Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part _ 232 (Takdir)


__ADS_3

"Kenziro, I'm back," ucapnya membuat Kenzi membelalakan matanya. Kenzi melirikkan matanya ke kanan dan kiri.


Siapa yang kembali? Apakah dia? Mana mungkin itu dia, dia telah meninggalkannya jadi mustahil pemilik suara itu adalah dia! Fikir Kenzi di landa rasa bingung, penasaran serta ada harapan di dalam dirinya.


"Nyari aku ya?" tanyanya dan tiba-tiba beberapa orang yang membelakangi Kenzi membuka ruang untuk wanita itu agar bisa berhadapan dengan Kenzi.


"Hai, Ken-tang" sapanya tersenyum manis memanggil panggilan sayangnya untuk Kenzi.


Degg! Kenzi semakin membelalakan matanya kaget, apakah ini mimpi? Wanita yang ada di depannya saat ini adalah wanita yang selama ini ia cari-cari dan tak kunjung ia dapatkan hasilnya.


Tessa Gracella tersenyum manis menatap Kenzi yang masih setia melebarkan matanya tak percaya wanita yang selama ini ia cari-cari ada di depan matanya, wania itu sangat cantik sekali malam ini.


"Te-Tessa ...." panggil Kenzi gelagapan.


Tessa terdiam dengan memiringkan sudut bibirnya ke arah kanan lalu Tessa memutar tubuhnya agar menghadap Karamel.


"Apa aku terlihat jelek, dia terus-terusan memelototi ku seakan-akan dia muak melihatku," ucap Tessa membuat Karamel tertawa kecil bahkan beberapa di antara mereka semua yang ada di sana tertawa juga.


Bugg! Kenzi memutar tubuh Tessa lalu memeluk erat tubuh wanita itu, auto kaget dong Tessa.


"I miss you, damn, Tessa i miss you so much, " racau Kenzi memejamkan matanya menumpahkan segala rasa rindunya yang ia pendam selama ini, persetan dengan rasa malu! Pria itu benar-benar sangat merindukan Tessa.


"Jangan pernah tinggalin gue lagi, Tessa. Gue mohon sama lo tetap di sisi gue, jangan pergi lagi." pinta Kenzi membuat detak jantung Tessa berdegup sangat kencang.


Tessa mematung saat Kenzi memeluk erat tubuhnya di depan ramai orang hingga beberapa detik kemudian suara batuk-batuk dari para remaja SALF BADRAD menyadarkan Kenzi dari tindakannya itu.


"Anj*y serasa dunia milik berdua," cibir Adit.


"Yang lainnya di anggap makhluk gaib tak kasat mata," timpal Diky.


"Dah enggak jomblo lagi dia," cibir Dito.


Kenzi pun melepaskan pelukannya.


"Ehem! Maaf, g-gue ...." ucapnya sedikit canggung menatap Tessa.


"Dia adalah wanita yang aku ceritakan, Tessa Gracella, calon kakak ipar saya di masa depan." ucap Karamel membuat heboh seisi kapal itu.


Mendengar ucapan Karamel, raut wajah Kenzi menjadi pucat karena malu, bagaimana bisa adiknya itu berbicara sembarangan di depan banyak orang, tidakkah mulut adiknya itu terlalu licin.


"Kara tau, Kak Kenzi juga cinta 'kan sama Kak Tessa? Buktinya Kak Kenzi penuh perjuangan banget buat nyari keberadaan dia. Nih, lamar sekarang!" ucap Karamel langsung memberikan sebuah kotak bludru merah berbentuk hati ke tangan Kenzi.


Kenzi tersentak kaget, melamar katanya? Baru juga bertemu, masa iya langsung di lamar. Memangnya Tessa mau menerima dirinya?

__ADS_1


"Jangan ngaco ...."


"Di tunggu tuh," ucap Kara langsung kabur hingga Kenzi melirikan matanya ke arah Tessa yang menatap Kenzi tanpa ekspresi.


"Ehem, dia udah nikah tapi kelakuannya masih kayak anak-anak, maklumin ya!" ucap Kenzi tersenyum canggung memutar-mutar kotak bludru yang di berikan Karamel, entah kenapa tangan Kenzi menjadi bergetar dan berkeringat panas dingin.


"Maaf udah salah paham," ucap Tessa tiba-tiba.


"Enggak kok ... ma-maksud gue, seharusnya gue yang minta maaf karena lo enggak salah apa-apa." ucap Kenzi cepat, pria itu terlihat gugup sekarang dan itu membuat anak-anak SALF BADRAD diam-diam tertawa mengejek tingkah Kenzi.


"Gue udah maafin kok," sahut Tessa secepat itu.


Kenzi menghela napas panjang kemudian secara tiba-tiba Kenzi berlutut di depan Tessa membuat Tessa tersentak begitu juga dengan semua orang, kecuali Karamel yang terlihat biasa saja.


Ayolah! Ingat saat Karamel pertama kali masuk sekolah dengan tampilan jeleknya? Saat itu Karamel mengancam Kenzi untuk bungkam atau rahasianya akan ia bongkar di depan semua orang (Part 2).


"Dulu saya memiliki seseorang yang spesial dalam hidup saya tapi dia telah di ambil oleh Tuhan, kehilangan orang spesial yang sangat di cintai untuk selamanya-lamanya, saya memilih untuk tidak mencari penggantinya tapi siapa yang tahu takdir Tuhan. Beberapa minggu yang lalu Tuhan mempertemukan saya dengan wanita ini, wanita ceria yang pemberani ini," ucap Kenzi tidak melepas tatapannya dari manik mata Tessa.


Inilah rahasia yang di maksud Karamel, Kenzi di kenal laki-laki cuek yang irit bicara namun di balik itu Kenzi adalah laki-laki yang sangat sangat romantis dengan seribu satu rangkaian kata-kata yang bisa menaklukkan hati para wanita.


"Tessa Gracella, dia hadir dalam hidup saya dengan segala tingkahnya yang membuat saya tidak nyaman, saya benci kebisingan tapi dia suka sekali mengoceh, aaya benci di paksa tapi dia suka sekali memaksa, yang lebih parah dia juga suka membentak saya." ucap Kenzi membuat Tessa tersenyum tipis sembari matanya memelototi Kenzi.


"Belum genap satu bulan saya menikmati hari-hari bersamanya tapi Tuhan sudah menguji kami dengan menjauhkan dia dari saya, saat itu saya hampir mengabaikannya tapi ketika melihatnya pergi, saya merasakan perasaan yang sama saat saya kehilangan seseorang yang begitu spesial dalam hidup saya dulu." lirih Kenzi.


"Saya mencarinya tapi dia benar-benar menghilang seperti di telan bumi hingga kini dia kembali," ucap Kenzi membuka kotak bludru itu.


"Tessa, Maaf udah pernah nyakitin kamu, aku bod*h karena telat menyadari perasaan aku yang selalu ngerasa nyaman dan bahagia waktu deket sama kamu, ngerasa cemburu waktu kamu deket sama cowok lain bahkan aku ngerasa kehilangan waktu kamu ninggalin aku." ucap Kenzi tulus dari hatinya.


"I Love You, Tessa Gracella." ucap Kenzi pelan dan Tessa tersenyum tipis mendengar pengakuan Kenzi.


"Bersediakah engkau menjadi pendamping hidupku, Tessa Gracella?" tanya Kenzi dengan tatapan serius.


Tessa tersenyum bahagia namun secara tiba-tiba senyuman itu pudar membuat Kenzi dan orang-orang yang ada di depannya kebingungan.


"Silahkan minta izin dengan daddyku, Kenzi" ucap Tessa membuat jantung Kenzi hampir copot, astaga! Kenzi di suruh untuk meminta izin dengan calon mertua, eh ralat maksudnya ayahnya Tessa.


"Ehem," suara batuk seseorang mengalihkan pandangan semua orang bahkan Kenzi langsung berdiri di buatnya.


"Ram," panggil Sanjaya dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


Ram menatap Sanjaya dengan tatapan datar lalu setelah itu Ram menghela napas panjang, ia malas bertemu Sanjaya tapi demi anak gadisnya, ia tidak boleh egois.


"Lama tidak berjumpa, sudah berapa lama kita menjadi musuh, Sanjaya?" tanya Ram pada Sanjaya meningkatkan bahwa dirinya menganggap Sanjaya sebagai musuhnya.

__ADS_1


"Kau masih menganggapku musuhmu, Ram." ucap Sanjaya namun Ram bergeming.


"Sekarang anakmu mencintai anakku, apa yang akan kau lakukan?" tanya Ram seakan-akan menantang Sanjaya.


"Sepertinya anakmu juga mencintai anakku, lalu apa yang akan kau lakukan?" Sanjaya bertanya balik.


Ram menatap anak gadisnya.


"Lihat, Daddy tidak cocok dengan ayah dari pria yang kau cintai," ucap Ram.


"Ayolah!" raut wajah Tessa seperti sedang memohon. Ran menghela napas panjang, putri kesayangannya ini selalu berhasil membuatnya luluh.


"Ini karena permintaan anakku," ucap Ram menatap malas ke arah Sanjaya.


"Sekitar lima belas tahun yang lalu aku menuduhmu mengkhianati persahabatan kita bahkan aku marah dengan Prasetya karena dia terus mendukungmu," ucap Ram membuat semua orang bingung begitu juga Leo yang mengerutkan dahinya menatap ke arah papa Prasetya.


"Sahabat?" beo Kenzi.


"Dengarkan Daddyku bicara," pinta Tessa menyentuh lengan Kenzi, auto jedag-jedug tuh jantung Kenzi.


"Walau jasaku tidak sebesar Prasetya tapi seharusnya kau bisa menghargai aku, San." ucap Ram masih memendam rasa kecewa dan tiba-tiba saja ekspresi wajah Sanjaya berubah sendu.


"Aku tidak pernah mengkhianatimu, Ram." ucap Sanjaya jujur, semoga kali ini Ram percaya padanya. Harap Sanjaya.


"Ya, aku tahu beberapa minggu yang lalu karena Prasetya sudah menceritakan semuanya," sahut Ram malas.


"Tapi kau tetap bersalah karena mau saja di bod*hi oleh Rega Ananda, kau mencampakkan Prasetya dan berpaling ke Rega Ananda hingga Rega Ananda mencurangi perusahaanku, pada akhirnya kau juga yang mendapatkan akibatnya karena di khianati olehnya." ucap Ram pedas membuat Kenzi, Karamel, Leo dan Faza membelalakkan mata kaget karena ayahnya Tessa menyebut nama Rega Ananda.


Sanjaya bungkam, karena memang ucapan Ram tidak ada yang salah, semua yang terjadi karena ulahnya yang menjadikan Rega Ananda sebagai sahabatnya. Perusahaan Ram dulu 80% bangkrut karena Rega Ananda.


Bodohnya dulu Sanjaya terlalu percaya dengan Rega Ananda hingga pada saat Ram menuduh Rega Ananda, Sanjaya malah membela Rega Ananda dan tidak mempercayai ucapan Ram, sahabat lamanya.


"Aku minta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu, Ram." ucap Sanjaya membuat Kenzi dan Karamel membelalakkan mata kaget.


Jadi akar permasalahannya ada di Papa — Batin Kenzi marasa malu karena dulu pernah berfikir bahwa ayahnya Tessa adalah orang jahat.


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


Ada yang masih ingat gak nih sama si REGA ANANDA?


__ADS_2