa meminum habis teh buatannya sendiri.


"Apes banget dah hidup gue," batin Becca dan diam-diam Karamel tersenyum tipis karena kekesalannya terhadap Becca telah terbayarkan oleh teh asin yang di minum oleh Becca.


.......................


...Kediaman Keluarga Mahendra....


Sampai di pagi hari Karamel belum juga pulang ke rumah dan Leo semakin di buat kacau oleh sang istri yang entah kenapa tidak ada kabar sama sekali.


Leo sempat berfikir negatif tentang penculikan yang di rencanakan Clara namun setelah Leo meminta Jeffry untuk menyelidikinya, ternyata Clara belum melakukan tindakan apapun.


Hari ini ada beberapa meeting penting yang harus di hadiri oleh Leo, "Gantikan aku, Jeff!" titah Leo ketika Jeffry datang ke rumahnya namun Leo masih belum bersiap.


"Tapi Tuan ...."


"Aku sedang tidak enak badan," alibi Leo membuat Jeffry tidak berani untuk memaksa Leo ikut serta dalam meeting.


"Baik Tuan," patuh Jeffry langsung pergi ke kantor.


Setelah Jeffry pergi, Leo memejamkan matanya lemah, "Kara belum pulang?" tanya Kevin datang menghampiri Leo.


"Kenapa enggak lo lacak?" tanya Kevin lagi.


"Gue udah lakuin semuanya tapi gue masih enggak nemuin keberadaan Kara ada di mana sekarang," sahut Leo.


"As'salamualaikum ... loh kamu enggak ke kantor sayang?" tiba-tiba dari arah pintu Karamel datang dengan Becca di belakangnya.


Kedua laki-laki itu menoleh bersamaan ke arah pintu dan Leo langsung berdiri menghampiri Karamel.


"Sayang?!" Leo tampak merasa lega kala melihat kedatangan Karamel.


"Kamu dari mana aja sayang? Aku nungguin kamu semaleman, aku takut kamu pergi kayak dulu, aku juga khawatir sama keadaan kamu, kamu ke mana aja? Kenapa kamu enggak kabarin aku! Hem?" ucap Leo meluapkan isi hatinya sembari memeluk erat tubuh sang istri.


Karamel bisa merasakan kekhawatiran Leo lewat nada suara dan pelukannya yang sangat erat lalu detak jantungnya yang berpacu sangat cepat.


"Maafin aku sayang, maaf udah buat kamu khawatir. Aku di sini sekarang, aku enggak akan mungkin tinggalin kamu, kamu jangan berfikiran buruk lagi ya," lirih Karamel mengelus punggung sang suami.


Kevin mengepal tangannya kuat-kuat. Masih sama seperti sebelumnya, hati Kevin masih sakit melihat Leo berpelukan dengan Karamel.


Sedangkan Becca melebarkan mata sempurna, bukan kaget karena adegan pelukan Leo dan Karamel namun Becca sangat terkejut dan terkagum-kagum akan ke tampanan suami sang nona bosnya itu.


"Uwaw! Ternyata kakak ipar lebih ganteng dari yang di foto ya," gumam Becca membuat Karamel melepaskan pelukan dengan sang suami lalu Karamel menatap tajam ke arah Becca.


Becca tersenyum lebar ke arah Karamel, "Becca tandain buat jadi masa depan ah," goda Becca dan Karamel hanya berdecih menanggapi ucapan Becca.


Karamel tahu Becca hanya ingin menggoda dirinya saja tapi entah kenapa godaan Becca membuat Karamel jengkel dengan anak buahnya itu.

__ADS_1


"Sayang ...."


"Namanya Becca Crofcodra, adik angkat aku," ucap Karamel memperkenalkan Becca kepada Leo dan Kevin.


Becca tersenyum canggung menatap Leo lalu Becca tersenyum lebar menatap ke rah Kevin, "Ciah! Ketemu lagi kita." ucap Becca menunjuk Kevin.


Kevin memutar bola mata jengah, "Cie yang enggak tahan natap muka cantik Becca," goda Becca pada Kevin membuat Karamel maupun Leo diam-diam menahan tawa.


"Maafin aku kemarin aku ke apartemen Becca tapi di sana aku di sibukin sama banyak urusan sampe enggak sadar aku ketiduran di sana, waktu malamnya aku mau hubungin kamu tapi ternyata HP aku di hancurin sama bocah di belakang aku," ucap Karamel menjelaskan kenapa dirinya bisa tidak ada kabar.


Becca menganga, "Becca 'kan udah bilang kalo HP nya enggak sengaja kebanting," sahut Becca tidak mau di salahkan.


"Pembawa masalah lo bawa ke sini, Kar." dersis Kevin dan Becca melirik Kevin.


"Dari kemaren kayaknya lo minta di perhatiin gue mulu, suka lo ya sama gue." ucap Becca blak-blakan menunjuk Kevin.


"Eh bocah,"


"Tuh 'kan mukanya merah karena malu." tunjuk Becca lagi pada Kevin.


"Lo ...."


"Becca enggak tertarik sama situ jadi tolong jangan cari perhatian sama Becca, oke!" sela Becca cepat dan Kevin mengepal tangannya karena kesal dengan ucapan Becca yang terlalu narsis.


Karamel menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana jahilnya Becca memotong perkataan Kevin terus-menerus.


"Becca males ah di sini, ada fans fanatik Becca jadi takut di ganggu," ucap Becca memanyunkan bibirnya ke arah Karamel.


"Amit-amit ...."


"Tuh 'kan padahal Becca cuma bilang ada fans fanatik doang loh, tapi situ langsung nyambar omongan Becca, berarti emang benar elo suka sama gue–iya 'kan," imbuh Becca membuat Kevin geram setengah mati.


"Beccaaaaa," Karamel menegur dengan nada yang cukup panjang.


"Hahaha, oke oke! Becca pergi sekarang," ucap Becca bergegas pergi dari kediaman Leo.


"Mau ke mana tu anak?" tanya Rendi keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah.


"Have fun sama dunia game." ucap Karamel.


Sorot mata Kevin tidak lepas dari kepergian Becca yang sudah masuk ke dalam mobilnya lalu pergi dari halaman rumah Leo.


Entah kenapa Kevin merasa sengat-sangat kesal dengan Becca, "Si*lan tu bocah, berani banget tu anak sama gue," dersis Kevin mengepal tangannya lalu pergi meninggalkan Rendi, Leo dan Karamel ke dapur.


"Di buat kesal lagi dia?" tanya Rendi dan Karamel menganggukkan kepalanya pelan.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


__ADS_2