Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 161 (Takdir)


__ADS_3

Leo melirik wajah Karamel yang terlihat panik, "Misschien een kus?!" ucap Leo membuat Karamel refleks terbelalak menatap tajam mata Leo.


(Mungkin ciuman?)


"What?" pekik karamel membuat Leo memejamkan matanya kala teriakan Karamel sangat nyaring di telinga Leo.


Karamel mundur beberapa langkah, "Ini ...."


"Kenapa? Kamu gak mau tanggung jawab?" tanya Leo memotong perkataan sang istri.


Leo tersenyum menyeringai, "Aku cuma ...."


Cup! Leo yang sengaja menggoda Karamel untuk meminta ciuman dari Karamel, Leo tidak berfikir Karamel akan melakukannya maka dari itu Leo ingin menyudahi godaannya itu namun siapa sangka saat Leo ingin mengatakan 'Aku cuma becanda!' Karamel sudah lebih dulu mencium keningnya.


Sontak Leo merasa kaget dengan tindakan Karamel yang tidak memprotes ataupun menolaknya, cukup lama Karamel mencium kening Leo hingga Leo refleks memejamkan matanya menikmati sentuhan bibir mungil sang istri.


Apakah ini pertama kalinya Karamel mencium Leo? Sampai debaran jantung Leo berpacu sangat cepat.


..............................


Ke esokan harinya Karamel memaksa Leo untuk bertemu dengan Clara, bercengkerama dengan Clara, dan mengobrol lebih jauh lagi hingga mereka sampai jadian.


Leo menolak karena urusan kantor lebih penting dari itu tapi bukan Karamel namanya jika tidak punya banyak pemikiran hebat.


Karamel pun menyuruh Leo untuk mengajak Clara datang ke kantor suaminya itu


Dan tentu saja Leo memekik tidak setuju, seumur hidup Leo tidak pernah mengizinkan wanita manapun untuk datang menghampiri dirinya di kantor bahkan jika mau bertemu, mereka harus menunggu waktu senggang dari Leo.


Namun siapa Clara, apa istimewanya wanita itu hingga dengan mudahkan Karamel menyuruh Leo untuk mengajak dia ke kantornya.


Karena Leo menolak, Karamel kembali memaksa Leo untuk menyerahkan urusan kantor pada Jeffry lalu Leo bertemu dengan Clara hari ini juga.


Leo bosan akan paksaan sang istri hingga pada akhirnya dia mengalah dan mengikuti kemauan sang istri.


Kini Leo dan Clara sudah berada di sebuah restoran yang di mana Leo sendiri yang mengajak Clara untuk datang menemuinya. Clara begitu bahagia, Apalagi ketika ia datang semua hidangan mewah sudah di siapkan di depan matanya.


"Long time no see, Leo! Ternyata kamu masih inget sama aku," tanpa di minta duduk, Clara langsung duduk. Tanpa di minta minum, Clara langsung minum. Tanpa di minta bicara, Clara malah bicara dan itu juga hanya ucapan basa-basi.


Leo muak akan sikap palsu Clara yang berpura-pura lemah lembut padahal Leo sangat tahu sajak mereka sekolah menengah pertama, tempramental Clara sangatlah buruk.


"Hampir dua tahun," sahut Leo.


"Jangan bersikap terlalu dingin Leo, suasana romantis kita bakal kerasa canggung nanti!" seru Clara membuat Leo mengeraskan rahangnya.


"Lo tau dari mana gue anak dari Prasetya Mahendra?" tanya Leo masih bersikap dingin.


"Kenapa kamu nanya gitu, aku tau karena Papa aku yang ngasih tau ...."

__ADS_1


"Makanya lo ngambil kesempatan buat jadi pacar gue dengan cara ancaman yang papa lo buat," potong Leo sehingga Clara tersenyum masam.


"Bukan ancaman tapi itu syarat dari papa aku, gak maksa kamu buat terima 'kan?" ucap Clara licik.


Dalam hati Clara, tidak masalah Leo tidak suka akan syarat dari papanya, toh Leo juga tetap akan menjadi kekasihnya sekaligus suaminya di masa depan.


"Lo tau siapa orang yang gue cinta ...."


"Kamu ninggalin Karamel selama setahun Leo," potong Clara langsung mengucapkan orang yang ingin Leo sebut.


"Kamu udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Karamel, aku tahu kok, kamu punya pacar lain di negara lain," ucap Clara tersenyum sinis.


"Aku juga dapet informasi dari anak-anak ECHS kalo Karamel kehilangan sosok Leo bahkan dia masih nungguin sosok Leo buat kembali ke sisi dia lagi tapi gimana kalo Karamel tau soal kamu yang punya pacar bernama Jessy Mon Andrea ...." Clara menggantung perkataannya untuk melihat ekspresi Leo yang masih saja datar.


"Aku rasa, Karamel bakal marah dan mungkin dia gak akan cinta lagi sama cowok playboy kayak kamu," ucap Clara terdengar seperti ancaman di dalamnya.


"Yeah, walau kamu udah blikasiin pembatalan pernikahan kamu sama Jessy tapi kamu udah selingkuhin Karamel, pasti dia bakal kecewa banget," sambung Clara.


Leo semakin mengepal tangannya. Di dalam hatinya, jika bukan karena sang istri yang memaksanya, leo tidak akan sudi duduk satu meja ataupun mengobrol dengan wanita licik seperti Clara.


"Lupain so'al Karamel sama Jessy, bukankah kita ketemu untuk saling mengenal satu sama lain," ucap Leo mengalihkan pembicaraan.


Percakapan keduanya di mulai dari bagaimana tentang Clara yang masih stay di Indonesia dan memilih berkuliah di Indonesia juga, lalu tentang Leo yang pindah sekolah ke Irlandia Namun sudah memakai gelar sebagai CEO perusahaan utama Binondra Group.


Cukup panjang obrolan yang mereka bicarakan hingga sudah saatnya Leo meluncurkan rencananya untuk menjadikan Clara sebagai kekasihnya.


Tidak ada hal romantis yang Leo perbuat, hanya sebuah kotak mini berisi cincin lalu mengatakan 'Ayok kita coba, siapa tau kita cocok,' sontak Clara bahagia mendengarnya dan tentunya tanpa berfikir dua kali Clara langsung menerimanya.


"Berhasil 'kah?" suara Karamel membuat Leo tersentak kaget.


Leo mengabaikan Karamel dan langsung masuk ke rumah membuat Karamel menghela napas berat, Karamel tahu Leo pasti merasa terpukul akan paksaannya tapi ketahuilah hati Karamel lebih sakit dan hancur ketika Clara menginginkan suaminya itu.


Setelah makan malam Karamel mencoba untuk masuk ke ruang kerja sang suami dengan membawa dua cangkir teh chamomile kesukaannya.


Karamel meletakan secangkir teh chamomile ke meja kerja Leo tapi Leo tetap diam dan tidak menghiraukan Karamel.


"Kamu marah ya sama aku?" tanya Karamel yang duduk di sofa depan Leo tapi Leo diam saja.


"Aku tau kamu pasti terpukul sama keputusan yang aku buat tapi ...."


"Kita berdua, Kara," potong Leo menatap Karamel.


Leo tahu, Karamel juga merasa sangat terpukul melihat suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain, terbukti dari raut wajah sedih Karamel, Leo benci raut wajah sedih Karamel yang akan membuat Leo menjadi lemah.


"Aku gak ...."


"Oh ya? Walau Clara ngelukain hal nekat sekalipun sama aku, kamu gak ...."

__ADS_1


"Itu akan pernah terjadi," sengit Karamel.


"Aku nolak permintaan kamu karena aku tau cewek kayak apa Clara ...."


"Ada aku yang bakal sama kamu terus Leo," ucap Karamel menatap Leo lirih.


"Jangan suruh aku buat tetap lanjutin sandiwara ini, Kara," pinta Leo memohon.


"Aku bakal jatuhin perusahaan Clark Campions sampe mau gak mau mereka harus jual lahan yang di minta papa," kata Leo.


Leo benci situasi seperti ini, situasi yang akan menyakiti dirinya sekaligus hati sang istri, mereka berdua saling mencintai tapi kenapa cinta mereka harus di uji dengan hal-hal yang akan menyakiti perasaan keduanya.


Dulu ketika Leo meninggalkan Karamel, Leo merasa sangat terpukul harus jauh dari cintanya begitu juga Karamel yang di tinggalkan cintanya, mereka di takdirkan bersama namun mereka masih harus melewati ujian yang menyakitkan untuk bisa hidup bersama dengan damai.


"Fikirin ini dulu Leo, kalo kamu ngejatuhin perusahaan Clark Campions, besar kemungkinan Clara maupun Papanya bakal balas dendam, itu malah nambah masalah karena semakin mereka terpuruk, mereka bakal semakin benci sama kamu dan pastinya berbuat jahat sama keluarga kita." ucap Karamel lirih.


"Aku gak mau itu terjadi, Leo." kata Karamel.


Leo tahu itu, dia seorang pembisnis jadi keputusan apapun yang dia ambil pasti dia akan tahu akibatnya juga. Leo pun mendekati Karamel.


"Clark Damyan gak akan mampu balas dendam sama aku, Kara." ucap Leo menyentuh kedua pipi Karamel.


"Aku udah hubungin Fico buat jadi rekan bisnis Clark Campions, di saat waktunya Clark Damyan putusin kerja sama secara sepihak, di saat itu juga perusahan Trixon Internasional milik Fico jadi tempat peluang utamanya," ucap Karamel.


"Fico bakal hasut Clark Damyan buat jual lahan itu demi buat kamu hilang harapan dan boom, hasilnya kita tunggu kabar dari Fico," ucap Karamel.


Kepintaran Karamel memang sangat luar biasa, semua yang Karamel rencanakan terdengar sangat matang dan tidak bisa di ganggu gugat oleh perubahan apapun.


"Gimana kalo Clark Damyan gak masuk perangkap dan tetap pertahanin lahan itu?" tanya Leo.


"Kalo gitu jalan terakhirnya ada sama aku," ucap Karamel membuat Leo bingung.


"Maksud kamu?" tanya Leo.


"Aku bisa balas semua yang kamu pertaruhin dulu buat keluarga aku, Leo." ucap Karamel.


"Aku gak paham maksud kamu ...."


"Udahlah jangan bahas itu dulu, mending kamu belajar maksimalin akting kamu di depan Clara, dua hari lagi kita bakal bongkar status kita di depan Clara bahkan kalo bisa seluruh dunia juga harus tau kalo kamu sekarang udah jadi milik aku," ucap Karamel membuat Leo tersenyum tipis.


Leo mendekati telinga Karamel.


"I'm yours, baby," bisik Leo dengan suara berat.


.......


.......

__ADS_1


.......


...::: Bersambung :::...


__ADS_2